renata setiap hari menjalani kehidupan asrama yang biasa biasa saja sampai suatu saat bertemu seseorang yang mengubah kehidupannya jadi indah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Beberapa hari berlalu Vino sudah akan kembali.
Di bandara Renata memeluk Vino dengan sedih.
"Setiap bulan aku akan ke sini, jadi jangan sedih begini" ucap Vino saat memegang lembut wajah Renata
"Iya, janji ya" ucap Renata
"Janji, rasanya aku tidak ingin pergi meninggalkanmu sendiri, tapi mau bagaimana lagi aku sudah lama meninggalkan pekerjaan di sana kasian juga Papa" kata Vino
"Saat sampai langsung telpon ya" kata Renata
"Iya pasti, pesawatnya akan berangkat, aku pergi dulu" kata Vino
Vino mencium kening Renata
"Aku mencintaimu'' ucap Vino
"Aku juga" kata Renata
"O ya aku baru ingat, waktu itu Rianty menitipkan ini untukmu" ucap Vino saat menunjukkan jam tangan.
Renata melihat jam tangannya, Vino memasangnya di tangan Renata.
Renata tersenyum melihatnya.
"Walau lagi kesal jangan sembarangan membuangnya lagi ya!" ucap Vino
Renata mengangguk
Vino melambaikan tangan
Rasanya gak bisa ninggalin kamu walau sebentar batin Vino
Rasanya gak bisa jauh dari kamu tapi keadaan memaksa kita berpisah batin Renata
Renata melihat jam tangannya dan menciumnya bahagia.
Vino dijemput Tio di bandara, mereka langsung berangkat menuju kantor.
Mereka sampai di perusahaan, semua pegawai menunduk.
Pegawai-pegawai berbisik.
"Sepertinya Direktur sedang bahagia pulang dari liburan" ucap salah satu pegawai.
"Kan dia menikah di sana, jelas dia lagi bahagia" kata pegawai lainnya
"Pasti Mbak Rianty jadi wanita terbahagia sekarang" kata pegawai satunya.
"Bukan sama Mbak Rianty menikahnya tapi sama adiknya yang baru lulus SMA itu, gosipnya mereka sudah kenal sebelum Mbak Rianty dijodohkan sama Direktur" ucap pegawai itu
"Cinta yang rumit tapi bagus juga sih sekarang suasana kantor gak kaku lagi, Direkturnya lagi bahagia sekarang" ucap pegawai satunya
Vino berjalan masuk keruangannya
"Tio terima kasih sudah mengurus semuanya saat saya pergi" ucap Vino
"Itu kewajiban saya sebagai asisten khusus" kata Tio
"Apa Papa sering datang?" tanya Vino
"Sesekali" jawab Tio
"Kau boleh pergi sekarang" kata Vino
Tio menunduk pergi
Saat menutup pintu Tio melihat Vino tersenyum saat ingin menelpon, Tio ikut tersenyum melihat tingkah bosnya.
Vino menelpon Renata dengan bahagia mengabarkan sudah sampai dan lagi di kantor.
Jauh di sana Renata juga sudah di kampus bersama Yuda.
Yuda tersenyum melihat Renata bahagia,
mereka mematikan ponsel masing-masing,
Renata dan Yuda berjalan masuk keruangan kelas.
Vino berdiri di jendela kantornya
Tunggu saat kau lulus kita akan bersama setiap hari batin Vino
Vino memegang kacanya
Aku berharap kau bukan anak ABG yang baru jatuh cinta dan semoga kau tidak bosan dengan cinta kita ini batin Vino
Vino pulang ke rumah disambut Intan dan Winata dengan beratus pertanyaan.
Vino tersenyum
"Intinya saat ini aku lagi bahagia, jadi pertanyaannya besok-besok baru aku jawab, dan pertanyaan terakhir di jawab sekarang, kami tidak akan menunda punya anak karna Renata bisa mengurus anak sambil kuliah," ucap Vino
"Benarkah? ini sangat bagus Mama berharap bisa cepat punya Cucu" kata Intan antusias
"Jangan buru-buru juga, Renata masih muda, sulit untuknya mengurus anak" ucap Winata
Vino langsung naik ke atas dan membiarkan kedua orang tuanya bicara.
Di kamar Vino tersenyum bahagia melihat foto mereka.
Akhirnya aku berhasil mendapatkanmu, sekarang kau milikku dan untuk selamanya tetap milikku batin Vino
Vino membelai foto mereka dengan lembut dan langsung meletakkannya di meja.
Tunggu beberapa tahun lagi kau seutuhnya jadi milikku dan akan selalu di sampingku batin Vino
Vino langsung pergi mandi dan setelah mandi Vino menelpon Renata lagi.
"Apa sudah makan malam?" tanya Renata saat mengangkat telpon
"Belum lapar, kalau kau?" tanya Vino
"Sudah, gak ada kamu makanannya jadi kurang enak," ucap Renata
"Ada-ada saja" kata Vino
"Malam ini harus tidur sendiri rasanya jadi aneh" ucap Renata
"Nanti juga terbiasa, tenang saja ini hanya beberapa tahun, kita harus bersabar demi masa depan kita," ucap Vino
"Ya kau benar, kita harus berkorban supaya bisa bahagia di masa depan" kata Renata
"Tapi kau tidak menyesal kan menikah denganku?" tanya Vino
"Menyesal karna apa? tidak ada di dirimu yang patut disesalkan, kau pria sempurna banyak yang akan iri denganku karna bisa mendapatkanmu" ucap Renata sambil tertawa
"Banyak juga yang akan iri padaku karna aku mendapatkan istri seperti kamu terutama Boy" kata Vino
"Ya, ya, ya benar, ya sudah tutup telponnya, cepat makan jangan terlalu malam tidurnya" kata Renata masih sambil tertawa
"Iya sayang tutup dulu, bye" ucap Vino sambil mematikan ponselnya.
Mampir thor nyimak..
padahal Vino dan Pandu orang yg sama, ih seru.
yg saya penasaran, apa motif Pandu nyamar dan sekolah coba?
perhatikan perbedaan waktunya ya.