SEASON 1
Gebri Adinda, mahasiswa baru memiliki sebuah kisah kelam yang orang-orang sebut dengan 'aib'. Dia pernah hamil di luar nikah saat berusia lima belas tahun dan dikeluarkan dari sekolah tepat tiga hari sebelum ujian nasional berlangsung. Setelah lima tahun berlalu dan menganggap hidupnya sudah sedikit tenang, tiba-tiba berita tentang kehamilannya terkuak tepat satu bulan setelah masa OSPEK selesai. Gebri juga dipertemukan kembali
dengan Rion Michael Fernandez, mahasiswa semester lima di fakultas yang sama dengannya sekaligus laki-laki yang seharusnya ikut bertanggung jawab atas kisah aibnya.
SEASON 2
Keiysa tahu kalau dia adalah anak yang tidak diinginkan karena dia adalah anak hasil pemerkosaan. Tapi dia tahu kenapa Tuhan begitu membencinya, dia juga mengalami apa yang ibunya alami. Tragisnya, di usia yang masih muda, dia dipaksa untuk mengugurkan kandungnya. Bahkan belum cukup penderitaannya, dia harus menghadapi kegilaan Devian.
#SelamatMembaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alsaeida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epilog
Aib. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aib artinya malu; cela; noda; salah; keliru. Atau sebagian orang mengatakan bahwa aib adalah suatu kondisi yang tidak baik tentang seseorang yang jika diketahui orang lain akan membuat rasa malu dan bila tersebar dapat memungkinkan membawa efek psikologis yang negatif. Dan di dunia ini, tidak ada satupun orang yang mau aibnya terbongkar dan menjadi buah bibir orang lain.
Lalu bagaimana kalau aib itu sudah terlanjur terbongkar?
Masa depan memang tidak dapat diprediksi secara pasti dan isi hati seseorang memang tidak bisa ditebak. Apapun bisa saja terjadi. Termasuk aib yang sudah disimpan rapat mungkin saja bisa terungkap. Sesuatu yang sudah terjadi tidak akan bisa dicegah dan hanya bisa diobati, diperbaiki, dan mencoba menerima apa yang sudah ditakdirkan.
Siang ini, saat matahari tidak bersinar terlalu terik, terlindung oleh gumpalan-gumpalan awan yang berwarna keabu-abuan, dengan desiran angin yang menyejukkan, gedung Graha Saba Buana yang terletak di Jalan Letjen Suprapto ini tampak begitu sesak, para undangan sudah memenuhi sudut-sudut ruangan dengan berbagai hidangan yang disajikan. Di atas pangung, terlihat dua pasangan sejoli dalam balutan pakaian seperti raja dan ratu sehari yang tampak bahagia. Bibir mereka terus tersungging merekah begitupula dengan sosok-sosok paruh baya yang mengapit sisi kiri dan kanan mereka.
“Terima kasih,” bisik Rion di telinga Gebri.
Kepala Gebri kemudian menoleh, memandang wajah Rion yang terlihat sangat tampan dari biasanya, dengan beskap berwarna dominan hitam dan keemasan yang sangat cocok berdampingan dengan kebaya beludru klasik yang sedang dipakainya.
“Untuk?”
Tangan Rion mengambil tangan kiri Gebri sebelum mengenggamnya. Wajahnya kian berseri, tampak begitu antusias dan senang dengan acara ini.
“Karena mau menikah denganku,” jawab Rion yang sekarang membuat kontak mata di antara mereka, menyampaikan segala rasa suka yang membendung hatinya.
Kedua pipi Gebri yang sudah memerah karena blush on, kian memerah. Bukan karena kalimat seperti gombalan itu, dia sudah terlalu sering mendengarkan selama menjelang pernikahan mereka, tapi karena tatapan Rion yang orang lain pun pasti akan tahu bagaimana perasaannya. Gebri merasa begitu sangat dicintai. Dia pun tak bisa menyembunyikan. Rona ini selalu menghiasi wajahnya saat mata setajam itu menatapnya. Beginikah rasanya dicintai?
“Gebriii... Selamat ya!” ujar Koning sedikit heboh saat dia baru saja naik ke atas panggung, memutuskan kontak mata Gebri dan Rion.
Gebri membalas pelukan itu, memeluknya cukup erat dan sedikit cipika-cipiki. Lalu matanya memandang ke arah belakang Koning, menatap sosok bermata sipit dengan batik berwarna hijau yang sedang tersenyum ke arahnya. Dia tak terlalu kenal, hanya tahu namanya yang dipanggil Baim dan Kakak angkatan mereka. Dua hari sebelum pernikahannya dengan Rion, Koning bercerita kalau dia telah jadian dengan Baim, seseorang yang sudah membuatnya jatuh cinta sejak berada di UY. Koning menceritakannyan dengan begitu antusias hari itu.
*Semoga kamu selalu bahagia*, Kon, batin Gebri sambil tersenyum lebar. Juga kalian berdua, tambahnya lagi masih dengan membatin saat matanya tanpa sengaja menatap sosok Yeni yang sedang malu-malu berbicara dengan Kharisma.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA, SUDAH VOTE, SUDAH COMMENT, SUDAH LIKE, DAN SUDAH FAVORITKAN KARYAKU INI.
BACA JUGA CERITAKU YANG LAIN. DAN TUNGGU PENGUMUMAN SELANJUT, SIAPA TAHU ADA SEPERTI BEKAS PAKU ADA SEASON 2 NYA. HEHEHEHEHEHHEHEH
1.biasanya dalam membaca online saya menghindari judul judul tertentu.
2.baca sinopsi (ceritanya menarik lanjut baca)
3.gaya bahasa dan tulisan. kak penulis disini sesuai selera saya. gk membosankan menarik di baca.bahkan tidak ada yg saya lewatkan kata per katanya.seperti salah satu penulis fvorit saya. 😍
AQ menunggumu
sukses terus buat impian n karirnya kak
semangat