NovelToon NovelToon
Bismillah, Aku Berhijab

Bismillah, Aku Berhijab

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Hamil di luar nikah / Identitas Tersembunyi / Romansa / Tamat
Popularitas:58.3k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

“Aku akan membalas dendam pada pria yang tega menyia-nyiakan aku dan ibu.”

“Akan ku buat diri ini sehina perlakuannya pada kami.”


Seorang wanita cantik berambut lurus kemerahan tampak begitu dendam pada pria yang tak lain adalah ayahnya.

Devina Shanika, gadis yang bersumpah akan berhenti menjajahkan tubuhnya saat bertemu dengan sang ayah.

Akankah ia berhasil membuat pria yang menjadi ayahnya menyesal?

Sedangkan sang ibu tidak pernah memberi tahu apa pun menyangkut pria yang menanamkan benih pada rahimnya saat berusia 20 tahun lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Duka

Senyuman tulus dan air mata di wajah Zera membuat tubuh Tuan Prass membeku seketika. Sungguh ia tak sanggup mendengar kebenaran ini semua. Matanya terpejam seakan menahan sakit yang amat terasa di dadanya kala itu. Prass sampai harus mengatupkan kedua bibirnya demi menahan suara tangis yang bercampur amarah itu.

"Maafkan aku, Prass. Aku mohon jaga dia untukku. Jadikan dia anak yang mencintai kedua orangtuanya. Aku sangat mencintai anak kita. Dialah yang selama ini menghujaniku dengan cinta seperti yang kau berikan dahulu. Aku mencintaimu, Prass." Belum sempat rasanya Prass menerima kenyataan masa lalu dari Zera, kini pria itu harus menerima kenyataan bahwa wanita di depannya telah menghembuskan napas terakhir kalinya.

"Tidak, Zera! Tidak. Aku tidak ingin kau bercanda." Prass tertawa setengah panik menggelengkan kepala ketika menyadari Zera telah menutup matanya tanpa ada gerakan pernapasan lagi.

"Zera! Dokter, tolong!" teriak Prass meminta pertolongan.

Suara gaduh di dalam ruangan membuat anak buah Alvaro ikut berhambur masuk memastikan apa yang terjadi.

Semua terbelalak kaget melihat Prass menangis dengan dua mata pasien yang tertutup rapat di sana. Segera salah satu dari mereka meminta pertolongan dokter.

Hingga akhirnya sang dokter datang dan memeriksa. Ia menggelengkan kepalanya. "Pasien sudah tak bernyawa lagi, Tuan." ujar sang dokter. Terlebih mereka semua mendengar alat pendeteksi jantung yang tak bersuara.

"Zera! Apa-apaan ini? Kau belum membayar semua perpisahan kita, Zer." Tuan Prass sampai memeluk tubuh kurus itu yang terbaring tak bernyawa di atas brankar. Air mata pria itu tak hentinya berjatuhan.

Sungguh Tuan Prass benar-benar terpukul. Bagaimana mungkin dalam waktu yang berdekatan ia kehilangan wanita yang ia cintai. Sungguh, ini bukanlah hal yang mudah untuk pria itu. Terlebih ia mengetahui bagaimana kebenaran menyiksanya dahulu.

Pergi dengan hati yang hancur meninggalkan wanita yang sangat ia cintai dan perjuangkan karena masalah yang ternyata bersumber dari kedua orangtuanya yang telah tiada.

Di ruangan itu, Prass mendapat waktu untuk menangisi jenazah Zera. Ia tertunduk tak bisa berkata apa pun lagi. Bahkan ia tak sanggup memikirkan nama Devina. Apa yang Devina lakukan padanya setelah mengetahui sang ibu meninggal. Sedangkan ia masih berada di dalam penjara.

Di tempat yang berbeda. Suara bariton tiba-tiba terdengar kala mendengar kabar buruk dari anak buahnya.

"Apa? Bu Zera  meninggal?" Alvaro sampai menjatuhkan bunga indah yang baru saja ia beli untuk di bawa ke rumah sakit. Sungguh pria itu sudah sangat nyaman dengan kehadiran Zera di hidupnya yang seperti seorang ibu. Sering memberinya nasihat.

"Iya, Tuan. Di sini ada Tuan Prass." Alvaro mengakhiri panggilan itu sepihak. Segera ia melajukan mobil tanpa perduli dengan bunga yang rontok di bawah jalanan itu.

Sepanjang perjalanan Alvaro berusaha menahan tangis. "Bu, kenapa kau harus pergi secepat ini? Bahkan aku belum mengurus keluarnya Devina dari penjara. Maafkan aku, Bu." sesal Alvaro merutuki keterlambatan tindakannya.

Kala mengingat Devina, Alvaro seketika mengambil ponsel dan menghubungi pihak kantor polisi. Ia mengabari untuk Devina di berikan waktu untuk keluar melihat ibunya yang akan segera di kebumikan.

Setelah menempuh perjalanan sekitar hampir tiga puluh menit, kini Alvaro tiba di rumah sakit beserta dengan anak buahnya yang langsung menyambut kedatangan sang tuan.

"Masih di ruangan sebelumnya, Tuan. Di sana Tuan Prass masih menahan dan menangis saat jenazah hendak di bawa ke kamar jenazah untuk di persiapkan kepulangannya." terang salah satu anak buah.

Alvaro berjalan cepat dengan melemparkan jas mahalnya pada sang anak buah. Ia ingin bergerak bebas dengan kemeja biru mudanya bergaris putih itu.

Kepanikan yang Alvaro tak berbeda jauh dengan kepanikan di kantor polisi saat pihak kepolisian mengabarkan Devina, sang ibu telah tiada.

Tangisan meraung di ruang tahanan wanita itu membuatnya sulit di kendalikan. Devina menangis sangat terkejut mendengar kabar itu. Ia beberapa kali memukulkan kepalanya pada tembok ruangan itu. Tak perduli bagaimana darah mengucur di keningnya. Sakitnya benar-benar tak bisa hilang ketika mendengar sang ibu tiada lagi.

"Ibu! Ibu tidak boleh pergi!" ia menangis meski polisi sudah memapahnya yang lemah saat berjalan ke dalam mobil.

1
ayu cantik
suka
Nurma.W
novel yg singkat ... jelas....padat....berisi.....dan penuh dg hikmah....
Nurma.W
novel yg singkat.....jelas.....padat.....berisi.....dan penuh nasehat....

saya suka .....saya suka.....saya suka.....
wennie the pooh
akhir yg bahagia
wennie the pooh
krn masa lalunya,devina mrs bersalah ma alvaro kyy pdhl alvaro mnrm devina apa adanya
AbhiAgam Al Kautsar
semoga Istiqomah hai Devina
Alfatihah
semangat thor buat upnya 💪💪
AbhiAgam Al Kautsar
KALAU SUDAH TIADA BARU TERASA.. BAHWA KEHADIRAN NYA SUNGGUH BERHARGA
AbhiAgam Al Kautsar
penuh haru bercampur sedih... rasa pilu melanda dan menghempaskan seisi rongga dada..... saluuuuut
wennie the pooh
alvaro bagaikan malaikat di kehidupan zera ibunya devina
AbhiAgam Al Kautsar
derita di balik cinta zera
AbhiAgam Al Kautsar
jujurlah dengan masa lalu Prass.. agar tak terjadi kesalahpahaman di masa depan... selesaikan semuanya agar tak lagi ada keganjilan
itanungcik
karma pras otw
AbhiAgam Al Kautsar
ini tuan Prass sekarang jadi AnDiLau
Antara Dilema dan gaLau
Rahmawati Abdillah
semakin penasaran dengan reaksi tuan Prass tau Devina putrinya
AbhiAgam Al Kautsar
ada POV yg belum tersaji
Rahmawati Abdillah
semakin penasaran
lizmy
novelnya bikin penasaran disetiap babnya
AbhiAgam Al Kautsar
Prass... apa yg kau rencanakan selanjutnya?
AbhiAgam Al Kautsar
berawal dari penasaran berakhir lama lama nambah sasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!