NovelToon NovelToon
Obsesi Papa Mertua

Obsesi Papa Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:31k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Dua minggu pernikahan menjadi neraka bagi Freya Arunika. Ia baru menyadari dirinya hanya dijadikan tumbal saat memergoki perselingkuhan suaminya, Sean Ravindra, dengan Bianca—adik tirinya sendiri. Sejak rahasia itu terbongkar, hidup Freya sepenuhnya terkekang.
Namun, takdir berputar liar ketika Ravael, ayah kandung Sean sekaligus sosok penolong masa lalu Freya, kembali dari luar negeri. Jatuh cinta pada pandangan pertama tanpa tahu identitas Freya, obsesi Ravael justru semakin membara setelah mendapati wanita itu adalah menantunya.
Kini, Freya terjebak di antara dua pria sedarah: suami kejam yang membencinya, dan papa mertua berkuasa yang terobsesi memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Freya tersentak. Sentuhan jemari Rafael di pipinya terasa seperti sengatan listrik yang seketika mengembalikan kewarasannya. Dengan tubuh yang gemetar, ia langsung memundurkan kepalanya, melepaskan diri dari kurungan pria paruh baya itu, lalu bangkit berdiri dari kursi dengan tergesa-gesa.

​"P-Paa... tidak. Ini salah," bisik Freya, suaranya bergetar hebat karena rasa terkejut dan ketakutan yang baru.

​Rafael tidak mengejarnya. Ia menegakkan tubuhnya kembali, berdiri dengan keangkuhan yang tenang, melipat kedua tangannya di dada. Sepasang matanya yang tajam tetap mengunci pergerakan Freya tanpa riak emosi yang berlebih. "Apa yang salah, Freya?"

​"Semuanya, Pa!" Freya mundur dua langkah hingga punggungnya menyentuh rak buku besar di ruang kerja itu. Jantungnya berpacu liar. "Aku adalah istri Sean. Aku menantumu. Apa yang Papa katakan... dan apa yang Papa lakukan barusan... itu tidak benar. Ini salah."

​Rafael menyunggingkan senyum tipis yang dingin, tampak sama sekali tidak terusik oleh penolakan tegas dari menantunya. Sikapnya tetap tenang, tegas, dan dipenuhi wibawa yang mengintimidasi.

​"Istri?" Rafael mengulang kata itu dengan nada meremehkan yang amat kental. "Istri mana yang tidur di lantai dingin di bawah ranjang suaminya? Istri mana yang dibiarkan kelaparan dan diperlakukan lebih rendah dari pelayan di rumah ini? Kau menyebut hubungan penuh siksaan itu sebagai sebuah pernikahan, Freya?"

​Freya menggelengkan kepalanya, air matanya kembali meluncur deras, menghapus sisa riasan tipis di wajahnya. "Bagaimanapun memperlakukannya Sean padaku, di mata hukum dan Tuhan, dia tetap suamiku, Pa. Dan Papa adalah ayah kandungnya. Aku tidak bisa... aku tidak boleh mengkhianati pernikahan ini, sekalipun pernikahan ini adalah neraka bagiku."

​Kelembutan dan prinsip kuat yang dipegang Freya di tengah kerapuhannya justru membuat Rafael semakin terpikat. Di mata Rafael, Freya bukan lagi sekadar wanita malang yang perlu dikasihani, melainkan sebuah teka-teki indah yang harus ia miliki sepenuhnya.

​"Kau wanita yang teramat lurus, Freya. Sangat langka, dan terlalu berharga untuk dihancurkan oleh pria bodoh seperti Sean," ucap Rafael, suaranya berat dan dalam, menggema di dalam ruangan yang sunyi itu.

​"Kumohon, Paa... jangan katakan hal seperti itu lagi. Jangan buat aku semakin berdosa," rintih Freya, memegangi dadanya yang terasa sesak. "Aku menghormati Papa sebagai orang tua Sean. Tolong, biarkan tetap seperti itu."

​Rafael terdiam sejenak. Ia berjalan perlahan kembali ke balik meja kerjanya, mengambil kacamata bacanya, lalu menatap Freya dengan pandangan dingin yang tak terbaca.

​"Ambil obatmu, dan keluarlah," perintah Rafael datar, kembali pada mode tegasnya yang tak tersentuh.

​Freya tidak berani meraih kotak beludru di atas meja. Ia hanya membungkuk pelan dengan tubuh yang masih gemetar, lalu berbalik dan membuka pintu ruang kerja dengan tergesa-gesa. Ia berlari kecil menyusuri lorong menuju lantai bawah, mengabaikan rasa pening di kepalanya.

*

Di dalam ruang kerja yang kembali sunyi, Rafael menegakkan punggungnya yang tegap. Ia mengancingkan kembali satu kancing kemeja hitamnya, menatap daun pintu yang baru saja tertutup rapat setelah kepergian Freya.

Penolakan wanita itu tidak membuat harga dirinya terluka, justru sebaliknya—prinsip kuat dan kepolosan Freya kian menyalakan ambisi di dalam dada sang Tuan Besar.

​Bzzz... Bzzz...

​Keheningan itu terputus oleh getaran pelan dari ponsel pintar milik Rafael yang tergeletak di atas meja jati.

​Rafael mengulurkan tangannya yang kokoh, meraih ponsel tersebut. Sebuah notifikasi pesan terenkripsi muncul di layar. Pesan itu dikirim oleh Dimas, kepala tim investigasi sekaligus orang kepercayaan yang telah bekerja bersamanya selama puluhan tahun di luar negeri.

Dimas: Tuan Besar, bukti yang Anda minta mengenai aktivitas Tuan Muda Sean di luar kantor hari ini sudah terkumpul. Silakan periksa lampiran.

Wajah Rafael tetap datar tanpa riak emosi saat jemarinya menggeser layar untuk membuka beberapa berkas foto dan video digital beresolusi tinggi yang terlampir.

​Foto pertama memperlihatkan mobil sedan hitam milik Sean terparkir di basement sebuah gedung apartemen mewah di pusat kota.

Foto-foto berikutnya jauh lebih jelas; kamera pengintai menangkap siluet Sean yang sedang merangkul mesra pinggang Bianca di dalam lift khusus, berlanjut hingga foto keduanya yang sedang berciuman panas tepat di depan pintu unit apartemen sebelum masuk ke dalam.

​Tak hanya foto, sebuah laporan riwayat transaksi keuangan harian juga terlampir. Tertera dengan jelas bahwa pagi ini, tak lama setelah meninggalkan mansion, Sean menggunakan rekening perusahaan untuk membelikan sebuah gelang berlian mewah di gerai perhiasan ternama, yang kini telah melingkar di pergelangan tangan Bianca.

​Rafael menatap layar ponselnya dengan pandangan dingin yang menghunus. Rahangnya berkerat samar.

​"Bodoh," desis Rafael rendah, suaranya bergema dingin di dalam ruangan.

​Pria paruh baya itu tidak terkejut dengan perselingkuhan putranya, karena ia sudah lama mencium aroma busuk dari rencana Sean. Yang membuat Rafael muak adalah betapa ceroboh dan tamaknya Sean.

Putranya itu begitu mengincar harta warisan keluarga Ravindra, namun di saat yang sama tidak bisa menahan selangkangannya dan terus menginjak-injak Freya—wanita yang seharusnya ia jaga demi kelancaran sandiwaranya.

​Rafael meletakkan kembali ponselnya ke atas meja dengan ketukan yang pelan namun tegas. Ia menyandarkan punggungnya pada kursi kebesaran, menautkan jemarinya di depan dada sambil menatap lurus ke depan dengan pandangan penuh teka-teki yang mematikan.

​Sean telah melakukan dua kesalahan fatal. Pertama, dia telah menipu ayahnya demi harta. Kedua—dan yang paling tidak bisa dimaafkan oleh Rafael—Sean telah menyia-nyiakan dan menyiksa mutiara seindah Freya.

​Sebuah seringai tipis yang teramat kejam terukir di wajah matang Rafael. Di kepalanya, sebuah skenario baru yang jauh lebih gelap telah tersusun rapi.

Ia tidak akan langsung menjatuhkan Sean. Ia akan membiarkan putranya itu menari di atas angin sesaat lagi, membiarkannya mengira bahwa dia hampir memenangkan seluruh warisan.

​Namun, begitu saatnya tiba, Rafael sendiri yang akan menarik karpet di bawah kaki Sean, menjatuhkannya ke titik paling terhina, dan mengambil alih Freya seutuhnya ke dalam kuasanya.

*

*

*

1
Mita Paramita
lanjut Freya 💪💪💪
Reni Anjarwani
makin seru up doubel trs thor😍😍
MissSHalalalal: lanjut besok ya 🙏
total 1 replies
Reni Anjarwani
makin seru up doubel trs thor
Mita Paramita
lanjut Thor bikin Freya naksir berat sama Rafael atau cemburu 🤣🤣🤣
+62
lanjutkan papa.. harus jual mahal donk 🌚
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up trs
Kasmawati Ambosakka
lanjut
MissSHalalalal: update besok ya kak🙏
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
MissSHalalalal: update besok ya kak
total 1 replies
Mita Paramita
kumpul keluarga klan Ravindra mungkin mau ngelamar Freya 😍😍😍
MissSHalalalal: maunya gitu sih. tapi Freya mau GK nih
total 1 replies
Mita Paramita
kumpul keluarga klan Ravindra mungkin mau ngelamar Freya 😍
Sh
Met holiday, biar pulang bawa ide segudang, fresh menghadapi dunia persilatan 🤣
MissSHalalalal: yg ada pulang-pulang cape kak. 🤭😄
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
+62
plok2 lagi sama papa🥺
Sh
suka tapi tokoh wanita selalu sengsara,kapan bahagia nya
Kamsia
y ktnya bawa appun gak bisa ini ad penjaga bnyak lepas sudah freya di bawa.
+62
ah papa🌚
Reni Anjarwani
lanjut thor makin seru bgt thor
Mita Paramita
Rafael tanggung jawab banget jagain Freya 💪 kasian tuh masa gak dikasih kesempatan kedua🤣🤣🤣
MissSHalalalal: kesempatan dalam kesempitan nih😄
total 1 replies
+62
🌚
Piyah
langsung nikah aja freya
Sh: belum boleh, baru aja diwawancara ga ada hubungan asmara,koq tiba tiba nikah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!