Selly Widya Menerima lamaran dan menikah dengan Rendi Nugraha, Selly merasa bahagia dan beruntung karena telah dipersunting pengusaha muda yang sukses. Setelah Ia hamil dan melahirkan semakin bertambah lah kebahagian mereka kala itu.
Namun siapa sangka kebahagiaan itu hanya sesaat saja, saat ia mengetahui bahwa Rendi sudah mempunyai seorang istri sah dan dia hanya istri siri nya saja, penderitaan nya bertambah tatkala anak yang sudah ia lahirkan diambil paksa oleh Rendi dan istri pertamanya, dan yang lebih mengejutkan nya lagi, Selly hanya dijadikan mesin pencetak anak, dikarenakan Mika istri pertama Rendi tidak bisa punya anak dan takut jika orang tua nya akan memberikan harta nya pada panti asuhan.
Akan kah Selly kuat menjalani hidupnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanayaa Irany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23
Selly memasuki kantor Bima dengan baju yang sedikit berantakan, bagian rok nya sedikit kotor bekas terjatuh tadi. Sejujur nya ia masih syok, hampir saja ia tertabrak mobil dan kalau saja pria itu tidak datang tepat waktu, sudah dipastikan hari ini ia pasti sudah bertemu dengan Rey.
"Selly!" Panggil Bima, Selly tak mendengar panggilan Bima, ia masih berkutat dengan pikirannya sendiri.
Cettakk!
Bima menjentikan jarinya didepan muka Selly.
"Hah! Iya Pak!" Selly tersentak dan kaget, Bima kini sudah berada di hadapannya.
"Lo kenapa? baju lo berantakan gini!" Tanya Bima, ia lalu menarik Selly untuk masuk kedalam ruangannya.
Selly mengambil air minum yang ada di kulkas mini milik Bima di ruangan itu lalu meneguk nya tandas tak bersisa.
Bima bingung dengan sikap Selly yang seolah tengah syok.
"Gue hampir di tabrak mobil!" Selly membuk suaranya.
"Haah! Kok bisa? Lo gak apa-apa kan?? ada yang luka gak?" tanya Bima panik, ia membolak-balikan badan Selly untuk melihat apakah ada luka disana. Dan Bima menemukan lutut Selly berdarah. Segera ia berlari mencari kotak P3K, lalu datang dan menyuruh Selly untuk duduk.
"Duduk Sell, biar gue obati lutut Lo ini!" pinta Bima pada Selly, dan Selly langsung mendudukan bokong nya pada sofa disana.
"Gimana cerita nya sih Sell, Lo jalan meleng ya, gak liat ada mobil didepan!" cibir Bima.
"Gue gak tau Bim, tiba-tiba aja tuh mobil kenceng banget laju di depan gue, kayak sengaja gitu! tapi untung ada Zevan!" Selly bernafas lega tatkala ingat Zevan membantu nya tadi.
"Zevan ??" tanya Bima bingung.
"Siapa Dia?"
"Ohh itu orang yang nolongin gue Bim, untung dia yang nubruk gue dukuan sebelum mobil itu!" tukas Selly lagi.
"Terus??"
"Terus apaan? ya gue selamet lah , ni gue ada di hadapan lo sehat wal afiat, kalau enggak mungkin gue udah nyusul Rey!"
"Husst elo ini kalau ngomong gak pake Rem deh! Ni dah selesai, kalau lo masih agak syok istirahat aja dulu."
"Enggak deh Bim.. gue langsung ke meja gue aja, gak enak sama yang lain." Selly langsung bergegas menunju meja kerja nya.
"Lo kenapa Sell" tanya Viola sekretaris Bima, dari banyak nya karyawan dikantor itu, hanya Viola lah yang sering menyapa nya.
"Hampir ditabrak mobil Vi, tapi untung deh gue gak apa-apa ada orang berbaik hati nolongin gue!"
"Pasti ganteng ya kan, trus entar kayak di sinetron-sinetron itu, gara-gara di tabrak mobil jadi jatuh cinta terus nikah!" Viola mulai dengan fantasi nya.
"Kebanyakan nonton sinetron lo Vi!" cibirku.
"Enggak juga sih Sell, eh Lo habis diobati ya sama Pak Bima?"
"Ya tadi dia liat gue luka, padahal dikit doang!"
"hmm.. Pak Bima perhatian banget ya sama elo?"
"Biasa aja Vi, namanya juga temen, hayo loh tanya-tanya lo demen ya sama si bos?" ejek Selly yang diberengi dengan tawa yang renyah.
"Ih.. elo Sell, entar kalau beneran Pak Bima denger bisa salah paham loh!"
"jujur deh sama gue Vi, si Bos jomblo akut tuh, gak pernah gue denger dia deket sama siapa pun!"
"udah ah, gue mau balik kerja, bisa kemana-mana ni kalau diterusin, takut keceplosan gue, oopss hahahahha" Selly menautkan alisnya , ia geleng-geleng kepala melihat tingkah temen sekantor nya ini.
**
pov Mika
Aku kesal dengan Mas Rendi, akhir-akhir ini dia seperti mengabaikan aku, dan Selly juga seperti nya sudah tak mau kembali hanya untuk melahirkan anak. Aku takut jika nantinya harta orang tuaku akan diberikan pada anak-anak dipanti asuhan itu, kan sayang uang nya hanya untuk makan dan biaya lain-lainnya disana, lebih bermanfaat jika itu semua jatuh ketangan ku!
Aku sibuk mencari cara agar kami bisa punya anak, jika aku mengadopsi anak dari orang lain, Papa dan Mama pasti akan curiga jika sampai mereka akan melakukan tes DNA, jika itu masih darah daging mas Rendi, mereka akan percaya.
'Lagian kenapa sih Rey harus mati segala!' aku merutuk kesal menerima kenyataan jika apa yang aku rencanakan tak sesuai ekspetasi.
Malam ini mas Rendi pulang, dan aku sangat rindu dengan Mas Rendi yang dulu, yang perhatian dan sayang padaku, menuruti segala apapun yang aku mau.
Tapi malam ini Mas Rendi seperti acuh tak acuh padaku, ia menolak ku..
Aku curiga jika Mas Rendi punya wanita lain, saat ia tengah terlelap, aku memberanikan diri membuka ponsel nya.
Ku lihat riwayat chat terakhir nya dengan Selly, aku meradang membaca pesan jika Mas Rendi mengajak bertemu Selly di Cafe, ia tak izin padaku untuk bertemu dengan mantan istri siri nya itu.
Amarah ku seketika meledak, ingin rasanya aku mencabik-cabik wajah Selly, Sok jual mahal tak mau kembali dengan suamiku tapi nyatanya ia masih mau bertemu diam-diam tanpa sepengetahuanku.
'Brengsek kau Selly, dasar wanita naif, munafik! jijik sekali aku melihat tingkah sok polos mu itu! aku akan membuat mu pergi dari dunia ini selama-lama nya menyusul anak mu yang malang itu Ahahahahahaha!' Ya rencana ku sudah bagus, akan aku lakukan besok.
**
Hari ini pagi-pagi sekali aku sudah membuntuti kemana pun Selly pergi, termasuk saat ia hendak pergi bekerja kekantor Bima dengan menaiki sebuah ojek.
Saat ia menyebrang jalan setelah turun dari ojek aku langsung menginjak pedal gas untuk segera menabrak nya.
Aku sudah tersenyum senang saat mobil ku sebentar lagi akan menabrak tubuh nya, namun secepat kilat ada seseorang yang menyelamatkan nya.
"Sial sial sial!!! Siapa sih orang itu! sok mau jadi pahlawan saja, jadi gagal kan buat ngehabisi nyawa tu anak!" aku benar-benar kesal dibuat nya, kalau saja tu orang gak datang buat nyelamatin Selly, pasti sekarang ia tengah meramu rindu dengan putra tercinta nya itu!
Aku menggigit kuku ku sendiri, hal yang biasa aku lakukan saat aku panik, takut dan stress memikirkan soal bagaimana cara nya mendapat kan anak.
Sekarang aku harus memutar otak lagi, bagaimana cara nya menyingkirkan satu parasit yang tumbuh di sekitar jalanan ku.Terlebih lagi ia sudah berani mengganggu tanaman yang selama ini aku rawat dan jaga sepenuh hati.
Aku pulang kerumah dengan perasaan kesal, aku tak pernah lagi meminum obat pemberian Mama, tapi kali ini aku membutuhkannya, aku harus merasa tenang menyusun rencana ku dengan sangat matang.
"Obat.. dimana kau!" Aku mencari keseluruh laci kamar.
"Ketemu!"
mungkin jodoh selly si dosen🤭
next thor semangat
(ya walaupun iya ya)🤭
tp ternyata oh ternyata anggia masih cinta ama bagas dan berharap balikan lg😅
aduh selly kasihan amat sih nasip kmu😰
semoga kmu mendapatkan jodoh yg baik
agar kmu bisa bahagia kembali 🤲
Tp aku penasaran banget ntar selly akhirnya ama siapa ya🤔🤭
next thor semangat
aku kangen thor🤭
next thor semangat
next thor semangat
klau bener kayaknya bagas gk baik deh kelakuan nya
semoga selly berjodoh dengan org yg bener² mncintainya dan baik hatinya🤲
next thor semangat
next thor semangat
next thor semangat
dan biar selly ama bagas🤭
next thor semangat
next thor semangat
makin penasaran aku jd nya
next thor semangat
next thor semangat
next thor semangat