NovelToon NovelToon
Kata Hati.

Kata Hati.

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:195k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kiky Mungil

Dokter Arif yang perfeksionis, single dan menyukai ketenangan harus berhadapan dengan ART-nya yang bernama Kana, gadis ceriwis dan banyak tanya setiap hari? Kesel, geregetan, kadang pengen pecat aja!
Tapi disaat Kana menangis lantaran dikhianati oleh pacarnya, Arif malah tiba-tiba berinisiatif mau membantu Kana untuk membuat pacar dan sahabatnya itu menyesal, dengan melakukan make over pada penampilan Kana, ditambah dia mengaku di depan keluarga dan mantannya Kana, kalau ia adalah pacarnya Kana! Wow!
Alasannya karena Arif merasakan sakit hati yang dirasakan Kana, karena Arif pun pernah berada diposisi seperti Kana. Dikhianati oleh seseorang yang dia sayang.
Tapi kenapa Arif harus gelisah dan khawatir jika Kana tidak menghubunginya untuk bertanya-tanya seperti biasa? Tidak mungkin sandiwara singkat mereka memberikan percikan pada hati Arif yang belum move on, kan? Tidak mungkin juga pertengkaran konyol dalam interaksi antara mereka ternyata menciptakan getaran pada hati Arif, kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiky Mungil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Kana bergerak mundur, tentu saja, gadis itu pasti terkejut dengan ucapan Arif yang super mencenangkan jiwa. Kedua mata Kana sampai membulat sempurna.

"Dokter sehat?" tanya Kana.

Arif menghela napas. Kemudian menarik tangan Kana lagi, tapi Kana diam ditempat, sepertinya memang takut kalau Arif akan menciumnya.

"Saya nggak akan menciummu, oke? Sini, biar saya obati lukamu itu." katanya kemudian. Tapi Kana malah menatapnya penuh curiga.

"Hei, kenapa melihat saya seperti itu? Saya nggak akan menciummu, oke? Tadi hanya asal saja, karena kamu terus berbohong. Sini!"

Akhirnya Kana kembali pada posisinya tepat di depan Arif, membiarkan tangan Arif mengobati luka pada wajahnya.

"Katakan pada saya, siapa yang melakukan ini?"

"Kecelakaan kerja, Dok." Lagi-lagi jawaban Kana membuat Arif gemas ingin menggigitnya.

"Oke, kita ubah pertanyaannya. Apa yang kamu kerjakan semalam atau lebih tepatnya, apa pekerjaanmu setiap malam?"

"Eh?" Ekspresi wajah Kana pun berubah. "D-dari mana Dokter tau saya kerja malam?"

"Jadi benar kamu kerja malam? Dan wajahmu begini hasil dari pekerjaanmu? Jawab saya! Jawab yang jujur? Apa yang kamu kerjakan? Dimana kamu bekerja?!"

"Akh! Sakit Dok!" Kana meringis begitu merasakan tangan Arif yang mencengkram kuat pergelangan tangannya.

"Maaf, maaf!" Buru-buru Arif melepaskan cengkraman tangan itu. Sungguh, dia sendiri tidak menyadarinya. Tiba-tiba aja ada sebuah kemarahan yang menghantamnya.

"Katakan dengan jujur, Kana, apa pekerjaanmu sampai kamu harus bekerja malam-malam? Apa kurang gaji yang saya kasih? Bukannya kamu juga sudah kerja sebagai pengasuh bayi juga?" tanya Arif, kali ini jauh lebih tenang meski tetap terdengar ketegasan dalam nada suaranya.

"Saya... saya kerja di club." jawab Kana sambil menundukkan kepala, sampai dia tidak tahu bagaimana ekspresi keterkejutan muncul pada wajah tampan Arif.

"Club?!" Nada tinggi pun lolos dari bibir membuat Kana kembali mundur. Ia ketakutan. Ini bukan kali pertama Kana melihat Arif marah, tapi kali ini kemarahan Arif berbeda. Ada sorot kekecewaan dalam mata pria itu. "Apa kamu nggak memikirkan bapak, ibu dan adikmu? Bagaimana bisa kamu mengkhianati kepercayaan mereka! Apa selama ini kepolosanmu hanya topeng untuk menutupi dirimu yang sebenarnya? Hah? Jawab?!" Kali ini terdengar nada marah pada suara berat Arif.

"Ap-apa maksud dokter?" tanya Kana, ia bingung, sama sekali tidak mengerti dengan kemarahan yang meledak dari Arif. "Apa salah kalau saya bekerja sebagai-"

"Kamu masih tanya?!" Arif melotot. Tangannya meraih kedua lengan atas Kana. "Berapa mereka membayarmu? Jawab saya! Saya akan membelimu!"

"Saya bukan barang!" Kana akhirnya membalas ucapan-ucapan Arif yang semakin membuatnya tidak mengerti dan tidak masuk akal.

Ya, Arif sudah sangat kehilangan akalnya saat ini. Membayangkan Kana berada dalam pelukan laki-laki hidung belang, membiarkan mereka menikmati tubuh Kana, membayangkan Kana melayani mereka untuk mendapatkan bayaran yang mungkin saja memang Kana kumpulkan untuk membayar hutang keluarganya membuat Arif murka. Tapi, Arif sudah melunasinya. Dia bahkan tidak berniat untuk meminta keluarga Kana menggantinya. Dia ikhlas menolong Kana.

"Oh ya?! Kamu udah menjual belikan kehormatanmu!"

"Dokter ini ngomong apa sih?!" Kana berusaha mendorong dada bidang dan lebar, tapi Arif tetap mengunci lengan atas Kana.

"Kamu sudah menjual dirimu disana, Kana! Apa kamu masih mau mengelak juga? Jawab saya, berapa hargamu? Saya akan membelimu!"

"Apa?" Kedua mata Kana membeliak, kini dia baru menyadari apa yang terjadi. Arif telah salah paham pada dirinya. "Apa dokter pikir saya melacur disana?" Suara Kana sampai gemetar mengatakannya.

"Ayo kita lakukan seperti apa yang kamu lakukan setiap malam dengan orang-orang itu, saya bukan hanya membayarmu, tapi juga akan membelimu berapa pun hargamu!"

"Saya bukan barang!" Teriak Kana. "Dan Dokter salah paham, saya cuma-"

Detik berikutnya yang terjadi Kana tak lagi bisa meneruskan ucapannya lantaran Arif sudah mengunci bibir Kana dengan bibirnya. Ia mencium bibir Kana dengan kasar. Sangat kasar malah. Pikirannya sudah tertutupi kabut. Matanya menggelap. Ia semakin kehilangan akal sehatnya. Ia bahkan lupa saat ini bibir Kana sudah terluka. Tapi dia meneruskannya, ditambah aroma tubuh Kana semakin membuat Arif menggila.

Kana memberontak, ia mencoba memukul, mendorong, menendang, tapi tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Arif. Ia semakin panik, ketakuan, tubuhnya mulai gemetar, bayangan dan ingatan akan masa lalu membuat Kana pada akhirnya menangis ketakutan. Air mata dan suara isak Kana yang tertahan menyadarkan kegilaan Arif yang menguasai kewarasan pria itu.

Arif segera melepaskan pagutan kasarnya, penyesalan terpeta pada wajahnya begitu ia melihat bagaimana bibir Kana membengkak akibat ulahnya juga luka yang ada di sudut bibir itu. Air mata sudah membanjiri wajah ketakutan itu, bahkan tubuhnya bergetar hebat.

"Kana... saya... saya minta maaf, saya..."

"Saya bukan barang..." Sela Kana dengan suaranya yang bergetar di tengah isakannya. "Saya nggak melacur dimana pun. Dan pekerjaan saya di club hanya sebatas sebagai cleaning service."

"Apa?" Bagaikan disiram air sabun di tengah kerumunan orang-orang. Arif merasa malu sekali.

"Apa menyapu, mengepel dan mengelap meja-meja di mata Dokter termasuk pekerjaan yang menjual diri? Lalu apa bedanya dengan pekerjaan saya sebagai ART di sini?"

Arif bungkam. Kehilangan seluruh kepintarannya. Kehilangan seluruh kemampuan bicaranya.

Ia hendak ingin menyentuh Kana lagi, hanya untuk sekadar menenangkan tubuhnya yang bergemetar, tapi Kana menghindar. Matanya menatap Arif dengan penuh ketakutan juga kekecewaan yang menciutkan nyali Arif. Rasa bersalah menyerangnya dengan sangat bar-bar dan tanpa ampun. Sekuat apa pun dia mengutukki dirinya sendiri, tetap tidak bisa meredakan penyesalannya atas tindakannya yang kelewatan dan sudah pasti sangat menyakiti. Bukan hanya fisik, tapi juga perasaan Kana.

"Maaf, Kana, saya..."

Kana bangkit berdiri, ia langsung menuju dapur dimana tasnya berada. Dan gadis itu langsung keluar begitu saja dari apartemen Arif. Meninggalkan pria itu seorang diri dengan penyesalannya yang tak berujung.

Ah, sial!

Arif segera bangkit dan menyusul Kana keluar dari apartemennya, tepat saat pintu lift hendak tertutup, Arif menjulurkan tangannya, menghalangi pintu besi itu saling bertemu.

"Dokter mau apa lagi?" tanya Kana, tubuhnya mundur hingga punggungnya menempel pada dinding lift. Matanya memicing menatap Arif dengan sangat sinis.

"Maafkan saya...."

"Saya maafin, tapi sekarang saya ijin nggak kerja dulu, saya mau tenangin diri."

Arif mengangguk. Ia memberikan ijin, dia mengerti dengan ketakutan yang Kana alami sekarang. Tapi disisi lain dia juga tidak mau membuang waktu.

"Istirahatlah di tempat saya. Biar saya yang keluar."

Kening Kana berkerut dalam. Lalu ia menggeleng. "Nggak mau, saya masih takut sama dokter."

"Jangan! Please! Jangan takut sama saya." Pintu kembali bergerak, lagi-lagi tangan Arif dia gunakan sebagai penghalang.

Kana tetap menggeleng. "Saya butuh waktu untuk nggak ketemu dokter dulu."

"Maksud kamu? Kamu mau pergi? Nggak kerja lagi sama saya? Kamu mau tinggalin saya?"

"Mungkin." jawab Kana. Ia juga tidak tahu.Tapi yang pasti saat ini, dia hanya ingin menenangkan dirinya.

Arif menggelengkan kepalanya. Sekali lagi, tanganya menjadi penghalang pintu lift. Tangannya mulai memerah akibat menjadi penghalang dua pintu besi yang ingin bersama.

"Nggak bisa. Kamu nggak bisa pergi begitu saja dari saya." kata Arif, ia terdengar menyedihkan. Tapi dia menatap lurus mata Kana.

"Tapi saya nggak bisa kalau..."

"Maafkan saya soal tadi, sungguh, saya nggak ada maksud untuk bersikap kasar sama kamu apa lagi sampai seperti... tadi. Saya menggila. Saya marah membayangkan kamu dipukuli orang lain, membayangkan kamu harus berada dalam pelukan pria-pria hidung belang, membayangkan kamu bekerja seperti itu untuk mengumpulkan uang untuk membayar hutang... saya menggila, Kana. Saya nggak bisa."

"Dokter ini maunya apa sih?" tanya Kana.

"Mau saya?" Arif melangkah masuk ke dalam lift. Kali ini ia tidak lagi menjadi penghalang bagi dua pintu besi yang ingin bersama. "Menikah. Ayo kita menikah saja."

.

.

.

Bersambung ya~

1
Ulil Baba
/Grin//Grin//Proud//Grin//Grin//Facepalm/
Unhy MarTah027
Sumpahh Novel² Kaka bagus² smua dibacanya🥰 dan cerita yg ini aku ktawa trus stiap baca percakapan para tokoh²nya🤣🤣
Unhy MarTah027
Aaarhhhhggg co cweet bngt sih Mas Arif😫😍🤣🤣
apajalah
👏👏👏👏👍
apajalah
👍👍👍👍🍁🍁🍃🍂😊👏👏👏
apajalah
informasi baru nihh
maya ayu
hati2 thooorr jangan turun terus keburu ke toilet lho /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Woro Wardani
Luar biasa
reni oktavia
Lumayan
reni oktavia
Kecewa
Defi
meluncur thor
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
gue suka gaya kamu kana 👍🏻👍🏻😍😍😍😍❤❤🤭🤭🤭
wiwik
salah satu novel yg luar biasa..cerita runtut enak dibaca tata bahasa titik koma pas banget ringan buat hiburan pokok'y sip deh..makasih Thor sukses slalu👍💪🙏🙋
meilanyokey
kayaknya Kana Hamidin deh, sensitif Bae jadinya
meilanyokey
Kana hati2 Ama Alex ya jgn dikasih hati,cuekin aja okey
meilanyokey
ayolah Arif dan Kana ditunggu praktek langsung ya
meilanyokey
Alhamdulillah sahhhhhh.... happy wedding. . . .
meilanyokey
so sweat banget tuh Arif❤️❤️❤️❤️❤️👍
meilanyokey
ayolah Kana ,Arif dah gentle gitu loh
meilanyokey
terimakasih Arif gercep banget kamu ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!