NovelToon NovelToon
BUKAN DARAH PERAWAN

BUKAN DARAH PERAWAN

Status: tamat
Genre:Anak Haram Sang Istri / Tamat
Popularitas:363.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anarita

Perempuan mana yang tidak bahagia mempunyai suami baik, mapan, dan kaya raya? Itulah yang yang dirasakan Namira di hari pertama pernikahannya.


Awalnya semua berjalan lancar. Namun, fakta mengejutkan membuat Namira harus mengubur jauh-jauh harapan itu.


Jatah Mantan!


Itulah trend masa kini, dimana Namira harus memberikan jatah kepada mantan untuk menutupi aibnya di masa lalu, dan tepat di malam pertama, Namira baru mengetahui kalau kesalahan bodohnya menghasilkan setitik nyawa di dalam perut.

Bagaimanakah reaksi suami Namira saat mengetahui hal itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anarita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Keluar Rumah

Pagi harinya lagi, Namira sengaja berkebun untuk memastikan sendiri apakah ada mata-mata yang menyelidiki tentangnya atau tidak.

Dan benar dugaan ayahnya, sekitar satu jam Namira di luar, ada tiga kali mobil yang sama lewat di depan rumahnya. Anehnya mobil itu sesekali berhenti dan tampak memotret-motret sesuatu.

"Sebenarnya siapa yang memata-mataiku, apakah itu Ivan? Atau jangan-jangan?"

Kepalanya secepat menggeng.

"Tidak mungkin. Tidak mungkin Mas Saga punya pikiran untuk memata-mataiku." Bulu matanya bergetar ragu "Tapi kalau benar gimana ...." Namira kembali dirundung keraguan. Ia pun memutuskan untuk menghubungi sang Ayah untuk meredam sedikit kekhawatirannya. Ia juga ingin mengabari soal ini pada Ayahnya.

"Ayah, sepertinya aku belum bisa ke sana. Mata-mata yang Ayah ceritakan kemarin ternyata benar. Dia memang sengaja mengintaiku," ucap Namira.

Rumah yang mereka tempati sekarang adalah rumah mewah tanpa pagar. Mobil bebas lalu lalang di area situ, jadi tak sulit untuk mata-mata itu menyelidiki gerak-gerik Namira.

"Kalau begitu jangan kemana-mana dulu, Namira. Ikuti intruksi Ayah. Di sini Ayah sedang menyiapkan rencana untuk kabur. Pokoknya saat kamu pergi nanti Ayah tidak mau kamu kesusahan apalagi sampai tidak punya tempat tinggal," ucap Ayah di ujung sana.

"Baik, Yah, aku paham!"

Namira pun segera mematikan panggilan. Dia beralih menghubungi Ivan. Ia penasaran mata-mata itu orang suruhan Ivan atau bukan.

"Hallo, Sayang. Ada apa?" Dari ujung sana Ivan menyahut dengan bangga saat panggilan itu terhubung. Namira rasanya ingin muntah. Tapi ia coba tahan demi sebuah tujuan.

"Aku mau tanya sesuatu padamu."

"Tanya saja Darling." Ivan menjawab santai dan sok perhatian. Membuat perut Namira tiba-tiba mual mendengar ucapan itu.

Terdengar Namira menarik napas panjang sebelum bicara. "Lansung ke intinya saja. Apa beberapa ini kau menyewa orang untuk memata-mataiku?"

"Tidak."

"Kau jangan bohong Ivan." Namira menyergah yang terdengar seperti tuduhan di telinga Ivan.

"Untuk apa aku menyewa mata-mata. Jika aku kangen aku bisa langsung mendatangi dirimu. Simpel, dan tentunya lebih gampang. Iya, 'kan?"

"Hemmm. Terserah kau saja mau ngomong apa. Yang jelas aku tidak akan tinggal diam jika kau berbuat macam-macam." Dia langsung menutup panggilan telepon. Napas Namira dibuat naik turun hanya karena mendengar suara Ivan yang menyebalkan.

"Kalau bukan Ivan, lalu siapa yang melakukannya?"

Naluri di otak Namira mulai pindah haluan. Mungkin itu Saga yang melakukannya?

Kepalanya dipenuhi tanda tanya tanpa jawaban. Namira pun memutuskan pergi ke dapur untuk membuat makan siang. Dengan memasak pikirannya yang tidak karuan akan sedikit berkurang.

Untuk mengurangi pikiran dia sengaja masak banyak. Dia pun mengirim beberapa makanan buatanya ke kantor Saga.

Namira harap ini adalah kali terakhirnya dia mengirim makanan. Untuk hari selanjutnya Namira berharap ia sudah menemukan tempat tinggal baru.

*

*

*

Sementara di sisi lain, Saga sangat frustrasi karena mata-mata itu bilang Namira tak pernah keluar rumah sedikit pun. Dia juga memberi tahu kalau Namira tak punya tamu aneh-aneh selama di rumah. Satu-satunya orang yang datang menemui Namira hanyalah ayah kandungnya. Itu bukanlah hal yang patut untuk dicurigai menurut Saga.

"Bagaimana, Tuan? Apa tidak sebaiknya kit sadap saja ponselnya?"

"Jangan dulu. Aku masih berusaha percaya pada anak itu."

"Tapi, Tuan."

"Turuti saja kata-kataku, Damar. Aku sedang tidak ingin berdebat hari ini. Dan kalau kau tidak ada urusan penting lebih baik pergi saja. Aku ingin sendiri."

"Hm, baiklah Tuan. Saya mengerti." Damar pun keluar dari ruangan Saga dengan wajah lesu.

Tak lama kemudian resepsionis Saga tampak meminta izin untuk masuk. Dia membawa dua kantung besar makanan yang dikirim oleh Namira.

"Permisi, Tuan. Anda mendapat kiriman makanan dari istri Anda."

"Taroh saja di meja," ucap Saga. Resepsionis itu menuruti perintah Saga. Dia berlalu setelah pamit untuk kerja lagi.

Saga mendekat. Ia cukup terkejut melihat aneka makanan yang ada di kantung kain itu.

"Banyak sekali. Apa dia gila?" gumamnya.

Yang lebih heran lagi, semua makanan itu adalah adalah makanan favorinya. Seolah Namira sengaja membuat itu karena ada perayaan tertentu.

"Ada acara apa Namira memasak sebanyak ini? Perasaan tidak ada yang spesial dengan hari ini," gumam lelaki itu lagi.

Pikiran Saga dipenuhi tanda tanya besar.

1
Maryami
cepat kali tanat thor, maunya bisa km nikmati jevahagiaan saga dan namira, mereka baikan, lsg tamat
Maryami
luas kali hatimu saga, tulus, aku sukaaaaa
Maryami
ya Allah ya rab🫢🫢🫢🫢
Maryami
capek aku thor
Maryami
berat kali kompliknya thor
Maryami
jasihan juga sinamira
Maryami
kasihan saga
Maryami
kok aku lebih kasihan kesaga ya
Maryami
kasihan bamira, juga saga
Maryami
rmh tangga tak sehat
Maryami
makanya namira maunya jujur, maaf ator yg punya kuasa
Maryami
kasihan saga
Maryami
ya Allah ya rab, nangus aku
Maryami
aku binging thorrrrrr
Maryami
bingunggggg
Maryami
😭😭😭😭😭😭😭😭💔
Maryami
🫢🫢🫢💗🫢💗💗🫢💗💗🫢🫢🫢🫢🫢🫢
Maryami
awal ug menyedihkan
Maryami
😥😥😥😢😢😢
Maryami
kasihan saga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!