Wanita muda itu bernama Aurelia Meydina Admajaya adalah anak dari seorang mantan Tentara yang punya nama di kota J... Tidak pernah terpikirkan Aurelia harus mengikuti jejak kakak perempuannya menikah dengan seorang Tentara....
Aurelia Hanya ingin menjadi Guru dan menjalani hari-harinya dengan mengajar di sebuah sekolah dasar di kota J....
Karna gadis kecil yang ditolongnya itu membuat Aurelia harus menikah dengan Ayah dari tadi kecil itu....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althin Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29 Terima Kasih
Setelah acara makan bersama keluarga selesai dan semua keluarga pulang ke rumah masing-masing. Kini tinggallah aku dan mama Irma (Cecil sudah tidur di kamarnya sedangkan kak Darlen sedang membersihkan tubuhnya)...
Setelah membereskan rumah dan membersihkan, Aku dan mama Irma menuju kamar. Mama Irma ke kamar Cecil, sedangkan aku masuk ke kamarku dan kak Darlen...
Aku mengambil handuk dan baju ganti dan kembali ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku... Aku kembali mendapatkan kak Darlen yang sudah tidur dengan nyenyak...
Aku membaringkan tubuhku di samping tubuhnya. Aku menatap dalam diam, wajah orang yang selama 9bulan ini aku rindukan. Orang yang aku nikahi karena permintaan anaknya. Dialah suamiku... Dan aku pun tertidur disamping kak Darlen...
Jam 01.00 tengah malam, aku kaget bangun dari tidurku. Entah kenapa perasaan aneh kembali merasuki hatiku... Aku melihat kesamping, ternyata kak Darlen tidak ada di tempat tidur. Aku turun dari tempat tidur dan menuju ke pintu, ketika mau kubuka. Ternyata kak Darlen telah membuka pintu dari luar...
"Mu kemana, sayang?" tanya kak Darlen padaku...
Dengan kaget aku menjawab "Lia mau mencari kakak"...
Dia langsung memelukku dengan lembut dan mencium kening ku. Kami berpelukkan memberi rasa hangat... Kak Darlen menciumku lembut di bibirku membuatku kaget...
" Bolehkah aku mendapatkannya?" tanya kak Darlen padaku dengan mata yang berharap... Akupun menganggukan kepalaku mengiyakan permintaannya...
Darlen mengangkat Lia menuju ke tempat tidur mereka. Dia mulai mencium dan mel**** bibir tipis Lia, dan turun ke lehernya. Tangan Darlen mulai masuk ke dalam pbaju tidur Lia dan me***** p******* Lia yang begitu m**** dan kenyal. Lia merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan selama ini...
Darlen melepaskan baju tidur yang melekat di tubuh Lia. Dia terpesona dan kagum dengan tubuh istrinya yang putih bersih dan indah di hadapan matanya. Dia juga melepaskan baju yang melekat pada tubuhnya...
"Sayang, aku akan memulainya" kata Darlen sambil membenarkan posisinya diatas Lia...
"Kak, apa ini tidak sakit" tanyaku padanya...
"Awalnya akan sakit, tapi setelahnya tidak lagi" jawab Darlen pada Lia...
Darlen mulai mendorong juniornya masuk kedalam **** * nya Lia. "Aauw, sakit kak" Lia meringis kesakitan. Darlen menurunkan kepalanya mendapatkan wajah Lia dan mencium bibir Lia...
"Ditahan ya, sayang. Punyamu rapet, jadi aku susah masuk" katanya berbisik di telingaku.. "Sedikit lagi" lanjutnya sambil terus mendorong juniornya agar bisa masuk lebih dalam lagi..
Akhirnya dengan usaha Darlen dan rintihan Lia. Darlen berhasil menembus pertahanan Lia dengan juniornya... Darlen melakukan gerakan maju dan memundurkan juniornya kedalam ronga **** * nya Lia dengan cepat...
Yang ada cuma desahan kenikmatan yang mereka rasakan berdua. Sampai pada ujung kenikmatan, Darlen menyumburkan cairan kentalnya ke dalam rahim Lia. Darlen pun jatuh ke samping tubuh istrinya. Dia tidak lupa mengecup kening sambil berkata "Terima Kasih, Istriku Sayang" dengan senyuman dibibirnya...
Lia menganggukan kepalanya dengan wajah yang merona merah malu karena kegiatan panas mereka di tengah malam yang berlanjut sampai dinihari itu...
Merekapun tertidur sambil berpelukan hangat tanpa sehelai benang pun yang membungkusi tubuh polos mereka. Sampai akhirnya, mereka dikagetkan dengan pintu kamar yang digedor terus menerus oleh cecil Cecil yang terus memanggil papa dan mamanya...
biar gk membingungkan
trus tulisan Kat ku itu di hilangkan,,