Sahabatmu juga menyukai orang yang sama denganmu? Gimana tuh?
Sahira dan Keira sudah berteman cukup lama sejak mereka masih bersekolah di bangku sekolah dasar, namun karena sesuatu hal Keira terpaksa harus pindah dari sekolah tersebut dan berpisah dengan sahabatnya yakni Sahira dalam waktu cukup lama.
Bertahun-tahun kemudian, Sahira sudah remaja dan mendapat beasiswa untuk bersekolah di sekolah menengah atas terfavorit di kota tempat ia tinggal. Disana Sahira memiliki banyak teman baru yang dapat membuatnya melupakan Keira sahabat lamanya itu.
Tidak hanya sahabat, Sahira juga bertemu dengan seorang pria dingin idaman para wanita di sekolahnya yang selalu membuat dirinya jengkel dan sial setiap kali bertemu dengan pria bernama Elargano itu.
Lambat laun Sahira merasakan sesuatu yang berbeda pada Elargano, ya gadis itu rupanya jatuh cinta. Sayang sekali Sahira tak tahu bahwa Elargano juga adalah pria yang disukai oleh Keira alias sahabat masa kecilnya.
Baca yuk kisah selanj
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My honey
#SangPemilikHati Episode 29.
•
•
Elargano sampai di depan gerbang sekolah kekasihnya, ia menghentikan mobil lalu menoleh ke belakang menatap wajah Keira sambil tersenyum manis.
Elargano cukup merasa gemas melihat wajah Keira yang sedang ngambek itu, apalagi ditambah dengan dua tangan yang diletakkan di depan menambah keimutan dari gadis tersebut.
Keira sendiri memang masih kesal pada kekasihnya tersebut, bukan hanya karena El tidak menjemputnya, namun juga karena kemarin pria itu tak datang kembali ke rumahnya, padahal ia sudah menunggu kedatangan Elargano.
"Hey, udah sampe nih. Kamu mau sampai kapan cemberut terus kayak gitu, ha?" tegur Elargano.
"Ya makanya buka pintunya! Gimana aku mau turun kalau pintunya masih kamu kunci sih?" ujar Keira emosi.
"Hahaha..." Elargano tertawa lepas.
"Ish malah ketawa! Cepetan buka pintunya, El! Aku mau turun ke luar, jangan tahan-tahan aku deh!" ujar Keira disertai pelototan tajam ke arah Elargano.
"Waduh, kamu kalo melotot begitu bukannya serem tau sayang. Tapi, malah tambah gemesin! Aku jadi pengen cubit pipi kamu, boleh ya?" ujar Elargano dengan santai.
Keira mendengus kesal dan memalingkan wajahnya, ia selalu tak bisa berbuat apa-apa jika sudah digombali oleh Elargano.
"Hey, kenapa buang muka lagi sih?" tanya Elargano.
Keira hanya diam.
"Hey sayang!" tegur Elargano.
"Berisik! Kalo mau aku ngeliat ke kamu, ya kamu cepetan buka pintunya!" bentak Keira.
"Iya iya sayang...."
Elargano akhirnya menurut dengan perkataan Keira, ia membuka pintu mobil dan membiarkan gadis itu ke luar. Namun, tentu saja Elargano juga ikut keluar dari mobil tersebut.
Elargano berdiri tepat di samping gadisnya, ia menggenggam tangan Keira menahan gadis itu agar tidak pergi dari sana, ia tersenyum sembari membelai rambut Keira dengan lembut hingga membuat gadis itu tersipu.
"Kamu itu cantik sayang! Udah lah, jangan ngambek terus kayak gini!" bujuk Elargano.
"Gimana aku gak ngambek? Kamu ingkar janji tau sayang! Kan kamu udah bilang mau jemput aku, kenapa kamu gak datang?!" ujar Keira.
Elargano terdiam dan menghela nafas sejenak.
"Iya iya, aku tau aku salah! Aku minta maaf ya sama kamu cantikku!" ucap Elargano.
"Gak!"
Jawaban singkat dari Keira membuat Elargano kebingungan, ia sampai garuk-garuk kepala karena tak mengerti bagaimana lagi ia harus membujuk Keira agar mau memaafkan dirinya.
"Sayang, kok enggak sih? Kamu gak mau maafin aku?" tanya Elargano.
"Iya, itu tau!" jawab Keira singkat.
"Huft, kenapa?" tanya Elargano lagi.
"Ya karena kamu nyebelin!"
"Hah? Nyebelin kenapa?"
Elargano hanya bisa terheran-heran mendengar jawaban dari gadisnya, bahkan saat ini Keira malah membuang muka bukannya menjelaskan maksud dari perkataannya tadi.
"Hey, jangan buang muka dong cantik!" ucap El.
Ya pria itu pun menarik wajah Keira dengan paksa agar menghadap ke arahnya, ia juga menahan dagu gadis itu dengan kuat.
"Kamu jelasin ke aku, maksudnya apa nyebelin itu?!" tegas Elargano.
"Haish, ya kamu nyebelin lah! Harusnya kemarin tuh kamu datang temuin aku, lah ini enggak! Kamu seneng kan kalau aku ngambek terus kayak gini?" ujar Keira.
"Apa? Aku udah dateng loh ke rumah kamu, tapi kata papa kamu tuh kamu masih tidur sayang. Yaudah aku balik lagi, gak salah kan?" jelas Elargano.
"Iya, gak salah! Tapi, harusnya kalau kamu ngerti ya kamu balik lagi dong El! Bukannya malah asik sendiri di luaran sana, pasti ketemuan sama cewek lain kan?" ucap Keira.
"Apaan sih? Ya enggak lah! Mana mungkin aku kayak gitu?" ujar Elargano.
"Halah bohong!" cibir Keira.
"Gak bohong sayang, aku serius! Buat apa aku ketemu sama cewek lain, sedangkan aku udah punya bidadari di depan aku?" ujar Elargano.
Keira tersenyum tipis mendengar perkataan El, hal itu membuat Elargano senang dan tak mau berhenti menatap wajah gadisnya.
"Nah gitu dong, senyum! Kan tambah cantik sayangku!" ucap Elargano.
"Apa sih? Kamu serius gak bilang gitu?" tanya Keira langsung jutek lagi.
"Ya ampun, baru sebentar senyumnya udah jutek lagi aja sih sayang! Ya iyalah aku serius, masa aku bohong sih?!" ucap Elargano.
"Umm, terus kemarin kamu kemana?" tanya Keira.
"Maaf ya sayang! Kemarin itu aku temenin papaku ke acara pembukaan cabang perusahaan temannya, makanya aku gak bisa balik lagi ke rumah kamu. Kalau kamu gak percaya, tanya aja sama papaku langsung nanti!" ucap Elargano.
"Iya deh, aku percaya!" ucap Keira.
"Nah, kalo gitu sekarang senyumnya mana?" ujar Elargano.
Keira tersenyum sesuai kemauan Elargano.
"Duh, makin cantik kamu sayang!"
Momen itu akhirnya diakhiri dengan El yang memeluk tubuh gadisnya di hadapan banyak orang.
•
•
"Sayang, tau gak bedanya kamu sama pohon itu apa?" tanya seorang pria pada wanita nya.
Ya saat ini Raisa tengah bersama kekasihnya yang bernama Roger alias teman dari Elargano itu, mereka berduaan di dekat gudang yang sepi dan hanya ada mereka berdua disana.
"Umm, gampang lah!" ujar Raisa.
"Apa coba?"
"Ya kalo pohon itu kan tumbuhan, nah aku manusia. Masa itu aja kamu tanyain ke aku sih sayang? Itu mah anak TK juga bisa kali!" ucap Raisa.
"Hahaha, salah sayang! Bukan itu!" ujar Roger.
"Loh kok salah sih? Terus apa dong?" tanya Raisa heran.
"Iya, kalo pohon itu mahoni. Kalo kamu my honey," jawab Roger sambil mencolek dagu gadisnya.
"Aih kamu gombal ternyata!" ujar Raisa tersipu.
"Hahaha, aku paling suka lihat reaksi kamu kalo lagi digombalin kayak gini. Soalnya tuh bikin gimana gitu, pokoknya senang lah!" ucap Roger.
"Ish, bisa aja kamu ah!"
Raisa pun terus memukul-mukul dada bidang Roger karena salah tingkah.
"Oh ya, kita kenapa sih tiap mau berduaan harus disini? Emang gak ada tempat lain apa?" tanya Raisa.
"Eee kamu kan tahu sendiri sayang, aku gak pengen ada teman-teman aku yang tau kalau aku pacaran sama adek kelas. Bisa dicengin habis-habisan aku kalau mereka pada tahu, emang mau kamu kalo aku dimusuhin begitu?" jawab Roger.
"Ya gak mau lah sayang! Iya deh, gapapa kita pacaran disini aja. Asalkan kalo di luar, kamu tuh mau dong aku ajakin ke restoran atau bioskop gitu!" ucap Raisa.
"Iya sayang, tapi gak janji ya? Soalnya aku kan harus kumpul sama temen-temen aku!" ucap Roger.
"Aih, kamu mah lebih perduli sama teman kamu daripada sama aku! Padahal aku pacar kamu loh, dasar jahat!" ujar Raisa.
"Gak gitu sayang, aku—"
"Udah ah! Aku mau pergi aja dari sini, bye!" potong Raisa ngambek.
"Hey, Raisa sayang!" teriak Roger.
Roger berusaha menahan gadisnya agar tidak pergi, akan tetapi ia gagal karena Raisa langsung berlari meninggalkan tempat itu dengan cepat.
Ia pun hanya bisa meratapi nasibnya disana sambil mengusap wajah secara kasar, sebenarnya ia memang ingin bebas bermesraan dengan Raisa, namun semuanya sulit dilakukan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
cantik
jd sah.. 🤣🤣
penjahit cantik mampir
semangat!
mampir juga yaa