NovelToon NovelToon
Sekejap Berubah Gender

Sekejap Berubah Gender

Status: tamat
Genre:Misteri / Romansa Fantasi / Jiwa hidup berdampingan / Tamat
Popularitas:442.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Elwi Chloe

Bagaimana jika kamu yang tabiatnya seorang perempuan tulen tiba-tiba saja terbangun di tubuh seorang laki-laki? Sekejap berganti gender.

Cherika Nayyara bertransmigrasi menjadi Chandika Leofic Aldebaron-putra tunggal pengusaha kaya raya.

"Gue Cherika asli."

"Kamu Cherika? Bagaimana bisa? Kamu adalah aku? Dan aku adalah kamu?"

"Gue juga nggak tahu."

"Ini tidak masuk di akal."

"Semenjak gue terbangun di tubuh lo, ini memang sudah nggak masuk akal, jadi tidak ada yang tidak mungkin lagi. Hidup bukanlah masalah yang harus dipecahkan, tetapi keyataan yang harus dihadapi."

"Pasti ada cara untuk kita kembali ke tubuh masing-masing."

"Kita cari tahu bersama."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwi Chloe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

With You

Cklek

Suara kenop pintu yang diputar tiba-tiba membuat seorang gadis terperanjat, dengan segara dia bersembunyi di balik pintu dan mengayunkan tongkat baseball yang sejak tadi dia pegang ke seseorang yang hendak muncul.

BUG

Tongkat baseball refleks ditahan oleh pemuda yang baru masuk.

"Ka-kamu!?" seru perempuan ponytail kaget.

"Lo ngapain di sini??" tanya Chandika pada Cherika yang tadi bermaksud memukulnya dengan tongkat baseball, untung saja refleksnya cepat.

"Ah, aku datang ingin membantumu menolong Alvis," kata Cherika mantap.

"Hah? Lo datang sendiri?" tanya Chandika yang segera menutup kembali pintu yang tadi masih terbuka.

"Tidak, aku membawa geng Aodra bersamaku, aku membawa 100 orang," ucap Cherika yang membuat pemuda di depannya termangu.

Cherika membawa 100 anggota Aodra, termasuk dirinya dan Ignancio. Ignancio yang pergi ke gerbang utama dengan 40 orang dan dia yang pergi ke gerbang ke dua dengan sisanya. Saat geng Aodra menolong Axel dan Haidar yang sudah terdesak, dia langsung mengendap masuk ke mansion dan menuju ke tempat di mana dulu dia disekap, gadis itu yakin jika Alvis dikurung di tempat yang sama.

"Good boy," ucap Chandika dengan tersenyum tipis dan mengacak rambut Cherika. "Tapi, ini sangat berbahaya untuk lo, harusnya lo nggak usah datang."

"Tapi aku tidak mau diam dan menonton saja," sanggah Cherika dengan muka cemberut.

"Ya, ya, terserah lo," kata Chandika mengiyakan, karena tidak mau ribut dengan gadis di depannya. "Apa lo tau di mana ruang bawah tanah itu?" tannyanya kemudian dan mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, yang ternyata adalah perpustakaan pribadi.

"Ya," jawab Cherika dan langsung berjalan ke tengah-tengah ruangan, dia langsung mengambil buku berwana merah yang berada di rak ke  empat.

GREK

Saat buku itu diambil, tiba-tiba saja rak buku bergeser. Cherika langsung menyingkirkan karpet beludru yang melapisi lantai, dan kini terlihat sebuah pintu.

"Wow, udah kayak di film-film saja!" seru Chandika menatap takjub.

"Ya, tapi ini membuatku takut, karena di bawah sana adalah tempat dulu aku di kurung selama empat hari, tidak dikasih makan dan minum, di siksa bagai binatang."

"Kalau lo takut, biar gue saja yang turun ke bawah," kata Chandika karena melihat muka pucat Cherika, badannya juga gemetar ketakutan.

"Tidak, aku akan melawan rasa takut ini, aku ingin lepas dari bayang-bayang yang menakutkan itu," bantah Cherika dengan meremas tangannya yang gemetaran.

"Baiklah jika itu yang lo mau, jangan meremas tangan seperti itu, pegang saja tanganku," kata Chandika yang langsung menarik tangan gadis belo dan menggenggamnya lembut.

Seketika Cherika mendapatkan kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri saat tangannya di genggaman lembut, hatinya menghangat dan badannya berangsur  membaik, tidak gemetar hebat seperti tadi.

"Terima kasih, sudah membuatku merasa lebih baik," kata Cherika mengulum senyum.

"Syukurlah kalau lo sudah merasa lebih baik," ucap Chandika tersenyum. "Kalau begitu, ayo kita turun ke bawah untuk menyelamatkan sepupu lo itu."

"Ya."

Mereka berdua langsung membuka pintu yang berada di lantai, dan melihat tangga curam yang menjorok ke bawah, ruangan di bawah sangatlah gelap dan pengap. Memang benar, sangat cocok sebagai ruang penyiksaan.

Chandika melangkahkan kaki menuruni tangga bersama Cherika yang semakin erat memegang tangannya, gadis itu menyalakan senter yang dia ambil dari ransel.

"Lo bawa apa saja di ransel sebesar itu?" tanya Chandika memecah keheningan karena penasaran dengan ransel besar yang digendong Cherika.

"Semprotan merica, semprotan cabai, stun gun, panci bang Nathan, tongkat baseball bang Ganendra, baton stick, gunting kuku, pisau lipat, obeng, piring, ge–"

"Lo mau kemping bawa itu semua?" tanya Chandika memotong jawaban si gadis belo.

"Itu adalah alat pertahanan diri," ucap Cherika dengan bangga.

"Polos bin dodol."

"Aku tidak bawa dodol."

"Lupakan," kata Chandika memutar bola matanya jengah.

Semakin menuruni tangga, semakin pengap dan lembab. Ketika sudah sampai di dasar ruang bawah tanah, tetap saja tidak ada penerangan, hanya cahaya senter yang membantu penglihatan mereka. Banyak pintu di ruangan itu, Chandika dengan segera membuka satu persatu pintu yang terbuat dari besi, hanya ruang kosong di balik pintu yang sudah dia buka.

"Di mana Alvis?" tanya Chandika dengan masih mencari.

"Aku tidak tahu."

"Ini adalah pintu terakhir."

CKLEK

Chandika dan Cherika tercengang karena melihat Alvis yang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ke dua tangan terikat ke atas dengan rantai borgol besi, kedua kaki juga di rantai, tubuhnya toples hanya menggunakan celana pendek hitam, banyak bekas cambuk, sayatan, dan tusukan di sana sini, sekujur tubuh dipenuhi darah.

"Alvis, hiks.." seru Cherika langsung mendekati pemuda deep auburn, kakinya yang mengenakan sepatu kanvas hitam menginjak jejak-jejak darah di lantai.

Alvis langsung membuka kedua matanya yang sejak tadi terpejam, dia  kaget melihat ke dua orang yang datang, dia kira yang membuka pintu tadi adalah sang ayah yang akan menyiksanya lagi. "Ka-kalian? Kenapa  ada di sini?" tanya Alvis dengan suara parau, badannya terasa sakit dan hampir remuk, untuk berbicara saja dia membutuhkan tenaga yang banyak.

"Sudah, tidak usah banyak tanya, kami akan menolong lo," kata Chandika dan langsung mencoba melepaskan tangan dan kaki Alvis dari borgol besi, ternyata borgol besi itu terkunci dengan kuat.

"Pakai saja ini," kata Cherika menyerahkan kawat yang dia ambil dari ransel.

Chandika mengambil kawat itu dan langsung mencoba membuka kuncian borgol besi.

"Alvis, bertahanlah.. hiks, kamu harus baik-baik saja, terima kasih sudah melindungi aku selama ini," kata Cherika yang membuat Alvis kebingungan, ingin berbicara tapi dia sudah tidak ada tenaga.

KLEK

Borgol besi itu terbuka, ke dua tangan dan kaki Alvis sekarang sudah bebas, tapi pemuda itu tidak sanggup menopang tubuhnya sendiri, dengan sigap Chandika langsung memapahnya.

Cherika langsung mengeluarkan jaket tebal dari ranselnya dan segera memakaikan pada Alvis.

"Berguna juga ransel besar itu," kata Chandika memuji gadis belo.

Gadis itu masih saja sesenggukan dan tidak perduli pujian Chandika, yang terpenting baginya sekarang adalah keselamatan Alvis.

"Ayo naik, gue gendong," kata Chandika kemudian dan menyuruh Alvis naik ke punggung belakangnya, dan Alvis hanya menurut.

'Bukannya di gendong cowok, malah menggendong cowok dong,' batin Chandika yang notabene perempuan meratapi nasibnya.

Mereka kembali menyusuri ruangan bawah tanah yang gelap dan langsung menaiki tangga curam untuk kembali.

DOR

DOR

Bunyi tembakan kembali terdengar saat mereka keluar dari ruang baca pribadi.

"Bos!" seru Galen yang sejak tadi menjaga pintu ruangan itu, agar tidak ada yang bisa memasukinya.

Alvis hanya mengangguk lemah ke arah Galen.

"Kita harus segera meninggalkan kediaman ini," kata Chandika pada Galen.

_To Be Continued_

1
🌌
happy ending ❤️‍🔥
Ayu Sari Murni
kayaknya yg nyulik bapaknya alvin atau bapaknya ben
Mamik Widowati
Luar biasa
sukesikusno waluyo
marawis cooy...wkwk
api yapi
Luar biasa
Sugiarti Giar
aku suka
Kepik Senja
nah kan 😭
Kepik Senja
gara" nonton Jane di rekaman CCTV Tan 😭
Kepik Senja
uang pelangkah ceritanya ya 🤣
Kepik Senja
kasian banget si muka bayi
Mohd Nur Kasih
Luar biasa
Mohd Nur Kasih
mantap Joss tenann
Mohd Nur Kasih
amazing
KELVIN GG
kasian jane
KELVIN GG
🤣🤣🤣🤣🤣😹
KELVIN GG
itu orang tua stres,
Ani Septiani: kenapa alice bisa ada jika Alvin saja benci pada aminty?
total 1 replies
KELVIN GG
knpa dombel ya
KELVIN GG
ini salah satu orang GK tau diri, udah bagus , di cintai dengan tulus, eh malah GK , di sia2in Girian udah udah GK cinta, eh GK trima🧐😘🙄
KELVIN GG
mampir kemari, karn di finzo GK sampe tamat
HNF G
habisnya km gak bilang suka sih dan, jadinya jane gak mau nikah sm km😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!