NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Inara

Takdir Cinta Inara

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:221.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhifa Syafana

"Apakah aku akan tetap seperti ini? Jika saja dulu aku tidak mengajaknya masuk kedalam rumah ini, mungkin ini tidak akan terjadi. Menyesal pun aku sudah tidak bisa" (Nara 25th)
"Maafkan aku mencintaimu dan juga dia. Jangan memintaku untuk memilih. Karena kalian adalah pilihanku" (Kendra 26th)
"Aku tau aku salah. Maafkan aku. Tapi, cinta ini telah tumbuh. Aku ingin pergi jauh dari kehidupan kalian. Apakah aku bisa?" ( Yuna 25th)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhifa Syafana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lembaran Baru

Nara duduk di balkon kamar sambil menatap foto kedua orang tuanya. Dia mengusap lembut gambar wajah orang yang sangat dirindukannya itu. Julian merangkul pundak Nara dan mengusapnya pelan. Ini hari ketiga dia menginap bersama Keanu di apartemen Nara.

"Mah, pah. Nara sudah bebas sekarang. Rasanya sangat lega mah, pah. Aku sudah memaafkan semuanya. Kalian jangan mengkhawatirkan anak nakal ini lagi, dia sudah bisa tersenyum seperti dulu lagi sekarang," Nara terkikik dengan suara yang mulai bergetar menahan tangisnya.

"Anak kalian akan membuka lembaran baru lagi mah, pah. Huh, semoga tidak terjadi kebodohan seperti yang lalu. Maafkan Nara belum bisa menengok kalian. Nanti jika aku datang, akan aku bawa menantu untuk kalian," dia memeluk erat bingkai foto kecil ditangannya. Rasa rindunya begitu dalam. Julian menarik tubuh mungil itu kedalam dekapannya.

"Ada mama dan papa yang juga menyayangi mu sayang. Jangan bersedih lagi. Aku dan Keanu juga sangat menyayangi kamu. Tersenyumlah, kita mulai lembaran baru. Lupakan semua masa lalu yang menyakitimu. Aku akan selalu ada di sampingmu sayang." Dia mengecup lembut kening Nara.

"Terima kasih mas, sudah menerimaku dengan tulus. Maaf aku pernah tidak mempercayaimu dulu. Aku ingin memulai semua dari awal bersama dengan kamu dan Keanu," mendengar ucapan Nara, Julian semakin mengeratkan pelukannya.

"Aku ingin segera menikah denganmu sayang, apa kamu bersedia?" Nara melepaskan dekapan Julian karena terkejut.

"Ini terlalu cepat mas. Aku tidak ingin ada berita buruk menerpa kehidupan kamu dan Keanu karena pernikahan kita," Julian tersenyum mendengar kekhawatiran dari Nara. Dia paham jika wanitanya itu masih memiliki trauma.

"Aku tidak peduli dengan omongan orang lain. Jangan khawatir, semua hal negatif yang orang lain mengenai kamu akan aku bantah. Mau kan kamu menjadi ibu sambung Keanu dan menjadi calon ibu untuk adik Keanu nanti?" Mata mereka saling menatap, Nara melihat ketulusan yang dalam. Seperti terhipnotis, Nara menganggukkan kepalanya.

"Terima kasih. Aku tidak bisa menjanjikan sesuatu yang belum pasti. Hanya kesetiaan yang bisa aku berikan. Ayo kita mulai bersama," Nara hanya bisa mengangguk. Dia mencoba melawan semua rasa takut dan cemasnya.

Hampir tengah malam mereka masih duduk di balkon, bahkan terpaan angin malam sangat mendukung suasana saat itu. Julian banyak menceritakan mengenai mendiang istrinya. Mama Keanu memang memiliki sedikit kemiripan wajah dengan Nara, itu mungkin yang membuat Keanu sejak awal memanggil Nara bunda. Awalnya Julian juga terkejut, namun dia sadar jika wanita dihadapannya itu bukan mendiang istrinya.

Nara juga menceritakan semua tentang masa lalunya dengan sang mantan dan juga Yuna. Hari itu pertama kali Julian mengetahui secara lengkap dan langsung dari Nara bukan orang lain. Dia baru memahami maksud Yuna yang mengatakan kepada Nara untuk tidak mengulangi kebodohan yang sama. Julian tak menyangka sesedih itu perjalanan rumah tangga Nara. Bahkan mantan suaminya pun masih memiliki obsesi kepadanya. Nara juga menceritakan tentang putranya yang telah meninggal. Meskipun Julian sudah tahu dan pernah mendengar gosip dari para karyawan, dia belum begitu percaya jika itu bukan dari mulut Nara secara langsung.

"Sekarang semua sudah berakhir sayang, jangan lagi diingat gak buruk yang menghantui kamu selama ini. Saat nanti kamu sudah siap untuk kembali, aku berharap bisa mengunjungi makam kedua orang tuamu untuk berkenalan dan meminta ijin menjaga putrinya. Aku ingin Keanu tahu, jika dia memiliki adik lelaki yang sudah lebih dahulu pergi ke surga," Nara memeluk tubuh Julian. Dia tidak menyangka pria itu begitu tulus menerima masa lalunya.

"Aku yang harusnya berterima kasih mas, kamu mau menerima semua kekurangan ku di masa lalu. Ayo kita menua bersama mas." Bagi Julian itulah jawaban yang selama ini dia nantikan. Sejak malam ini, Nara yang dulu sudah pergi. Yang tinggal hanyalah kenangan bahagianya. Dia akan menjadi Nara baru yang lebih kuat menghadapi apapun dihadapannya.

Julian mengajak Nara untuk beristirahat. Dia membantunya untuk naik keatas ranjang. Setelah memastikan wanita kesayangannya sudah nyaman, dia berjalan menuju sofa yang bisa diubah menjadi ranjang. Disanalah Julian tidur jika menginap di apartemen Nara. Keanu merasakan kehadiran calon ibu sambungnya, dan mulai memeluk tubuh itu mencari kehangatan.

"Tidur yang nyenyak jagoan tampan. Bunda menyayangi kamu," kecupan lembut dari Nara di kening bocah tampan itu. Julian mulai terlelap dengan senyum bahagia menghiasi wajah tampannya. Dia menemukan cahaya baru di hidupnya.

Meskipun dia tidur larut malam, tetap saja akan bangun lebih awal. Kebiasaan Nara memang tidak bisa diubah sejak dulu. Perlahan dia berpindah ke atas kursi roda yang diletakkan Julian di dekat ranjang. Tidak ingin membangunkan kedua pangerannya, Nara perlahan keluar dari kamar menuju dapur. Keanu harus pergi ke sekolah begitu juga dengan Julian yang harus ke kantor. Dia menyiapkan bekal untuk keduanya dan juga sarapan pagi. Jika diperhatikan, Nara sudah seperti istri Julian yang sigap melayani suami dan anaknya. Bahkan kursi roda tidak menghalanginya melakukan aktivitas memasak.

Pria tampan berdiri di pintu dapur dengan wajah bangun tidur yang khas. Nara tidak menyadari jika seseorang sedang mengamati dirinya saat ini. Julian berjalan mendekatinya perlahan.

"Besok lagi bangunkan mas, jangan melakukan semua sendiri sayang. Apalagi kamu masih dalam masa penyembuhan," meskipun mengomel dia tetap mengecup kening Nara.

"Pagi mas. Kok sudah bangun? Ini masih pagi banget," Mereka melihat jam dinding di depan mereka.

"Tadi mas mau ke toilet, dan lihat ranjang sebelah Keanu sudah kosong," Julian membantu Nara mengaduk sayur.

"Terus kenapa gak balik tidur lagi saja mas?" Dia masih sibuk menggoreng lauk.

"Kita itu mau komitmen untuk hidup bersama. Yang namanya hidup bersama, sebisa mungkin semua dilakukan bersama. Selagi mas bisa bantu, akan mas kerjakan. Kamu bukan pembantu sayang, kamu itu calon istri mas. Susah senang bersama bukan hanya saat aku butuh kamu saja," Nara tersenyum mendengar ucapan Julian. Bahkan pria itu berbicara tanpa menghentikan pekerjaannya mengaduk sayur.

"Romantis amat sih pak," Julian berbalik dan mengukung tubuh Nara yang duduk diatas kursi roda.

"Bukan romantis, tapi itu tanggung jawab ku ke kamu sayang. Aku tidak mau semua permasalahan dirumah tangga kita hanya kamu saja yang menyelesaikan. Semua kita selesaikan bersama. Ingatkan aku selalu jika berbuat kesalahan. Begitupun sebaliknya," Nara menarik leher Julian dan mengecup keningnya.

"Terima kasih mas. Aku janji kamu adalah orang pertama yang akan selalu mengetahui apapun yang terjadi padaku nanti," mereka kembali menyelesaikan masakan itu sebelum Keanu bangun.

"Sayang, mandilah. Biar mas yang mencuci semua perkakas ini." Nara berdecak pelan mendengar perintah Julian.

"Yang harusnya mandi itu mas, sebentar lagi harus ke kantor. Aku bisa nanti,"Julian berdiri menatap Nara yang tampak cemberut.

"Tidak, kamu mandi dulu. Hari ini kita antar Kean sekolah bersama. Dan setelah itu ke dokter. Kamu harus kontrol hari ini, jadi mas cuti tidak bekerja," hati Nara tersentuh mendengar itu. Bahkan dia sendiri lupa jika hari ini hari kontrol.

"Baiklah mas. Aku mandi dulu dan nanti aku bangunkan Kean," Julian mengangguk dan kembali mencuci semua peralatan bekas memasak tadi. Nara segera mandi dan bersiap sebelum membangunkan putra tampannya itu.

1
nisacantik
ko ga ada iya nyari istriku polos
nisacantik
ga pantas lh aku benci perselingkuhan
meris dawati Sihombing
Jenderal memeluk Inara.. 🤪🤪
meris dawati Sihombing
Luar negeri?? Bunda😩😉, yg elegan kek..Mommy...
LN ada loe, gue..Hadeuhhh bnyak ngawur ini othor
Nurr Amirr🥰💞
Lelaki jtu apa si Rico..
Sakinah Gina
ko bacany emosi ya udh jijik bgt sm si Kendra ma yuna
Aida Wati
Luar biasa
Soraya
mksh thor karyanya👍
Soraya
lanjut thor
Soraya
Lumayan
Soraya
yang nabrak Nara dh ketauan blm thor
Soraya
julian ceo masa klh sama perempuan yg biasa aja klo dh tau orangnya yg berniat jahat knp gak langsung tangkap aja
SALSA Bila
lanjut
Aya Hadad
Makin penasaran nich 😱😱😜 lanjut lg trs Kak updatenye jngan lama ditungguuu....................👌👌😘🙏🙏 🤗 semangaaat 💪💪
Soraya
julian yg dipepet leo yg sibuk 😂😂😂
Aya Hadad
Lanjut lg trs updatenye ditungguuu....👌👌😘🙏🙏 selalu semangaaat 🤗💪💪👍
Aya Hadad
Lanjut lg trs Kak double updatenye ditungguuu....................👌👌😘🙏🙏 semangaaat 💪💪
Aya Hadad
Waaah pelakor mulai beraksi, gak tau diri ☹️☹️😝😕😕😝 lanjut lg Kak double upnye ditungguuu............👌👌😘🙏🙏 semangaaat 💪💪
Senja
ceritanya bagus..
ada keselnya ada meweknya ada bapernya.
upnya jgn lama2 ya soale penasaran sm kelanjutan ceritanya...🙏💪👍🫶
Senja
ditunggu upnya 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!