🌸 Sequel dari "Meminjam Rahim Adikku" 🌸
Terlambat menyadari perasaan nya membuat Ardan Kusuma Wijaya harus kehilangan gadis yang sebenarnya dia cintai karena sudah terlanjut dinikahkan dengan pria pilihan keluarganya.
Ayana Azahra harus rela menikah dengan pilihan keluarga nya,saat tidak dapat memenuhi syarat dari sang Ayah untuk membawa calon suami pilihan nya sendiri diwaktu yang sudah ditentukan.
Namun apa jadinya jika baru satu hari menikah Ayana sudah ditinggal pergi oleh sang suami yang kabur bersama kekasihnya??
Bagaimana juga dengan Ardan yang sudah berniat melupakan Ayana,namun sehari sebelum kepulangan nya mengetahui fakta tentang pernikahan gadis itu??
Akankah Ardan melupakan Ayana dan kembali kenegaranya??
Atau berjuang untuk membawa Ayana kedalam mahligai pernikahan bersama dengan nya??
yukkk simak kisahnya disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28.Menahan Rindu
"Assalamu'alaikum sayang,belum tidur?ini sudah malam loh?kok masih seger aja itu muka?"tanya Ardan begitu sambungan video call nya terhubung dengan Ayana.
"Wa'alaikumsalam Mas.Belum,baru pulang dari rumah sakit.Paling sebentar lagi juga tidur,Mas sendiri kenapa belum tidur?"
Seketika wajah lelah Ardan sirna sudah setelah bertatap muka dengan si pemilik hatinya.Meski hanya dengan sambungan video call namun itu sudah lebih dari cukup untuknya yang kini tengah berjauhan.
"Mas baru pulang sayang,ini baru aja nyampe kamar hotel,belum bersih bersih tapi udah keburu kangen maka nya langsung telpon."jawab Ardan yang kini tengah duduk di sofa kamar hotelnya.
"Panggilan nya kok gitu?belum juga ketemu dan dapat restu ayah." protes Ayana saat Ardan terus memanggilnya dengan sebutan 'sayang'.
"Nggak apa apa dong,belajar membiasakan.Biar nanti nggak canggung dan kaku kalau sudah resmi."jelas Ardan yang tidak bisa terbantahkan lagi.
"Oh iya sayang,Mas mau cerita kejadian hari ini.Tapi janji jangan cemburu apalagi marah ya?"lanjutnya lagi.
"Mas aja belum cerita,gimana mau cemburu apalagi marah,aneh." jawab Ayana berenggut dan itu semakin membuat Ardan gemes saat melihat nya.
"Tapi ini tentang seorang gadis yang sudah lama aku kenal dan kita juga lumayan dekat."
Deg...
Seketika jantung Ayana terrasa terhenti saat Ardan membahas wanita lain dalam pembicaraan mereka.
"Me_memang ada masalah apa?" tanya Ayana yang tiba tiba merasa gugup.
"Jangan tegang gitu dong sayang,Mas cerita ini agar kelak tidak ada kesalahpahaman diantara kita."
"Iya,aku tahu.Lanjutin,"
"Tadi saat dijamuan,aku ketemu dengan Nasya.Nasya ini adalah gadis yang sudah lama aku kenal karena kedua orang tuanya teman dari Mommy dan Daddy.Selama ini kami memang dekat dan aku kerap menjaganya dan memberikan perhatina ku untuknya.Aku tidak tahu jika perhatian ku sudah disalah artikan olehnya."jelas Ardan mulai bercerita tentang sosok Nasya.
"Maksud disalah artikan itu bagaimana Mas?"
"Tadi saat dijamuan,dia membahas pernikahan antara kami."
Deg...
Jantung Ayana makin berdetak tak karuan mendengar penuturan dari Ardan tentang apa yang terjadi tadi di acara jamuan itu.
"La_lalu bagaimana?" tanya Ayana lirih.
Memalingkan wajahnya demi menutupi bulir bening yang mulai jatuh ke pipi mulusnya.
"Kok sedih sih sayang?aku cuma cerita bukan memberi tahu.Dia memang membahas pernikahan di antara kami,tapi aku menolaknya.Aku sudah lama menganggapnya adik,dan nggak mungkin aku menikahi adikku sendiri.Lagi pula aku sudah sangat jatuh cinta sama wanita lain yang sudah satu tahun ini aku tunggu,"jelas Ardan lagi saat melihat gelagat aneh dari gadis disebrang sana.
Blussshhh...
Mendengar penuturan Ardan kini pipi yang semula basah itu menjadi merah merona dan tersipu malu.
'Oh hati,tenaglah.Jangan baper.' gumam Ayana dalam hati.
Cukup lama keduanya terlibat obrolan ngaler ngidul tak jelas,namun hal itu membuat keduanya merasa cukup senang meski tengah berjauhan tapi mereka merasa sama sama dekat.
Cukup larut,saat kedua nya mengakhiri sambungan telpon itu.Jika tidak mengingat kondisi kesehatan dan juga esok akan disibukan dengan segudang pekerjaan mungkin keduanya akan terus lanjut sampai subuh tiba.
Meski masih merasa rindu tak terhingga namun keduanya sama sama harus menahan diri hingga hari yang ditunggu itu tiba.
Keduanya pun kini sama sama larut dalam kesibukan masing masing dan sesekali berkabar lewat pesan singkat.
Waktu kepulangan Ardan pun di undur satu hari lagi hingga,baik Ardan maupun Ayana kembali di uji kesabaran mereka,menahan rindu walaupun hanya sekedar ingin bertemu.
***
"Kata Bunda akan ada pemuda yang datang dan ingin bertemu dengan Ayah,apa itu benar Kak?"tanya Ayah Hasbi disela sarapan pagi ini.
"In sha Allah Ayah,tapi Kak Ardan masih dinas diluara kota,kemungkinan besok baru pulang.Nanti dikabari lagi tepatnya kapan Kak Ardan akan datang kemari menghadap Ayah."jawab Ayana sedikit ragu dan juga takut jika sang Ayah kurang berkenan.
"Ardan?kenapa nama itu mengingatkan aku pada pemuda itu ya?"
...****************...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...
lanjut extra part nya Thor 🙏🙏🙏
mantap Ardan..aq suka caramu membasmi ulat bulu..
, jodoh kt tdk tahu akan berlabu kepada siapa.tp klu sdh menetapkan suatu pilihan memang harus tegas.