Alana Novela gadis cantik berkacamata yang terlihat cupu di hadapan orang-orang yang selalu memandangnya dengan spele, Alana seorang anak yang selalu dibeda-bedakan oleh ibu tirinya.
Semula kehidupan Alana yang terlihat bahagia dan manis bersama kedua orang tuanya sirna saat Alana harus menghadapi kenyataan bahwa ia terlah kehilangan sang ibu untuk selamanya, dan itu pula yang menjadi awal mula perubahan hidup Alana karena sang ayah yang ingin menikah lagi dengan seorang wanita beranak satu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon r_nnadilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Alana melepaskan pelukan Regan dan menatap ruang kerja lelaki itu yang terlihat sangat berantakan, wanita cantik itu menatap Regan dan menghela nafas nya.
"Kenapa bisa sampai kaya gini?" Tanya Alana, Regan menatap Alana dengan sendu.
"Saya tidak akan diam saat ada orang yang mer*nd*hkan istri saya. " Ucap Regan, Alana mengernyit heran mendengar perkataan Regan.
"Regan, " lirih Alana.
"Yang tahu kamu itu saya al, saya suami kamu, sayang berusaha menjaga dan memberikan yang terbaik untuk kamu. Mereka tidak memiliki hak apapun untuk menjelekan kamu di hadapan saya, mereka hanya memandang kamu seperti apa yang ada dalam pikiran mereka. " Ucap Regan panjang lebar.
Baru kali ini Regan berbicara panjang lebar dan itu hanya kepada Alana, sebelumnya Regan tidak pernah berbicara panjang lebar kepada wanita.
"Tapi kamu gak harus seperti ini kan? " Ucap Alana lagi.
"Lalu saya harus seperti apa? " Tanya Regan.
Ia sendiri bingung dengan Alana yang selalu menerima perkataan tak mengenakan dari keluarga nya dan alma, Regan tahu jika Alana terluka atas sikap alma.
"Saya marah saat tahu alma menemui kamu, dia tidak memiliki hak untuk mengatakan kamu pantas atau tidak dengan saya al. Yang tahu pantas atau tidak nya kamu bersama saya itu hanya diri saya, dan saya merasa kamu pantas dan tepat untuk saya. " Ucap Regan.
Mendengar perkataan Regan membuat Alana berkaca-kaca, Alana benci kepada dirinya yang terlihat lemah. Regan lelaki itu selalu memberikan kekuatan untuk dirinya, dan mama amanda juga sangat menginginkan ia tetap bersama dengan Regan.
"Ck, menyebalkan. " Ucap Alana, ia memperhatikan ruangan Regan yang terlihat seperti kapal pecah.
"Mau ngapain? " Tanya Regan menahan tangan Alana.
"Mau beresin ruangan kamu, gak lihat ini ruangan sudah tidak berbentuk hah? " Kesal Alana.
"Tidak perlu al, biarkan orang lain yang membersihkannya sekarang kamu ikut saya. " Ucap Regan menarik Alana keluar dari ruang kerja nya.
Alana dan Regan menjadi pusat perhatian, selain itu juga beberapa karyawan terlihat sedang berbisik-bisik membicarakan Alana dan Regan.
"Gue bilang apa mereka pasti ada something. " Ucap salah satu karyawan.
"Iya gue juga ngira gitu, tapi gue gak expect kalau mereka suami istri coy. " Balas karyawan B.
"Iya si bener, gue mikir nya bu al itu simpanan bos nyatanya istri sah. " Balas karyawan a.
"Taruhan ayo setelah ini bu alma pasti membuat berita huru-hara. " balas karyawan B, membuat rekan kerja nya saling menatap.
"Maksudnya? " Tanya yang lain.
"Yah kaya yang gak tau aja bagaimana bu alma, dari dulu dia itu angkuh dan merasa berhak atas bos besar. " Ucap karyawan B, rekan yang lain pun menyetujui perkataan itu.
...
"Kenapa kamu diam saja Nadia saat Regan berbuat kasar terhadap alma? " Omel oma mita.
"Mam aku tidak bisa melerai, aku melihat Regan seperti monst*r yang akan menerkam mangsa nya. Kalau aku mendekat sudah dapat di pastikan bukan hanya alma yang di kasari, tapi aku juga. " Ucap tante Nadia, ia sampai bergidik ngeri membayangkan kebrutalan Regan tadi.
"Bo*oh, Alma pasti tidak akan tinggal diam. " Ucap oma.
"Bodo amatlah mam yang penting bukan kita yang di pandang jelek oleh orang tua alma. " Ucap tante Nadia mulai lelah dengan semua ini.
"Hei, ini semua karena Louis. " Ucap oma, tante Nadia memutar bola mata malas saat oma mulai menyalahkan anaknya.
Seminggu kemudian beredar berita yang mengatakan jika Alana adalah orang ketiga dalam hubungan Regan dan alma, berita itu cepat sekali menyebar sampai orang-orang memandang aneh Alana.
Kini Alana sedang berada di acara pernikahan Naina dengan Rendi, ya Rendi adalah lelaki yang dulu menyukai dan mengejar Alana.
Namun di lingkungan itu tidak banyak yang tahu tentang berita yang beredar, sampai ponsel Regan bergetar menandakan panggilan masuk.
Setelah berbicara dengan orang di sebrang telepon Regan langsung membuka pesan ia melihat judul-judul berita tidak jelas itu, disana tertulis jika Alana rela menyerahkan t*b*h nya hanya untuk merusak hubungan Regan dan alma.
Rahang Regan mengeras membaca berita dan beberapa informasi yang ia terima, angga ayah Alana yang sejak tadi memperhatikan Regan pun mendekati menantunya.
"Nak Regan apa ada masalah? " Tanya ayah.
"Tidak, " jawab Regan.
Ia memang tidak begitu respect dengan ayah Alana yang menurutnya tidak tegas dan terlalu mengutamakan istri dan anak sambung nya, Regan tahu bagaimana kehidupan Alana sebelum menikah dengannya.
"Nak Regan boleh kita bicara? " Tanya ayah lagi.
"Silahkan, " jawab Regan seperlunya.
"Tolong jaga Alana, " lirih ayah membuat Regan menoleh, ia menatap lelaki paruh baya yang duduk di samping nya.
"Hidupnya tidak baik semenjak bunda nya meninggal, dan ayah sadar ayah bukanlah orang tua yang baik untuk Alana. " Ujarnya, Regan diam ia masih menyimak perkataan mertuanya.
"Ayah bukan tidak menyayangi Alana, ayah setuju Alana menikah dengan kamu sebagai penebus hutang untuk menghindari agar Alana tidak dekat dengan Rendi. " Ucap ayah, Regan mengernyit mendengar nama Rendi.
"Rendi? " tantan Regan.
"Ya, Rendi lelaki yang saat ini resmi menjadi suami Naina. Ayah tidak ingin hidup Alana semakin terluka karena ini, tolong bahagiakan Alana nak Regan." Ucap Ayah.
"Ayah tenang saja saya akan melakukan apapun untuk membahagiakan dan melindungi Alana. " Balas Regan, ayah angga mengangguk dan tersenyum.
Di kamar Alana di hampiri oleh Naina kakak tiri nya, Naina berdiri di hadapan Alana yang sedang duduk di bibir ranjang.
"Gue baru tahu kalau suami lo ganteng dan gagah. " Ucap Naina.
"Mata lo ketutupan sama ketampanan Rendi si, jadi gak tau kalau masih banyak lelaki tampan di dunia ini. " Jawab Alana sinis.
"Ck, harusnya lo berterima kasih sama gue. Kalo gue gak nolak buat di nikahin sama dia waktu itu, lo gak akan bisa jadi istri Regan." Ucap Naina, Alana tertawa mendengar perkataan Naina.
"Memang nya lo yakin kalau korang nya lo dia mau nikah? " Ucap Alana.
"Alana, " bentak Naina.
"Harusnya lo yang berterima kasih karena gue udah nolak Rendi berkali-kali, dan memberikan kesempatan untuk lo nikah sama dia. " Ucap Alana, Naina terngang mendengar perkataan Alana.
"Lo, " kesal Naina.
"Lo jangan coba-coba berpikiran mau deketin Regan, dia suami gue kalau lo coba-coba gue gak akan segan-segan buat hidup lo gak jauh lebih buruk dari hidup gue dulu. " Ucap Alana berlalu meninggalkan Naina yang mematung.
Apa itu? Kenapa malah dirinya yang di ancam oleh Alana seperti ini? Bukankah harusnya ia yang memperingatkan Alana agar tidak mendekati Rendi?
.
.
.
.
.
.
N: thor lo kemana aja? 🙄
A: puasa un rada² riweh😄
N: oiya ya 😄
A: ☺☺☺