NovelToon NovelToon
TINGGAL DI DESA GHAIB

TINGGAL DI DESA GHAIB

Status: tamat
Genre:Spiritual / Rumahhantu / Matabatin / Horor / Tamat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author:

Arga, seorang pemuda yang jenuh dengan hiruk-pikuk kota, memutuskan untuk pindah ke desa terpencil bernama Wening Sari. Desa itu tidak tercatat di peta, namun cerita tentang ketenangannya membuat Arga penasaran. Saat tiba, ia disambut oleh penduduk yang ramah, suasana alam yang asri, dan kehidupan yang tampak sederhana. Semuanya terasa terlalu sempurna, hingga membuatnya curiga ada sesuatu yang tidak wajar.

Seiring waktu, Arga mulai mengalami kejadian aneh: bisikan misterius dari hutan setiap malam, penduduk yang tiba-tiba menghilang saat bulan purnama, serta jam desa yang selalu berhenti tepat tengah malam. Dari penyelidikannya, Arga menemukan rahasia besar: Wening Sari adalah desa gaib, tempat manusia dan makhluk halus hidup berdampingan dengan perjanjian kuno yang tidak boleh dilanggar. Siapa pun yang mengetahui rahasia itu, tidak bisa pergi dengan mudah.

Kini Arga harus menentukan nasibnya—tetap tinggal di desa dengan segala misterinya, atau mencari jalan keluar meski nyawa menja

Episode 29

Lama pergi dan baru kembali. Papa juga mencium kening dan pipi kiri kanan,,,tidak sampai disitu Papa juga mencium bibir aku... Aku kaget. Ingin berontak tapi tak tega,,, Aku membiarkan papa mengulum bibirku sampai aku terangsang juga.

Dan papa semakin berani memasukan lidahnya mengulum lidahku, Entah sampai berapa lama...papa mulai menciumi leher lalu tangannya meraba buah dadaku,... Aku mulai tersadar kalau aku biarkan, tentu papa akan semakin jauh melakukan itu....Maka aku mulai berusaha menghindar dengan berkata

'Jangan pah,,,' Papa terus menekan tubuhku hingga aku tersudut di sofa.

Tangan papa terus meremas bagian payudaraku hingga terasa sakit...Dan dengan

sekuat tenaga aku mendorong tubuh papa, hingga dia terhuyung ke belakang dan aku cepat bangun dan berlari masuk kamar. Aku menguncinya dari dalam... Tapi aku tak menyangka. Papa mendobrak pintu hingga terbuka... Papa langsung menyergapku kembali.

Langsung menindih dan berusaha melepaskan berlari masuk kamar. Aku menguncinya dari dalam... Tapi aku tak menyangka. Papa mendobrak pintu hingga terbuka... Papa langsung menyergapku kembali. Langsung menindih dan berusaha melepaskan pakaianku... Dalam keadaan panik dan putus asa aku berteriak minta tolong.

'Papa jangan pah... Tolonnngg!" Berkali kali aku berteriak aku berteriak sampai ahirnya tubuhku terasa di guncang guncang... "Lian bangun... Udah sore masih tidur... ya begini jadinya...!" Suara mama terdengar memanggilku. Aku benar benar takut kalau kalau sudah terjadi apa apa dengan papa..." Mitha mengahiri cerita nya."

Kamu berdo'a aja..., Mudah mudahan tak terjadi apa apa sama papa kamu" Ucapku sambil meraih lengan nya, yang kemudian

mengelus untuk menenangkan nya..." Lagi pula, kata orang mimpi itu hanya bunga tidur,,," lanjutku. "Tapi sudah dua kali aku mimpi yang sama.

Pada mimpi yang pertama aku melihat wajah papaku tampak hitam legam seperti orang negro sana.. Dia hanya menarik dan menghempaskan aku tanpa merayu atau menciumku lebih dulu. Dia kasar seperti tak mengenali aku sebagai anaknya..." Lian

tambahkan cerita nya." Sudah laahh.. Lupakan itu.. Berdoa lah demi menyelamatkan papa kamu..." Ajeng membiarkan rambutnya ku belai. Kini dia merebahkan tubuhnya bertumpu pada pahaku. Angin senja bertiup

semilir, membuat Mitha terbuai dalam kesejukan.

"Ohhh,,,Pantes luh minta nomer si Mitha. Gak taunya buat ngerayu dia..Em em emm...Gue gak nyangka kalo luh nikung gue Gi,,,!" Tiba tiba Yoyon ngedumel tak karuan. "eluh tauk darimana kalo gue pacaran sama Ajeng.? Luh kan tauk sendiri kalo gue sama dia tetangga dekat. Jangan asal ngomong luhh!" Aku hanya pura pura marah.

Maksudnya buat meredam emosi si Lian , yang udah lama bucin sama lian . "Alaahh,, Udah luh ngaku aja Gi. Semalam eluh tuh meluk si Ajeng, sambil ngusapin rambutnya. Gue liat sendiri kok!" Keliatan Ajeng mulai emosi. "Ya udah. Aku mengerti kalo gue dari dulu suka sama dia... Cuma gue gak berani bilang ke dia. Sama kayak loh Yon. Begitu juga

enggak pede. Tapi ya itu, mungkin takdir berkata lain, Ternyata ajeng juga membunuh gue..." Ahirnya aku menjelaskan tetang perasaanku. "Kita temenan dari kecil, Gi,, Gue pikir luh ngertiin gue.

ekspresi wajahku yang memang terkejut. " Kamu tauk apa yang menyebabkan mamak kesurupan..?" Tanyaku kemudian." Enggak..Cuma menurut pak Umar, katanya kerasukan mahluk halus... Anehnya mahluk itu

menyerupai papahnya Ajeng!" "Kamu bilang tadi pak Umar..? Pak Umar bapaknya si lian itu?" Aku sempat kaget juga mendengar nama pak Umar. Aku enggak nyangka juga sih kalau ternyata bapaknya Ajeng, mengerti masalah gaib.

Bisa menolong orang kesurupan... Terus darimana dia tauk kalau tante Rita, kesurupan. Sedangkan rumahnya kan cukup jauh. "Kebetulan Ajeng, lagi main disini,,, Dia kan sering main di rumah Mitha, sambil ngopi atau jajan..." jelas adikku seperti tahu pikiranku. Hemmm...Berarti Ajeng, memanfaatkan situasi... Jadi selama aku enggak ada dia mencoba mendekati Mitha. Bagus. Aku akan melihat bagaimana reaksi Mitha, nanti saat ku tanya tentang Yoyon. Seperti malam malam sebelumnya.

Aku duduk di teras rumah Ajeng. Karena memang mamak, membuka warung kecilnya. "Eh kamu Gi. Kapan kamu pulang? Oleh oleh buat Mitha sama tante mana?" Tanya mamak, melihat aku duduk sendirian. "Ada mamak

Tapi cuma sedikit kok. Nanti aku ambil dulu ya..."Kataku. Kemudian mengambil bungkusan untuk mamak. "Buat siapa lian.?" Tanya ibu melihatku terburu-buru. “Buat mamahnya Ajeng bu,,,!” "Ohhh,,, Buat ibu tenang...!" Balas ibu ssmbil tersenyum.

Bahak. "itu bukan urusan ku, lagi pula setelah kamu di semayamkan raga mu akan di ikat disini demi Tuan ku.. Aku tak perduli!.." "ke pa rat!...arghh" Aku memejamkan mataku, setelah benar-benar lalai di timbun dengan tanah suaranya mengemma. Tak terasa air mata ku menetes. " & sekarang

"Apa itu tenang Begitu aja kamu enggak tauk.. Ya udah sana anterin...!" Suara ibu terkekeh membuatku ikut tertawa. " Dih ibu giliran mu sap!.." Astagfirullah, mamak. "kenapa dengan ku?.." sapto melangkah mundur.

gaul juga rupanya...!!! " Balasku, kemudian kembali ke rumah mamak." Kamu enggak nanyain Sapto, Lian!" Sambut mamak saat aku memberikan bungkusan kecil, yang berisi wajit." Maunya sih nanya ajeng..sama tante.."" Kenapa malu. Kalian kan sudah kenal dari kecil dan Ajeng dekat. Yang tante belom tauk ya itu... Kamu sama Lian enggak sih?!" "Ihhh... ajeng kok jadi kepo sih.juga tauk kalau kalian sudah saling Kita dari dulu memang sering berdua mak. Jadi kalo maamk tanya.

Cepat, lian.' bisikan halus menyapu telingaku. Hingga saat aku melewati gapura. Brakkk. Aku terpental .."Alhamdulillah..." aku menatap gapura dengan air mata, maaf mak lian gagal. Aku berlari, menuju jalan raya. Dan ternyata motor ku sudah ada disana tepat di depan lesehan pak dalim yang kupikir orang itu ber hati berlian.

Lesehan ini ternyata semu. Aku Benar-benar tertipu. Ini hanya pembatas jalan dengan sebuah kayu bertuliskan 'selarnat datang 'Aku meraih motor, menghidupkan setarter lalu melesat cepat. Tujuanku rumah pakde tamin, adik mamak. Motor terparkir sembarang, aku menuju kediaman pakde. Dan benar saja rumah sudah ramai orang-orang yang kuyakini menjenguk mamak.

"alhamdulillah lian sampai " bibi memeluk tubuh ku, dan menghapus air matanya. "Dimana mamak?.." "kita kedalam.." bibi menuntunku “Astagfirullah, Mak!.” aku memeluk tubuh mamak, tubuh wanita yang dahulu kala baja ini telah terbujur kaku dengan mata melotot menghadap keatas. aku menangis sejadi-jadinya.

Pakde tamin yang turut membaca ya sin disamping tubuh mamak mengelus pundak ku. "ikhlaskan lian, mungkin mamakmu menunggumu..." Aku mengangguk pelan, mendekat ke arah telinga mamak. "mak lian sudah pulang, lian sayang sekali dengan mamak. Mamak tenanglah, lian memaafkan segalanya, beristirahatlah dengan tenang" aku menghapus air mata ku. 'Arkhh..' jerit mamak.

Pakde tamin menuntunku untuk membantu

mamak melafazkan doa "Ikuti lian yah mak, "Laa Ilaha Ilallah.".. Arghhh! Brakkkk! Astagfirullah kompak kami serempak. "Inalillahi..." Dan sekarang disini lah aku berada mamak telah dimakam kan bersama ajeng di sisinya, sedangkan pakde anto aku tak tahu.. azam dan keluarga kecilnya telah dilayakan karena sebelumnya mereka dikubur kan secara terpisah, namun sekarang mereka telah tenang dan damai.

Aku tak mungkin melupakan ini semua dan tentunya aku akan tetap menyayangi mamakku meski telah tiada. Aku menatap mereka, dari kejauhan gapura melambai kearahku.. Aku berbalik meneteng kembali tas dimana awal aku pulang. Aku masih memilik tujuan, meski rasanya hatiku telah hambar. Namun aku percaya TAMAT.

1
Lita Pujiastuti
Laila itu siapa ...
Lita Pujiastuti
buat apa abadi...
Lita Pujiastuti
Ya Allah ternyata mamaknya Lian bersekongkol dg penjahat. apa tujuan mereka sebenarnya ..
Lita Pujiastuti
kenapa hrs ditukar dg nyawa seluruh warga...siapa Lian sebenarnya, ada apa dg nya?
Lita Pujiastuti
makin misterius .
Lita Pujiastuti
makin misterius
Lita Pujiastuti
Berarti bener Sapto hanya terlihat oleh Lian
Lita Pujiastuti
Nah lhooo....sopo nek nuw sing bar rewang mau ....hihihi...m
Lita Pujiastuti
Nah lhooo....sopo nek nuw sing bar rewang mau ....hiiiiii....
Lita Pujiastuti
Kok jd khawatir...jgn²...
Lita Pujiastuti
Tidak bisa dipungkiri hidup mmg tak sekedar cinta. Namun harusnya dr awal
jgn pacaran jika mmg dianggapnya tdk mampu secara materi. Agar tdk menyakiti
kimiatie
lansung tidak faham dengan jalan ceritanya😂😂😂
kimiatie
habislah Lian..ikut meninggal
mr. semar
ok
Mas Ayu
Aq bacanya bingung dengan jalan ceritanya 😵
Roy123#
/Skull/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!