Awas bisa menyebabkan kram pipi dan perut!
Kisah Cherry gadis putih Abu-Abu yang tak menyangka kaget menikah dengan seorang pria mapan bernama Lucas yang sering mengejeknya cabe-cabean.
Seperti apa ceritanya keseruannya langsung saja cus...
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epsd. 28. Kesedihan Neva
Epsd. 28. Kesedihan Neva
"Neva..," panggil Cherry pelan.
"Cherry.. lihat tuh Steve, songong sekarang lihat kita disini kagak nyapa sama sekali," ucap Neva menutupi kesedihannya. Terlihat sekali kesedihan di netra matanya.
"Iya tuh songong banget dia, mending kita ke kelas aja," ajak Cherry. Neva mengangguk menyetujui ajakan Cherry.
'Neva, aku tau bagaimana perasaanmu saat ini' batin Cherry sembari menggandeng tangan sahabatnya.
** Kantor Lucas
"Lucas, kenapa kau lakukan ini padaku!" bentak seorang wanita bernama Nadine.
"Bisa kau tak membahasnya disini," sahut Lucas datar.
"Bagaimana bisa aku membahasnya diluar sedangkan kau terus saja menghindariku. Aku hanya bisa bertemu denganmu di kantor" ucap Nadine kembali.
"Aku sudah berkali-kali bilang padamu jika antara kau dan aku tidak ada hubungan apa-apa" Lucas masih dengan datarnya menyahut ucapan Nadine.
"Apa kau sudah gila Lucas, bukannya kau bilang kalau aku sangat cantik berbeda dengan si Reta" protes karyawan bernama Nadine.
"Lantas dengan aku mengucapkan begitu kau menganggap aku suka denganmu?" ucapan Lucas seketika membuat hati Nadine sangat hancur.
Apa yang dipikirnya mengenai Lucas hilang sudah. Harapan menjadi Nyonya besar pemilik Axosha Jewelry hanya halusinasi semata.
"Mudahnya kau mengatakan itu Lucas setelah apa yang sudah kita perbuat, hiks.. hiks.. hiks.. " seperti biasa air mata Nadine akan menjadi garda terdepan meluluhkan hati Lucas.
"Simpan saja air matamu itu Nadine. Ingat Nadine, Kau yang memberikannya dengan cuma-cuma tanpa aku minta. Disini kau tak bisa menyalahkanku kalau kau tak mau video merayuku tersebar di kantor" ternyata Lucas sudah berjaga-jaga untuk melawan Nadine wanita licik.
Nadine tak bisa lagi menggunakan jurus air mata ndlewernya. Dia terkejut dengan apa yang diucapkan Lucas barusan.
"Kalau kau masih ingin hidup tenang, maka segera undur diri. Kau masih tau jalan keluarnya bukan?" imbuh Lucas sembari menunjukkan posisi pintu ruangannya.
Nadine tak mampu lagi untuk menolak perintah Lucas. Dengan kaki yang sedikit di hentakkan ke lantai, Nadine melangkahkan kakinya keluar ruangan.
BRAK!
Suara pintu ruangan Lucas saat Nadine menutupnya.
Ceklek!
"Ngapain tuh si Nadine mulutnya monyong?" tanya Brandon baru masuk ke ruangan Lucas.
"Mau ngapain lagi, kalau ga penting ga usah kesini. Ganggu kerjaanku aja" ledek Lucas.
"Ganggu gimana sih Cas, ini ada kaitannya dengan model yang akan menjadi brand ambassador produk terbaru kita" sahut Brandon.
Lucas melepas kacamata bacanya, dan beralih serius mendengarkan pendapat Brandon.
"Kau sudah menemukan model yang pas?" tanya Lucas serius. Pasalnya dari kemarin papa Hadi menyuruh Lucas untuk melibatkan Cherry di acara tersebut. Namun Lucas menolaknya, karena teringat dengan perjanjian yang sudah mereka sepakati.
Brandon mengangguk sembari menyodorkan map cokelatnya.
"Kau pasti tak menolaknya, karena cuma dia yang bisa diandalin" ucap Brandon dengan pedenya.
Lucas menaikkan satu alisnya, dia menerima map tersebut, dibukanya pelan, namun apa yang terjadi Lucas malah melempar isi map itu ke dada bidang Brandon.
"Beneran cari mati nih orang" ucap Lucas, namun tak dimengerti oleh Brandon.
"Cass... cari kerja bukan cari mati" sahut Brandon.
"Apa salahnya kita pakai dia?" tanya Brandon.
"Kalau itu sampai terjadi bukan cuma kau yang mati, tapi aku juga" jawab Lucas belum dimengerti Brandon sama sekali.
"Maksudnya gimana sih Cass, belum ngerti yang kau ucapkan" ucap Brandon pada akhirnya.
"Selesai ijab kabul aku dan Cherry telah membuat kesepakatan. Salah satunya dia tak mau orang lain mengetahui hubungan kita" ucap Lucas.
"Kenapa kau menerimanya? padahal dirimu anti yang namanya kesepakatan," ledek Brandon.
"Atau jangan - jangan kau sudah bertekuk lutut dibawah kaki bocah aneh itu " sindir Brandon diiringi gelak tawa.
"Terserah kau mau bilang apa, jika masih ingin meledekku aku akan mengambil semua fasilitas kantor yang melekat padamu" ancam Lucas.
Brandon langsung saja melipat kedua bibirnya, Lucas tak mungkin bercanda dengan ucapannya.
"Akan aku jelaskan kenapa harus Cherry yang menjadi brand ambassador. Produk terbaru kita ini bertema anak muda, jika Cherry yang menjadi model kita akan makin banyak para anak muda yang tertarik dengan produk kita" Brandon menjelaskan panjang kali lebar.
"Apa yang membuatmu kekeuh jika Cherry pantas bergabung dengan perusahaan ini?" tanya Lucas seperti biasanya bersikap profesional.
"Kebaikannya bonus kecantikannya" jawab Brandon tegas.
Sebuah pulpen mendarat sempurna di wajah Brandon.
"Sakit Cas... kira-kira kalau lempar sesuatu, bilang dulu kek atau apa kek, wajah tampanku bisa rusak gara-gara ulahmu" keluh Brandon.
"Aku ga suka ada pria lain yang memuji kecantikan Cherry" protes Lucas.
"Lucas, sadar kau sudah jatuh hati dengannya. Kau tak bisa membohongi dirimu lagi" ucap Brandon masih mengelus wajahnya.
Lucas terdiam mencerna ucapan Brandon,
"Sudahlah, kalau kau tak setuju aku akan mencari model lain untuk acara besok" ucap Brandon sengaja memancing Lucas orang yang sangat dingin seperti kulkas.
Brandon mengangkat bo**kongnya untuk berpura-pura pergi agar Lucas menarik ucapannya.
"Brandon, aku tak bisa memutuskannya sendiri, akan aku bicarakan dengan Cherry terlebih dulu" jawab Lucas pada akhirnya.
"Yes, akhirnya dia ngikutin arahanku" ucap Brandon dengan lirihnya.
"Oke Lucas, aku tunggu jawaban bocah itu" sahut Brandon.
"Brandon.. aku ada tugas untukmu" panggil Lucas sebelum Brandon keluar ruangannya.
"Apa itu?" tanya Brandon penasaran.
"Cari tau siapa Pras" jawab Lucas.
"Pras? siapa Pras?" tanya Brandon belum mengerti.
"Teman Neva di sekolahnya" jawab Lucas.
"Kalau itu jangan ditanya, kau akan mendapatkan infonya hari ini" ucap Brandon.
** Neva dan Cherry
"Neva kau yakin tak apa-apa?" tanya Cherry mengerti perasaan Neva saat ini.
Neva hanya menggelengkan kepalanya, namun arah sorot matanya menuju ke sosok dua seorang yang membuatnya sakit hati.
"Sejak kapan Steve dengan Tania?" tanya Cherry setelah mengikuti arah sorot mata Neva.
"Gue juga tak tahu," jawab Neva singkat.
"Gue samperin Steve dulu...," ucap Cherry beranjak dari tempat duduknya.
"Cherry, sudahlah kita ga ada hak mengatur hidup Steve" ucap Neva bijak.
"Memang tak ada hak, itu terserah dia. Tapi aku tak mau elu terluka" sahut Cherry.
"Ayolah Neva, jangan membohongiku lagi. Gue tau banget siapa elu. Elu tak bisa ngebohongin gue, biar gue yang bicara sama Steve" imbuh Cherry sudah tak tahan. Pasalnya seharian tadi Neva tak konsen di dalam kelas, dia terus saja menatap kearah Steve yang tak memperdulikkannya.
Cherry sengaja melangkahkan kakinya tanpa memperdulikan Neva. Dia mendekati Steve yang sedang berpelukan manja bersama Tania.
"Steve... boleh kita bicara?" tanya Cherry.
"Baiklah tapi waktuku terbatas," jawab Steve dengan datar.
"Tania, tetaplah disampingku" ucap Steve kembali sembari menahan Tania.
"Steve elu kesambet apa sih?" tanya Cherry dengan kesal.
"Menurutmu?" tanya Steve balik.
"Ya mana tau lah... elunya kagak bilang" jawab Cherry sewot.
"Cherry mendingan elu ga usah lagi care ama gue," ucap Steve tak seperti biasanya.
"Urusin urusan elu aja" imbuhnya.
"Ngeselin banget elu cas"
Bersambung....
btw, cherry kelas brapa sih?
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍