~NOVEL KE 15~
Nama ku Myrtle. Aku telah jadi yatim piatu sejak masih bayi. Kemudian aku ikut tinggal di rumah sepupu ibu ku dan menjadi bagian dalam keluarga nya.
Sebuah tragedi kemudian terjadi pada keluarga sepupu ibu ku itu. Hampir semua anggota keluarganya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Hanya menyisakan Sang Sulung, Rayn Millard seorang saja.
Sejak itulah Aku tinggal berdua dalam asuhan Kak Rayn. Sampai kemudian aku menyadari rahasia tersembunyi terkait Rayn.
Bahwa sebenarnya, kakak sepupu ku itu ternyata adalah vampir!
Bagaimana kelanjutan hidup ku setelahnya?
Haruskah aku tetap hidup bersama Rayn, atau pergi sejauh-jauhnya?
Bagaimana juga kehidupan ku bersama Ray nanti, bila sosok wanita vampir lain muncul dan mengaku sebagai pemilik Rayn? Wanita yang telah mengubah Rayn menjadi seorang vampir..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana
Dan akhirnya, tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Tiga pekan berlalu sudah. Dan hari pernikahan antara Kak Rayn dengan Kak Cisella pun akhirnya tiba jua.
Pesta pernikahan ini berlangsung di istana milik Kak Rayn. Itu adalah permintaan Kak Rayn sendiri kepada Kak Cisella.
Menghadapi hari ini, sebenarnya aku merasa hati ku jadi tercampur aduk. Bagaimana bisa tidak? Karena di pesta kali ini, aku akan kembali berada di sekumpulan para vampir lagi.
Acara yang digelar pada malam hari ini memang hanya mengundang tamu dari kalangan vampir saja. Karena pesta untuk manusia nya baru akan digelar sepekan kemudian. Seperti itulah memnag biasanya prosesi pernikahan di antara dua vampir.
"Myrtle.. aku sebenarnya sangat menyayangkan karena aku tak meninta mu menjadi Bridesmaids ku. Tapi, ku kira akan lebih jika aku membiarkan mu bebas semau ku di pesta ini bukan? Yah.. siapa tahu kau mungkin ingin menangis sendirian di pojokan nanti! Hihihihihi!!"
Kak Cisella terkekeh geli meledek ku. Begitu juga tiga Bridesmaids nya yang cantii-cantik itu.
Tadinya aku tak ingin memenuhi panggilan Kak Cisella untuk menemuinya di ruang ganti untuk pengantin ini. Tapi, karena penasaran pada apa yang ingin dikatakan olehnya, jadi aku pun memberanikan diri untuk pergi ke sini.
'Ternyata dia cuma mau meledek ku doang! Dasar vampiree jahat! Lihat saja nanti! Hadiah yang sudha aku fan Kak Rayn persiapkan untuk mu hari ini!' gumam ku dalam hati.
(Vampiree adalah nama panggilan khusus untuk vampir perempuan)
"Sudah ngomongnya? Kalau gitu, aku pergi dulu ya! Berada di sini lama-lama membuat ku merasa mual,"
Aku lalu berpura-pura mendengus sesuatu.
"Hmm.. Tidakkah kalian mencium bau busuk di sini? Bau nya terasa sangat menyengat! Hoek.. pingin muntah deh!"
"Kirang ajar kau, Bocah!"
Aku tak menggubris ucapan Kak Cisella lagi. Karena detik berikutnya aku langsung berbalik dan hendak keluar dari ruangan tersebut.
Akan tetapi ku dengar kemudian suara Kak Cisella berteriak marah.
"Tunggu Myrtle! Siapa suruh kau pergi sekarang?! Bora! Ticky! tahan dia!"
Detik berikutnya, dua vampiree yang tadi berdiri di dekat Kak Cisella tiba-tiba saja melompat dan menahan lengan ku. Sayangnya mereka jelas kalah saing melawan ku. Karena saat ini. aku jauh lebih kuat dibanding mereka berdua yang sepertinya telah lama menjadi vampir.
Maklum saja. Aku kan baru menjadi vampir akhir-akhir ini. Jadi jelas, secara kekuatan, aku lebih kuat dari mereka.
Dua vampir wanita itu dengan mudahnya ku lempar jatuh. Sehingga keduanya langsung tersungkur jatuh ke atas lantai.
Brak!!
"Aduh!!"
"Sial!" Kak Cisella mengumpat kesal kala melihat bawahannya bisa ku bereskan.
"Sudah dulu ya. Aku harus pergi sekarang ini. Aku benar-benar mau muntah kalau kelamaan di sini.. Bye semua!"
Tepat saat ku ucapkan itu, tiba-tiba saja pintu terbuka. Dan di luar pintu, tampak sesosok vampir lelaki bule yang amat ku kenal baik.
"Andrew! Bagus sekali! You came in the right time! Catch her now! (Kamu datang di waktu yang sangat tepat! Cepat tangkap dia!)"
Kak Cisella meneriakkan titah nya kepada Andrew sambil menunjuk ke arah ku.
Sekejap, aku dan Andrew saling bersitatap. Tapi itu hanya sepersekian detik saja.
Selanjutnya tanpa berkata apa-apa lagi, lelaki tersebut langsung saja menahan kedua tangan ku di belakang. Lalu ia mengikatnya dengan sebuah rantai yang sudha dipersiapkan oleh Kak Cisella di kamar itu.
Sepanjang Andrew mengikat tangan ku, aku tak mengatakan apa-apa. Pikiran ku terlalu penuh oleh beragam asumsi yang ada.
Misal seperti,
'Dari mana Andrew tahu kalau aku pergi ke sini? Apa itu berarti Kak Rayn juga tahu? Dia mengkhawatirkan ku?'
"Nah. Sekarang, kau jaga wanita ini di sini ya, Andy! Jangan biarkan dia lepas! Ingat dnegan janji yang sudah kita buat! Bila kau melakukan tugas mu dengan baik, maka aku akan memenuhi janji ku pada mu!"
Andrew kemudian menyahut, "Okay, Sis!".
Setelahnya, Kak Cisella beserta tiga kroni jahat nya pun pergi dari ruang ganti tersebut. Karena pesta akan segera dimulai. Tinggal lah aku dan Andrew berdua saja sekarang.
Setelah beberapa menit berlalu, aku akhirnya berkata padanya.
"Do you think, they already go away now? ( Menurut mu, apa mereka sudah jauh sekarang?)" tanya ku pada Andrew.
"I think so. Do you want me to untie your hand now? (Ku pikir begitu. Mau ku lepaskan sekarang ikatannya?)" tanya Andrew dengan sopan.
"Hmm.. may you do please? But, seriously, And. I really am shocked when i see you stand in front of the door back then! Do you came here because of Cisella called you or..??" tanyaku sambil lalu.
(Hmm.. boleh. Tapi serius deh, And. Myrtle tuh tadi kaget banget lho pas lihat Andrew muncul di pintu! Kamu ke sini karena dipanggil Kak Cisella juga kah?)
"No, Myr. it's just a coincidence. i saw you when you're going with her friend back then. I'm worried.. How if she did something awful to you..?"
(Bukan. Aku tadi gak sengaja lihat pas kamu pergi sama salah satu kenalan Kak Cisella. Aku khawatir aja.. Takutnya kamu nanti diapa-apain kan?)
"Waahh.. So thank you, And! But really.. Even if you don't come, i'm sure that i could do my self. I mean.. I'm rather new than them being a vampire, right?"
(Waahh.. Makasih ya, And.. Tapi sebenarnya kalaupun kmu gak datang juga aku bakalan baik-baik aja kok! Aku kan vampir baru, bila dibandingkan mereka. Iya. kan?)
"You're being too confident, Myr! (Kamu terlalu pede. Myr!"
Dan kami pun saling bertukar senyum.
Setelag tangan ku kembali terbebas, aku berkata lagi pada Andrew.
"So, we go now, And? (Jadi, kita pergi sekarang kah, And?)"
"As you want. Miss.. I'm sure. You can't wait to crack the party tonight. huh? (Terserah kamu, Nona.. Aku yakin. kanu udah gak sabar untuk mengacaukan pesta malam ini kan?)"
"Hahaha!! You really know ne, And.. Calm down.. You'll be the star of the party tonight. So brave your self, okay?!"
(Hahaha!! Kamu sangat mengenal ku, And.. Tenang saja.. Kamu lah yang akan menjadi bintang nya pesta di malam ini. Jadi beranikan diri mu ya!)
Andrew tak menyahut ucapan ku lagi. Ia hanya memberikan ku senyuman tipis saja.
Menyadari kalau ia mungkin merasa sedikit gugup tentang apa yang akan kami lakukan malam ini, aku oun menyemangati nya dengan kalimat penghiburan lagi.
"Don't worry, And. All is well.. (Jangan khawatir, And.. semua akan baik-baik saja..)"
"Yeah.. surely.."
***
PaMud Mampir
PaMud Papa Muda mampir
Ry Benci Pakpol Mampir