Ceo tampan itu, mantanku!
ketika sedang susah-susahnya mencari pekerjaan di kota besar, tetapi malah keterima di tempat kerja yang bosnya itu mantan kita sendiri!
Ya itulah yang Dara rasakan sekarang, dia harus mempunyai Bos yang berstatus sebagai mantannya yang sangat brengsek.
"Lo kok?!"
"Hai cantik, sudah lama tidak bertemu. Oh ya daripada kamu capek-capek kerja di sini, bagaimana kalo kamu menikah denganku dan menikmati semua harta yang ku punya?"
Akankah Dara bisa bertahan dengan bosnya yang berstatus mantannya, yang masih saja membahas hubungan mereka dulu?
Atau Dara dan sang Ceo tampan itu bisa bersatu layaknya di kisah film?
penasaran? Yuk kita simak ceritanya, dan melihat bagaimana endingnya🔥🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuniar Febriyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29
Waktu terasa berjalan begitu cepat, sehingga sampailah waktunya istirahat. Seperti biasa, Zico akan membuat ulah sehingga Dara kesal terhadap dirinya, karena membuat atau melihat Dara kesal ada sesuatu hal yang sangat membuat Zico begitu bahagia dan senang.
"Dara, ayok kita keluar makan siang," ajak Zico tanpa berbasa-basi kepada Dara.
Dara yang dari tadi fokus mengerjakan pekerjaannya langsung menoleh ke arah Zico.
"Lah kenapa ngajak makan di luar? emangnya ini udah masuk ke jam istirahat?" tanya Dara kepada Zico.
Zico yang mendengarkan pertanyaan yang keluar dari mulut Dara hanya bisa memutar bola matanya malas.
"Makanya jadi orang jangan terlalu sibuk sama pekerjaan, kan ini udah jam setengah 12. Jadi ya emang udah istirahat," ucap Zico yang menjelaskan kepada Dara.
"Oh gitu ya, emangnya gak apa-apa nih kalo bos sama sekretarisnya makan bareng?" tanya Dara sambil mengangkat satu alisnya.
Zico yang mendengar ucapan Dara, menjadi sedikit kesal bukan main. Dan Zico pun menghampiri Dara yang masih duduk anteng dengan pekerjaannya, dan sedikit kesal dengan apa yang diucapkan oleh Dara.
"Kamu ngomong apaan sih Dara? aku harus gimana lagi biar kamu percaya kalo aku cuman mau sama kamu doang," ucap Zico yang sepertinya sudah lelah dengan semua ini, kenapa rasanya Dara begitu susah untuk mempercayai dirinya lagi.
Apakah kesalahannya dahulu begitu fatal sehingga bisa membuat Dara begitu membenci dirinya? memang dia tidak akan bisa mendapatkan kesempatan lagi untuk bisa bersama dengan Dara?
"Kamu juga ngomong-nya kaya gitu, gak bakalan pernah nyakitin aku. Enggak bakalan bikin aku nangis, tapi nyatanya apa? kamu tetap aja ngelakuin hal yang dulu kamu lakuin, kamu sih ya emang enak cuman bilang minta maaf doang, lah aku? aku harus bisa ngilangin trauma itu," ucap Dara dengan tatapan yang sangat teriris jikalau harus mengingat kejadian dulu.
Dara cukup akui, luka yang diberikan oleh Zico beberapa tahun yang lalu masih sangat membekas di dalam ingatan dan di dalam benak Dara. Dara masih mengingat betul bagaimana sakitnya melihat Zico yang malah memiliki hubungan bersama wanita lain di belakang dirinya.
"Iya Dara, aku tahu aku salah. Mulai sekarang aku enggak bakalan maksain kamu buat sama aku lagi, tapi kalo bisa maksa dikit kamu harus tetap sama aku," ucap Zico yang ujung-ujungnya masih sama ingin memaksakan kehendak terhadap Dara.
Dara yang mendengar ucapan Zico sedikit terdiam, dia bingung dengan bagaimana dia harus meresponnya? sedangkan Dara masih belum bisa untuk menerima Zico dengan pikiran yang positif.
"Terserah kamu aja Zico mau ngomong kaya apa, aku juga sekarang enggak bakalan ngelarang kamu buat deket-deket lagi sama aku. Kalo ditanya sama orang, aku masih kangen sama kamu atau enggak. Udah pasti jawabannya iya, aku selalu kangen sama kamu," ucap Dara yang mulai sedikit terbuka kepada Zico, dimulai dia jujur akan perasaannya terhadap Zico.
Meskipun gengsi Dara sangatlah tinggi, tapi dia tetap harus bisa menurunkan nya agar tidak menyesal di suatu hari nanti. Jika Dara sangat lega dan lebih tenang ketika sudah bisa mengungkapkan perasaannya terhadap diri Zico, maka berbeda dengan Zico yang teramat sangat bahagia mendengar apa yang diucapkan oleh Dara.
Tidak apa-apa jika Dara menang belum bisa untuk menerima dirinya dengan sepenuhnya, tapi yang jelas. Dia sangat bahagia dengan hal yang Dara utarakan, jika dia masih merindukan Zico. Dan itu kesempatan yang bagus untuk Zico, memperbaiki hubungan keduanya seperti sediakala.
"Kamu enggak salah ngomong atau aku yang salah denger sih? kamu seriusan masih ada rasa sama aku?" ucap Zico yang sepertinya tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Dara.
Dara yang mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Zico sedikit kesal, apakah Zico hanya pura-pura saja menginginkan dirinya? kalo itu memang benar-benar terjadi, Dara sangat marah karena sudah jujur kepada Zico.
"Kenapa kaya enggak percaya gitu sih? kamu emang cuman pura-pura doang kan sayang sama aku?" tanya Dara dan Zico yang mendengar hal itu langsung kelabakan sendiri, sepertinya dia salah bertanya kepada Dara.
"Loh kok kamu bilangnya gitu? emang ada aku bilang kalo aku enggak sayang sama kamu? aku cuman penasaran doang," ucap Zico dan Dara hanya berdehem.
"Ya udah kita keluar aja yuk nyari makan, daripada kamu mikir yang enggak-enggak soal hubungan kita," ajak Zico yang sepertinya akan lebih baik jika dia mengajak Dara untuk makan di luar.
Mau seberapa lama mereka usai, tapi rasanya sudah tidak mungkin jika mereka berdua saling melupakan kebiasaan satu sama lain. Itu sangatlah mustahil, bagaimana cara mengingat kisah mereka berdua dulu. Yang terlihat sangatlah romantis.
"Ya udah aku mau jalan sama kamu, tapi emangnya kamu gak takut apa kalo orang lain ngebahas atau omongin hubungan kita? kan yang mereka tahu aku ini cuman karyawan baru di perusahan ini, dan aku udah berani jalan sama kamu," ucap Dara mempertanyakan hal tersebut.
Karena Dara tahu apa yang ada di pikiran orang lain terhadap dirinya, Zico dan Dara memang sudah mengenal satu sama lain sejak dulu, ditambah mereka juga pernah menjalin kasih. Jadi sudah biasa jika berjalan bersama-sama, tapi sekarang kondisinya sudah berbeda.
Kasta mereka sudah berbeda jauh satu sama lain, Zico sebagai CEO, dan Dara hanyalah seorang sekertaris biasa. Jadi apa yang akan orang lain bilang? Dara tidak memikirkan dirinya sendiri, tapi dia memikirkan reputasi Zico sebagai CEO di perusahan ini.
"Makasih Dara udah perhatian dan ngingetin aku tentang hal itu, tapi satu hal yang harus kamu tahu. Aku enggak bakalan pernah malu atau dengerin omongan orang lain tentang kita. Karena yang tahu hubungan ini cuman kita berdua, orang lain enggak harus ikut campur," ucap Zico meyakinkan Dara untuk tidak boleh memikirkan semua hal yang diucapkan oleh orang lain.
Dara yang mendengar penuturan Zico langsung bangkit dari duduknya, dan mulai sedikit berdebat dengan Zico.
"Ya kalo kamu sendiri ya pastinya enak, kamu punya kekuasaan punya kekayaan dan lain sebagainya. Sedangkan aku apa? aku enggak punya hal yang bisa membungkam mulut mereka, aku udah terlanjur capek kalo emang harus berurusan sama orang-orang yang emang ngefans sama kamu," ucap Dara mengeluarkan unek-uneknya.
Zico yang mendengar ucapan Dara sedikit menghela nafas dan menarik Dara untuk masuk ke dalam pelukannya yang hangat.
"Sayangku, cintaku, cantikku, duniaku. Kamu enggak usah mikirin hal yang kaya begitu ya? kamu enggak boleh ngerasa sendiri, di sini ada aku yang bakalan selalu dukung kamu mau bagaimana pun, dan aku akan selalu jadi tameng buat kamu," ucap Zico, sambil mencium kening Dara dengan penuh kasih sayang.
Biarlah ini menjadi penebusan dosa Zico kepada Dara, karena dulu Zico pernah menyakiti hati mungil Dara yang begitu tulus. Jadi biarkan Zico ya untuk menebus semua kesalahannya dahulu.
kok lama bnget updatex
mari saling support ❤️