masih butuh banyak revisi
Gea seorang gadis wolf lemah yang di reject oleh matenya tepat saat hari pengangkatannya menjadi alpha di silver moon pack.
Penolakan yang diterimanya, membuat sisi lain dari dirinya terbangun setelah sekian lama tertidur, ia mewakili Gea menerima penolakan itu.
Setelah persetujuan atas penolakan itu telah ia setujui, Gea berubah menjadi serigala putih dengan mata silver, dengan dikelilingi cahaya silver.
Orang-orang berdecak kagum melihat rupa serigala Gea, termasuk Kevin, alpha yang baru diangkat beberapa menit yang lalu.
Hingga Luna terdahulu pun menceritakan segala kebenaran dan rahasia yang selama ini mereka sembunyikan, suatu kebenaran yang membuat Andre menyesali segala perbuatannya pada adiknya itu.
Bisakah semuanya kembali membaik?!
Bisakah Alpha membawa kembali Luna packnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelica Maria Vianney, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Situasi
Langit terasa indah saat ini, bintang begitu terang menghiasi langit malam. Sayang sekali keindahan malam tak seindah hati seorang wanita yang sejak tadi menatap langit. Seperti pepatah di atas langit masih ada langit, Gea sudah membuktikan itu semua.
Setelah balik dari perpustakaan menemui Arnold tadi, Gea memasuki sebuah ruangan yang memancarkan cahaya, Gea tertarik untuk mengecek ruangan itu dan sesuatu itupun terjadi.
Cahaya itu menembus tubuhnya, membuatnya seperti bernostalgia dengan serangkaian kenangan masa lalunya sejak kehidupan Queen pertama sampai ketiga lalu pengalaman masa lalu yang mungkin merupakan potongan dari masa lalunya.
"Huh, sebenarnya apa yang terjadi tadi?" Pikirannya bergemuruh saling beradu otak dan hatinya mengatakan hal yang berbeda, Gea bingung sendiri, ia ingin mempercayai hatinya tetapi pikirannya justru menolak dengan keras.
"Dea, menurutmu bagaimana?" tanya Gea pada serigala silvernya itu, "aku tidak tahu Ge, aku sendiri juga sedang bermasalah disini" jawab Dea, "ada apa?" Tanya Gea lagi, "ada kabut yang menghalangi pandanganku, diseberang sana aku melihat siluet serigala besar"
"Apa dia mate kita?" tanyanya, "Aku juga tidak tahu, Gea." jawab wolf berbulu silver itu. Didalam tubuh Gea tepatnya tempat Dea, serigala manis itu masih terus saja mencoba untuk menggapai siluet serigala yang ada di seberang sana, Dea sudah sejak kemarin mencoba untuk mendekatinya Namun, bukannya semakin dekat siluet serigala itu justru semakin menjauh darinya.
"Astaga, aku lelah berjalan Ge, ini sangat menyebalkan" kacau Dea, "mungkin kita harus mencari cara agar bisa menghilangkan kabut itu, kau masih ingat ramalan itukan?!, Mate kita akan membantu kita nanti di medan perang" jelas Gea, "ya, aku sangat ingat itu" kata Dea.
Midlink mereka terputus, Dea kembali memandang tepat kearah siluet serigala besar di hadapannya, sedangkan Gea kini berbaring di atas kasur Queen size, dengan tatanan bulu angsa putih di sekitarnya, begitu nyaman membuatnya larut dalam tidur.
Sedangkan di sebuah ruangan sudah berkumpul beberapa makhluk mitologi mulai dari Phoenix, Unicorn, Pegasus, Dragon, Fairy, Mermaid, Angel's dan beberapa makhluk lainnya lagi.
Kali ini pembicaraan mereka akan membahas tentang strategi peperangan yang akan mereka gunakan nantinya untuk melawan para penyihir hitam, dan membawa kembali kedamaian dunia imortal.
"Bagaimana sekarang? Queen harus sesegera mungkin mengetahui matenya" Leon sang singa abadi memecahkan keheningan.
"Percuma jika hati kecil Queen tidak menginginkannya, serahkan semuanya pada Gea" kata Justin, Phoenix dengan bara api di sekujur tubuhnya.
"Apa sebaiknya kita membawa Queen kembali ke bumi?" Tanya Arnold, "apa kau gila, disana ada banyak makhluk yang mengincar nyawanya" bantah, Aaron. "Apa kau tidak mengerti, jika Gea tetap berada disini maka ia tidak akan memiliki waktu untuk mengingat matenya lagi, kau tidak lupa dengan ramalan itukan?" Perjelas Arnold, membuat Aaron lantas terdiam.
"Jadi bagaimana sekarang?" Tanya Leon, memecah keheningan di dalam ruangan itu. "Aku setuju dengan saran Arnold" kata salah satu dari Fairy yang hadir disana. "Sama kami juga" kata salah seorang wanita perwakilan dari Mermaid, "aku ikut saja, tugas utamaku adalah menjadi pelindung sekaligus kendaraan Queen" kata Justin, sambil mengepakkan sayapnya.
"Kalau begitu, kita harus membicarakan hal ini dulu dengan Queen dan meminta persetujuannya" kata Arnold, "besok saja, Queen sudah beristirahat" ucap Caramel yang baru saja tiba di ruangan itu, ia baru saja kembali setelah mengecek dan memastikan bahwa Ratunya itu sudah tertidur pulas.
🦊LUNA🦊
Berada di pack seharian penuh dan memantau perkembangan warior pack adalah kegiatan yang sudah Kevin lakukan sejak beberapa hari yang lalu, tidak ada waktu untuk bersantai sekarang. Perang sebentar lagi akan dimulai dan ia sama sekali belum bertemu dengan wanitanya itu.
Kevin sibuk dengan urusan di teritorial pack sedangkan Evan, serigala hitamnya itu sibuk sendiri memandang siluet serigala di seberangnya setiap jam bahkan menit dan detik. Serigala itu tidak pernah meninggalkan tempatnya bahkan untuk mengajak jiwa manusianya itu berbicara.
Fokus utamanya adalah Dea, serigala silver pujaannya. Ia sangat tahu sosok dibalik kabut itu namun sayang sekali kabut itu seperti tak terhingga, ia sudah menunggu serigala putih itu datang menghampirinya namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda kemunculan dari Dea.
Evan juga sudah mencoba untuk menghampiri Dea, namun ia tidak menemukan penghujung jalan, "sial, sebenarnya ada apa dengan kabut ini?!" tanya Evan dengan kesalnya, "apa yang terjadi, Van? Apakah sudah ada perkembangan?" tanya Kevin karena serigalanya itu sudah sejak tadi membuat pikirannya pusing.
"Kau tau?! Disini sama sekali tidak ada kemajuan. Entah dari mana kabut ini datang dan menghalangi pertemuan kami berdua, padahal aku sudah sangat merindukan wangi Dea" ucap Evan, "aku juga merindukan rasa bibir Gea, itu sangat manis dan membuatku Candu" kata Kevin entah dalam keadaan sadar atau tidak.
"Dasar kau Alpha Mesum!!?" katanya, "Ck, seperti kau tidak mesum saja dengan Dea" kata Kevin, "aku...." gantung Evan. "Jujur saja aku tahu, kau juga menikmatinya kan ketika aku melakukannya pada Gea" ucap Kevin memotong ucapan serigala hitamnya itu.
"Huh, sudahlah. Apakah ada 0erkembangan mengenai para black Witch itu?" tanya Evan, belakangan ini mereka memang jarang berkomunikasi dan seperti menutup akses masing-masing. "Sejauh ini, aku belum mendapat laporan dari Max dan Andre. Kurasa mereka juga mempersiapkan diri" jawab Kevin.
"Huh, benar-benar aku bahkan heran mengapa mereka begitu dendam dengan kita, apa kita pernah mencari masalah dengan mereka?" Kata Evan, setahunya mereka tidak pernah sedikitpun mencari Maslaah dengan para Black Witch itu.
"Sepertinya ini karena kejadian pembantaian yang dilakukan oleh lord terdahulu dari kastil MoonNight , aku tidak tahu pasti tapi ayah pernah bercerita bahwa ia tidak sengaja terseret kedalam masalah diantara kedua kaum itu hanya karena ayah dimintai tolong oleh seorang yang semula ia kira sebagai manusia." Perjelas Kevin.
Semenjak kejadian itu terjadi, silver moon pack pun dilanda banyak Masalah. Tidak pernah sekalipun mereka tidak berurusan dengan penyerangan dan menewaskan begitu banyak korban. Sampai suatu ketika, tibalah kelahiran Gea, yang seperti membawa perisai untuk mereka.
Tak ada lagi yang berani untuk menyerang perbatasan, kedamaian pun kembali tercipta berkat kehadirannya. Sayang sekali , banyak dari mereka yang tidak pernah bisa menyadarinya dan justru membuat hidup wanita itu seperti didalam neraka.
Terlebih pada saat penculikan Kevin, rasa benci dan jijik pun tidak pernah bisa lepas dari pandangan Gea, masyarakat Silver moon pack mengira bahwa Gea adalah pembunuh sang alpha, sejak saat itulah penderitaan Gea pun semakin menjadi-jadi sampai semuanya pun terbongkar saat malam dimana Kevin menolak Gea sebagai matenya dan kemunculan sang Alpha terdahulu, Alpha Johan ayah dari Kevin sendiri.