NovelToon NovelToon
Dibuang Suami Durjana

Dibuang Suami Durjana

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Kebangkitan pecundang / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:447.5k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

WARNING!!!!!

[Karya ini akan menguras emosi. Tidak suka #KDRT atau #PELAKOR skip jangan baca. Kecuali ingin tahu akhir kisah para pelaku.]

Kevin terpaksa menikahi Aura karena permintaan papanya sebelum meninggal. Setelah pernikahan itu terjadi Kevin kerap melakukan KDRT kepada Aura. Istrinya hanya sebatas untuk pelampiasan napsu birahinya saja. Selain itu Kevin juga menikahi sang kekasih—Mariska—dan menambah penderitaan bagi Aura.

Kehidupan Aura mengalami pasang surut dalam hubungannya dengan Kevin. Aira, putri satu-satunya dianggap sebagai anak pembawa sial oleh Kevin.

Akankah Aura bisa terlepas dari jerat kehidupan rumah tangga seperti ini dan mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Mariska Ditangkap Polisi

Bab 29

Kevin memeriksa komputer yang ada di ruang kerjanya. Kini dia tahu kalau Aldo yang sudah mengganti dan mengotak-atik hasil kerjanya. Lalu, dia yang akan menggantikan dirinya dalam memberikan solusi dengan ide hasil curiannya.

"Pantas saja aku tidak pernah diberi tahu proyek yang dikerjakan olehnya," ucap Kevin bermonolog.

Sakit, itu sudah pasti dirasakan oleh Kevin. Dikhianati oleh sahabat baiknya dan istrinya sendiri. Kini dia punya tujuan untuk memberikan pembalasan kepada dua orang yang sudah berbuat jahat kepadanya.

"Dasar manusia-manusia hina dan tercela!" umpat Kevin untuk kedua orang terdekatnya itu.

Laki-laki itu lupa kalau perbuatan dia kepada Aura jauh lebih biadab lagi. Kevin tidak berpikir kenapa kemalangan terus menghampirinya.

Kevin berpikir untuk membalas dengan hal yang sama kepada Aldo. Maka, dia diam-diam masuk ke ruangan temannya itu. Dia bersikap seperti biasa saat berada di sana karena ada seorang office boy yang membereskan kertas-kertas yang berserakan di lantai.

"Ada apa ini?" tanya Kevin kepada laki-laki berseragam cleaning servis.

"Sepertinya Pak Aldo habis mengamuk," jawab laki-laki itu terlihat gugup.

"Kenapa? Apa yang terjadi kepadanya?" tanya Kevin penasaran.

"Tidak tahu, Pak. Saya hanya mendapat perintah untuk membereskan ruang kerjanya," jawab laki-laki muda itu lagi.

Terlihat ada handphone milik Aldo di atas meja kerjanya. Tanpa membuang kesempatan Kevin mengambil benda pipih itu dengan diam-diam.

"Tadinya aku ada perlu sama Pak Aldo. Kalau begitu aku kembali saja," ujar Kevin kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.

Rasa penasaran menggelayut di hati Kevin. Dia ingin tahu apa yang menyebabkan Aldo sampai mengamuk seperti itu. Pastinya ada sesuatu yang sudah dia sembunyikan darinya.

Kevin tahu password yang mengunci handphone milik Aldo. Tentu saja hal yang pertama dia buka adalah aplikasi chat. Dia membuka pesan laki-laki itu dengan Mariska. Banyak sekali pesan di hari ini. Dia pun membaca satu persatu chat keduanya.

Aldo, tolong aku. Ada polisi yang datang ke rumah. (Mariska)

Mau apa mereka datang menemui kamu? (Aldo)

Mereka menangkap aku atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap Aira. (Mariska)

Aku ke sana sekarang. (Aldo)

Kevin terkejut mengetahui ini. Menurutnya mustahil karena baru saja tadi pagi dia melaporkan Mariska atas kejahatan yang dia lakukan kepada Aira. Lalu, sekarang sudah ada polisi yang menangkap Mariska.

"Apa ada orang lain yang terlebih dahulu melaporkan Mariska ke polisi? Tapi, siapa?" Kevin bermonolog.

Tiba-tiba, terlintas dalam pikirannya sosok Aura. Dia yakin kalau wanita itulah yang sudah melaporkan Mariska terlebih dahulu ke polisi.

Tangan Kevin bergerak sendiri menggeser chat ke bagian atas. Dia ingin tahu apa saja yang sudah mereka rencanakan di belakang dirinya.

"Berengsek kalian berdua!" umpat Kevin dengan penuh emosi.

Kejahatan Aldo dan Mariska yang merencanakan untuk mencuri ide miliknya juga dibahas di sini. Ada pengiriman beberapa file yang dilakukan oleh wanita itu dan ketika dibuka itu adalah hasil kerja dia untuk meningkatkan prestasi di perusahaan, tetapi dengan mudahnya dibocorkan oleh Mariska kepada Aldo, sehingga idenya dicuri.

Dengan cepat Kevin mengirimkan semua chat yang ada di aplikasi itu ke nomor miliknya. Dia juga membuat versi video dan screenshot. Takut tidak ada waktu jika harus membaca satu persatu perpesanan mereka. Setelah selesai dia mengembalikan handphone itu ke tempatnya semula.

***

Beberapa saat sebelumnya ....

Mariska yang sedang enak rebahan di rumah, dikejutkan oleh kedatangan tamu tak diundang. Apalagi kedua laki-laki itu berseragam polisi.

"Ada apa, ya, Pak?" tanya Mariska begitu berdiri di depan kedua polisi yang tersenyum ramah kepadanya.

"Apa Anda bernama Bu Mariska?" tanya polisi itu balik.

Rasa takut kini menyelimuti Mariska. Tiba-tiba saja dia teringat akan kejahatan untuk mencelakai Bu Martini saat pulang kampung dahulu. Dia menyuruh seseorang pembunuh bayaran untuk mencelakai mertuanya itu.

"Benar. Ada apa kalian mencari saya?" Mariska sudah mulai ketakutan dan tidak tenang.

"Anda ditangkap karena diduga melakukan kekerasan kepada bayi bernama Aira dan dengan sengaja memasukan bayi itu ke dalam kolam renang dan membiarkannya berjam-jam di sana dan dibawah sengatan sinar matahari di siang hari yang menyebabkan Aira mengalami dehidrasi dan demam yang berakhir meninggal dunia," jelas polisi.

Mendengar itu tubuh Mariska melorot jatuh terduduk ke lantai. Dia tidak menyangka kejahatan ini bisa diketahui. Namun, dia tidak tahu siapa yang melaporkan dirinya. Karena semua rekaman CCTV yang dia dapat dari Dani kemarin sudah dihancurkan.

'Apa si babu itu punya copiy-an rekaman CCTV itu?' batin Marsha.

"Sebentar, Pak. Saya, izin ganti baju sebentar," kata Mariska memang sedang memakai baju pendek dan celana pendek.

Sambil mengganti pakaian dia mengirim pesan kepada Aldo. Karena hanya dia yang bisa menolongnya. Kalau dia meminta bantuan kepada Kevin, sama saja mencari mati. Dia tahu suaminya akan marah besar kepadanya jika ada yang melaporkan kejahatannya ini.

***

Aura merasa senang karena Mariska sudah ditangkap polisi dan sedang dilakukan penyelidikan dan diinterogasi. Adanya beberapa bukti kuat membuat wanita itu tidak akan bisa lolos atau berkelit membantah kejahatannya itu. Untung saja Lazuardi masih menyimpan rekaman lainnya dari barang bukti itu. Meski sempat ada yang mencuri hasil rekamannya kemarin saat di rumah sakit.

Apa Aura merasa senang saat Mariska dinyatakan sebagai tersangka? Jawabannya adalah tidak begitu bahagia. Kalau boleh memilih dia ingin Aira hidup dan dia akan pergi dari kehidupan Kevin juga Mariska jika itu yang diinginkan oleh wanita itu.

"Kenapa kamu membunuh Aira? Jika kamu membenci kami, seharusnya kamu buat Kevin membuang kami," ucap Aura ketika menemui Mariska di penjara.

Kini Mariska tahu siapa yang sudah melaporkan dirinya ke polisi. Dia sebenarnya tidak menyangka kalau Aura yang sudah melaporkan dirinya karena Dani sudah berhasil mendapatkan barang buktinya kemarin.

Wanita yang selalu dianggap bodoh dan kampungan oleh Mariska, ternyata dia itu bisa membuatnya masuk ke penjara. Apalagi pengacara yang disiapkan oleh Aldo juga bilang akan sulit untuk mengeluarkannya dari hotel prodeo, kecuali mengurangi hukuman yang mungkin saja akan dikenai pasal berlapis kepadanya.

Melihat Mariska hanya diam saja, membuat Aura marah dan kesal. Rasanya dia ingin menjambak atau menampar wajah wanita yang sudah mencelakai anaknya itu.

"Kenapa diam saja? Apa sekarang kamu jadi bisu?" balas Aura dengan nada mengejek dan menyindir.

Mariska menatap nyalang kepada Aura. Dia tidak terima atas hinaan barusan.

"Kenapa? Kamu ingin tahu?" balas Mariska dengan senyum miring.

Aura mengepalkan tangannya dengan kuat menahan amarahnya. Jika, tadi Lazuardi sudah memberi peringatan kepadanya jangan sampai lepas kontrol dan malah akan membuat Mariska balik melaporkan dirinya, tentu saja kepalan itu dilayangkan ke muka cantiknya.

"Karena anakmu itu memang pantas mati," lanjut Mariska diikuti tawa yang terbahak-bahak.

Lazuardi yang berdiri tidak jauh dari Aura yang duduk berhadapan dengan Mariska, langsung berlari lalu memeluk Aura kuat saat melihat wanita itu akan menyerang lawannya.

***

1
Sherin Gilang
ah aura nya jangan di bikin lemah dong thur 🤣
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Yusmaniar
👍👍👍💞
Tira Aneri
suuukaaa
Naufal hanifah
menarik
Rina Arie
good
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍💪💪💪🙏🙏🙏
Patrick Khan
aku suka😍
Romai Romailah
/Rose/
Ita rahmawati
aih udah tamat aja 😅
Ita rahmawati
sampe metong lah biar puas para pembaca 🤣
Ita rahmawati
bukangnya mariska juga suka berbuat zina sm kevin kan dari sebelum nikah bahkan sebelum kevin nikah sm aura juga
Ita rahmawati
hais ada aja 🤦‍♀️🤣
Ita rahmawati
dari awal nasihat nenek nya selalu nyuruh sabar² dn mengalah walaupun dijahatin 🤦‍♀️
aku udh curiga sm aldo sejak dia nanya dari mana mama kevin tau hubungan kevin sm mariska trus dia bilang mgkin aura yg ngasih tau krn cemburu
Ita rahmawati
wah jgn² mariska nih yg bikin ibunya kevin sm nenek aura metong
Ita rahmawati
selingkuhkah si mariska,,bukannya dia sakit dn gk nisa melayani kevin
Ita rahmawati
padahal mah harta kevin udah dibagi 3 🤣
Ita rahmawati
kevin laki² durjana dn bodoh
Ita rahmawati
siapa lg itu
Ita rahmawati
masih untung ada yg nolong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!