Di siksa oleh ayah kandung, ibu tiri dan adik tiri hingga di sekolah pun dirinya di bully karena sangat bodoh dan culun hingga masuk kuliah. Penderitaannya tidak berlanjut di situ kekasih yang dicintainya berselingkuh dengan adik tirinya hingga dirinya di bunuh dan mayatnya di buang di makam tua.
Roh orang mati masuk ke dalam tubuh gadis itu dan melakukan balas dendam yang telah menyakiti pemilik tubuhnya.
Hingga akhirnya dirinya di jodohkan oleh keluarganya dengan seorang pria yang lumpuh dan buta.
Adakah cinta di antara mereka ataukah mereka akan berpisah?
Dokter Angel anak dari pasangan dokter Dennis dengan dokter Elisabeth menyelamatkan seorang pria yang tergeletak di jalan dan membawanya ke rumah sakit.
Dirinya tidak menyangka bisa bertemu dengan sahabat lamanya dan dirinya juga tidak menyangka pria yang diselamatkan adalah asisten suami sahabatnya.
Pria itu selalu ada di saat dokter Angel sedang terluka. Pria itu selalu mengejar - ngejar dokter Angel tapi hati dokter Angel sudah tertutup untuk pria lain sejak dirinya dikhianati. Akankah pria itu berhasil menyembuhkan luka dokter Angel atau menyerah dan menikah dengan gadis pilihan orang tuanya.
Ikuti yuk kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa senyumanmu menyeramkan?
" Mobil di depan berhenti nona, mobil itu menghalangi mobil kita." Jawab sopir tersebut.
Claudia mengangkat kepalanya dan melihat memang ada mobil warna hitam yang berhenti tepat di depannya.
" Kenapa mobil itu berhenti? klaksonin saja pak." Ucap Claudia
" Baik nona." Jawab sopir itu patuh.
tinnnnnnnn
Mobil itupun tetap tidak jalan membuat Claudia agak kesal.
" Biar saya yang turun nona." Ucap sopir tersebut
" Tidak biar aku aja pak." Ucap Claudia.
Claudia keluar dari mobil dan berjalan ke arah mobil tersebut. Seorang pemuda tampan membuka pintu mobil dan keluar dari mobil tersebut. Pemuda tampan tersebut membalikkan badannya menatap ke arah Claudia.
" Kak Adrian." Panggil Claudia dengan nada terkejut
" Kakak antar ke kampus." Ucap tuan Adrian
" Ok, tunggu sebentar." Ucap Claudia sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobilnya.
Claudia membuka pintu belakang pengemudi dan mengambil tasnya.
" Pak, teman saya yang antar kuliah." Ucap Claudia
" Baik nona." Jawab sopir tersebut.
Claudia menutup pintu mobil dan berjalan ke arah mobil milik tuan Adrian.
" Ayo kak." Ajak Claudia
" Ok." Jawab tuan Adrian singkat.
Mereka berduapun masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang pengemudi karena di depan pengemudi sudah ada sopir. Sopir itupun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Nama kampusmu apa Cla?" Tanya tuan Adrian
" Kampus Pelita Sharma." Ucap Claudia
Sopir itupun menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Kak Adrian." Panggil Claudia sambil duduk ke arah samping agar bisa melihat wajah tampan tuan Adrian.
" Ya." Jawab tuan Adrian singkat sambil ikutan duduk ke arah samping agar bisa melihat wajah cantik Claudia.
" Apakah kak Adrian mengerti tentang bisnis?" Tanya Claudia dengan ragu.
" Mengerti, memang kenapa?" Tanya tuan Adrian penasaran.
" Kak Adrian jam dua apakah ada waktu?" Tanya Claudia tanpa menjawab pertanyaan tuan Adrian.
" Jam berapapun aku selalu ada waktu untukmu." Ucap tuan Adrian
( " Aduh tuan jadwal hari ini tuan sangat penuh kenapa bilangnya jam berapa pun ada waktu." Keluh asistennya yang berada di samping pengemudi dalam hati ).
" Apakah kak Adrian tidak dimarahi sama bosnya?" Tanya Claudia
" Tidak karena bosnya kakak adalah teman kakak jadi tidak ada yang marahin." Jawab tuan Adrian.
( " Aduh tuan muda Adrian, kenapa mesti berbohong kan itu perusahaan milik tuan, kadang aku tidak mengerti jalan pikiran orang kaya." Ucap asisten tersebut dalam hati ).
" Bisakah datang ke perusahaan Carolus Cooperation?" Tanya Claudia
" Carolus Cooperation?" Tanya ulang tuan Adrian
" Iya benar, apakah kak Adrian kenal perusahaan Carolus Cooperation?" Tanya Claudia
" Kenal, bosku menanam saham di Carolus Cooperation." Jawab tuan Adrian
" Oh ya, kak Adrian bisa datangkan?" Tanya ulang Claudia
" Tentu bisa tapi kalau boleh tahu kenapa kakak datang ke perusahaan Carolus Cooperation?" Tanya tuan Adrian
" Aku minta tolong ajarkan aku tentang bisnis." Jawab Claudia.
" Kenapa belajar bisnisnya harus di Carolus Cooperation?" Tanya tuan Adrian dengan nada bingung.
" Perusahaan itu dulu milik kakekku dan kakek mewariskan perusahaan itu padaku karena itulah aku harus bisa mengelola bisnis kakek." Ucap Claudia
" Bukannya di kelola oleh putranya yang bernama tuan Leonard?" Tanya tuan Adrian.
" Iya benar dia ayah kandungku tapi kakek mewariskan padaku." Jawab Claudia sambil menggenggam tangannya dengan erat.
Sungguh Claudia tidak mau mengakui kalau tuan Leonard adalah ayah kandungnya karena tidak pantas di sebut ayah, ayah yang tega membunuh istri dan putri kandungnya. Apa yang dilakukan oleh Claudia dapat terbaca oleh tuan Adrian kalau hubungan ayah dan anak kurang baik.
" Kamu boleh bercerita padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya tuan Adrian
" Saat ini aku belum bisa menjawab apalagi sudah sampai." Jawab Claudia.
Mobil yang ditumpangi mereka berhenti tepat di depan kampus Pelita Sharma. Claudia membuka pintu mobil dan menatap wajah tampan tuan Adrian.
" Ok." Jawab tuan Adrian sambil menatap wajah cantik Claudia.
cup
" Terima kasih atas tumpangannya." Ucap Claudia kemudian mengecup pipi tuan Adrian.
Claudia langsung terburu-buru turun dari mobil dan menutup pintu mobil setelah itu berlari dengan cepat karena merasa malu mencium tuan Adrian terlebih dahulu membuat tuan Adrian, asistennya dan sopirnya sangat terkejut yang dilakukan oleh Claudia.
" Claudia, awas ya aku balas." Ucap tuan Adrian sambil tersenyum dan memegangi pipinya yang merona bekas ciuman Claudia.
( " Ada apa dengan bos, biasanya langsung marah kalau ada yang berani menciumnya tetapi ini bos wajahnya memerah seperti orang jatuh cinta." Ucap sopir dalam hati ).
( " Tuan Adrian kenapa ya? Biasanya paling anti dengan wanita tapi kenapa sekarang tidak? Pantas saja biasanya berangkat kerja selalu siang kalau berangkat pagi karena ada meeting sedangkan hari ini tidak ada meeting dan berangkatnya lebih pagi dan menunggu di jalan yang sepi ternyata menunggu nona Claudia." Ucap asisten dalam hati ).
" Han, kamu cari informasi tentang kehidupan Claudia." Perintah tuan Adrian
" Baik tuan." Jawab Han, asisten pribadinya.
" Jalan." Perintah tuan Adrian singkat
" Baik tuan." Jawab sopir itu.
Sopir itupun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan. Di tempat yang berbeda Claudia berjalan dengan santai menuju ke arah kampus. Semua orang menatap Claudia tanpa kedip sedangkan Claudia tidak perduli dengan tatapan mereka.
Orang-orang yang sedang bermain bola volley dan tanpa sengaja salah satu dari mereka yang seharusnya memukul bola membalikkan badannya dan menatap wajah cantik Claudia hingga bola itu meluncur ke arah Claudia.
hap
Claudia yang cepat tanggap langsung menangkap bola tanpa melihat bola tersebut kemudian melempar bola ke arah ring basket dan tepat sasaran dengan tangan kanannya. Lapangan tersebut memang lapangan khusus untuk bermain bola volley dan bola basket.
Semua orang menatapnya takjub ke arah Claudia kemudian mereka bertepuk tangan tapi Claudia tidak memperdulikan hal itu dan tetap berjalan dengan santai.
Tanpa sepengetahuan Claudia ada empat pria tampan yang menatap ke arah Claudia tanpa kedip karena melihat betapa cantiknya Claudia.
" Dia mirip Claudia tapi bagaimana mungkin." Ucap Vincent
" Iya benar." Jawab temannya serempak.
" Coba kita panggil." Usul teman lainnya.
" Ok." Jawab mereka serempak lagi.
" Claudia." Panggil ke empat pria tampan tersebut sambil berjalan mendekati Claudia
Claudia membalikkan badannya dan menatap ke empat pria tersebut satu persatu hingga Claudia menatap ke arah Vincent. Claudia memejamkan matanya dan melihat gambaran tentang Vincent membuat Claudia menahan amarahnya dan pura-pura tersenyum.
" Kak Vincent." Panggil Claudia sambil tersenyum manis walau dalam hatinya ingin memberi pelajaran yang tidak akan pernah dilupakannya.
" Kamu benar-benar Claudia? Bagaimana mungkin?" Tanya Vincent tidak percaya
" Selama ini aku menyamar menjadi gadis cupu." Ucap Claudia.
" Benarkah? Lalu kenapa sekarang tidak cupu lagi?" Tanya Vincent.
" Karena aku sudah bosan berpenampilan cupu." Jawab Claudia
" Kamu maukan kita kembali seperti dulu lagi?" Tanya Vincent sambil berjalan mendekati Claudia.
Claudia ikut berjalan mendekati Vincent dan tanpa sepengetahuan Vincent tangannya diarahkan dekat adik kecil milik Vincent kemudian menotoknya ke titik syaraf agar adik kecilnya tidak berfungsi.
" Apa yang kamu lakukan? apakah kamu ingin kita bercin*a seperti yang kulakukan dengan adikmu?" Bisik Vincent
" Maaf kak aku tidak sengaja menyentuhnya." Ucap Claudia sambil tersenyum menyeringai.
" Kenapa senyumanmu menyeramkan?" Tanya Vincent penasaran.