NovelToon NovelToon
KODE MERAH: CINTA

KODE MERAH: CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Sci-Fi / Romantis
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ririma

Berciuman tidak diperbolehkan di dunia ini, apalagi berhubungan seks. Bayi dibuat oleh mesin dan cinta melanggar hukum. Tetapi sepasang kekasih saling jatuh cinta dan sang wanita hamil. Akankah mereka berhasil melarikan diri sebelum terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Tugas yang Dinantikan

"Memangnya... ada sesuatu yang menarik di dalam sini?"

Carson melemparkan pertanyaan itu kembali dengan nada suara yang diatur sedatar mungkin, seolah-olah dia hanyalah seorang teknisi data apatis yang bosan dengan pekerjaannya. Matanya tetap menatap lurus ke arah layar virtual, sementara jemarinya kembali mengetik beberapa baris kode perbaikan untuk menyamarkan ketegangannya.

Avnan tergelak, hampir saja tersedak jeli nutrisi yang sedang disedotnya. Ia memukul lututnya sendiri dengan santai. "Pertanyaan bagus! Maksudku, ayolah, Carson. Kita ini bekerja di Sektor Militer, jantung dari segala rahasia otoritas pusat. Kamu tahu sendiri kan, di luar sana warga sipil mengira tempat ini hanya basis pertahanan. Tapi setelah beberapa hari di sini, apa kamu tidak merasa ada yang aneh dengan tempat ini?"

Carson melirik Avnan dari sudut matanya, mendeteksi apakah ada nada jebakan dalam ucapan asisten profesor itu. "Fokusku hanya pada enkripsi data, Avnan. Aku tidak punya waktu untuk hal-hal tidak berguna seperti itu"

"Yah, kamu melewatkan banyak hal menarik kalau begitu," Avnan mengibaskan tangannya, merosot turun dari tepi meja, lalu menyeret sebuah kursi di dekat sana untuk duduk di sebelah Carson. Ia memajukan wajahnya, berbisik dengan ekspresi sok rahasia yang biasa ia gunakan. "Dua hari yang lalu, aku tidak sengaja melihat berkas milik Profesor Malikh. Tebak apa isinya? Anggaran untuk proyek bioteknologi kita ini ternyata diambil dari hasil pemangkasan alokasi gizi jeli nutrisi warga biasa seperti kita, tahu! Gila, kan? Mereka bikin kita semua kekurangan gizi demi mendanai eksperimen yang belum tentu berhasil ini!"

Carson tetap diam, jemarinya terus mengetik dengan ritme yang stabil. Di dalam hatinya, ia sama sekali tidak terkejut. Informasi tentang pemotongan gizi jeli nutrisi itu sudah lebih dulu ia ketahui dari dokter Vega. Namun, Carson memilih pura-pura bodoh, tidak menggubris ucapan itu demi keamanan dirinya.

Melihat Carson yang tak acuh, Avnan makin bersemangat. Ia mencondongkan tubuhnya lebih dekat lagi, suaranya mengecil tapi nadanya makin dramatis. "Bukan cuma itu, Carson! Aku punya teori sendiri setelah membaca beberapa patah kata dalam berkas laporan Profesor. Proyek ini... sepertinya bukan cuma soal ketahanan nasional. Jangan-jangan, otoritas militer sedang menciptakan sesuatu untuk membasmi seluruh warga yang membangkang aturan negara! Semacam racun massal yang disebar lewat udara, lalu boom! Para manusia yang membangkang itu langsung bersih dalam semalam!"

Analisis Avnan mulai melantur ke mana-mana, menjadi sebuah teori konspirasi liar khas orang yang terlalu banyak menghabiskan waktu di laboratorium yang sepi. Carson tidak menanggapi, fokusnya sepenuhnya terbagi pada sudut kanan bawah layar virtualnya.

Di layar tersembunyinya, bilah persentase pengunduhan bergerak cepat dalam senyap.

97%... 98%... 99%...

Selesai.

Kata itu meluncur begitu saja dari bibir Carson, memotong rentetan analisis liar Avnan yang baru saja akan membahas teori konspirasi tentang Proyek yang sedang mereka kerjakan.

"Eh? Apa?" Avnan tersentak, mengerutkan keningnya bingung. "Apanya yang selesai? Ceritaku baru mulai masuk ke bagian paling seru, loh!"

Carson menyapu layar virtualnya dengan satu gerakan tegas. Grafik merah yang memuat pesan eror sistem seketika lenyap, digantikan oleh baris kode hijau solid yang terkunci rapat dengan logo otoritas militer yang berpendar statis. Tampilan itu menandakan bahwa seluruh anomali enkripsi server utama telah kembali normal.

Tentu saja, selesai yang dimaksud di dalam hati Carson memiliki arti yang sepenuhnya berbeda. Selesai disini berarti bahwa seluruh informasi yang tersimpan dalam server telah selesai disalin dan diselundupkan masuk ke dalam ruang penyimpanan server pribadi Carson.

"Sistemnya," jawab Carson sambil melonggarkan leher jaketnya, mengembuskan napas panjang seolah-olah dia baru saja menyelesaikan tugas paling melelahkan di dunia. "Anomali enkripsinya sudah bersih. Semua jalur data sudah kembali normal dan terkunci sesuai standar yang diminta Profesor Malikh."

Avnan melompat dari kursinya, matanya membelalak tidak percaya menatap layar hijau di hadapan mereka. Ia menepuk pundak Carson dengan sangat keras hingga menimbulkan bunyi yang menggema di ruang server. "Kamu serius?! Aku kira itu akan memakan waktu beberapa hari lagi. Ternyata kamu memang benar-benar jenius ya!"

"Jangan berlebihan. Ini hanya soal ketelitian membaca logika kodenya," kilah Carson, bangkit berdiri dari kursinya dan mulai mengemas perangkat tablet pribadinya ke dalam ransel.

"Kamu mau kemana? Mau ke ruangan Profesor?" tanya Avnan, ekspresinya mendadak berubah agak ngeri saat mengingat wajah sang kepala riset.

Carson menyampirkan ranselnya di bahu. "Iya, kamu tidak ikut?" tanya balik Carson karena melihat Avnan hanya diam di tempat.

Avnan langsung menggelengkan kepalanya cepat dengan raut wajah panik yang jenaka. "Oh, tidak, tidak, terima kasih! Aku ada janji... memeriksa inkubator sel di Ruang Uji Fase Satu. Benar! Sel-sel itu bisa mati kalau aku terlambat memberi cairan nutrisi. Kamu saja yang ke sana, Carson. Berkas laporannya kan ada di tabletmu. Lagipula, berdua saja dengan Profesor di dalam ruangan pengap itu bisa mengurangi sisa umurku hingga lima tahun. Semoga beruntung!"

Tanpa menunggu balasan Carson, pria berambut keriting acak-acakan itu langsung berbalik arah dan berjalan cepat keluar ruangan, meninggalkan Carson yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah asisten profesor yang unik itu.

...***...

Carson mengetuk pintu kayu tebal di ujung lorong lantai dua sebanyak tiga kali.

"Masuk."

Suara berat dan pelan dari dalam ruangan langsung menyambutnya. Carson mendorong pintu, melangkah masuk ke dalam ruangan bernuansa klasik yang sunyi itu. Profesor Malikh masih duduk di posisi yang sama seperti beberapa hari lalu, dikelilingi oleh tumpukan buku fisik dan dokumen kertas.

"Profesor," Carson membungkuk hormat, lalu meletakkan tablet digitalnya di atas meja kerja yang bersih. "Perbaikan sistem enkripsi pada server utama telah selesai dilakukan. Seluruh struktur data sudah diamankan dan anomali pada enkripsi data sudah dipulihkan."

Profesor Malikh tidak langsung menyentuh tablet itu. Ia menatap Carson lekat-lekat dengan mata tuanya yang tajam dan sedingin es, seolah sedang menguliti isi kepala pemuda di hadapannya untuk mencari kebohongan. Carson mempertahankan ekspresi tenang dan profesionalnya tanpa berkedip.

Setelah beberapa detik yang menegangkan, Profesor Malikh meraih tablet tersebut, menggeser layarnya dengan jari telunjuknya, memeriksa laporan teknis dan grafik keamanan yang disajikan Carson.

"Bersih," gumam Profesor Malikh pelan, ada sedikit nada kepuasan yang sangat tipis dalam suaranya yang datar. Ia meletakkan kembali tablet itu ke meja. "Direktur Utama tidak salah menilaimu. Kemampuanmu jauh melampaui teknisi yang dikirimkan otoritas pusat."

"Terima kasih, Profesor. Saya hanya menjalankan kewajiban saya," jawab Carson formal.

Profesor Malikh bersandar pada kursi kerjanya, menopang dagu dengan kedua tangan yang saling bertautan. "Sistem sudah aman, itu artinya tugas utamamu di balik layar komputer sebenarnya sudah selesai. Kamu bisa saja kembali ke kubikel membosankanmu di Laboratorium Pusat mulai besok."

Jantung Carson berdegup satu kali lebih cepat. Ini adalah momen krusial. Jika dia dipulangkan sekarang, semua data yang baru saja dicurinya akan menjadi tidak berguna karena dia kehilangan akses ke tempat ini.

Namun, Profesor Malikh belum selesai bicara.

"Tapi, aku tidak suka menyia-nyiakan aset yang berguna sepertimu," lanjut Profesor Malikh, matanya menyipit penuh perhitungan. "Direktur Utama sejak awal sudah memintaku untuk melibatkanmu langsung dalam proses pembuatan dan pengembangan senjata bioteknologi militer ini. Jujur saja, awalnya aku menolak. Aku tidak suka ada orang asing yang mencampuri proyekku sebelum aku tahu pasti di mana loyalitas dan batas kemampuannya."

Profesor Malikh mengetuk meja dengan ujung jarinya, menimbulkan bunyi ketukan konstan yang memecah keheningan ruangan. "Namun, melihat hasil kerjamu dan bagaimana kamu menjaga sikapmu selama beberapa hari ke belakang ini... aku memutuskan untuk memberikan izin."

Sang Profesor mengambil sebuah kartu akses perak dari dalam laci mejanya dan mendorongnya ke arah Carson.

"Mulai besok, kamu resmi dipindahkan ke tim inti. Kartu ini akan memberimu akses penuh ke seluruh ruangan yang ada dalam laboratorium ini, termasuk ruang penyimpanan spesimen organik. Aku harap ketelitianmu di depan komputer bisa diterapkan dengan baik saat kita mulai merakit komponen biologisnya."

Mendengar hal itu, Carson tidak perlu berpikir dua kali. Di balik wajahnya yang tetap tenang dan patuh, ia tahu ini adalah tiket emas yang luar biasa. Kapan lagi ia bisa mendapatkan kesempatan seperti ini? Dengan akses penuh ini, ia tidak perlu lagi memutar otak atau mengambil risiko besar hanya untuk menyelundupkan sampel bahan-bahan organik yang diidamkan oleh Nezha. Semua yang ia cari kini berada di balik pintu-pintu yang bisa dibuka oleh kartu di tangannya.

Carson mengulurkan tangan, mengambil kartu perak tersebut dan membungkuk hormat. "Terima kasih atas kepercayaan Anda, Profesor. Saya tidak akan mengecewakan Anda maupun Direktur Utama."

1
Rudy satria
kapan avnan di rekrut jadi anggota tim cari jalan kapur carson,jangan lama²😅
Rudy satria
semoga carson bisa menemukan jalan keluar,supaya kita bisa ketemu emm tapi kalo udah keluar jangn ke negara Konoha ya carson pemerintah nya sama,sama² menindas rakyat🤭🤭
ririma: waduh, kayaknya carson juga bakal mikir dua kali kalau mau pindah ke sana kak😅
total 1 replies
Firmahadi
izin mampir bg
Rudy satria
mudah²n kalo
i ini panglima berbuat baik
Rudy satria
semakin kuat kalo avnan mau di ajak gabung,hancurkan negara yang memiliki peraturan di luar loh 😅😅😅
Rudy satria
iiih ternyata teman👏👏
ririma: yeayy👏🏻
total 1 replies
kabur ke luar negeri aja🤭
berati udah gak ada lagi hiburan model gituan, hambar banget idupnya, apa maen sendiri juga bakal kena pasal?🤭
berati orang-orang di sini gadak yang nikah juga kah?
ririma: yap,,
total 1 replies
jadi buron dong ya
ririma: iya kalau ketahuan tapi kak, untungnya sejauh ini masih aman kak
total 1 replies
wkwk, baru juga pembukaan🤭
halo kak, aku mampir🤭
Rudy satria
nah bylla itu penuh misteri yang tak terduga,mudah²n si dia kekasih avnan,mereka berempat kalo bersatu bisa semakin kuat dan mungkin mereka bisa menembus pertahanan pemerintah
Rudy satria
mudah²n si itu bylla,dan juga mudah²n bylla mendukung dan tidak menangkap Nessa+carson
Rudy satria
👏👏🥳🥳keren, sebelum nya saya slalu baca yang retingnya sudah tinggi atau pembacanya banyak itu di pastikan bagus,nggk sengaja ngeklik novel yang mungkin author nya baru merintis sungguh karyamu keren Thor semoga saya bisa ngawal sampai kamu sukses,saya yakin dengan cerita yang rumit saja bisa di pahami saya yakin kamu bakal sukses semangat terus Thor🥰🥰🥰🥰
ririma: maaf kak, irl lagi sibuk soalnya, sekarang uda up kok, bisa langsung di cek yaa😊
total 3 replies
Rudy satria
benar² pejabat yang kurang teliti pantes gampang di tipu,selamat carson semoga bisa dapat jalan keluar👏👏
Rudy satria
astaghfirullah ikut deg,deg,degan aku,untung komandan militernya masih keturunan Konoha jadi bisa di tipu😅😅😅
Rudy satria
apakah panglima,beneran percaya atau malah sudah menuju apartemen carson
Devi..
seru dan unik ceritaanya thor..semoha bisa berlanjut smpai selesai ceritanya😊
ririma: terima kasih banyak kak🥰, aamiin semoga ya kak
total 1 replies
Devi..
serius kyk d konoho TNI.nya diistimewakan..😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!