Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 22: Ping Test
Fajar baru yang menyingsing di ufuk timur Kerajaan Aethelgard memancarkan cahaya keemasan yang hangat, menembus kubah-kubah kaca Kuil Utama dan menyinari jalanan ibu kota yang kini tampak jauh lebih tertib dari biasanya. Tidak ada lagi kepanikan massa, tidak ada lagi derap pasukan militer yang berpatroli dengan arogan, dan tidak ada lagi ketegangan mencekam di antara faksi-faksi aristokrasi. Di bawah sistem baru yang ditenagai oleh jaringan *Ley Lines* yang telah dioptimalkan secara total oleh Kaelen Vance, seluruh sendi kehidupan masyarakat berjalan dengan efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban sihir.
Di dalam kubah ruang server pusat kuil, suasana terasa hening dan steril. Layar proyeksi digital tiga dimensi yang melayang di udara menampilkan status operasional global dengan indikator hijau penuh di setiap sektor. High Priest Veldor masih terbaring lemah di dekat pilar kristal, kesadarannya berada di ambang batas antara tidur dan pingsan akibat sisa hantaman gelombang biner digital sebelumnya.
Kaelen Vance berdiri tegak di depan konsol kristal utama, kedua tangannya diletakkan tenang di atas permukaan meja batu. Cincin perak di jari telunjuknya memancarkan pendaran biru yang sangat lembut, berdenyut selaras dengan detak jantung infrastruktur digital yang kini mengalirkan data ke seluruh pelosok negeri.
Elara Vane melangkah mendekati Kael, matanya menyapu pemandangan di sekitar mereka dengan rasa takjub yang masih menyisakan sisa-sisa keheranan di dalam dadanya. "Semua terminal utama di distrik barat, pos militer perbatasan, dan menara akademi melaporkan status stabil," ucap Elara, suaranya terdengar begitu ringan, seolah beban ratusan tahun tradisi kuno telah terangkat dari pundaknya. "Tidak ada laporan anomali, tidak ada perlawanan dari para bangsawan, dan faksi Therion benar-benar lumpuh tanpa akses jaringan. Kerajaan ini... benar-benar berada dalam genggaman damai kita."
Kael tidak langsung menjawab. Bola mata abu-abunya menatap lurus ke arah sekumpulan grafik fluktuasi *bandwidth* yang bergeser tipis di layar konsol.
"Ketenangan saat ini bukan berarti sistem telah mencapai titik kebal mutlak," jawab Kael datar, suaranya memecah keheningan kubah server dengan ketegasan yang khas. "Dalam arsitektur jaringan, sebuah sistem yang baru saja mengalami pembaruan kernel besar-besaran selalu rentan terhadap upaya rekondisi atau gangguan eksternal dari titik-titik node yang belum sepenuhnya terverifikasi."
Alis Elara bertaut tipis. "Maksudmu... masih ada potensi ancaman dari luar wilayah kerajaan?"
"Bukan potensi," koreksi Kael dingin. "Sebuah kepastian logis. Kerajaan Aethelgard selama ini mengisolasi diri dari dunia luar, tapi kabel transmisi *Ley Lines* utama tidak berhenti di perbatasan wilayah kita. Ada jaringan eksternal yang terhubung ke pos-pos terluar—wilayah netral di seberang pegunungan barat yang dikuasai oleh faksi pedagang independen dan sisa-sisa akademisi buangan."
Kael mengangkat tangan kanannya, menyentuh konsol kristal untuk memperbesar skala peta digital pada layar proyeksi. Garis-garis cahaya biru yang tadinya berpusat di ibu kota kini diperkecil, menampakkan jalur transmisi tipis yang merentang jauh menembus batas terluar peta, menuju sebuah titik koordinat terpencil di ujung barat daya dunia.
"Kita belum melakukan pengujian menyeluruh terhadap jalur komunikasi jarak jauh tersebut," lanjut Kael. "Sebelum kita menyatakan bahwa jaringan global ini aman seratus persen, kita harus melakukan *ping test*—mengirimkan paket data uji coba ke node terluar untuk mengukur tingkat latensi, stabilitas transmisi, dan mendeteksi apakah ada penyusup yang mencoba menyadap jalur komunikasi internasional."
Elara mengangguk paham. "Kau ingin memastikan tidak ada pihak luar—baik itu kerajaan tetangga maupun faksi pelarian—yang memanfaatkan celah saat kita melakukan *reboot* kemarin."
"Tepat," kata Kael. "Sebuah sistem yang efisien tidak boleh berasumsi bahwa semuanya berjalan baik hanya karena tidak ada laporan kerusakan. Kita harus memverifikasinya secara aktif."
Kael mengetukkan jarinya di atas konsol kristal, memasukkan baris perintah spesifik untuk menginisialisasi protokol pengujian jaringan jarak jauh.
*Initializing global ping test...*
*Target node: Western Border Relay (Node X-09).*
*Packet size: 64 bytes.*
*Sending test packet...*
Di udara, seutas garis cahaya biru yang sangat tipis memisahkan diri dari rute utama, melesat menembus batas peta kerajaan dengan kecepatan tinggi, merayap melewati pegunungan terjal menuju pos relai perbatasan barat yang terletak di tengah hutan belantara.
Kael dan Elara menunggu dalam keheningan yang tegang. Di layar konsol, waktu respons (*latency*) mulai dihitung dalam milidetik.
*Waiting for response...*
*12ms...*
*24ms...*
*35ms...*
Angka latensi itu terus merayap naik, menunjukkan jarak fisik yang sangat jauh serta hambatan interferensi energi magis liar yang menghalangi jalur di pegunungan barat.
Tiba-tiba, grafik gelombang di konsol berkedip tajam dari warna hijau stabil menjadi kuning peringatan.
*Warning: Response packet delayed.*
*Anomaly detected in routing path X-09.*
Mata Kael menyipit tajam. Ekspresinya yang selalu datar kini menunjukkan ketegangan analitis yang sangat intens.
"Ada yang menahan paket data kita di pos perbatasan barat," ucap Kael dingin, suaranya berubah menjadi lebih rendah. "Paket uji coba kita tidak dipantulkan kembali; ia diintersep dan dienkripsi ulang oleh entitas asing di sana."
Elara terkesiap, melangkah lebih dekat ke konsol utama. "Diintersep? Di pos perbatasan barat yang seharusnya kosong?"
"Pos itu tidak kosong," jelas Kael, jarinya bergerak cepat mengetik perintah balik untuk melacak identitas entitas yang mencegat paket data tersebut. "Berdasarkan tanda tangan enkripsi yang tertinggal pada paket balasan palsu, intersepsi ini bukan dilakukan oleh monster liar atau pedagang independen. Ini adalah protokol keamanan standar militer milik Kekaisaran Valoria—negara seberang yang selama ini dikabarkan telah runtuh akibat letusan anomali magis."
Wajah Elara memucat seketika. Nama Kekaisaran Valoria bukanlah hal asing bagi para cendekiawan sihir di Aethelgard. Kekaisaran itu adalah peradaban militer raksasa yang runtuh dua ratus tahun lalu akibat eksperimen sihir terlarang yang menciptakan anomali spasial masif. Selama ini, para sejarawan meyakini bahwa seluruh wilayah kekaisaran tersebut telah musnah menjadi gurun mati yang tidak bisa dihuni.
"Kekaisaran Valoria?" bisik Elara dengan suara tercekat. "Tapi buku-buku sejarah mencatat bahwa peradaban mereka telah musnah total berabad-abad lalu! Bagaimana mungkin sistem komunikasi mereka masih aktif dan mencegat paket data kita di perbatasan?"
"Buku sejarah sering kali memuat informasi yang usang dan tidak efisien," jawab Kael tanpa mengalihkan pandangannya dari layar konsol. "Mereka tidak musnah. Mereka hanya mengubah infrastruktur mereka menjadi sistem tertutup—sebuah jaringan terisolasi yang beroperasi di bawah tanah, menggunakan teknologi sisa-sisa peradaban kuno yang setara dengan sistem kita."
Kael terus mengetik, mengalihkan mode konsol dari sekadar pengujian pasif (*ping test*) menjadi pemindaian ofensif (*port scanning*) untuk mendeteksi sumber sinyal dari pos relai perbatasan barat tersebut.
Di layar konsol, sebuah jendela baru terbuka, menampilkan rekaman data mentah berupa serangkaian teks militer asing yang berhasil disadap dari pos perbatasan Valoria. Kael membaca teks tersebut dengan kecepatan tinggi, mata abu-abunya memindai setiap baris instruksi yang dikirimkan oleh pihak kekaisaran.
> *[Transmisi Militer Valoria - Sektor Barat]*
> *Peringatan kepada Pengawas Jaringan Aethelgard:*
> *Eksploitasi ilegal terhadap jalur transmisi Ley Lines internasional telah terdeteksi. Protokol pertahanan otomatis Kekaisaran Valoria kini mengunci koordinat server pusat kalian. Bersiaplah untuk menghadapi prosedur dekontaminasi total dalam waktu tiga puluh siklus jam standar.*
>
Begitu kalimat terakhir dari teks tersebut muncul di layar, seluruh indikator status global di konsol kristal utama yang tadinya berwarna hijau stabil mendadak berubah menjadi warna merah menyala secara serentak. Suara alarm berfrekuensi rendah—yang jauh lebih keras dan mengancam ketimbang alarm kuil sebelumnya—berkumandang memenuhi kubah server pusat.
*Warning! External breach detected on Node X-09.*
*Incoming malicious payload from foreign network.*
*Initiating emergency firewall defense.*
Elara merinding mendengarkan peringatan tersebut. Jantungnya berdegup kencang, dan ia mencengkeram erat tepi konsol batu. "Kael! Mereka melacak balik jalur *ping* kita! Mereka mengirimkan *malware* atau *payload* ofensif langsung ke server pusat kita!"
Kael tidak panik. Gerakan tangannya di atas konsol kristal bahkan semakin cepat dan terukur, membentuk ritme presisi yang luar biasa di tengah deru suara alarm yang memekakkan telinga.
"Bukan *malware* biasa," koreksi Kael dingin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang penuh tantangan. "Mereka mengirimkan serangan *Distributed Denial of Service* berskala masif, disertai dengan skrip pembobolan enkripsi militer untuk melumpuhkan server kita dari jarak jauh. Mereka mengira kita adalah sistem amatir yang bisa diretas balik dengan mudah."
Kael menekan tombol eksekusi utama pada konsol kristal, mengaktifkan protokol pertahanan lapis baja digital yang ia rancang khusus untuk menangkis serangan eksternal.
"Mari kita uji seberapa efisien sisa-sisa peradaban Valoria itu," ucap Kael mutlak. "Kita akan melakukan *traceroute* balik ke server pusat mereka, dan memutus jaringan mereka untuk selamanya."
Di seluruh kubah server, pendaran cahaya biru dan merah beradu sengit, menandai dimulainya perang siber pertama antara Kerajaan Aethelgard yang baru saja diretas dan Kekaisaran Valoria yang bangkit dari bayang-bayang masa lalu.