Salam kenal Reader, tulisan perdana ku semoga kalian suka 😊😊
Ada perasaan yang aneh yang membuat ku merasa bahwa dia bukan belahan jiwaku,,,,
Entah datang dari mana perasaan itu terus menghantui ku....
Aku berusaha untuk menepis semua perasaan itu.
Akan tetapi kenyataan telah membuka mata ku dan menyandarkan ku bahwa semua perasaan itu terjadi didalam kehidupan ku...
Sebuah mimpi yang menjadi nyata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lemb@yung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 29 Yang Tak Diharapkan (Part 3)
Melihat ibu yng tak sadarkan diri Hanum menjadi panik dan meminta Galang dan Dika mencari pertolongan.
"Kak Galang panggil kan dokter buat periksa ibu." Perintah Hanum.
"Kak Dika tolong telpon Ayah untuk segera pulang." Perintah Hanum.
Mereka berdua segera mengerjakan perintah Hanum.
"Ibu bangun ayo lah buka mata ibu." ucap Hanum dengan mata berkaca seraya menepuk lembut pipi ibunya.
Hani dan Nina sudah berangkat kesekolah. Kalau dipagi hari mereka tinggal berdua yaitu ibu dan Hanum dirumah. Semenjak Hanum berhenti mengajar kini ibu ada yang menemani.
Dokter tiba bersama Galang dan disusul dengan Dika yang masuk kekamar dengan tangan memegang telpon genggamnya.
"Silahkan dokter tolong diperiksa." Ujar Galang.
Tak berapa lama melakukan pemeriksaan dokter berkata: " Tidak ada yang perlu dikhawatirkan ini hanya kelelahan saja. Semua saya cek dalam keadaan normal."
Semua tersenyum lega mendengar perkataan dokter. Meyakinkan bahwa ibu dalam kondisi baik.
"Dok tolong periksa Hanum juga," pinta Dika.
"Saya tidak apa-apa kak hanya masuk angin aja," Ucap Hanum memberi penjelasan.
"Benar kata Dika biar sekalian kamu diperiksa," ucap Galang menyetujui perkataan Dika.
Dokter mengecek juga keadaan Hanum. Ada raut wajah yang berbeda setelah melakukan pemeriksaan terhadap Hanum. Ayah datang dengan wajah cemas dan langsung menuju kamar Hanum.
"Apa yang terjadi?, tanya ayah mengagetkan semua orang yang ada dikamar tersebut."
"Tadi tante pingsan om tapi semua baik-baik aja dokter telah melakukan pemeriksaan." Ucap Dika.
"Alhamdulillah kalau begitu trus kenapa dengan Hanum juga diperiksa,? tanya ayah melihat dokter yang sedang melakukan pemeriksaan terhadap Hanum."
"Selamat pak, istri bapak sedang hamil. Untuk pemeriksaan lebih lanjut silahkan dengan dokter ahli kandungan," ucap dokter menatap wajah Galang.
Terdengar seperti disambar petir ditengah hari. Semua yang mendengar perkataan dokter yang menjelaskan dengan jelas keadaan Hanum.
Semua terdiam membisu terlebih wajah ayah yang tak bisa terima kenyataan yang baru didengar.
Dokter heran melihat reaksi orang yang ada dikamar tersebut. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka. Biasanya ini kehamilan adalah kabar yang membahagia semua orang.
Sembari menulis resep buat ibu dan Hanum, dokter tidak ingin terlampau jauh mencampuri urusan pribadi pasiennya.
"Silahkan ambil obatnya saya mohon diri," ucap dokter memecah kebisuan seraya berlalu dari hadapan
"Baik dok terima kasih. saya akan mengatar dokter, "ucap ujar Galang.
Semua masih terdiam membisu. Terlebih Hanum yang terpaku seperti patung hanya ada bulir bening yang jatuh dengan deras diujung pipinya.
Ia merasa tidak percaya, seperti mimpi baginya mendengar perkataan dokter yang telah melakukn pemeriksaan.
Ibu yang mulai kembali kesadarannya membuka matanya perlahan. Diperhatikan orang yang ada disekitarnya.
Terlihat suaminya yang terduduk lemas disalah satu pojok dinding kamar dengan wajah tertunduk. Tidak berbeda jauh dengan Dika yang sedari tadi berada didepan tempat tidur hanya mematung dengan tatap mata berkaca-kaca.
"Hanum, ada apa?, ibu menoleh kesamping melihat Hanum berdiam membisu terlihat menagis tanpa mengeluarkan suara."
Hanya ada air mata yang telah membasahi pipi putrinya.
"Dika ada apa?, sekali lagi ibu bertanya."
Tak ada jawaban dari Dika hanya tatapan kesedihan yang mendalam terpancar diraut wajah Dika menatap tantenya.
Ibu berusaha duduk dari posisi tidurnya. ia berjalan perlahan mendekati suaminya yang terduduk dengan kepala tertunduk.
"Yah, tolong ceritakan ke ibu sebenarnya ada apa?, minta ibu dengan suara gemetar menahan kecemasannya."
" Hanum hamil." Jawab singkat ayah sambil memeluk tubuh istrinya.
sukses
semangat
mksh
keren
📗MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU
📘THE POWER OF FIRST LOVE
See You In The Comment...🙏