NovelToon NovelToon
The Doctor’S Darkest Obsession

The Doctor’S Darkest Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Gangster / Dokter
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Satu malam tragis mengubah seluruh hidup Liana. Niat hati ingin menolong seorang pria yang tak berdaya tetapi lelaki itu menutup matanya dan mengambil kesucian liana sebagai satu-satunya jalan keluar. Trauma dan kalut, ia melarikan diri dan berharap takdir tidak akan pernah mempertemukan mereka lagi.
Namun, takdir punya rencana lain. Beberapa bulan kemudian, Liana melangkah ke rumah sakit dengan hati hancur untuk mengakhiri kehamilan yang tak diinginkannya. Di sana, Kenzo melihat wanita yang akan menolongnya malam itu.
Liana tidak tahu bahwa di balik jas putihnya, Kenzo adalah pemimpin geng motor yang disegani dan tak kenal ampun dan lelaki yang telah melakukannya dengannya. Mengetahui Liana mengandung darah dagingnya, Kenzo tidak akan membiarkan wanita itu pergi.
Perburuan pun dimulai—bukan hanya untuk mengklaim anaknya, tapi juga untuk memiliki Liana seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Pagi hari berikutnya, sinar matahari yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden kamar, menyinari wajah Liana yang perlahan mulai tersadar.

Liana membuka matanya dan mengerjapkan pandangannya yang masih sedikit buram.

Hal pertama yang ia lihat saat menoleh ke samping adalah Kenzo.

Pria itu sedang tertidur pulas di sebelahnya dengan posisi miring menghadap ke arahnya.

Napas Kenzo terdengar teratur, gurat wajahnya yang biasa terlihat tegang dan mengintimidasi kini tampak jauh lebih rileks.

Namun, atensi Liana langsung tersita oleh sesuatu di wajah pria itu.

Ia melihat luka robek yang cukup dalam di kening Kenzo—sisa pertarungan sengit antar-geng tadi malam. Luka itu tampak memerah dan sedikit membiru di sekitarnya.

Ada rasa iba yang tidak bisa ia pungkiri. Liana menghela napas pendek, lalu perlahan bangkit dari tempat tidurnya agar tidak membangunkan Kenzo.

Ia melangkah keluar kamar sejenak untuk mencari dan mengambil kotak P3K yang terletak di lemari lorong mansion.

Setelah kembali ke kamar, Liana duduk di tepi ranjang, tepat di samping tubuh tegap Kenzo.

Ia menatap wajah tampan yang dipenuhi luka itu dengan tatapan rumit.

"Apa sih yang sebenarnya kalian rebutkan sampai kamu terluka seperti ini?" bisik Liana lirih pada dirinya sendiri.

Liana mulai membuka kotak obat. Ia mengambil kapas, menuangkan cairan Betadine ke atasnya dengan hati-hati.

Dengan gerakan perlahan, ia mendekatkan kapas basah itu dan menempelkannya tepat ke atas luka robek di kening Kenzo.

"ARRGHHHH SAKIT!!"

Kenzo langsung terlonjak bangun, matanya membelalak kaget akibat rasa perih yang tiba-tiba menyengat keningnya.

Refleks, suara erangan baritonnya terdengar cukup keras di dalam kamar yang sunyi itu.

Melihat reaksi heboh itu, Liana panik. Dengan cepat, ia langsung membekap mulut Kenzo menggunakan telapak tangan kanannya.

"Diam...!" bisik Liana setengah berteriak, matanya menatap tajam memperingatkan Kenzo.

Ia tidak mau anak buah Kenzo yang berada di luar kamar mendengar teriakan ini dan berpikir macam-macam tentang apa yang sedang mereka lakukan di dalam kamar pribadi sang ketua.

Kenzo yang mulutnya dibekap rapat hanya bisa mengerjapkan matanya.

Perlahan, gurat kekesalan di wajahnya mencair melihat ekspresi panik Liana yang begitu dekat dengannya.

Kenzo pun menganggukkan kepalanya pelan, memberi isyarat bahwa ia akan tenang.

Setelah memastikan Kenzo tidak akan berteriak lagi, Liana menurunkan tangannya dan kembali mengambil kapas baru untuk membersihkan sisa obat.

"Kamu ini seorang dokter, tapi diobati begitu saja kesakitan..." cibir Liana sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, kembali menepuk-nepuk pelan luka di kening Kenzo dengan lebih lembut.

Kenzo terkekeh rendah, membiarkan Liana mengobatinya.

"Dokter juga manusia, Sayang. Tetap bisa merasa perih."

Liana mencibir mendengar pembelaan itu. Sambil terus fokus menempelkan plester luka, rasa penasarannya yang sedari tadi terpendam akhirnya keluar juga.

"Dan sebenarnya, apa yang kalian rebutkan tadi malam? Sampai harus baku hantam dan sewa senjata segala?"

Liana menjauhkan tangannya setelah plester terpasang sempurna di kening Kenzo.

Ia menopang dagunya dengan sebelah tangan, menatap Kenzo dengan tatapan menyelidik.

"Harta warisan? Iya?" oceh Liana asal menebak, membuat asumsi sendiri tentang konflik dunia bawah yang sama sekali tidak ia pahami.

Kenzo meledak dalam tawa. Ia terpingkal-pingkal sampai sudut matanya berair, menutupi wajah dengan punggung tangannya karena geli mendengar tebakan Liana yang jauh dari kenyataan.

"Harta warisan?" Kenzo mengulang kata itu di sela tawa yang menggelegar, membuat bahunya terguncang.

"Sayang, namanya juga geng motor, pastinya rebutan kekuasaan wilayah. Tapi jangan salah, kadang kita juga menolong yang lemah dari penindas di jalanan. Itu kode etik kami."

Liana mendengus sinis, memutar bola matanya malas.

"Ish, gayanya... rebutan kekuasaan. Kalau mau rebutan kekuasaan yang bermanfaat, mending kamu bantu Palestina sana!"

Kenzo tiba-tiba berhenti tertawa. Ia menatap Liana dengan tatapan yang mendadak intens dan lembut, seolah baru saja melihat sesuatu yang paling berharga di dunia.

Ia mengusap pipi Liana dengan punggung jarinya.

"Sayang, kamu sangat menggemaskan. Itu salah satu alasan kenapa aku jatuh cinta padamu."

Liana tersentak, wajahnya memanas namun hatinya mencelos.

"Hah! Jatuh cinta?" ia mendesis, nada bicaranya berubah tajam.

"Kamu saja memaksaku di semak-semak waktu itu! Padahal saat itu niatku murni ingin menolongmu saat kamu kecelakaan. Eh, malah kamu 'hohohihe'-in aku begitu saja! Dan lihat sekarang... aku malah mengandung anakmu!"

Begitu mendengar istilah 'hohohihe' keluar dari bibir Liana yang polos, Kenzo tidak bisa menahan dirinya lagi.

Ia kembali tertawa terbahak-bahak, kali ini lebih keras hingga suaranya memenuhi seluruh sudut kamar.

Ia menarik Liana ke dalam pelukannya, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher wanita itu karena tidak sanggup menahan geli.

"Hohohihe, ya?" Kenzo masih terkekeh di sela napasnya yang tidak beraturan.

"Liana, kamu benar-benar satu-satunya wanita yang bisa membuat pimpinan Black Cobra tertawa lepas seperti orang gila!"

Liana mendengus kesal, berusaha melepaskan diri dari dekapan erat Kenzo yang masih terkekeh geli.

Ia bangkit dari tempat tidur dan merapikan bajunya yang sedikit kusut.

Mengingat kejadian semalam, kilasan wajah wanita seksi yang tiba-tiba datang ke markas kembali melintas di benak Liana.

Ia menoleh ke arah Kenzo dengan tatapan menyelidik.

"Wanita semalam siapa? Sepertinya dia sangat jatuh cinta kepadamu."

Kenzo menghentikan tawanya. Ia bersandar pada kepala ranjang, menatap Liana dengan senyuman miring yang menggoda.

"Apakah kamu cemburu, Sayang?"

"Cemburu?" Liana melipat kedua tangannya di dada, membuang muka.

"Di kamus Liana tidak ada kata cemburu!"

"Benarkah itu?" goda Kenzo lagi, menaikkan sebelah alisnya.

"Iya!" jawab Liana ketus.

"Yakin?"

"Sangat yakin sekali!" tegas Liana, mencoba terdengar sekuat mungkin.

Kenzo terkekeh rendah, lalu dengan sengaja memprovokasi, "Bagaimana kalau aku bilang... aku pernah 'melakukannya' dengan wanita itu?"

Plakk!

Sebuah tamparan spontan mendarat di pipi Kenzo sampai membuat wajah pria itu menoleh ke samping.

Liana langsung memelototinya dengan napas yang memburu dan wajah yang memerah padam.

Kenzo justru memegang pipinya yang baru saja ditampar, lalu tawa baritonnya kembali pecah.

"Kamu cemburu, Liana! Hahahaha, kamu cemburu!" seru Kenzo dengan nada penuh kemenangan.

"Ish, menyebalkan!" Liana menghentakkan kakinya ke lantai dengan kesal.

"Aku mau belanja saja. Masa kulkas sebesar itu isinya cuma ayam, wortel, dan sawi? Nggak sehat sama sekali buat mataku kalau harus lihat makanan itu-itu saja!"

Kenzo bangkit dari ranjang, merapikan kaus hitam yang dikenakannya.

"Hari ini aku libur, Sayang. Besok baru masuk rumah sakit lagi. Aku antar ya?"

"Nggak! Aku mau sendiri. Sekalian aku mau beli es krim, mie instan, sama pizza," tolak Liana sengit, menyebutkan semua makanan yang sangat ia idamkan sejak beberapa hari lalu.

"NO!!" bentak Kenzo tegas, seketika mode dokternya aktif.

Tatapannya berubah menjadi sangat serius. "Aku sebagai ayah dari anak ini, dan sekaligus dokter kandungan pribadimu, dengan keras melarang! Makanan apa itu? Mie instan dan pizza tidak punya nutrisi yang baik untuk janin."

"Nggak mau! Aku tetap mau belanja sendiri dan beli makanan itu!" balas Liana tak kalah keras kepala.

"Rewel sekali kamu pagi ini," gumam Kenzo gemas.

Sebelum Liana sempat melayangkan protes lebih lanjut, Kenzo dengan sigap langsung menyergap tubuh mungil itu

Dalam satu gerakan cepat, ia membopong Liana ke dalam pelukannya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi mewah yang terletak di sudut kamar.

"Kenzo, turunkan aku! Kamu mau apa?!" teriak Liana panik.

Tanpa memedulikan rengekan Liana, Kenzo menurunkan wanita itu tepat di bawah area pancuran, lalu dengan santai meraih tuas dinding dan menghidupkan shower.

Air hangat seketika mengguyur tubuh mereka berdua, membasahi pakaian mereka dan membungkam perdebatan pagi itu dengan tawa kemenangan Kenzo yang menggema di balik uap air yang mulai naik.

"K-kenzo... lepas! Mandilah dulu sendiri!" pekik Liana di sela guyuran air shower, berusaha mendorong dada bidang pria itu.

Tubuhnya yang basah kuyup membuatnya makin kesal, tapi juga tak berkutik di bawah kungkungan kekar Kenzo.

Kenzo tertawa kecil melihat wajah Liana yang cemberut dengan sisa air yang menetes di bulu matanya.

Namun, tawa pria itu mendadak terhenti. Wajah tampannya seketika berubah tegang, dan seringai kemenangannya langsung luntur berganti ekspresi menahan sesuatu.

Perutnya mendadak melilit hebat—efek melewatkan makan seharian kemarin ditambah stres akibat perang geng tampaknya baru bereaksi sekarang.

Tanpa mengucap sepatah kata pun, Kenzo langsung mematikan shower, berbalik setengah berlari keluar dari kamar mandi atas, dan bergegas menuju kamar mandi umum yang terletak di lantai bawah mansion.

Di aula bawah, Willy, Mario, dan Bunga yang sedang bersantai langsung menoleh saat mendengar suara langkah kaki yang terburu-buru.

Mereka mendapati bos mereka berlari dengan pakaian basah kuyup sambil memegangi perutnya.

"Bos? Kenapa, Bos?!" seru Mario panik melihat wajah pimpinannya yang mendadak pucat.

"Diam!!" bentak Kenzo ketus tanpa menghentikan langkahnya, langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi bawah dan membanting pintunya dengan keras.

Klik!

Willy dan Mario saling berpandangan dengan wajah melongo di depan meja makan.

"Kenapa dia?" tanya Willy heran, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Mario mengusap dagunya, lalu memasang wajah sok tahu yang penuh spekulasi.

"Entahlah... mungkin karena ratunya tidak memberikan haknya semalam? Tahu sendiri kan, Bos kita kalau sudah frustrasi mukanya seram begitu."

Plak!

Sebuah gulungan koran mendarat sukses di lengan Mario, pelakunya adalah Bunga yang menatap mereka berdua dengan pandangan tajam.

"Hush! Ngawur kamu!" ujar Bunga ketus.

"Pikiran kalian berdua ini isinya tidak jauh-jauh dari hal mesum ya? Jelas-jelas Bos itu sedang sakit perut!"

1
Bunga Andthea
triple hp dungs kak
Bunga Andthea
yok yok bisa up lagi
seru ni
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
Alex
sweet bgts
Bunga Andthea
seru
up lgi kkak
Bunga Andthea
double up dungs kak
my name is pho: ok kak
total 1 replies
Muft Smoker
jgn terpengaruh dg omongan ulat bulu tu liana ,, org yg terpojok biasa ny akan melakukan berbagai macam cara tuk menang ,, meski dg cara licik sekali pun 😒😒😒😒
Muft Smoker
aaaaaa meleleh adek bang ,,
Alex
oh sweet bgtsss
Muft Smoker
nah kan di marahin ma mak ,, makany jgn punya fikiran mcm2
Muft Smoker
jgn mcm2 kania ,, liana mungkin org biasa ,, tp anggora black cobra semua melindungi serta menghargai dirinya ,,
Muft Smoker
lanjuuut kaak ,,
Muft Smoker
lanjuut kaak ,, makiin seruuuu
Muft Smoker
ngeri juga yx ,, jd incaran ketua gangster ,, 😲😲😲😲😲
Muft Smoker
lanjuuut kak
Bunga Andthea
ayok kak up lagi
Bunga Andthea
up lgi yuk kak
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
baru Kali ini dapet cerita ketua geng motor profesi ny dokter kandungan ,,
biasa ny kn CEO perusahaan ,,

tp aq suka ma cerita ny kak ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!