Follow IG: harumini_12
“Percuma shalat, mainnya saja ke klub malam,” cibir Meri pada sang suami yang belum ada sehari menikahinya.
“Dari pada kamu, shalat tidak, ke klub malam iya,” celetuk Oza, seorang pria tampan, pemilik beberapa hotel bintang lima didalam dan juga luar negeri. Yang terpaksa menerima perjodohan yang dilakukan oleh sang mommy, dengan gadis yang ditemuinya di klub malam saat dia sedang menghadiri acara pesta ulang tahun rekan kerjanya.
mengingat keduanya bertemu pertama kali di sebuah klub malam, membuat keduanya salah paham, tanpa tahu yang sebenarnya terjadi. Mengingat lagi pertemuan keduanya di klub malam, mereka sama- sama sedang menghadiri pesta ulang tahun.
Bagaimana keduanya menjalani rumah tangga yang bagaikan kucing dan anjing, akankah ada cinta yang tumbuh diantara keduanya dengan berjalannya waktu, atau sebaliknya, ketika mereka sama-sama memiliki pujaan hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berapa Ronde?
"Dia wanita yang aku cintai, Mer," batin Oza. "Dan karenanya, aku tidak bisa membuka hatiku untuk wanita lain, maaf, aku bukanlah suami yang baik untukmu, karena mencintai wanita lain, saat aku sudah menikah denganmu, maafkan aku," batinnya lagi sambil menatap Maria wanita yang sangat di cintai, dan juga Meri sang istri yang sedang berpelukan setelah satu sama lain memperkenalkan diri.
"Selamat untuk pernikahan kamu dan Oza, maaf aku baru tahu jika kalian sudah menikah," ujar Maria yang baru tahu jika Oza dan Wanita yang ada dihadapannya sudah menikah.
"Terima kasih,"
"Dan sekarang kita berbincang bersama," ajak Lery yang sudah kembali mendekati Meri dan juga Maria
Meninggalkan Oza yang terus menatap pada Maria. "Maria, sampai kapan kamu akan membuka hatimu, untukku," batin Oza.
"Uncel, ayo main," ajak Joan putra dari Maria yang kini menarik tangan Oza untuk bermain, dan itu baru membuat Oza mengalihkan tatapannya.
"Oke, sayang," Oza mengikuti Joan keluar dari rumah, karena dia ingin bermain dengan yang lainnya di samping rumah tersebut.
Leno yang sedang menemani anak anaknya bermain, kini meninggalkannya, lalu mendekati sang adik yang sedang duduk termenung seorang diri di gazebo tidak jauh dari tempat permainan semua kepokannya, saat Joan putra Maria tidak ingin bermain dengannya, melainkan ingin bermain dengan Mario dan juga saudaranya.
"Apa yang kamu pikirkan, Za. Lupakan Maria, dan mulai buka hatimu untuk Meri, sekarang dia istrimu, satu satunya wanita yang harus kamu cintai sepenuh hati," nasihat Leno, yang sudah sejak lama tahu, jika sang adik menyukai Maria.
Dan beberapa kali sebelum akhirnya Oza menikah dengan Meri, Leno sampat berbicara pada Maria, berharap dia menerima cinta sang adik. Tapi nyatanya, tidak mudah menggoyahkan cinta sejati seorang perempuan pada suaminya, meskipun sudah meninggal dunia, karena Maria menolak mental mental keinginan Leno.
"Ingat, Maria adalah sosok wanita yang setia, dan wanita yang penuh dengan pendirian. Apa kamu masih mau mengejar cintanya? Tidak bukan?"
Oza tidak menjawab pertanyaannya sang kakak, dan langsung meraup wajahnya sendiri.
"Mulailah lupakan Maria dan cintai istrimu, Za," mommy tidak akan pernah salah memilih wanita untukmu, jangan buat mommy kecewa padamu lagi, setelah beberapa kali kamu membuatnya kecewa," Leno mengingatkan sang adik, jika dia sudah beberapa kali mengecewakan sang mommy dengan membatalkan perjodohannya, dan terakhir dia nengecewakan sang mommy dengan membatalkan rencana pernikahan yang sudah sang mommy rencanakan.
"Aku..."
"Kamu pasti bisa mencintai Meri, Za," sambung Leno memotong perkataan sang adik. "Dan jangan buat pernikahan kamu sebagai permainan, kamu paham betul jika pernikahan itu sakral, dan bukan buat main main, dan aku yakin dengan berjalannya waktu, pasti kamu akan mencintai Meri," ujar Leno terus menasehati Oza, terakhir menepuk punggung sang adik, dan langsung meninggalkannya seorang diri, agar bisa berpikir.
Meri berada di rumah kakak iparnya hingga siang, dan dia menikmati makan siang bersama dengan kedua keluarga kakak iparnya, di sebuah meja makan yang sangat panjang, untuk menampung semua anggota keluarga.
Dan Meri begitu takjub dengan banyaknya anak anak, tapi mereka tidak ada satu pun yang berbicara saat sedang makan, dan menikmati makan siang dengan lahapnya, berbeda dengan orang tua mereka yang membuat Meri menepuk jidatnya sendiri, melihat para kakak iparnya yang ubsurd.
Dan saat para kakak iparnya kembali menyantap makan siangnya setelah bercanda. Kini tatapan Meri tertuju pada sang suami yang duduk tepat berhadapan dengannya, karena tatapan Oza terus tertuju pada Maria yang duduk tepat disampingnnya, dan tatapan itu sulit untuk diartikan oleh Meri.
Dan Meri kini mengalihkan tatapannya pada Maria yang sedang menyantap makanan yang ada di hadapannya.
"Adik ipar, kenapa tidak makan?" tanya Leno membuat Meri langsung menoleh padanya. "Makan yang banyak, kamu butuh tenaga untuk menandingi tenaga Oza, semalam main berapa ronde?" tanya Leno, untuk meledek Meri, agar Meri tidak curiga dengan sang adik yang sejak tadi tatapannya terus tertuju pada Maria.
"Pengantin baru pasti beronde ronde, seperti kamu tidak pernah mengalaminya," sambung Mario.
Sret!
Oza memundurkan kursi yang diduduki dengan kasar, lalu beranjak dari duduknya, membuat semua orang langsung menatap padanya, begitu pun dengan Maria dan juga Meri.
Bersambung................
jagain tuh oza..
repot kl masih oleng
blom kapok ya tian jeblosin lgi k penjara aja tuuh dua2nyaa