NovelToon NovelToon
Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:179.8k
Nilai: 5
Nama Author: Pentin

Season 1.
Mawar......
Anak yang terlahir dari seorang kupu kupu malam.
Dari sebuah benih yang di ambil tanpa sepengetahuan sang lelaki.
Dan terlahir tanpa kasih sayang kedua orang tuanya.

Tapi Allah kemudian mengirimkan ibu asuh yang bisa mendidiknya menjadi wanita yang hebat baik akhlak maupun imannya.

Lika liku hidupnya sudah ia rasakan sejak kecil bahkan sampai ia dewasa.
Bahkan statusnya sebagai anak seorang pelacur pun berulang kali merusak hidup dan karirnya yang telah ia bangun dengan susah payah.

Hingga ia harus bangkit lagi dan memulai semuanya dari nol.

Saat seorang lelaki singgah dihidupnya dan hati mereka saling tertarik.
Ternyata Allah sudah mempunyai jodoh tersendiri baginya....

Lalu...
Bagaimana ia nantinya mengatasi masalah demi masalah yang tak kunjung selesai dalam hidupnya..

Apakah ia akan tetap istiqomah di jalan Allah sampai ia benar benar bisa meraih surga yang ia damba dambakan sejak kecil...??.

Season 2.
Perjuangan Fatimah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karna Mukenah Mawar

Mobil Dokter Malik berhenti di sebuah rumah besar.

Terlihat seorang wanita berjilbab sedang duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir teh hangat.

Dokter Malik keluar dari mobil dan menuju ke arah wanita itu, kemudian mencium punggung tangan wanita itu.

"Assalammualaikum mi", ucap dokter Malik menyapa wanita itu, yang tak lain adalah ibunya.

"Walaikumsalam", ucam Maminya dengan senyum mengembang di bibirnya.

"Kamu dari mana aja sih nak, mami nunggu kamu lhoo dari tadi", ucap maminya menuangkan teh untuk anak semata wayangnya itu.

"Tadi pagi tuh rencananya Malik mau berkunjung ke Pesantren pak kyai Usman mi, tapi ada orang yang harus Malik tolong, jadi Malik pulang telat", ucap dokter Malik sambil meminum tehnya.

"Alhamdulillah kalau kamu sempat berbuat baik hari ini nak" ucap ibunya.

Kemudian dokter menceritakan tentang Mawar dan ibunya yang ia tolong itu, dan hubungannya dengan pak kyai Usman.

"Masyaallah, kasian sekali, trus sekarang dia baik baik saja kan..??", ucap ibunya dokter Malik bersimpati.

"Alhamdulillah mi, mereka sehat dan berada di pesantren sekarang", ucap Dokter Malik.

"Oh ya bentar mi, tas Malik ketinggalan di bagasi", ucap dokter Malik bangkit menuju ke bagasi mobilnya.

Ia membuka bagasi mobil dan sejenak berhenti tak bergerak, dengan pandangan ke arah bagasinya.

Mami nya yang heran melihatnya memandang ke arah Bagasi lalu menghampirinya.

"Malik, kamu kenapa sih..??", ucap Maminya membuat dokter Malik kembali berkedip.

"Ehh, enggak mi, ini lhooo dagangan Mawar ketinggalan di bagasiku, nanti kalau yang pesan tanya, bisa kena marah dia kalau barangnya gak ada", ucap dokter Malik kebingungan.

"Masyaallah, kok bisa lupa sih kamu nak", ucap maminya sembari mengambil sebuah mukenah dari bagasi anaknya.

Ia mengamati mukenah yang di pegangnya.

Ia penasaran dan membuka bungkus mukenah itu.

Ia meraba setiap payet dan jahitan, bordiran dari mukenah itu.

"Ya ampun, ini bagus banget nak..!!", ucap maminya menyukai model dari mukenah Mawar.

"Aku juga berpikiran begitu mi, padahal aku gak tau sama sekali tentang mukenah", ucap Dokter Malik.

"Emmm gini aja, besok kita kembalikan, kasian kalau dia di marahi pelanggannya, mami juga sekalian pingin pesan juga, ya Malik..??", ucap ibu dokter Malik.

"Iya mi, besok Malik antar ya", ucap Dokter Malik menutup bagasi mobilnya dan masuk ke dalam rumah bersama ibunya.

___

Keesokan harinya mereka benar benar berangkat menuju pesantren.

Sekitar 2 jam perjalanan, mereka sudah sampai di depan pesantren Ummar.

Mereka memasuki gerbang dan mengucap salam pada satpam yang bertugas.

Mereka kembali melajukan mobilnya menemui pak kyai di bilik pengurus.

Tok tok

"Assalammualaikum pak kyai", ucap mami Maryam ibunda dokter Malik.

"Walaikumsalam, masyaallah apa kabar buk..??", seru pak kyai menyalami bu Maryam dan Malik.

"Sudah lama bu Maryam tak berkunjung ke sini..", ucap pak kyai mempersilahkan bu Maryam dan dokter Malik duduk.

"Maaf pak kyai, masih banyak pekerjaan di butik, jadi saya belum sempat berkunjung, oh ya kedatangan kami kesini ingin mengembalikan barang dagangan Mawar yang tertinggal di mobil anak saya kemarin", ucap bu Maryam mengutarakan niat kedatangannya.

"Benar pak kyai, saya takut Mawar bingung mencarinya", ucap dokter Malik.

"Ya sudah mari kita temui Mawar", ucap pak kyai.

Mereka pun masuk ke mobil dan menuju pondok Mawar.

Setelah mobil semakin dekat ke pondok, terlihat banyak ibu ibu bergerumbul di pondok Mawar.

Terlihat Mawar sedang menenangkan mereka.

Dokter Malik pun menghentikan mobilnya.

Bu Maryam, pak kyai dan dokter Malik keluar dari mobil mereka.

Mereka mendengar sedikit percakapan ibu ibu itu dengan Mawar.

"Mawar...!!, pokoknya saya gak mau tau, kan kamu sudah janji pesanan saya di antar kemarin", ucap salah satu ibu ibu di depan Mawar.

"Iya Mawar, mana mukenah pesanan kami..??", ucap seorang lagi.

Mereka berteriak teriak di depan pondok Mawar tanpa mendengarkan penjelasan dari Mawar.

Dokter Malik pun menghampiri Mawar dan berdiri di sampingnya membawa bungkusan besar mukenah milik Mawar.

"Buk ibuk, mohon tenang dulu, saya membawa pesanan kalian, jadi pasti semua kebagian", ucap dokter Malik menenangkan ibu ibu yang sedang Marah.

Mawar hanya tertunduk dengan air mata yang menetes.

Mereka pun mengambil pesanan mereka satu per satu.

"Buk, mukenah ini tak sengaja tertinggal di mobil saya, sebaiknya sebelum marah marah ibu dengarkan dulu penjelasan Mawar, apakah dia pernah mengecewakan pesanan ibu selama ini..??", ucap dokter Malik membela Mawar.

Ibu ibu itu saling berpandangan.

Mereka akhirnya mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf.

"Maaf ya Mawar, kami gak mendengarkan penjelasan kamu dulu, kami harusnya berfikir, kamu tak pernah mengecewakan pesanan kami", ucap salah satu ibu ibu.

"Iya buk gak apa apa kok", ucap Mawar menghapus air matanya.

"Ini uang mukenahnya ya Mawar, kami lebihkan sebagai ucapan permintaan Mawar, jangan di tolak ya, kami permisi", ucap ibu ibu itu dan berlalu pergi.

"Terima kasih ibu ibuk", ucap Mawar dengan perasaan lega.

Dokter Malik yang sedari tadi memandangi Mawar, tersadarkan oleh pegangan tangan mami di pundaknya.

"Malikk...!!!", ucap maminya yang sepertinya mengetahui isi hati anaknya.

Dokter Malik hanya tersipu malu di depan maminya.

"Terima kasih mas", ucap Mawar dengan senyumnya yang manis tapi dengan wajah yang sedikit menunduk tak mau menatap lelaki di depannya.

"Oh ya Mawar perkenalkan, ini bu Maryam, ibu nak Malik, mereka kesini ingin bertemu kamu", ucap pak kyai mengenalkan bu Maryam.

Mawar mencium punggung tangan bu Maryam dan mempersilahkan mereka masuk.

"Silahkan masuk, saya panggil ibuk dulu", ucap Mawar masuk ke kamar ibunya.

Sementara di dalam kamar, mbak Lastri secepatnya menghapus air matanya dan berpura pura tidur, agar Mawar tak melihat ia mendengar dan sempat menangis meratapi nasib Mawar.

"Ibuk masih tidur", ucap Mawar kembali keluar dari kamar ibunya, tak mau mengganggu ibunya yang sedang istirahat.

Ia pun menuju dapur membuatkan minuman untuk para tamunya.

"Maaf buk, ibu saya sedang tidur", ucap Mawar sembari membawa teh dari arah dapur.

"Iyaa gpp Mawar", ucap ibu dokter Malik.

"Mari silahkan tehnya", ucap Mawar mempersilahkan tamunya sebuah teh.

"Makasih ya Mawar, oh ya itu mukenah buatan kamu yang lain..??", ucap bu Maryam menunjuk tumpukan mukenah di samping mesin jahit.

" Iya buk", ucap Mawar.

"Boleh saya melihatnya..??", ucap bu Maryam bangkit dari duduknya.

"Mari buk silahkan", ucap Mawar menunjukkan beberapa mukenah buatannya.

Bu Maryam melihat dengan seksama mukenah buatan Mawar.

Ia terkesima akan mukenah buatan Mawar.

Modelnya trendy, hiasannya yang indah, jahitannya yang rapi.

Pak kyai dan dokter Malik tersenyum melihat kedekatan Mawar dan bu Maryam.

"Nak Malik, sepertinya mami mu suka dengan Mawar", ucap pak kyai.

"Benarkah pak kyai ...??", ucap dokter Malik.

"Ya, bukankah kau juga tertarik dengan Mawar..??", ucap pak kyai memancing kejujuran dokter Malik.

Dokter Malik hanya tersenyum.

"Insyaallah pak kyai, semoga ada jalannya dari Allah", ucap dokter Malik menjawab pertanyaan pak kyai.

Mendengar jawaban dokter Malik, pak kyai semakin yakin bahwa dokter Malik menyukai Mawar.

Ia pun tersenyum bahagia.

"Semoga ya nak Malik, semoga", ucap pak kyai menepuk bahu dokter Malik.

Kalau bukan karna mukenah buatan Mawar yang tertinggal di mobilku, aku tak mungkin bisa secepat ini kembali bertemu dengan Mawar.

Dan kalau bukan karna maminya tertarik melihat mukenah buatan Mawar, maminya tak kan buru buru mengunjungi pesantren dan menawarkan kerja samanya dengan Mawar, yang mungkin menjadi selah satu alasanku bisa bertemu Mawar lebih sering, gumam dokter Malik dalam hati.

Semoga ini memang jalan dari Allah.

1
neng ade
aku selalu menunggu thor .. semoga othor dan calon dede bayi nya selalu sehat-sehat sampai jelang kelahiran nya ❤️❤️❤️
neng ade
Fatimah berkorban untuk orang-orang yang terdekat yang dikasihi nya dan juga untuk orang-orang yang sangat membutuhkan pendonor seperti gadis kecil tadi .. begitu besar pengorbanan mu Fatimah .. surga balasan mu .. 😭
neng ade: ya Allah .. Astaghfirullah..
yang sabar ya.. 🥹🙏
total 2 replies
neng ade
semoga Mawar bisa menerima Aqly.. dan juga bisa mengikhlaskan Fatimah meskipun sulit.. sadar lah Mawar sekarang Aqly sangat membutuhkan mu
neng ade: turut berduka cita atas meninggalnya Fatimah dan juga ikut prihatin dengan kondisinya Mawar 😭
total 2 replies
neng ade
Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un.. .. semoga Mawar kuat dan tabah menerima kenyataan itu ..
neng ade
Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un pengorbanan mu begitu besar Fatimah
selamat jalan semoga tenang dan damai di surganya Allah, SWT..
neng ade
aduuhh.. othor cantik ku lagi tegang-tegang nya langsung di gantung
😞
neng ade: oohh gitu toh .. tapi jangan lama-lama ya up nya thor 🙏❤️
total 2 replies
neng ade
Fatimah sengaja bilang akan berdiam diri di masjid padahal dia pun harus bersiap juga di meja operasi.. Fatimah pengorbanan mu begitu besar berbudi luhur dan mulia
neng ade
1 vote untuk mu thor 🙏❤️
pentin: trima kasihhh kk😍😍😍
total 1 replies
neng ade
Mawar hati terlalu baik dan penuh kasih sayang kepada siapapun juga
neng ade: bingung kenapa thor..
ya kabulkan aja permintaan Mawar..
meskipun dokter Malik menolak untuk menikahi Azizah
total 2 replies
neng ade
rencana apa yang akan Fatimah lakukan untuk menolong Mawar dan Aqly.. ada rahasia apa sebenarnya ini
neng ade
semoga kondisi Fatimah baik-baik aja setelah memberikan hak nya pada tuan Danu
neng ade
sedih banget di bab ini thor 🥹 🥹🥹
pentin: ☺️☺️trima kasihh
total 1 replies
neng ade
do'a yang sama utk wahyu mu ya thor.. mohon maaf lahir dan batin 🙏❤️
neng ade: terima kasih othor cantik ku 😁😍
total 3 replies
neng ade
jadi dilema..
neng ade
biarkan Aqly menuai karma nya
neng ade
sedih banget di bab ini.. semoga Mawar bisa diselamatkan 😭
neng ade
Aqly udah sangat keterlaluan kelakuan nya
neng ade
sebenarnya siapa yang membawa Mawar dan Mira pergi
neng ade: Aqly kah atau Mira sendiri yang udah merencanakan semua itu ??
total 2 replies
neng ade
Semoga Rea pergi dngn tenang ..
innalillahi wa innailaihi roji'uun ..
pentin: amin, trima kasih
total 6 replies
neng ade
ya Tes memang pantas mendapatkan semua sakit nya karena perbuatan nya di masa lalu yang udah banyak menjadi korban nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!