NovelToon NovelToon
Cepot Dawala:Memburu Dukun Hitam

Cepot Dawala:Memburu Dukun Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Fantasi
Popularitas:219
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di malam berkabut tebal di lereng Leuweung Larangan, Dawala dan Si Cepot berjalan pulang menuju Kampung Pasir Batang. Suasana terasa mencekam: kampung tampak sunyi gelap tanpa tanda kehidupan. Saat melewati pohon beringin kembar di gerbang, mereka dikejutkan oleh penampakan mengerikan—sesosok kepala wanita tanpa tubuh, penganut ilmu Teluh yang sedang mencari tumbal—disertai tawa melengking dan bau busuk. Ketakutan melanda keduanya, memaksa mereka lari sekuat tenaga dan menggedor pintu bambu rumah terdekat demi keselamatan, sementara makhluk itu terus mendekat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Jin Caplak yang Jenaka

Langkah kaki Cepot dan Dawala semakin jauh menembus Hutan larangan menuju Desa Sindangasih. Suasana hutan yang semula rimbun berubah menjadi sunyi mencekam saat malam mulai merayap naik.

Munculnya Kabut Aneh

Kabut ungu pekat tiba-tiba keluar dari sela-sela pohon besar.Bau harum bunga kuburan menyengat hidung kedua bersaudara tersebut.Langkah mereka terhenti karena jalan setapak di depan mendadak buntu menjadi dinding pohon.Dawala langsung gemetar sambil memegang erat galah bambu andalannya.

Sosok Jin yang Gagal Seram

Di tengah kepungan kabut, muncul bayangan bertubuh raksasa dengan mata menyala merah. Namun, ada yang aneh dengan penampilannya.

Sesosok jin bermata satu muncul sambil mencoba mengaum keras."Groooaaar! Akulah penguasa..." Belum selesai bicara, jin itu malah tersedak ludahnya sendiri.

Uhuk! Uhuk! Aduh, kelolodan asap!" keluh jin itu sambil memegangi lehernya yang besar.

Jin itu ternyata memakai ikat kepala yang miring dan sarung kekecilan yang robek di bagian belakang.

Adu Mulut dan Guyonan Cepot

Melihat hantu yang tidak meyakinkan tersebut, rasa takut Cepot langsung hilang. Ia justru melangkah maju sambil berkacak pinggang.

Heh, jurig kurang gizi!" teriak Cepot

sambil menunjuk muka jin tersebut.

Mau menakuti kami ya?" Minimal benerin dulu itu sarung yang robek!" ejek Cepot.Jin itu langsung menengok ke belakang dan mukanya yang merah berubah menjadi merah padam karena malu.

Aduh, punten, Kang," ujar jin itu sambil cengengesan dan memperkenalkan diri sebagai Jin Caplak.

Urang mah cuma disuruh" jaga pos di sini oleh penguasa Sindangasih," akunya jujur.

Petunjuk Gaib Menuju Sindangasih

Jin Caplak ternyata tidak berniat jahat. Ia malah kagum melihat Golek Pancasona yang terselip di pinggang Cepot dan memilih untuk membantu mereka.

Kalian yang mengalahkan Ki Burak?" tanya Jin Caplak dengan mata berbinar kagum.

Desa Sindangasih itu dikutuk" oleh siluman ular sekutu Ki Burak bernama Nyai Ronggeng Sukma," bisik jin itu.

Warga ditidurkan agar jiwanya" bisa dihisap perlahan untuk membangkitkan kembali kekuatan Ki Burak.

Jin Caplak meniup dinding pohon di depan mereka hingga terbuka menjadi jalan rahasia."Ikuti jalan ini, tapi hati-hati jangan sampai kalian ikut tertidur saat mendengar suara gamelan!" pesan terakhir Jin Caplak sebelum menghilang menjadi asap wangi.

Langkah Cepot dan Dawala tiba di perbatasan Desa Sindangasih. Suasana mendadak menjadi sangat dingin dan mencekam.

Kepungan Ular Gaib

Suara desisan ngeri terdengar dari segala arah semak-semak.Tanah mulai bergerak memuntahkan ratusan makhluk melata.Ular-ular berkulit transparan memancarkan cahaya hijau pekat.Mata mereka merah menyala menatap lapar kedua bersaudara.

Kepanikan Dawala

Dawala langsung meloncat ke atas batu besar.

Kang, tulung! Banyak cacing besar!" teriak Dawala histeris.Galah bambu andalannya diputar-putar seperti baling-baling.

Ular yang mendekat terlempar namun jumlahnya semakin melimpah.

Guyonan Cepot diTengah Bahaya

Cepot malah memasang kuda-kuda silat yang salah kaprah."Tenang, Dawala! Jangan panik!" seru Cepot berlagak berani."Ular begini mah cocok" untuk dijadikan ikat pinggang baru!

Satu ular besar melompat hampir menggigit hidung monyong Cepot.Cepot langsung jungkir balik sambil mengumpat panik ketakutan.

Kekuatan Golek Pancasona

Saat kepungan semakin rapat, pusaka di pinggang Cepot bereaksi secara ajaib.

Golek Pancasona bergetar hebat mengeluarkan hawa sangat panas.

Cahaya putih keemasan memancar dari guratan wajah golek.

Sinar tersebut membakar setiap ular gaib yang mendekat.

Ratusan ular menyublim menjadi asap hitam yang musnah.

Jalan menuju pusat desa kini terbuka lebar kembali.

1
Kardi Kardi
BISMILLAHHH. MELU WACA WAAAA
Kardi Kardi: BISMILLAHHHH
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!