NovelToon NovelToon
A Fickle Heart

A Fickle Heart

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Harem / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Dina official

Kisah cinta Reihan dan Sakinah yang menuai berbagai konflik dan masalah. Memicu sang nenek Hilda Pratama untuk melakukan balas dendam melalui Sakinah yang dianggap cucu dari musuh bebuyutannya yang juga orang yang paling dicintai Hilda yaitu Jamie Wirayuda.

Reihan yang merupakan cucu kesayangan Hilda dikendalikan oleh Hilda untuk misi balas dendamnya pada Jamie. Siapa sangka permusuhan dua keluarga itu menyingkap tabir bahwa Haris Wirayuda yang merupakan anak Jamie Wirayuda yang selama ini diincar oleh Hilda dan dianggap penyebab kematian putra dan menantu Hilda yang merupakan orang tua Reihan adalah anak kandungnya.

Ketika Hilda mengetahui Haris adalah anaknya yang saat itu sedang berada diambang kematian karena perbuatan Hilda, Hilda menyelamatkannya. Dirinya sangat menyesal dan berdosa karena hampir saja membunuh putra kandungnya sendiri. Disitu pula terkuak bahwa Sakinah bukanlah anak kandung Haris

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Pernikahan

Setelah meminta maaf pada Sakinah akan sikapnya yang sedikit keterlaluan pada Sakinah, Reyhan memperlakukan wanita yang telah menjadi istrinya itu dengan sangat baik.

"Lihatlah Adel, wanita itu sedang menunjukkan bahwa dirinya telah menang." Ujar Sahnaz pada Adelia.

Adelia menatap kedua orang itu dengan rasa kesal dihatinya. Dia benar-benar muak saat melihat gadis itu mulai mencuri hati Reyhan kembali.

Ketika sedang berada di dapur untuk mempersiapkan makan malam, Adelia sengaja menghampiri Sakinah.

"Wah... pengantin baru kok repot-repot menyiapkan makanan? Bukankah sudah ada ART yang akan menyajikan makanan?" Pancing Adelia pada Sakinah.

"Ini tidak merepotkan, aku sudah terbiasa melakukan ini selama dirumah." Jelas Sakinah dengan sikap ramah.

"Oh ya, apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?"

Adelia kini menghadapkan dirinya pada Sakinah.

"Iya, silahkan. Apa yang ingin kau tanyakan padaku?"

Tanya Sakinah sambil mengecek masakannya.

"Apa kau yakin Reyhan akan tetap bersamamu?"

"Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Kau lihat sendiri, bagaimana dia tidak menginginkanmu bersamanya. Bahkan untuk satu kamar denganmu saja dia tidak mau." Ujar gadis itu dengan nada mengejek.

Adelia sengaja menyakiti perasaan Sakinah supaya Sakinah murka padanya, tapi tetap saja wanita itu tidak bergeming. Dia lebih memilih bersikap tenang dan sabar untuk menetralisir situasi.

Sebenarnya dia cukup sakit hati dengan ucapan Adelia yang seakan menginginkan dirinya pergi dari rumah itu, tapi Sakinah mencoba untuk tetap bertahan.

***

Ditempat berbeda, seorang wanita telah dengan perawakan tinggi, kulit kuning langsat dan surai sebahu menghampiri lelaki tua yang baru saja selesai dari percakapannya dengan anak buahnya.

"Ayah, bagaimana kabarmu?" Sapa wanita itu pada sang ayah.

" Putriku yang cantik, sudah lama kau tidak menemui ayahmu ini. Ada hal apa tiba-tiba kau datang ke mansion ini?" Tanya Arizo pada anaknya.

"Aku hanya ingin bertemu dengan ayah. Sudah lama kita tidak mengobrol. Aku merindukan saat-saat kebersamaan kita dulu ayah." Ucap gadis itu dengan wajah sendunya.

Memang semenjak kecil putri Arizo Gautama yang bernama Quenza itu tidak tinggal bersamanya.

Arizo sengaja memisahkan diri dengan keluarganya agar keluarganya tidak dilibatkan dalam permainan kotornya.

Selama ini, dia menempatkan istri dan anaknya di singapura, agar mereka tidak mengetahui bahwa dirinya adalah seorang mafia besar yang menguasai Asia tenggara.

Siapa yang tidak mengenali sepak terjang seorang Arizo Gautama. Seorang pengusaha berpengaruh di Indonesia, yang memiliki berbagai bisnis ilegal, mulai dari senjata ilegal, obat-obatan terlarang, hingga kasino mewah yang bertebaran di setiap negara.

Bisnisnya sangat terlindungi dari jerat hukum, karena Arizo mempunyai pengaruh besar didalamnya. Dia mempunyai andil besar, karena memiliki uang yang banyak sehingga setiap kali melakukan transaksi dia akan memberikan upeti pada para polisi untuk mengamankan bisnisnya.

"Maafkan ayah nak. Ayah sangat sibuk dengan pekerjaan ayah. Jadi ayah belum sempat untuk menemui kau dan ibumu." Jelas Arizo terhadap putrinya.

"Aku tahu ayah, sebenarnya ayah bukan tidak punya waktu banyak untuk bersama aku dan ibu, tapi ayah tidak bisa berhenti dari semua kejahatan ayah, bukankah begitu?" Tanya gadis itu padanya.

Ucapan gadis itu teras menohok dirinya. Arizo tersentak oleh ucapan anak perempuannya itu.

"Apa maksudmu nak? Apa kau pikir ayahmu ini adalah seorang kriminal?"

"Entahlah ayah. Aku tidak tahu harus menyebut apa pada semua yang telah ayah lakukan, tapi setahuku ayah terlibat dalam berbagai bisnis ilegal." Tukas gadis itu penuh dengan ketenangan.

"Kau lebih mempercayai isu-isu miring yang beredar selama ini, jangan dengarkan itu nak. Ayahmu ini tidak akan mungkin berbuat seburuk itu."

Arizo mencoba menepis dan menyangkal perkataan anaknya.

"Aku tahu yah. Apa yang selama ini ayah sembunyikan dari aku dan ibu. Aku hanya diam dan tidak menentang ayah."

"Ayah bekerja untukmu dan ibumu, jadi jangan pernah mencurigai ayah."

Lelaki itu memalingkan wajahnya. Dia sudah tidak ingin berdebat lagi dengan putrinya.

"Aku hanya ingin ayah bisa menikmati hari tua ayah dengan penuh ketenangan. Aku mohon, hentikan semua ini ayah. Lebih baik ayah berubah menjadi orang yang lebih baik."

"Hentikan ceramahmu itu. Kau tidak tahu aku telah bersusah payah membangun bisnis besar ini. Lalu dengan mudahnya kau menyuruhku untuk berhenti. Itu takkan mungkin terjadi."

Lelaki tua itu mulai menggeram. Dia merasa terusik karena putrinya mulai mengusik wilayahnya. Bisnis yang telah dibangunnya bertahun-tahun bukan bisnis biasa. Melainkan kerajaan bisnis yang telah melebar ke berbagai penjuru dunia. Mana mungkin dia akan melepaskan begitu saja.

"Aku hanya mengingatkan ayah. Terserah ayah suka atau tidak. Aku hanya ingin berkumpul kembali bersama ayah dan ibu. Kìta menjadi satu keluarga lagi. Terlebih saat ini ibu juga mulai sakit-sakitan. Akan lebih baik jika ayah menemani ibu bersamaku."

Jelas wanita muda itu dengan suara yang sedikit tercekat ditenggorokannya.

"Apa? Ibumu sakit?"

Mendengar wanita yang dicintainya sakit, arizo menjadi terenyuh.

"Iya, ibu sakit semenjak beberapa bulan terakhir ini. Kondisi ibu mulai menurun. Aku datang kesini untuk memohon pada ayah, kembalilah ke rumah. Tinggalkan semua kegilaan ini ayah." Pinta wanita muda itu penuh dengan permohonan.

Tersirat kesedihan dari sorot mata indah itu. Membuat Arizo begitu terluka saat mendengar ucapan anaknya itu. Dia tahu dan sangat sadar akan kesalahannya, namun dia tidak bisa keluar begitu saja dari lingkaran hitam yang telah mengelilinginya saat ini.

"Maafkan ayah nak. Ayah tidak bermaksud mengabaikan kalian, ayah tahu selama ini ayah belum menjadi suami ataupun ayah yang baik untuk ibumu dan dirimu tapi percayalah ayah sangat menyayangi kalian."

Tukas lelaki itu sambil mengusap kepala sang anak.

"Baiklah ayah, aku sudah menjelaskan semuanya pada ayah. Aku hanya ingin ayah tahu bahwa ibu membutuhkan ayah. Terserah bagaimana nantinya ayah akan pergi bersamaku atau lebih memilih tetap disini."

Gadis muda itu menghela nafas berat kemudian melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan sang ayah.

"Quenza, tunggu sebentar." Pinta lelaki itu pada sang putri.

"Ada apa ayah?" Gadis itu bertanya tanpa mau menatap wajah ayahnya.

Ada rasa kecewa yang sedang menyesak didadanya saat ini.

"Ayah sudah memikirkannya, ayah akan pergi bersamamu saat ini." Ucap lelaki itu dengan nada datar.

"Apa? Jadi ayah mau pulang bersamaku?"

Seketika gadis muda itu langsung merasa ada kehangatan menjalar dihatinya. Diapun membalikkan tubuhnya menghadap ke arah sang ayah yang masih tertegun memandanginya.

Lelaki tua itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dengan lembut pada putri cantiknya itu.

Quenza menghamburkan diri pada sang ayah, gadis itu memeluk erat ayahnya.

"Terimakasih ayah, akhirnya ayah mau pulang bersamaku."

Deraian air mata terlihat jelas dinetra gadis itu. Dia benar-benar bahagia akhirnya sang ayah yang begitu dingin mau luluh terhadapnya. Benar-benar suatu keajaiban.

Arizo yang begitu menyayangi sang anak mengusap pelan punggung gadis muda itu. Diapun begitu terharu melihat putrinya yang begitu menyayanginya.

1
Itha Fitra
crita ny kok muter" sih thor? td nm ny nyonya amira,skrng brubah jd nyonya hilda?
Dina official: coba baca baik2 kak, Amira itu ibunya si Jamie, Hilda itu bukan si Amira yang nantinya ada kaitan dengan masa lalunya si Jamie Wirayuda
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!