NovelToon NovelToon
Aku Mencintai Cahaya

Aku Mencintai Cahaya

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Selingkuh
Popularitas:917.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Sequel dari Bukan Istri idaman.

Cahaya Adhisti, gadis cantik dan cerdas, yang sudah yatim piatu mulai dari usia 5 tahun, terpaksa menjadi asisten rumah tangga pada sebuah keluarga konglomerat yaitu keluarga Maheswara supaya tidak menyusahkan panti asuhan tempat dia dibesarkan. Keluarga itu, memiliki seorang putra bernama Gilang Joaquin Maheswara.

Gilang, pemuda yang sangat tampan, cerdas, dingin dan merupakan pewaris dari The sky group, perusahaan yang sangat besar. Dia memiliki seorang tunangan bernama Dania yang merupakan putri dari sahabat papanya. Dania sangat mencintai Gilang dari kecil,tapi sebaliknya Gilang tidak pernah mencintai Dania. Pria itu terpaksa menerima bertunangan dengan Dania hanya karena, menghormati orang tuanya dan karena Dania mengancam akan bunuh diri.

Dania yang memang sudah menganggap kalau Gilang hanya miliknya seorang, selalu merasa kalau Cahaya merupakan ancaman bagi hubungannya dengan Gilang. Wanita itu takut kalau-kalau, tunangannya itu, jatuh cinta pada Cahaya karena kecantikan yang dimiliki oleh wanita itu. Namun, Karena sebuah alasan, Gilang diam-diam menikahi Cahaya tanpa memutuskan pertunangannya dengan Dania terlebih dulu. Akan tetapi, Kebaikan dan kelembutan yang dimiliki oleh Cahaya, membuat Gilang jatuh cinta sehingga membuat Dania murka setelah mengetahui kenyataan itu.

Apa sebenarnya alasan Gilang menikahi Cahaya? apakah Cahaya akan kuat menerima hinaan demi hinaan yang dilontarkan oleh Dania padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta pada pandangan pertama

"Ya udah, sekarang kamu turun, kita sudah sampai di kampus kamu," ucap Gilang sembari menunjuk kampus tempat Cahaya akan menimba ilmu.

"Aku gugup," ucap Cahaya dengan lirih

"Kenapa harus gugup? tidak ada yang perlu ditakutkan," ucap Gilang. " Oh ya, ingat, kamu harus pintar-pintar memilih teman, karena aku yakin, begitu melihat kamu turun dari mobil ini, akan banyak yang sok bersikap baik di depanmu. Satu hal lagi, kalau sudah mengajak kamu ke hal yang tidak-tidak, itu berarti tidak pantas kamu temani," sambung Gilang kembali, memberikan nasehat.

"Iya,Mas. Kalau untuk masalah itu, kamu tidak perlu kasih tahu aku,"

"Baiklah Kalau kamu sudah mengerti. Sekarang kamu bisa turun,"

Cahaya meraih tangan Gilang dan kembali mencium punggung tangan pria itu. Lagi-lagi Gilang tertegun dengan apa yang dilakukan boleh Cahaya.

"Beginikah rasanya punya istri?" batin Gilang.

"Lang, kenapa kamu bengong? kita langsung jalan nggak nih?" celetuk Bayu membuat Gilang segara tersadar dari lamunannya.

"Kita tunggu sebentar. Kita lihat sampai dia masuk dulu," ujar Gilang.

"Sepertinya, Cahaya punya potensi kuat nih, membuat Gilang melupakan perasaannya pada Reyna," bisik Bayu pada dirinya sendiri.

Kedatangan Cahaya langsung mendapat perhatian dari banyak orang karena wanita turun dari mobil mewah. Selain karena turun dari mobil mewah, parasnya yang cantik juga menjadi banyak pria dan wanita yang kagum, bahkan tidak sedikit yang juga merasa iri.

"Sepertinya istrimu akan jadi bunga kampus, Lang. Lihat tuh tatapan para mahasiswa-mahasiswa itu. Kamu harus jaga ketat istrimu," Bayu dengan sengaja memprovokasi Gilang.

"Kamu bisa diam nggak? Itu semua tergantung dia, walaupun banyak pria yang mendekatinya, kalau dia masih ingat statusnya yang sudah menjadi istri, tidak ada hal yang perlu ditakutkan. Ayo jalan!" Gilang sama sekali tidak menampakkan kalau dia terpengaruh dengan ucapan sahabatnya itu. Padahal tanpa dia sadari, hatinya sudah mulai was-was.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Cahaya berjalan dengan wajah yang berbinar menuju ruang kelasnya yang sudah dia tanyakan sebelumnya pada mahasiswa/mahasiswi yang berpapasan dengannya.

Ketika wanita itu hendak berbelok, tiba-tiba dia membentur sebuah dada bidang dan keras hingga membuatnya hampir terjatuh. Beruntungnya orang yang dia tubruk itu, dengan cekatan langsung menarik tangan Cahaya, sehingga dia tidak jadi terjatuh.

"Ma-maaf, Pak!" ucap Cahaya sembari menepis tangan pria yang menolongku dengan sopan. Dari pakaian yang digunakan oleh pria itu,dia yakin kalau pria itu bukan seorang mahasiswa, walaupun pria itu masih terlihat sangat muda, seperti seusia Gilang.

Pria itu tidak menjawab sama sekali. Justru pria itu terlihat tertegun karena terpesona dengan paras Cahaya yang cantik.

"Pak, Halo! apa, Bapak mendengarku?" Cahaya mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah pria yang belum dia tahu namanya itu.

"Eh, i-iya? kamu bilang apa tadi?" pria itu seketika tersadar karena tangan Cahaya.

"Aku bilang maaf, Pak. Tadi aku tidak sengaja menabrak, Bapak." Cahaya mengulangi permintaan maafnya.

"Eh, tidak apa-apa! kamu mahasiswi baru ya? sepertinya aku tidak pernah melihatmu sebelumnya," tanya pria itu.

"Iya, Pak. Karena aku bukan baru lulus SMA, aku tidak diharuskan untuk ikut MOS," jelas Cahaya.

"Kamu jurusan apa?"

"Aku jurusan management bisnis, Pak," sahut Cahaya yang memang dari dulu ingin mengambil jurusan management bisnis karena dia mempunyai impian ingin memiliki bisnis sendiri.

"Wah management bisnis ya? berarti aku akan jadi dosenmu. Perkenalkan namaku Randi, salah satu dosen yang mengajar management bisnis di kampus ini," Pria yang ternyata bernama Randi itu mengulurkan tangannya ke arah Cahaya.

"Cahaya, Pak!" Cahaya menyebutkan namanya.

"Nama yang sangat bagus, sesuai dengan wajah kamu yang bercahaya," puji Randi, dengan tatapan yang berbinar.

Melihat tatapan Randi, Cahaya seketika merasa risih.

"Pak, maaf ya! aku mau ke ruangan kelas dulu!" Cahaya membungkukkan badannya dan berlalu pergi setelah Randi menganggukkan kepalanya.

"Hmm, sepertinya aku harus tetap mengajar di sini," Randi mengulum senyumnya sembari menatap Cahaya sampai tubuh wanita itu menghilang dari pandangannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Aku meminta surat resign yang aku ajukan tadi, Pak," ucap Randi pada seorang pria yang dia berikan surat resignnya tadi.

"Kenapa diminta kembali, Pak Randi?"

"Karena setelah aku pikir-pikir, passion saya memang jadi seorang dosen, Pak. Aku masih bisa kan memberikan kuliah di kampus ini?" tanya Randi penuh harap.

"Tentu saja, Pak Randi. Justru ketika Bapak mengatakan mau berhenti jadi dosen, aku sangat menyayangkan keputusan yang Bapak ambil, karena Pak Randi adalah salah satu dosen terbaik yang dimiliki kampus ini. Tapi, sekarang aku sudah lega karena Pak Randi tidak jadi resign," pria lawan bicara Randi itu, tersenyum lebar ke arah Randi.

"Kalau begitu, terima kasih banyak, Pak! Aku pamit ke luar dulu."

"Silakan, Pak Randi!" Randi langsung berlalu pergi setelah diizinkan untuk pergi.

Setelah pria itu sudah di luar, handphonenya tiba-tiba berbunyi, dan dia melihat papanya sedang menghubunginya.

"Halo, Pa!" sapa Randi dengan semangat.

"Bagaimana, Nak. Apa kamu sudah mengajukan surat resignmu?" tanya suara yang dipanggil papa oleh Randi.

"Tadinya sudah, Pa, tapi aku urungkan,"

"Kenapa kamu urungkan? bukannya papa sudah bilang kalau papa sangat membutuhkan kamu untuk menggantikan papa memimpin perusahaan? papa sudah benar-benar capek, Randi," pria itu memprotes keputusan Randi.

"Iya aku tahu, Pa. Tapi aku berjanji kalau aku akan tetap mengurus perusahaan seperti yang papa mau. Tapi kali ini biarkan aku tetap menjadi dosen,"

"Sebenarnya apa alasanmu untuk tetap mengajar di sana? tidak mungkin kan kamu tiba-tiba berubah begitu saja?" ujar pria di sebrang sana, menyelidik.

"Tadi aku ketemu bidadari, Pa dan kebetulan dia akan menjadi Mahasiswiku," ucap Randi jujur karena dia memang selalu terbuka pada kedua orangtuanya.

"Hmm, sepertinya kamu sedang jatuh cinta. Baiklah kalau begitu, lanjutkan perjuanganmu. Papa dan mama juga pengen cepat-cepat dapat menantu,"

"Siap, Pa!" ucap Randi dengan semangat.

"Oh ya,Randi. Bukannya sekarang seharusnya kamu mengadakan pertemuan dengan Gilang dari The Sky group untuk membicarakan kerja sama?" papanya Randi kembali bertanya

"Itu jam tiga sore, Pa. Papa tenang saja, aku akan tetap menemuinya nanti," sahut Randi, lugas.

"Baiklah kalau begitu. Ya udah kamu lanjut aja memberikan kuliahnya. Papa ada pekerjaan,". panggilan seketika terputus dan Randi memasukkan kembali handphonenya ke dalam sakunya. Kemudian pria itu mengayunkan kakinya melangkah menuju ruangan di mana Cahaya berada. Pria itu terlihat semangat dan bahkan tersenyum ke arah mahasiswa/mahasiswi yang berpapasan dengannya. Benar-benar hal yang hampir tidak pernah dia lakukan.

Tbc

1
Kamaratih Basagita
Saat kecilku juga mikir gitu, nasi rames itu diremes dulu sama penjualnya /Grin//Facepalm/
maya ayu
🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk emang enak di hina gitu oleh semua orang,Malu dong Dania..Eh dia mana ada urat malu..
Qaisaa Nazarudin
Nah itu salahkan aja Denish yg mendidik anaknya menjadi manja kek gitu..
Qaisaa Nazarudin
Emang udah gilang pecat jadi pembantu, Sekarang dia tahta jadi Nyonya rumah kenapa lo..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa ni cewek gak ada kapok2 nya ya..ckck...Harusnya nih keluarga Gilang ngomong aja jujur kalo Gilang itu udah nikah,Tapi jangan bilang siapa isteri nya,Ntar yg ada Cahaya yg jadi sasaran empuknya,Sedangkan sekarang saja selalu Cahaya yg kena.. Cahaya juga kenapa sih karakternya harus jadi cewek Lemah bikin aku greget aja dengan keoonannya..
Qaisaa Nazarudin
Kamu marah sekarang juga gak ada gunanya Reyna,Gilang udah nikah dgn orang lain,Dulu aja kamu mentingin sahabat dari diri kamu sendiri,Bukannya memperjuangkan Gilang,Malah mendorongnya ke sahabat kamu Sendiri.. ck
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk Reyna Yg Egois..Di ajak nikah gak mau, Tapi saat Gilang sama cewek lain malah marah2..Mau mu apaan sih,Heran deh aku..ckck..
Qaisaa Nazarudin
PERIGI MENCARI TIMBA..MEMALUKAN,Ini lah hasil didikan Denish..
PEDE KAMU YA..NOH GILANG UDAH NIKAH...
Qaisaa Nazarudin
Bagus Bella tinggalkan Aja lakik yg Bodoh kek gitu,Kita marah karena sayang anak,Bukan seperti dia yg selalu memanjakan gak kenal tempat,
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk gimana gimana..Jangan bunuh diri ya..🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampai kamu dan papa mu benar2 bunuh diri saat tau kalo Gilang itu benaran menikah dengan orang lain,Saat itu baru kamu dan bapak mu sadar kalo apa yg Bella bilang itu benar adanya..
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
👏👏👏👍👍👍👍 Mmg itu yg seharusnya..Denish..denish..pantasan Dania kayak gitu, Karena kamu terlalu memanjakannya..
Laila Umroh
Luar biasa
Vira Zulfiyanti
sering banget typo nama Thor,
Vira Zulfiyanti
Bayi. Gila. 😂😁
Nuraini Nuraini
Luar biasa
Nnk Ftr
danis harus masukin anak ny ke rsj
Nnk Ftr
knp jd ga enakan sich? cuek aj lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!