NovelToon NovelToon
Menggapai Rembulan

Menggapai Rembulan

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:81.1k
Nilai: 5
Nama Author: UQies

Kematian calon istrinya akibat kecelakaan, membuat Nizam mengalami patah hati. Hingga sebuah fakta membuat pria itu akhirnya masuk ke dalam kelompok geng motor agar bisa menghukum dalang kecelakaan calon istrinya dengan cara yang adil.

Di tengah usahanya itu, ia justru dipertemukan dengan seorang gadis bernama Bulan yang membuatnya merasa simpati karena sering mendapat kekerasan, tapi siapa sangka rasa simpati itu justru berubah menjadi rasa yang lebih dalam.

Meski begitu, Nizam menganggap Bulan adalah wanita yang tak mampu ia gapai karena sudah menjadi istri dari bos geng motornya. Pria kejam yang menjadi target utama Nizam.

Namun, tak ada yang mampu menerka apa yang teriadi di masa depan, termasuk perihal jodoh dan kematian, semua telah tercatat di Lauhul Mahfuz.

Inilah kisah Nizam, anak dari seorang mantan Bad Boy yang masuk ke dalam geng motor demi mencari kebenaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UQies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

"Cantik, sih, cantik, tapi dia lebih tua dariku!" balas Nizam berbisik, sesekali melirik ke arah Syifa.

"Apa matamu belekan? Cantik dan muda begitu malah dibilang tua," ujar Arfan dengan dahi yang berkerut.

"Ya, memang faktanya dia sudah tua," balas Nizam tak ingin kalah.

Dua pria itu terus berbisik satu sama lain ketika Boy dan Syifa sedang bercerita.

"Zam, apa ada yang ingin kamu tanyakan kepadanya sebelum kalian menjalani ta'arruf?" tanya Boy sambil menunjuk Bulan dengan satu tangannya.

Untuk sesaat Nizam mengerutkan dahinya merasa bingung, lalu berkata, "Untuk apa Nizam menanyakan itu kepadanya? Bukankah lebih baik jika langsung menanyakannya pada Ibu Syifa?"

Semua orang di ruangan itu pun kini ikut bingung mendengar jawaban Nizam.

"Ah, baiklah, sepertinya itu lebih baik. Silahkan tanyakan jika ada yang ingin kamu tanyakan, Zam," ujar Boy kemudian.

"Maaf sebelumnya, Bu Syifa. Kalau boleh tahu, sudah berapa lama Anda menjalani hidup sendiri tanpa suami?" tanya Nizam menatap Syifa serius.

"Pak Nizam bertanya tentang saya?" tanya Syifa sedikit ragu, tak hanya dirinya, lagi-lagi semua orang menatap bingung ke arah Nizam, termasuk Bulan.

"Iya, saya, 'kan menatap Anda, bukan yang lain," ucap Nizam masih dengan mode serius.

"Kalau saya sekitar satu tahun lebih," jawab Syifa.

Nizam menganggukkan kepalanya pelan. "Apa visi dan misi pernikahan Anda?"

"Visi dan Misi pernikahan SAYA?" Kali ini Syifa menekan kata 'saya' untuk memastikan jika ia tidak salah tangkap.

"Iya, siapa lagi?" Nizam menjawab dengan keyakinan penuh.

Arfan yang sudah tidak tahan dengan keanehan Nizam pun akhirnya buka suara, "Apa yang kau lakukan, Zam? Kenapa semua pertanyaanmu kau tujukan pada Bu Syifa?"

"Memangnya salah bertanya pada pasangan ta'arruf sendiri?" tanya Nizam.

"Hei, Zam! Apa yang kamu katakan? Pasangan ta'arrufmu itu bukan Bu Syifa, tapi ...." Perkataan Boy terpotong saat tiba-tiba seorang wanita paruh baya datang membawa Quinzy yang sedang menangis kepada Bulan. Dengan telaten wanita itu menggendong bayi kecil itu, hingga dalam waktu singkat saja, tangisannya mereda.

"Tapi siapa, Ayah? Apa ada wanita lain di dalam rumah ini yang melajang selain Bu Syifa?" tanya Nizam polos.

"Astaghfirullah," gumam Boy seraya mengusap wajahnya kasar dengan gigi yang saling mengerat hingga rahangnya terlihat jelas. "Apa kau tidak menganggap Bulan sebagai wanita lajang di sini?" lanjut pria itu bertanya.

"Bukannya Bulan sudah menikah lagi? Lihat saja bayinya."

Boy mengepalkan tangannya, ingin sekali rasanya ia mencubit Nizam karena begitu kesal sekaligus gemas. Namun, ia terpaksa menahan diri demi menjaga sikap.

"Quinzy ini anak saya, Pak Nizam. Yang lajang di sini selain saya adalah Bulan, dia yang ingin saya perkenalkan pada Anda."

Nizam terdiam sejenak, lalu mengalihkan pandangannya pada Bulan yang sejak tadi menunduk dalam. Jantung pria itu seketika berdebar tidak keruan. Ada rasa terkejut sekaligus bahagia yang tidak terkira di dalam hatinya saat ini.

...

Sebelumnya,

"Bulan, menikahlah, Dek. Aku rasa jalan satu-satunya agar traumamu itu hilang adalah dengan menikah."

"Siapa yang ingin menikahi janda dengan gangguan psikis seperti aku, Mbak? Aku ..., aku takut kejadian yang lama terulang kembali," ujar Bulan.

"Tidak, Bulan. Aku rasa aku sudah menemukan pria yang cocok untukmu. Pertama kali melihatnya, aku bisa langsung tahu kalau dia adalah orang baik dan tulus. Aku juga sudah menyelidikinya dan ternyata dia adalah pria yang tak suka kekerasan."

"Siapa, Mbak?"

"Namanya Pak Nizam. Dia pemimpin di perusahaan Malaga yang bekerja sama dengan klinik."

"Nizam?"

"Iya, ini orangnya." Syifa memperlihatkan foto Nizam yang berhasil ia dapatkan kepada Bulan. "Kamu lihat? Dia sangat tampan dan masih lajang, loh!"

Bulan membulatkan matanya ketika menyadari bahwa Nizam yang dimaksud Syifa adalah Nizam yang ia kenal.

"Bagaimana? Mau, yah! Kamu butuh suami sebagai support system karena aku tidak bisa selamanya bersamamu."

Bulan tertunduk dalam sendu. "Apa dia mau menerima kekuranganku, Mbak?" tanya wanita itu lesu.

"Aku akan mengurusnya. Selama aku mengurusnya, kamu bisa memantapkan hatimu dengan sholat istikharah. Bagaimana pun, Allah adalah sebaik-baik pemberi petunjuk."

-

"Maaf, Pak Boy dan Bu Khiara jika saya lancang bertanya. Apa Pak Nizam sudah memiliki calon istri?" tanya Syifa ketika berada di acara pernikahan Nizwa.

"Belum, memangnya ada apa?" tanya Khaira.

"Begini, jika memang belum, saya ingin memperkenalkan Pak Nizam dengan adik saya jika Ibu dan Bapak juga tidak keberatan."

"Memperkenalkan adik? Maksudnya mau menjodohkan Nizam dengan adik Bu Syifa?" tanya Boy.

"Iya, Bu, Pak. Namanya Bulan, sebenarnya dia bukan adik kandung saya, tapi saya sudah menganggapnya sebagai adik sendiri."

"Bulan? Boleh lihat fotonya?" kata Khaira penasaran.

"Tentu saja, Bu." Syifa mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Bulan.

Boy dan Khaira langsung saling bertatapan ketika mengetahui bahwa foto itu adalah foto Bulan yang mereka kenal. "Boleh kami berbicara sebentar, Bu Syifa?"

"Silahkan, Bu, Pak."

Boy dan Khaira pun akhirnya menjauh dari keramaian dan berdiskusi sejenak.

"Bagaimana menurut kamu, Sayang?" tanya Boy.

Khaira diam sejenak seraya membuang napas kasar. "Sayang, sebenarnya Nizam pernah bilang kalau dia ingin menikahi Bulan, tapi aku kurang setuju karena Bulan itu sudah pernah menikah."

Boy mengerutkan dahinya. "Apa hanya itu alasanmu hingga tidak mengabulkan keinginan Nizam?" Khaira tertunduk menanggapi pertanyaan sang suami.

Hal itu membuat Boy menggelengkan kepalanya pelan, lalu kembali berkata, "Apa kamu lupa jika Nabi Muhammad dulu menikahi Bunda Khadijah yang statusnya juga janda, bahkan usianya jauh di atas Nabi? Apa Nabi mempermasalahkannya? Apa kehidupan Nabi dan Bunda Khadijah tidak bahagia? Tidak, Sayang. Mereka bahkan hidup bahagia dengan penuh cinta hingga maut menjemput Khadijah lebih dulu."

Khaira mengangguk pelan. "Kamu benar, Sayang. Tapi aku juga takut Nizam akan tersakiti lagi karena status Bulan dan memiliki trauma di masa lalu," ujar Khaira dengan mata yang berkaca-kaca menatap sang suami.

Boy memegang kedua pundak sang istri lalu mulai berbicara, "Sayang, status janda atau pun duda bukanlah tolak ukur kebahagiaan rumah tangga yang baru. Nizam sudah menyatakan jika dia ingin menikahi Bulan di saat ia tahu dan sadar bagaimana kondisi Bulan. Itu artinya, dia sudah siap menerima segala konsekuensinya. Lagi pula, trauma Bulan pasti bisa di sembuhkan, siapa tahu dengan kehadiran Nizam di sisinya bisa menghapus trauma itu."

"Tapi, Sayang ...."

"Sayang, Nizam sudah dewasa, dia sudah bisa menimbang mana yang baik dan mana yang tidak untuknya. Sebagai orang tua, kita hanya perlu mendukungnya jika dia benar, dan menegurnya jika dia salah. Bulan adalah wanita yang baik dan tangguh, tidak semua wanita bisa bertahan setelah melewati ujian seperti Bulan. Aku yakin itu adalah salah satu pertimbangan Nizam memilihnya."

Khaira kini terdiam seribu bahasa. Semua yang dikatakan Boy memang benar, dan itu cukup menohok hatinya yang sudah menolak hanya karena status dan traumanya.

"Baiklah kalau begitu. Biarkan Nizam yang memilih."

...

"Bagaimana, Zam. Apa kamu setuju menjalani ta'arruf dengan Bulan?" tanya Boy.

Nizam tertunduk sejenak, lalu mulai mengangkat wajahnya dan berkata, "Tidak perlu ta'arruf. Saya sudah mengenal Bulan, dan saya ingin langsung menikahinya."

Boy mengulas senyum melihat keyakinan yang ada pada sang putra.

"Baiklah, kalau begitu maksud kedatangan kami kali ini berubah, dari silaturrahmi menjadi lamaran." Boy memberikan kode kepada Nizam untuk mulai mengutarakan keinginannya.

Nizam menelan salivanya dengan begitu susah payah. Entah kenapa suasana di ruangan itu seketika berubah. Ia bahkan semakin gugup untuk memulai permbicaraan seriusnya. Beberapa kali.ia.menarik napas lalu membuangnya perlahan agar hatinya lebih tenang.

"Ekhem .... Bismillahirrahmanirrahiim, dengan hanya mengharap ridho Allah, saya beserta ayah dan ipar saya datang kemari untuk tujuan baik. Maaf karena saya tidak pandai dalam merangkai kata-kata indah. Sebenarnya sudah lama saya ingin mengatkan ini, tapi karena Bulan lebih dulu pergi, jadi saya mengurungkannya." Nizam menghentikan perkataannya sejenak.

"Allah benar-benar Maha Baik, Dia memberi saya kesempatan kembali untuk mengatakan tujuan saya yang tulus ingin melamar Bulan menjadi istri saya, menjadi makmum saya, sekaligus teman hidup saya dalam membangun mahligai cinta di jalan Allah. Kiranya, kamu bisa memberikan jawaban atas niat baik ini."

Semua orang di ruangan itu kini berganti menatap Bulan yang masih larut dalam tunduknya. Syifa bahkan mengambil alih Quinzy agar Bulan dapat berpikir dengan baik sebelum mengambil keputusan.

"Bagaimana, Bulan?" tanya Syifa pelan.

Bulan tak langsung menjawab. Wanita itu mer3mas roknya di bagian lutut, air matanya pun kini menetes membasahi pipi usai mendengar penuturan Nizam. Ada rasa di dalam hatinya saat ini yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.

Beberapa kali Bulan menarik napas dalam, lalu mengembuskannya perlahan. "Bismillahirrahmanirrahiim, dengan mengharap ridho Allah, lamaran Mas Nizam saya terima."

Ungkapan syukur pun terdengar memenuhi ruangan itu. Nizam bahkan tak bisa berhenti menyebut nama Allah atas rasa bahagianya yang tidak terkira.

"Baiklah, jadi kapan kalian ingin melangsungkan pernikahan kalian?" tanya Boy kepada Nizam maupun Bulan.

"Malam ini juga, Ayah."

"Apa? Jangan bercanda, Zam!" pekik Boy tanpa sengaja karena begitu terkejut.

"Nizam tidak bercanda, Ayah. Hanya saja, Nizam tidak ingin gagal lagi kali ini."

-Bersambung-

1
Shee_👚
ternyata di umpetin sama si aur auran
anak g beda jauh jatohnya dari pohon, dulu ibunya terobsesi sam ayahnya nizam sekarang anaknya sama juga😪😪😪
LENY
BULAN JANDA RASA PERAWAN KAYAKNYA MARCEL IMPOTEN MAKANYA MENYIKSA BULAN TERUS.
LENY
YA AURA KETERLALUAN SADARLAH CINTA GAK BISA DIPAKSAKAN NIZAM SDH MENEMUKAN CINTA YG LAIN ISTRINYA.
LENY
DUH AURA TAHU TEMPAT NIZAM TERNYATA DIA YG MERAWAT KOK GAK BILSNG KEL NIZAM YA KETERLALUAN KASIHAN KHAIRA BOY DAN BULAN 😡
LENY
BIKIN MASALAH AJA NIH BULAN PAKE KELUAR RUMAH LAGI SDH TAHU AURA HILANG DICULIK. MASALAH DICARI
LENY
YA MUSUH MSH ADA ROBERT OKNUM YG LBH BERBAHAYA LAGI. SMG BISA DITINDAK ROBERT INI
LENY
AURA PASTI YG DATANG
LENY
AURA LG BERNIAT TDK BAIK SEPERTINYA.
LENY
KASIHAN NIZAM DPT ISTRI BULAN GAK MENGHARGAI PERASAAN NIZAM YG MAKSUDNYA BAIK. DUH KAPAN NIZAM BAHAGIA YA
LENY
NIZAM SDH CUKUP LAMA TERPURUK AURA BAHKAN PELSKU KEJAHATAN AJA NIZAM YG BERHASIL MENEMUKANNYA. DUH JGN SAMPE AURA JD JAHAT DAN PUNYA RENCANA LICIK SAMA BULAN. KSSIHAN BULAN
LENY
YA HRS NYA JUJUR AJA SEMUA DARI MULAI SILVI BOY KHAIRA JGN SAMPE SALAH PAHAM AURA NYA. KASIHAN BULAN JUGA😥
LENY
SIAPA LAGI INI DUH ADA AJA GANGGUAN KASIHAN NIZAM BLM JG DPT HAK UTUH SBG SUAMI NASIBMU NIZAM🙏
LENY
JADI SEBEL NIH GREGETAN LAMA BANGET BULAN SAMA NIZAM KETEMU DAN GAK SALAH PAHAM LG. JGN SAMPE DEH NIZAM SAMA SYIFA MENDING SAMA BULAN. MEREKA BER 2 SDH SALING SUKA CUMA GAK TERUS TERANG AJA.
LENY
KOK JD BEGINI ANEH
LENY
AH SALAH PAHAM LAGI BUKANNYA DITANYA PUTRI SIAPA NNT MENYESAL SETELAH TAHU BUKAN ANAK BULAN. JD GAK SEMANGAT NIH LIHAT NIZAM MALAH MAU DIJODOHIN LAGI DUH😥
LENY
SEDIH NYA NIZAM 😥
LENY
WAH BOSS YG PALING ATAS KAYAKNYA OKNUM POLISI NIH BLM TERTSNGKAP
LENY
WAH KIPIKIR TADI BINTANG ITU LAKI2 THOR TERNYATA PEREMPUAN DAN KEMBAR YA SAMA BULAN. DUH BARU TAHU 😅
LENY
WAH ANTON SDH SADAR SYUKURLAH. OH TERNYATA MARCEL ADALAH IFAN MANTAN TEMAN BOY DI GENG MOTOR YG TDK SETIA CUMA MANFAATIN UANG BOY AJA.
SDH BACA THOR CERITA SEBELUMNYA😊🙏
LENY
NIZAM TERLALU CEROBOH TANPA PERHITUNGAN KE KANDANG SINGA😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!