"maaf,aku ga bisa ngejanjiin kapan aku bisa siap menikah dan saat ini pernikahan belum ada di rencana hidup aku"jawab Mita mantap
"jadi...???"
"kalo kamu emang ga bisa nunggu aku,kamu bisa cari wanita lain yang siap buat kamu nikahin kapan aja sesuai dengan permintaan Abang kamu itu"
Rasya yang di minta segera menikah oleh abangnya yang juga akan menikah harus menerima kenyataan pahit dengan penolakan dari sang kekasih yang malah pergi meninggalkannya demi mengejar karir.
namun beberapa Minggu sebelum abangnya menikah terjadi kehilangan kontak dengan pesawat yang di tumpangi oleh Safi,Abang Rasya.
amanah Safi yang meminta Rasya untuk dapat menjaga ibu dan Nissa calon kakak iparnya pun membuat Rasya terbebani.terlebih saat ibunya mengalami depresi karena kehilangan Safi dan membutuhkan perhatian dan perawatan intens dari keluarga
sanggupkah Rasya menjaga ibu terlebih menjaga calon kaka iparnya sesuai dengan permintaan sang abang dengan baik!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunchiez chie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Akhir pekan yang cerah.nissa terlihat sedang duduk di sofa panjang yang berada di ruang tv sambil menikmati es cream dengan cone berbentuk kerucut yang dia genggam ditangannya.
Suapan demi suapan terus dia lakukan sampai suaminya yang berjalan dari kamar menghampiri Nissa yang sangat menikmati es krimnya di tengah teriknya matahari siang itu sambil matanya terus tertuju pada layar pipih besar yang berada di atas meja.
Rasya yang duduk tepat di samping Nissa pun menikmati pemandangan istrinya yang sedang terus memasukan eskrim kedalam mulutnya sambil terus tersenyum.
Nissa yang sadar sedang diperhatikan oleh Rasya pun akhirnya menoleh ke arah suaminya memandang.
“ mas Rasya mau !? “ tanya Nissa menawarkan eskrim yang di makannya pada Rasya.
“ kelihatannya manis sekali “ sahut Rasya sambil tersenyum
“ Namanya juga eskrim,pasti masnis lah mas.mas Rasya mau !? “ tanya Nissa sekali lagi sambil menyodorkan eskrimnya mendekati bibir Rasya.
“ Mau “ jawab Rasya sambil memajukan wajahnya hendak mencicipi eskrim yang disodorkan Nissa padanya.
Namun diluar dugaan,Rasya malah melewati eskrim yang berada di depannya dan mengecup bibir Nissa yang masih basah karena tersentuh sisa eskrim yang dimakannya.
“ iya , manis “ sahut Rasya sesaat setelah mencuri ciuman dari bibir merah Nissa sambil tersenyum puas
Nissa yang terkejut mendapat ciuman tiba tiba pun memukul pelan Rasya dengan bantal sofa yang berada disampingnya.
“ Mas Rasya mesum.ini kan di ruang tv,gimana kalau ibu dan mba Tarmi liat “ sahut Nissa sambil merengut namun tidak dapat dielakkan wajah Nissa yang terlihat begitu bahagia mendapat perlakuan manis dari suami tampannya tersebut.
“ memangnya kenapa!?yang penting kan halal “ timpal Rasya datar tanpa merasa bersalah dan hanya menampilkan senyum diwajahnya.
“ Memangnya Nissa iklan makanan apa !?” sungut Nissa.
Ehm,,,
Deheman Bu Rita yang ternyata telah berada diantara mereka dan melihat perdebatan mesra antara anak dan menantunya pun mengalihkan perhatian kedua insan yang tengah dimabuk cinta.
“ Ibu, sini Bu “ pinta Rasya sambil menepuk sofa yang ada disebelahnya seolah mengatakan 'duduk disini' pada ibunya
Bu Rita pun berjalan duduk tepat di sebelah Rasya.
“ mas mau Nissa buatkan minuman !? “ ucap Nissa menawarkan pada Rasya.
“ iya,mas minta es lemon tea saja “ jawab Rasya.
“ ibu !? “ giliran Nissa bertanya pada ibu mertuanya
“ ibu mau jus alpukat saja ya “ jawab Bu Rita.
“ ya sudah,Nissa buatkan minuman dulu ya ! “ pamit Nissa pada suami dan mertuanya.
Nissa beranjak pergi ke dapur untuk membuatkan minuman yang diminta suami dan mertuanya sambil untuk menutupi rasa malunya pada Bu Rita karena kelakuan mesum yang dilakukan suaminya diruang tv
“ Nak “ panggil Bu Rita pada Rasya dengan lembut
“ ya Bu “ sahut Rasya sambil membetulkan posisi duduknya agar lebih nyaman dan menoleh ke arah ibunya.
“ apa kamu sudah memenuhi nafkah lahir dan batinmu pada Nissa !? “
Tanya Bu Rita serius
Sesaat Rasya pun berfikir pada pertanyaan yang di berikan oleh ibunya tersebut,namun otak cerdas Rasya sangat berfungsi dengan baik sehingga dengan cepat Rasya memahami apa yang dimaksud dengan pertanyaan Bu Rita padanya.
“ Kanapa ibu bertanya seperti itu !? “ tanya Rasya heran
“ Tidak apa apa,hanya saja sudah lebih dari setengah tahun kalian menikah,tapi belum ada tanda tanda kalian akan memberi ibu cucu “ sahut Bu Rita.
Ucapannya terdengar biasa saja,namun raut wajah Bu Rita menampilkan kecemasan yang dapat dengan mudah oleh Rasya tebak.karena tidak biasanya Bu Rita membicarakan hal yang sangat bersifat pribadi Termasuk pada Rasya anaknya.
Rasya pun meraih tangan ibunya untuk dia genggam seolah sedang mengalirkan energi positif kepada Bu Rita yang sedang dilanda kekhawatiran.
“ tidak biasanya ibu bertanya itu pada Rasya.apa ada yang membuat ibu cemas !?” tanya Rasya lirih
“ Ibu hanya tidak ingin Nissa dibawa pergi oleh orang lain nak.cukup untuk kita kehilangan ayah dan abangmu.dan sekarang ALLAH telah mengirimkan Nissa untuk kita dan ibu tidak mau jika harus kehilangan Nissa karena kecerobohan kita yang menyianyiakannya.bukankah dengan kalian memiliki anak bisa membuat kalian bisa merasakan kebahagiaan yang lebih sempurna lagi dan Nissa pun enggan untuk meninggalkanmu karena kalian yang telah memiliki buah dari hasil cinta kalian.meskipun ibu tahu Nissa bukanlah wanita yang akan mudah tergoda oleh pria lain namun ibu takut mereka mengambil Nissa dari kita dengan cara apapun “ jawab Bu Rita panjang lebar.
Rasya sangat faham dengan kekhawatiran yang dirasakan ibunya mengingat betapa berharganya Nissa saat ini untuk mereka.
Namun Rasya pun harus bisa tetap meyakinkan ibunya untuk tetap tenang dan tidak mengkhawatirkan apapun karena takut rasa itu dapat membuat ibunya kembali jatuh sakit.
“ Ibu tenang saja,Rasya akan berusaha sekuat yang Rasya bisa untuk terus membuat Nissa bahagia dan nyaman bersama kita sehingga tidak ada sedikit pun niatan Nissa untuk pergi meninggalkan kita hanya demi pria lain “ ucap Rasya lembut sambil menampilkan senyum hangat untuk meyakinkan dan menenangkan hati ibunya yang sedang dilanda kekhawatiran.
Bu Rita pun memandang lekat wajah anaknya.melihat seberapa yakin Rasya dalam mengatakan ucapan yang membuat ibunya tenang agar tidak ada keraguan didalamnya.
Rasya pun memeluk hangat tubuh ibunya yang sudah berusia lebih dari setengah abad tersebut agar merasa lebih tenang lagi.
Selang beberapa lama,Nissa pun sudah datang dengan membawa nampan berisi minuman yang telah di pesan oleh suami dan ibu mertuanya.
Setelah meletakan gelas bawaannya keatas meja,Nissa pun mendudukkan dirinya tepat di sebelah Rasya.
“ Bagaimana dengan pengajian yang selalu ibu hadiri di rumah tante Rossi. Apa ibu senang!? “ tanya Nissa pada mertuanya yang kini rajin menghadiri acara pengajian yang diadakan di rumah Bu Rossi.
“ Alhamdulillah,selain tausiah yang diberikan oleh guru bu Rossi yang memang membuat hati tenang.bu Rossi pun sangat tahu bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik.sehingga para jemaah yang ikut menghadiri acara pengajian di rumah Bu Rossi pun merasa nyaman.” Sahut Bu Rita.
“ Syukurlah kalau ibu senang.rasya jadi ikut senang.apalagi kesehatan ibu yang sangat baik membuat Rasya tenang untuk mengizinkan ibu melakukan kegiatan yang ibu sukai “ ucap Rasya.
“ Nak ! “panggil Bu Rita pada rasya
“ ya Bu “ sahut Rasya.
“ apa boleh jika ibu ikut bersama Bu Rossi pergi ke acara tausiah yang diadakan di masjid besar di kota sebelah !?” ibu meminta izin
“ apa ibu yakin,ibu mau Nissa temani !?” Nissa menawarkan
“ Tidak usah,ibu akan pergi mengajak mba Tarmi,sekalian dia menemani ibu sambil membawanya jalan jalan.lagi pula ibu pergi bersama Bu Rossi dan jemaah yang lain.kamu di sini saja melayani suamimu karena acaranya diadakan akhir pekan nanti “ timpal Bu Rita.
“ Apa ibu yakin!?bukankah ibu belum pernah pergi dengan orang lain !?” tanya Rasya khawatir
“ bukankah ibu yang sudah tua ini harus banyak menjalin tali silaturahmi dengan baik.jadi ibu ingin bersosialisasi dengan normal layaknya orang orang seumuran ibu lainnya agar disisa umur ibu bisa ibu manfaatkan dengan baik” jelas Bu Rita.
.
“ acaranya diadakan kapan !?” tanya Rasya.
“ akhir pekan dan ibu akan pergi dua hari satu malam “ ucap Bu Rita.
“ jika ibu senang,Rasya mengizinkan ibu pergi tapi tetap di temani dengan mba Tarmi ya Bu “ ucap Rasya mengizinkan terus mengingatkan ibunya untuk tetap mendapat pengawasan.
“ Apa ibu yakin tidak akan Nissa temani !? “ tanya Nissa memastikan
“ tidak usah.kamu cukup disini saja bersama suamimu.bukankah akhir pekan waktunya suamimu libur dan beristirahat “ timpal bu Rita
Nissa pun hanya mengangguk mengikuti permintaan ibu mertuanya yang sudah bersikap seperti ibu ibu normal lainnya.
▪️
▪️
▪️
▪️
▪️
Malam harinya,sebelum mereka terlelap dalam tidurnya.Nissa yang baru memasuki kamar setelah mengantar Bu Rita pergi ke kamarnya.berjalan menuju sofa tempat dimana Rasya sedang duduk mengingat kembali apa yang diucapkan ibunya siang tadi di ruang tv.
“ mas,,, “terdengar suara lembut Nissa membuyarkan lamunannya.
“ ya ,sayang,,,apa ibu sudah tidur!? “tanya Rasya.
“ sudah “ jawab Nissa singkat sambil duduk tepat disebelah suaminya.
“ mas,apa mas yakin akan mengizinkan ibu pergi !? “ tanya Nissa khawatir.
“ Ibu kan pergi bersama mba Tarmi dan temannya itu siapa namanya !?” tanya Rasya mengingat nama teman ibunya.
“ Tante Rossi “ timpal Nissa
“ Iya.nanti kita titipkan saja ibu pada Tante rossi.bukankah ibu juga harus bersosialisasi “ jawab Rasya.
Ketika Nissa menghawatirkan Bu rita.rasya malah sedang memikirkan kembali ucapan dan ketakutan Bu Rita akan kehilangan nissa.hingga saat ini,Nissa memang belum menjadi milik Rasya seutuhnya karena mereka belum sampai pada puncak penyatuan cinta mereka yang sesungguhnya.
Ya,Rasya belum sepenuhnya memenuhi nafkah lahir batin kepada Nissa sebagai seorang suami mengingat hubungan mereka yang diawali dengan keterpaksaan menjadikan Rasya sedikit mengulur untuk meminta haknya sebagai seorang suami pada nissa.
bukan tidak ingin melakukannya.mengingat Rasya yang merupakan pria normal. berada dalam satu kamar bersama orang yang dicintainya tentu saja hasrat untuk melakukan hal yang sangat Rasya inginkan Pada istrinya yang selalu membuat Rasya menginginkan Nissa lebih pun selalu muncul.
namun Rasya takut jika dia meminta semuanya pada Nissa dengan tergesa gesa,nissa akan merasa terbebani dan merasa terpaksa melakukan sesuatu yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan dari rasa cinta mereka.
Dilema,itulah yang sedang Rasya alami saat ini.takut akan kehilangan Nissa jika Nissa harus sampai pergi bersama pria lain.ingin rasanya Rasya meminta haknya malam ini sebagai seorang suami namun Rasya pun takut jika Nissa belum siap untuk melayaninya sebagai seorang suami sepenuhnya dan malah akan membuat Nissa merasa takut berada disisinya.
Namun sikap Nissa yang sudah mulai tidak canggung lagi untuk bermanja pada Rasya seolah membuktikan bahwa Nissa siap dengan apapun yang akan Rasya lakukan padanya,termasuk meminta haknya atas diri Nissa.
“ mas,apa mas sedang ada masalah !? Nissa lihat mas dari tadi melamun terus !?” tanya Nissa.
Rasya yang ditanya pun tidak menjawab.rasya hanya menatap lekat wajah Nissa dan membelai lembut rambut Nissa yang sudah tergerai indah tanpa hijabnya.
Belaian Rasya pun berakhir di tengkuk leher Nissa lalu kembali meraih bibir ranum istrinya untuk dia nikmati.di ciumnya bibir merah milik Nissa dan berlanjut menyesapnya lembut hingga membuat Nissa mulai terbuai dengan segala kelembutan dari sentuhan hangat yang diciptakan bibir Rasya di bibirnya.
Nissa pun mengikuti permainan Rasya yang sudah menjelajahi setiap rongga mulutnya sampai pada akhirnya Rasya pun mulai terhanyut dengan permainan cinta yang diikuti Nissa dalam ciuman hangat mereka.
Sampai pada akhirnya sentuhan lembut keduanya mendorong Rasya untuk melakukan hal yang lebih dari sekedar berbagi nafas di bibir mereka dengan menurunkan ciuman lembut Rasya ke leher jenjang milik Nissa dengan deruan nafas yang semakin menggebu dan Rasya pun dengan lembutnya mengabsen setiap lekuk leher Nissa yang sudah mulai terbuai dengan hangatnya nafas yang terasa hingga menusuk kedalam hatinya.
Keinginan Rasya yang sudah mulai memuncak menciptakan tanda kepemilikan Rasya di leher indah milik Nissa sehingga Nissa merasakan gigitan manja yang diberikan Rasya.
Tangannya yang sudah mulai turun ke daerah yang amat sangat diinginkan Rasya membuat Nissa benar benar jatuh terbuai dari setiap sentuhan lembut yang Rasya berikan padanya.
Hangatnya hembusan yang keluar dari nafas Rasya sangat terasa di cuping telinga Nissa hingga Nissa merasakan desiran aneh yang membuat dirinya bergidik geli terlebih saat Rasya mulai membisikan sesuatu di telinganya.
“ Bolehkah mas meminta hak mas malam ini !?”ucap Rasya lirih namun terdengar seksi di telinga Nissa.
Mendengar permintaan Rasya Nissa pun kembali pada kesadarannya lalu menggenggam erat tangan Rasya dan di letakkan nya di atas pangkuannya.
“ maaf mas tapi Nissa sedang kedatangan tamu bulanan Nissa “ ucap Nissa polos dengan raut wajah penuh penyesalan karena belum dapat memenuhi permintaan dari suaminya.
_
_
_
jangan berharap banyak sama si aku yang hanya tukang ngarang bebas ini karena jujur aku ga bisa bikin cerita yang luar biasa kaya author author keren buat, karena mereka adalah penulis dan aku hanya tukang ngarang yang hobinya ngehalu🤭😅😂
jadi tolong di maafkan yaaa🙏🙏🙏😁
jangan lupa ritual nya like sama komennya
sampai ketemu lagi di up selanjutnya
🤗🤗🤗
stop normalisasi kelakuan salah yang menguntungkan pemeran utama wanita(sudut pandang kalian pembaca wanita)
ELO SAPA BHEKTI, LO CMA ANAK SATU YG BRU KNL MA NISSA UDH JATUH CINTA, SBLM JATUH CINTA, LO CARI DLU INFORMASI SIAPA TU NISSA, MSH SINGLE ATAU UDH BRSUAMI, KLO MSH SINGLE WAJAR LO JATUH CINTA, INI ISTRI ORANG..
DN SI BHEKTI ITU DI PRESSURE SDIKIT AGAR JGN DEKATI ISTRI ORANG
INGAT NOVEL YG BERJUDUL DI KIRA SECURITY, TRNYATA SULTAN.. MNTAN PACAR SI SULTAN YG MODEL, TPI AKHIRNYA MNIKAH SAMA SANG ASSISTENT SULTAN, SI ASSISTEN JUGA DITINGGALKN SI MODEL UNTUK TRIMA TAWARAN MODEL LN, PDHAL ASSISTEN SDH MLARANG,, BIAR ISTIRAHAT BUAT PROMIL, TPI DIMODEL TTP NGOTOT, AKHIRNYA SI MODEL BRANGKAT KE LN, NAH DISANA MLH SLINGKUH DN HAMIL SMA LKI2 AGENSI YG MNAUNGINYA DI LN...