NovelToon NovelToon
SEPHIA

SEPHIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Slice of Life
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Azkaqia

Sephia tidak pernah menyangka, kehadiran tetangga baru itu akan mengubah segalanya.
Berawal dari pertemuan-pertemuan tak sengaja, satu sekolah, hingga satu kelas—mereka perlahan menjadi dekat. Terlalu dekat, sampai Sephia mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ada.
Sayangnya, perasaan itu datang di waktu yang salah.
Dia sudah memiliki seseorang.
Sephia memilih diam, menyimpan semuanya sendiri.
Hingga sebuah kejadian memaksa mereka untuk saling mendekat, lebih dari yang seharusnya.
Namun, bahkan setelah jarak memisahkan, waktu tetap tidak pernah berpihak.
Dan saat mereka dipertemukan kembali…
segalanya sudah berbeda.
Kali ini, justru Sephia yang harus belajar melepaskan.
Karena tidak semua yang hampir, akan benar-benar menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkaqia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tikungan di Jam Enam Pagi

Sesuai janjinya semalam, tepat jam enam kurang lima pagi, Alan sudah berdiri tegap di depan pagar rumah Sephia. Sephia yang keluar rumah dengan langkah malas-malasan langsung mendengus begitu melihat cowok itu sudah rapi dengan wangi parfum maskulin yang samar-samar terbawa angin pagi.

​"Niat banget ya lo jadi debt collector pagi-pagi," ketus Sephia sambil mengunci pagar rumahnya.

​Alan tidak membalas dengan kata-kata. Cowok itu cuma tersenyum tipis—senyuman kemenangan yang paling Sephia benci—lalu memberikan isyarat dengan dagunya agar Sephia segera berjalan di sampingnya.

​Sepanjang jalan pintas menuju sekolah yang masih berkabut tipis, Sephia sengaja jalan agak lambat, tapi Alan dengan sabar selalu menyamai langkahnya. Mereka berdua berangkat jauh lebih awal dari anak-anak sekolah pada umumnya.

​Sementara itu, tepat jam setengah tujuh pagi, pintu rumah di seberang jalan terbuka. Sagara keluar dengan penampilan yang super rapi dan segar. Senyum cowok itu mengembang lebar begitu menatap jendela kamar Sephia yang sudah terbuka.

​Pasti dia lagi siap-siap, batin Sagara riang.

​Sagara berjalan menyeberangi jalan kompleks yang mulai sedikit ramai oleh tukang sayur dan orang berangkat kerja. Dia berdiri di depan pagar rumah Sephia, lalu mengetuknya pelan. "Pia! Sephia! Berangkat bareng yuk!" panggil Sagara setengah berteriak.

​Bukannya Sephia yang keluar, pintu utama rumah itu justru terbuka dan menampilkan sosok Mama Sephia yang sedang memegang sapu lidi.

​"Eh, Nak Saga? Ya ampun, udah lama banget ya Tante gak liat kamu nyamper Pia," sapa Mama Sephia dengan wajah berseri-seri begitu mengenali tetangga lamanya itu.

​Sagara langsung menyalami tangan Mama Sephia dengan sopan. "Iya, Tante. Saga baru balik dari Jepang minggu lalu. Ini mau ngajakin Pia berangkat sekolah bareng kayak dulu lagi. Pianya masih di dalam, Tante?"

​Mama Sephia langsung tertawa kecil, menggelengkan kepalanya. "Walah, telat kamu, Saga. Pia mah udah berangkat dari jam enam kurang tadi."

​Dahi Sagara langsung berkerut halus. "Hah? Jam enam kurang, Tante? Tumben banget? Biasanya kan Pia baru kelabakan jam tujuh kurang seperempat?"

​"Nah, itu dia! Tante juga heran," lanjut Mama Sephia, mulai bersemangat menceritakan keheratannya. "Kemarin-kemarin kan dia berangkat mepet terus. Tapi kemarin pagi sama pagi ini, dia dijemput sama anak baru yang tinggal di rumah nomor empat itu loh, si Alan. Ganteng anaknya, sopan lagi, kemarin sempat salim sama Tante. Katanya mereka ada tugas piket bareng, makanya berangkat pagi-pagi buta."

​Deg.

​Dada Sagara mendadak terasa sesak mendengarnya. Senyum ramah yang sejak tadi nempel di wajahnya perlahan-lahan luntur. Kalimat Mama Sephia barusan berasa kayak pukulan telak yang langsung mengenai ulu hatinya.

​Alan lagi? batin Sagara, rahangnya mengetat sekilas di balik senyum tipis yang dia paksakan agar tidak terlihat kurang sopan di depan Mama Sephia.

​"Oh... gitu ya, Tante. Sama Alan, ya?" tanya Sagara memastikan, suaranya agak sedikit serak.

​"Iya, Nak Alan namanya. Tante seneng deh, akhirnya Pia ada temen berangkat bareng yang rajin, jadi dianya gak telat terus. Kamu gak bareng mereka tadi di jalan?"

​Sagara menggeleng pelan, berusaha menguasai emosinya yang mulai bergejolak. "Nggak, Tante. Saga tadi agak kesiangan siap-siapnya. Ya udah kalau gitu, Tante, Saga pamit berangkat duluan ya, takut gerbangnya keburu ditutup."

​"Oh iya, iya. Hati-hati di jalan ya, Saga! Kapan-kapan main ke rumah, Tante masakin makanan kesukaan kamu!" Tante berseru ramah.

​"Siap, Tante. Mari," pamit Sagara.

​Begitu berbalik dan berjalan meninggalkan pagar rumah Sephia, langkah kaki Sagara terasa jauh lebih berat dari biasanya. Tangannya mengepal erat di dalam saku celana abu-abunya. Matanya menatap lurus ke aspal jalanan kompleks yang kosong.

​Ada rasa tidak suka dan tidak rela yang mendadak membakar dadanya. Selama setahun dia pergi ke Jepang, dia selalu berpikir kalau posisinya di hidup Sephia tidak akan pernah tergantikan oleh cowok mana pun di sekolah itu. Dia adalah pangeran seberang rumah Sephia, cowok yang paling mengerti Sephia.

​Tapi sekarang, kedatangan Alan yang baru hitungan hari benar-benar merusak semua prediksinya. Alan bukan cuma merebut perhatian Sephia di sekolah, tapi cowok itu sudah mengambil alih start paling berharga di pagi hari—momen yang dulu selalu menjadi milik Sagara.

​Sagara mendongak, menatap langit pagi dengan pandangan yang mendadak tajam dan dingin. Alan... lo bener-bener sengaja ya memotong jalan gue, batin Sagara sinis.

​Rasa bersaing yang belum pernah Sagara rasakan seumur hidupnya kini resmi tersulut. Dan Sagara bertekad, dia tidak akan membiarkan anak baru itu mengambil Sephia dari hidupnya begitu saja.

1
Ayunda
judulnya bikin inget lagu Sheila on seven yg viral pd jamanya
Arya Suluran
wahh adapakah ini??😄
Arya Suluran
plenger juga sih Sephia ini ya😄
Azkaqia Ratna: ya gugup soalnya doi hehe
total 1 replies
Arya Suluran
apakah jatuh cinta pandangan pertama??
Azkaqia Ratna: belum kyknya, cuma awal mengagumi 😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!