Zuyyina Al Humaira seorang gadis cantik nan imut yang terlahir dari keluaga sederhana.
Sang ayah yang hanya bekerja sebagai seorang petani hanya mengandalkan dari hasil kebunnya untuk kehidupan sehari-hari.
Dia mempunyai tekat yang kuat untuk memperdalam ilmu agamanya di pesantren DARUL QUR'AN.
Dengan kebaikan sang ummi mau menerima Zuyyina di pesantrennya.
Akankah Zuyyina mampu menjalani hari-harinya sang sangat di sibukkan dengan kegiatan-kegiatan pesantren.
Bagaimanakah kisah cinta Zuyyin yang jatuh hati dengan seorang anak dari putra yai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐀❣️𝐅, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
☘️☘️☘️☘️☘️
"Bie aku pesen 2 lagi ya di bawa pulang!" Sambil mengerlingkan matanya.
Ahirnya zuyyin pun memesan 2 bungkus lagi untuk di bawa pulang dan di makan bersama Adzkiya dan Zahra.
Setelah dirasa cukup keduanya pun melanjutkan jalan-jalannya lagi dan tak lupa membeli martabak telur kesukaan Abah.
Keduanya pun kini berjalan menuju ke mobil dimana tadi Gus Atha memarkirkan kendaraannya yang tak jauh dari tempat tadi mereka duduk.
Setelah sampai Gus Atha pun membukakan pintu mobilnya terlebih dahulu untuk Zuyyin. Kemudian Gus Atha pun berlari kecil mengitari mobilnya.
Gus Atha pun mendudukkan dirinya di balik kemudi mobil dan tak lupa memakai seat belt nya.
"Sayang udah di pakai belom sabuk pengamannya"
"Udah bie,"
Setelah di rasa nyaman Gus Atha pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk membelah jalanan ibu kota yang sangat ramai lancar.
Lampu hias di sepanjang jalan pulang pun sudah mulai di nyalakan.
"Kita mampir kemana sayang?" Tanya Gus Atha sambil sibuk memutar setirnya.
"Udah bie, pulang saja," ucap Zuyyin memperhatikan jalanan sisi kirinya.
Keduanya pun sibuk dengan pikiran masing-masing. Tak sengaja Zuyyin melihat penjual penyetan pun menyuruh Gus Atha berhenti.
"Bie berhenti di depan," ucap Zuyyin sambil menunjukkan jarinya ke arah tenda biru yang berada di sisi kiri jalan.
Gus atha pun memarkirkan mobilnya terlebih dahulu yang tak jauh dari warung lesehan.
"Kita makan disini apa di bawa pulang sayang?" Tanya Gus Atha setelah mematikan mesin mobilnya.
"Makan disini bolehkah?" Zuyyin yang di tanya malah membalikkan pertanyaan kepada Gus Atha.
"Boleh sayang" ucap Gus Atha Sambil sengusap pucuk kepala Zuyyin yang terbalut kerudung pashmina nya.
Keduanya pun turun dari kendaraannya langsung berjalan menuju ke tempat penjual penyetan.
"Mau pesen apa sayang?" tanya Gus Atha memastikan pesanannya sesuai keinginan Zuyyin.
"Bebek goreng aja bie yang paha ya, sama minta kepalanya juga ya," ucap Zuyyin memastikannya.
Gus Atha pun memesan 2 porsi yang sama dengan Zuyyin.
"Pak bebek gorengnya 2 porsiya makan sini tambah kepalanya dua" ucap Gus atha.
"Minumnya apa mas?" Tanya mas penjual penyetan.
"Jeruk peras hangat saja mas," jawab Gus Atha.
"Iya mas tunggu sebentar lagi ya,"
Gus Atha pun mengajak duduk Zuyyin ke tempat lesehan saja agar nyaman.
"Untung warungnya agak sepi ya bie, jadi gak nunggu lama-lama," ucap Zuyyin sambil mendaratkan pantatnya.
"Ini mas pesanannya,"
"Makasih mas"
Keduanya pun menikmati makanannya tanpa ada yang berbicara sepatah katapun.
.
.
.
Ke esokan paginya, Zuyyin yang sudah berada di kamar mandi dengan memegang tes kehamilan dan membaca petunjuk yang ada di bungkus tersebut. Zuyyin pun menaruh tes tersebut ke dalam cup kecil kemudian dia tinggal membersihkan diri guna melaksanakan sholat malam.
Zuyyin pun langsung keluar dari kamar mandi karena Gus Atha sudah menunggu di atas sajadah nya.
Kemudian melanjutkan muroja'ah hafalanya bersama sang suami.
Setelah lama muroja'ah, kumandang adzan subuh pun menggema dari musholla pondok putra.
Keduanya pun melaksanakan sholat subuh berjamaah di kamar dan di lanjut wiridnya. Setelah selesai Gus Atha pun menanyakan tespack yang di dinggal oleh Zuyyin di kamar mandi.
"Sayang gimana hasilnya?" tanya Gus Atha.
"Astaghfirullah bie aku lupa," jawab Zuyyin sambil menepuk jidatnya.
Zuyyin pun langsung bangkit dari duduknya dan merapihkan mukena terlebih itu ke.udian pergi ke kamar mandi.
Tak berapa lama Zuyyin pun langsung keluar dari kamar mandi. Ia yang melihat harap-harap cemas akan menunggu hasil tersebut. Gus Atha pun langsung menghampiri istrinya.
"Gimana hasilnya sayang?" tanya Gus Atha yang sudah tak sabaran.
Sementara Zuyyin tetap diam dan memasang wajah tegang dan tak berbicara sedikitpun. Mereka pun duduk di atas sofa.
"Gak jadi bie, hanya garis satu," ucap Zuyyin menghancurkan harapan Gus Atha.
Huufffttt
Gus Atha menghembuskan nafas dan mengusap wajahnya kasar. Ada sedikit rasa kecewa dalam hatinya, namun ia harus berpositif thinking mungkin belum rejekinya.
Allah masih menyuruh mereka untuk menikmati waktunya berduaan dengan sang istri.
"Hubby kecawa, kalo Zuyyin gak jadi hamil?" Tanya Zuyyin lirih saat melihat guratan wajah kecewa suaminya.
"Enggak juga, mungkin belom rejeki kita buat nimang seorang bayi," ucap Gus Atha se santai mungkin.
Padahal dia sudah berharap penuh yakin bahwa istrinya suka bilang pusing.
"Sabar ya bie, kita usaha lagi yang kenceng biar cepat di kasih dedek bayi," ucap Zuyyin meyakinkan Gus Atha.
Gus Atha pun hanya menganggukkan kepalanya pasrah kemudian menyandarkan tubuhnya pada sofa singgle tersebut sambil memejamkan matanya.
"Taraaaaa , surprise……." Tiba-tiba Zuyyin pun langsung memeluk tubuh Gus Atha yang duduk di sampingnya, seraya memperlihatkan tespack yang ada di tangannya kepada suaminya.
"Ka- kamu beneran hamil sayang !" Ucap Gus Atha terbata.
Zuyyin pun langsung menganggukkan kepalanya dan tersenyum sangat indah di bibir manisnya.
"Alhamdulillah ya Allah, ana beneran akan jadi Abi!" Ucap Gus Atha sambil memegang alat tes kehamilan tersebut yang terlihat garis 2 yang sangat terang.
Gus Atha pun melihatnya berkali-kali dengan tangan bergetar. Ternyata tespack tersebut benar-benar garis dua yang melintang menandakan bahwa istrinya tengah berbadan dua.
Gus Atha pun langsung bersujud Syukur atas kebahagiaan yang tak pernah ia sangka di kasih anugrah terindah secepat ini dalam pernikahannya.
Zuyyin tersenyum lebar saat melihat Gus Atha yang begitu sangat gembira dan merasa bahagia karena kabar kehamilan istrinya.
Gus ayah pun langsung mengecup kening Zuyyin.
"Jadi kamu ngerjain hubby, hemmm," ucap Gus Atha sambil mencolek dagu Zuyyin.
"Hehehe, maaf bie," jawab Zuyyin yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
Gus Atha pun langsung mengejar Zuyyin yang menuju tempat tidur.
Grepp
"Kena kamu ya, nackal bikin hubby udah cemas" ucap Gus Atha saat berhasil menangkap Zuyyin.
Dengan cepat Gus Atha pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size nya.
Cup
Gus Atha pun men c!um bibir Zuyyin dan melihat binar mata bahagia di wajah cantik alaminya.
"Terima kasih sayang," ucap Gus Atha lagi sambil mengecup kening Zuyyin.
.
.
.
Keduanya pun bersiap untuk pergi ke dokter untuk memeriksakan kehamilan istrinya.
Tap
Tap
Tap
Keduanya pun berjalan bergandengan menuruni anak tangga hingga lantai dasar ada ummi yang habis dari dapur.
"Mau kemana nak?" Tanya Ummi yang hendak ke kamarnya.
Mereka pun bersalaman sekalian pamit untuk pergi ke dokter.
"Mau ke dokter ummi," jawab Gus Atha.
"Emang siapa yang sakit nak, Zuyyin?" tanya ummi sambil memegang kening Zuyyin.
"Ummi mau jadi omma" bissik Gus Atha kepada umminya.
"Masya Allah, tabarokaallah sayang," ucap ummi yang langsung memeluk tubuh Zuyyin.
"Ayo, ummi ikut. Ummi juga pengen lihat cucu ummi" ucap ummi yang langsung menggandeng tangan Zuyyin.
"Udah punya mantu, anak sendiri di lupain" ucap Gus atha.
☘️☘️☘️☘️
Setelah sampai di rumah sakit merekapun berjalan menuju resepsionis dan menanyakan tempat dokter kandungan.
Setelah mendaftar dan mendapat antrian kini mereka pun masuk setelah suster memanggilnya.
Setelah mengobrol panjang kebar, dokter pun menyuruh Zuyyin untuk merebahkan tubuhnya di atas brangkar pasien guna untuk USG.
"Lihatlah ! Di dalam kantung ini ada janin ibu yang sedang tumbuh. Usia nya baru sekitar 5 mingguan, jadi masih sangat kecil" ucap dokter Zulfa yang tak lain adalah saudara sepupunya dari Abah.
Gus Atha pun terpukau melihat mahluk tuhan yang ada di layar monitor tersebut.
"Btw, Ana masih bisa make Zuyyin kan dek?" Tanya Gus Atha tanpa filter.
"Hubby….." sementara Zuyyin yang merasa malu karena kelakuan suaminya menanyakan hal yang sensitif.
"Gak bisa kak, kakak harus puasa selama sembilan bulan terus sampe habis nifas" ucap Zulfa yang memperlihatkan mimik wajah seriusnya.
Glek
Gus Atha pun menelan salivanya secara kasar membayangkan sampai setahun gak bisa menjamah istrinya.
Sedangkan ummi dan zulfa yang melihat wajah gusar Gus Atha pun pengen tertawa.
"Hahahah bisa lah Cemal Atha Al faqih, asal kalian harus hati-hati jangan main kasar, oke!" Jawab dokter zulfa dengan tawa lepasnya
"Haisss, kalian mah ngerjain atha," ucap Gus Atha yang melihat umminya dan zulfa tertawa.
"Udah sono antum balik, ana masih ada banyak pasien noh di luar yang masih ngantri, ini tebus resep obatnya di depan. Oh ya Zuyyin kamu harus jaga baik-baik kandunganmu, jangan capek-capek karena kandunganmu masih lemah takutnya kenapa-kenapa dengan janinnya," tutur dokter Zulfa menjelaskan.
"Iya, insyaallah dek" ucap Zuyyin.
Mereka pun keluar dari ruangan dokter Zulfa menuju apotek untuk menebus obat Zuyyin.
Setelah selesai mengantri semuanya pun kini menuju parkiran di mana Gus Atha memarkirkan mobilnya. Selama berjalan keluar dari rumah sakit Gus Atha pun menggandeng tangan Zuyyin sambil mencium punggung tangannya dan senyum terus terukir di bibir Gus Atha. Hingga mereka melupakan ummi yang ada di belakang mereka sampai di parkiran.
"Kalian ini ya, bisa-bisanya melupakan ummi," gerutu ummi yang pura-pura kesal kepada anak dan menantunya.
"Hehehe, maaf ummi,"
Gus Atha pun membukakan pintu belakang agar ummi dan istrinya segera masuk di kursi belakang.
🌸 Bersambung 🌸
Jangan lupa tinggalkan jejaknya.😘