NovelToon NovelToon
Lady Donovan, Si Gadis Monster

Lady Donovan, Si Gadis Monster

Status: tamat
Genre:Supernatural / Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel / Harem / Romansa / Masuk ke dalam novel / Barat / Tamat
Popularitas:240.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anana

Terlahir kembali sebagai putri dari Duke Donovan, dia sadar bahwa dirinya yang sekarang adalah seorang antagonis yang nantinya akan meninggal dengan mengenaskan. Beruntungnya dia adalah seorang wanita mandiri di kehidupan sebelumnya dan pernikahan bukanlah hal yang besar untuknya.

"Saya tidak peduli bagaimana kalian memandang saya. Ini hidup saya dan saya memiliki hak atas hidup saya sendiri."

Monster dan pedang. Sihir dan darah monster terkutuk. Keberanian dan kesetiaan. Tanpa sengaja menjerat para protagonis pria. Bagaimana kehidupannya kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 : Monster di Istana

Teriakan terdengar di aula pesta perayaan. Musik yang tadi mengalun dengan indah di ruangan berhenti dan tergantikan oleh teriakan panik dari orang-orang.

Namun itu hanya sebagian, orang seperti Duke Roan yang memiliki kemampuan pertahanan diri berusaha untuk menghentikan keadaan kacau sekarang.

Keadaan kacau itu adalah munculnya beberapa monster di istana. Hal ini sangat aneh karena prajurit penjaga tidak memberikan peringatan akan adanya serangan.

"Minggir Pak Tua! Urus saja monster yang ada di sebelah sana!" teriak Duke Roan kepada Duke Donovan sambil menghunuskan pedang ke arah monster yang hendak menyerang.

Duke Donovan tetap membantu pria muda keras kepala itu dalam diam.

Banyak orang yang terluka meski hampir semua kekuatan dikerahkan. Bagi Duke Roan sendiri monster ini mengerikan, hal yang mengerikan dari monster yang sekarang adalah kecepatan pemulihan.

Jika monster kelinci kemarin adalah kekuatan, monster yang kali ini adalah kecepatan pemulihan, apa kelebihan monster yang akan datang besok?

"Duke Roan, Anda harus menyerang di bagian vital dari monster itu. Bukan memberikan luka kecil," ujar Duke Donovan.

"Terima kasih atas saran Anda, Duke Donovan. Tapi bisakah Anda lebih membantu? Setidaknya Anda harus mengalahkan satu monster," balas Duke Roan kesal. "Atau buat mereka berhenti!"

"Maaf sekali Duke Roan, tapi monster-monster ini diluar kendali saya."

Duke Roan pun hanya mendecakkan lidahnya dengan kesal mendengar jawaban Duke Donovan. Ayah dan anak perempuan sama saja, sama-sama menyebalkan, pikirnya.

Sementara itu di sisi ruangan yang lain, seorang penyihir laki-laki dan seorang ksatria sedang berjuang dengan keras. Mereka adalah Ian dan Killian.

Killian yang menguasai ilmu berpedang melindungi adiknya dari monster-monster yang sedang menyerang mereka dengan menebas supaya pergerakan monster tersebut menjadi lebih lambat.

Pria itu berusaha menusuk bagian vital dari si monster, tetapi kemampuan mengerikan monster itu tidak memberikan cukup waktu bagi Killian.

"Kakak, biarkan aku menyerang juga!" kata Ian kepada kakaknya.

Mata Ian berkaca-kaca karena frustrasi. Frustrasi karena dia hanya menjadi beban bagi Killian sekarang.

"Kamu cukup membantuku dengan ini, Ian. Ini sudah lebih dari cukup dan jangan remehkan ksatria pelindung putra mahkota," balas Killian dengan senyuman.

Pria itu kembali menyerang, tapi hanya memberikan luka yang cukup ringan. Killian bertahan dan menyerang, berusaha menghindar dari serangan monster yang sedang dia hadapi.

Beberapa orang lain yang merupakan prajurit, mengeluh karena monster-monster yang datang sulit untuk dikalahkan.

Namun secara tiba-tiba terdengarlah suara pekikan yang mengerikan, suara pekikan monster. Anehnya pula, suara itu sangat berpengaruh kepada monster-monster lainnya.

Tidak hanya kepada para monster, itu juga berpengaruh kepada manusia.

Lantai yang sudah kotor dengan cairan merah kental, menjadi lebih kotor lagi dengan sebuah mayat monster yang tergeletak di sana.

Kepala mengerikan yang terpenggal adalah alasan mengapa lantai itu bertambah kotor. Kemudian monster-monster yang lain juga mendapat nasib yang sama.

Setelah beberapa saat, semuanya berakhir. Tetapi tentu saja kondisi ruangan sangat kacau. Para prajurit pun segera membersihkan kekacauan yang ada.

Semua perhatian tertuju kepada Lenka yang merupakan orang yang membuat keadaan menjadi seperti sekarang.

Beberapa orang tampak tidak suka dan ketakutan dengan sosok Lenka saat ini. Tetapi Noah berlari ke arah gadis itu dan memeluknya.

"Kakak!" katanya sambil memeluk erat Lenka. "Syukurlah Kakak baik-baik saja."

"Maaf membuatmu khawatir dan terima kasih," balas Lenka.

Setelah Noah melepas pelukannya, Lenka meminta para prajurit untuk membantu membersihkan mayat-mayat monster yang ada dan meminta orang yang bisa menggunakan sihir penyembuhan untuk memulihkan orang-orang yang terluka.

"Killian, bagaimana kondisimu?" tanya seseorang.

"Saya baik-baik saja Yang Mulia. Terima kasih telah mengkhawatirkan saya," jawab Killian meski kondisinya tidak sebaik apa yang mulutnya katakan.

Orang itu beralih ke arah Lenka dan berkata, "Pesta ini harus diakhiri. Dan setelah semuanya selesai, datanglah bersama dengan ayahmu."

"Baik Yang Mulia."

Lenka terus menundukkan kepalanya sampai orang tadi, kaisar, pergi.

"Sepertinya kaisar agak marah? Dia terlihat mengerikan," ujar Noah yang tepat berada di sebelah Lenka.

"Yah sepertinya, tapi lain kali berhati-hati saat bicara," balas Lenka dan dibalas anggukan kepala oleh Noah.

Setelah Noah pergi untuk membantu yang lain, Lenka memeriksa keadaan Killian, ksatria pelindung Miklan. "Sudah merasa lebih baik?"

"Hm, cukup. Terima kasih sudah membantu saya dan Adik saya."

"Tidak masalah. Karena pesta akan segera diakhiri, lebih baik kalian kembali sekarang. Akan saya laporkan kepada putra mahkota kalau Anda sudah kembali bersama dengan Adik Anda."

"Baiklah."

Lama kelamaan ruangan besar itu menjadi kosong dan hanya menyisakan beberapa orang di dalamnya. Orang-orang itu diantaranya adalah Lenka, Duke Donovan, Noah, Miklan, Duke Roan, Gabrielle, dan Seth.

"Baiklah, ini malam perayaan paling buruk yang pernah kualami seumur hidup," ujar Duke Roan membuka percakapan.

"Ya, itu tadi sangat-sangat buruk. Bagaimana monster-monster itu dapat masuk ke tempat seperti ini?" kata Gabrielle memberi tanggapan.

"Entahlah. Terima kasih karena Anda semua telah bekerja keras di tengah kekacauan ini. Orang-orang sangat berterima kasih kepada kalian." Lenka membungkukkan badannya. "Sekarang kita bisa kembali ke tempat masing-masing," tambahnya.

Semuanya saling mengucapkan salam perpisahan dan mulai beranjak dari tempat pesta yang penuh dengan bercak darah tersebut.

Duke Roan yang sadar bahwa orang-orang dari keluarga Donovan tidak berjalan sesuai dengan arah pun bertanya, "Mengapa kalian berjalan ke arah sana? Apa kalian lupa arah? Betapa buruknya ingatan kalian ini."

Dada Noah seketika terasa panas. Laki-laki itu kesal dengan setiap kata yang keluar dari mulut Duke Roan.

"Tidak ada urusannya dengan Anda, Duke Roan. Lagipula kami memang belum berniat kembali ke kamar," balas Noah sinis.

"Memangnya kalian ingin pergi ke mana, huh?" tanya Duke Roan dengan ekspresi wajah mempermainkan. Satu hal yang pria itu sukai baru-baru ini, yaitu membuat Noah naik darah.

Noah yang tadinya ingin kembali menjawab pertanyaan Duke Roan diam karena Duke Donovan menyentuh bahunya.

"Bisakah Anda berhenti bermain dengan putra saya, Duke Roan? Lebih baik untuk Anda segera kembali ke kediaman dan menyelesaikan pekerjaan Anda yang sempat tertunda."

Namun bukannya mengiyakan perkataan Duke Donovan, Duke Roan malah tertawa. "Kalau begitu, ke mana kalian akan pergi sekarang, jika saya boleh tahu?"

"Yang Mulia memanggil kami. Mungkin karena beliau tidak berkenan kejadian barusan. Apakah itu cukup menjawab pertanyaan Anda?" balas Lenka.

"Kalau begitu aku akan ikut dengan kalian, kebetulan sekali aku juga punya sesuatu yang penting."

1
Wynne a.m
thor maaf, knp Duke satu kereta dgn pelayan? bukankah seharusnya pelayan ada keretanya sendiri? atau Duke satu kereta dgn anak"nya, kereta lain diisi pelayan?
Ayu Sari Murni
kok seperti nya babnya banyak yang hilang
manira zhang
sepertinya lagi" ada part yg hilang, yg di acara pesta di rumah baron jg tdk ada lanjutannya, dan yg ini jg tdk ada lanjutannya part ketemu bandit 🤔
Erna Masliana
tamat... suka banget ceritanya
Erna Masliana
mantap sekali jawaban ayah ini.." jika berkhianat habisi" 😁
Erna Masliana
heh ternyata sama Noah.. gapapa lah bagus.. Noah lebih bisa diandalkan..dari pada sama yang lain.. apalagi kehidupan istana atau ibu kota tidak cocok untuk Lenka
Erna Masliana
satu lagi orang yang sadar.. Gabriel tidak sesuci itu
Erna Masliana
Noah dan Kilian sepertinya agak pintar dikit tau bahwa Gabriel tidak sepolos itu
Erna Masliana
nah betul.
Erna Masliana
si rubah nih.. monster
Erna Masliana
hanya satu hindari Gabriel.. karena tokoh protagonis cowok sedang terlibat kerjaan tapi satu lagi jangan pernah nerima ajakan apapun di luar kerjaan
Erna Masliana
gitu dong.. menjauh.. katanya mau menghindar eh malah nurutin bae s Roan
Erna Masliana
sedikit berubah Lenka ini.. biasanya menghindar tapi setelah masuk istana hobby banget jadi bahan omongan dan tontonan
Erna Masliana
sepertinya ini ulah s Gabriel.. mungkin saja Gabriel punya tujuan tertentu menguasai istana 🤔
Erna Masliana
hu'um meragukan.. kadang anak tidak setangguh orang tuanya
Erna Masliana
alur berubah kamu jadi protagonis Gabriel antagonis
Erna Masliana
nolak Kaisar mah bahaya..kamu harus paham Noah..nolak para nona bangsawan aja udah gak sopan apalagi Kaisar
Erna Masliana
alur berubah..Noah menyukai kakaknya 😁✌️
Erna Masliana
kan belum terjadi..si Noah belum ketemu protagonis kan.. kamu tau nama protagonis wanita tidak? yang harus kamu hindari protagonis wanita.. jangan mengganggu ya itu aja
Nuraishah❤💚
best
Anana: thank you kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!