NovelToon NovelToon
Happy Ending Love Story

Happy Ending Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:112.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Eva IM

Happy Ending Love Story adalah sebuah novel dengan berbagai cerita cinta di dalamnya. Setiap judul akan memiliki episode singkat.
Happy Ending Love Story memiliki tema acak dan berfokus pada cerita romansa manis yang pastinya berakhir bahagia.
"Cerita cinta itu memang harus berakhir bahagia, sesuai dengan judulnya Happy Ending Love Story." Eva IM.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva IM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Game of Hearts #15

Pernah merasakan kehilangan seseorang yang diam-diam kita memendam rasa hingga tidak tahu harus berbagi rahasia itu kepada siapa?

Itulah perasaan Kang Inhwan saat ini. Dia sedang memimpim rapat pemegang saham saat sekretarisnya membisikkan sesuatu. Dia langsung berlari pulang meninggalkan ruangan dan orang-orang yang bingung.

"Dimana Seokyung?" Suara Hwan menggelegar begitu dia membuka pintu.

"Nyonya ada di lantai atas." Jawab salah satu staff.

Dengan langkah lebar Hwan menaiki tangga dan segera membuka pintu kamar. Bukan Seokyung yang dia lihat tapi Sora yang duduk di sofa dengan punggung tegak dan kedua tangan terlipat di dada.

"Hai sayang kamu sudah pulang?" Sapa Sora dengan suaranya yang sumbang ditelinga Hwan.

Dahi Hwan berkerut.

"Dimana Seokyung?" Tanya Hwan tanpa basa-basi.

"Aku mengusirnya." Jawab Sora santai.

"Apa yang kamu lakukan!" Bentak Hwan dengan suara yang tinggi.

"Astaga! Apa aku salah? Perjanjian kami sudah selesai dan sudah seharusnya dia pergi." Timpal Sora dengan suara yang tak kalah tinggi.

"Berani-beraninya kamu mengatur hidupku Ahn Sora!" Amarah Hwan meledak.

Sora bangkit dan segera menghampiri Hwan yang berdiri tak jauh dari pintu.

"Aku tidak pernah mengatur hidupmu Kang Inhwan. Kamu sendiri yang sukarela menerima keinginanku. Lalu sekarang kamu bilang aku mengatur hidupmu?" Rasa permusuhan terbit diantara mereka berdua.

"Sudah cukup aku tidak waras dengan keinginanmu. Aku tidak akan lagi mengikuti semua keinginanmu." Mata Hwan menyala merah. Kepalanya berdenyut sakit. Dia memikirkan Seokyung.

"Cih..." Sora mencicit. "Sudah ku bilang jangan gunakan perasaan. Kalian mengkhianatiku." Lanjutnya.

"Seokyung tidak pernah menggodaku. Dia melakukannya dengan alami. Kami tertekan untuk berhasil dalam perjanjian itu. Kamu tidak tahu apa-apa Sora."

"Tentu saja aku tahu Hwan, Seokyung melakukannya demi uang."

"Itu karena perjanjian kalian. Selama ini Seokyung selalu menolak apapun yang aku berikan. Dia tidak pernah meminta apapun."

Mata Sora melebar. "Jujurlah padaku, kamu menyukai Seokyung bukan?"

Hwan diam.

"Sebelum pergi Seokyung mengatakan jika dia harus berpamitan padamu. Aku tidak percaya ini! Kalian menipuku!" Teriak Sora.

"Lalu kemana kamu selama ini? Aku butuh sosok istri disampingku, tapi kamu bahkan tidak bisa dihubungi. Seokyung mengisi kekosongan itu."

"Bohong. Kalian menipuku. Hwan akulah istrimu."

"Tapi Seokyung yang melakukan peran itu. Bahkan dia melahirkan anakku."

"Tidak. Sesuai dengan perjanjian mereka adalah milikku." Tegas Sora.

"Jangan pernah sentuh mereka atau aku tidak akan tinggal diam!"

Tubuh Sora bergidik. Tatapan Hwan seperti akan menerkamnya. Dia mengatur dirinya dan kembali menegakkan tekadnya.

"Kamu mengkhianatiku suamiku. Aku kecewa." Suara Sora melunak. Dia punya tujuan dengan kembali. Jika mereka terus bersitegang, semua rencana akan gagal. Hwan telah berubah. Sora harus membuatnya berpihak lagi padanya.

Namun respon Hwan selanjutnya membuatnya terkejut.

"Bukankah kamu yang mengkhianatiku lebih dulu?" Seringai muncul di bibir Hwan.

"Apa maksudmu?"

"Kamu kira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di luar sana!" Suara Hwan kembali meninggi.

Sora menciut. Amarah Hwan seperti menerkamnya.

"Hwan, aku tidak pernah melakukan apapun. Aku hanya mencintaimu dan selalu memikirkanmu." Bujuk Sora.

"Ahn Sora, mari buat perjanjian denganku."

"Perjanjian apa?" Tanya Sora dengan suara cemas.

"Bawa Seokyung kembali kesini dan aku akan tutup mata dengan kelakuanmu selama ini. Kamu butuh uang bukan? Tidak perlu berputar-putar, kamu kembali karena kartumu terblokir bukan?" Tanya Hwan spontan.

"Apa? Apa, apa yang kamu bicarakan?" Sora gagap.

"Dimana Seokyung?"

"Aku tidak tahu."

"Ahn Sora! Aku bukanlah orang yang sabar kamu tahu betul."

Mereka beradu mata. Mata Hwan menyala merah karena amarah.

"Aku mengusirnya!" Sora tak mau kalah. Dia meledak karena terdesak.

"Kamu memang sudah gila!"

"Kamu yang sudah gila. Akulah istrimu, dia hanya pengganti. Oh aku tahu sekarang kamu pasti punya perasaan padanya bukan?"

"Iya, dia mencuri hatiku."

"Astaga... sudah aku duga. Kalian saling menyimpan perasaan."

"Terserah kamu mau bilang apa. Kamu juga sama."

"Apa yang kamu bicarakan?"

"Siapa yang lebih dulu pergi kemudian tanpa kabar dan kembali tiba-tiba?" Mata Hwan menyipit.

"Aku pergi juga atas persetujuanmu Hwan, aku pergi mengejar mimpiku."

"Kamu yakin hanya mengerjar mimpimu? Dari jejak transaksi kamu bahkan keliling Eropa bukan hanya di Italia." Ucap Hwan spontan.

Sora tersentak.

"Ayolah Sora. Kita ini sama, kenapa kamu bisa dan aku tidak? Seokyung jelas ibu dari anakku. Jadi mari buat perjanjian denganku."

"Tidak. Aku tidak mau dan aku tidak melakukan apa-apa. Aku punya alasan melakukan itu." Sora berbohong hingga akhir.

Hwan menarik nafas dalam-dalam kemudian mengusak rambutnya kasar. Dia seperti membuang waktu berdebat dengan Sora. Dia harus menemukan Seokyung. Fokus utamanya bukan ini tapi ibu dari anak-anaknya. Dia harus mengambil keputusan tegas.

"Ahn Sora, mari bercerai."

Seperti tersambar petir di siang hari, Sora terbelalak. Kata-kata Hwan seperti tamparan keras untuknya.

"Apa yang kamu katakan? Bercerai?" Sora mengulanginya tidak percaya.

"Iya, kita bercerai saja. Nyatanya aku memang mencintai Seokyung, sesuai dengan apa yang kamu katakan. Sepertinya kita juga tidak cocok lagi. Jika pernikahan ini dilanjutkan kita pasti akan sering berdebat. Aku tidak ingin anak-anakku tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis." Jelas Hwan tegas.

"Tidak. Aku tidak mau." Sora mendekat.

"Kita hanya akan saling menyakiti Sora. Jadi kita bercerai saja."

"Hwan, jangan begini. Aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku." Sora menarik tangan Hwan untuk membujuknya.

"Tidak, cintamu dari awal memang bukan untukku Sora. Jika kamu mencintaiku kamu tidak mungkin meninggalkanku dan mengganti peranmu dengan orang lain. Rumah tangga itu harus dilakukan oleh dua orang dan bersama. Dari awal hubungan kita hanya satu pihak saja. Ini adalah hubungan tidak sehat." Timpal Hwan.

"Hwan tolong... aku mohon. Jangan seperti ini padaku." Sora mengeluarkan jurus merayunya. Dia bergelayut di tangan Hwan.

"Aku mencintai Seokyung, jadi mari berpisah. Tenang saja kamu pasti akan dapat hak hartaku, semua proses akan diurus oleh staffku jadi kamu hanya perlu tanda tangan surat cerai." Hwan tidak mundur. Dia teguh. Dihatinya kini hanya ada Seokyung.

"Sial! Aku akan buat perhitungan denganmu Kang Inhwan." Sora menyentak tangan Hwan kemudian menjauh.

Dahi Hwan berkerut.

"Silahkan. Kamu berhak berbuat apapun."

"Tunggu pembalasanku Kang Inhwan." Sora terbakar amarah.

Hwan tak menjawab. Dia tidak takut. Gertakan Sora hanyalah hal kecil. Dia punya cukup kekuasaan untuk memangkas akar kecil yang memberontak seperti Sora.

"Sora, pernahkah kamu mencintaiku?" Suara Hwan rendah.

Sora terhenyak.

"Tidak pernah bukan? Kamu hanya memanfaatkanku."

"Ya, kamu benar. Aku memang tidak mencintaimu Hwan. Aku hanya butuh status dan uangmu." Jawab Sora tanpa basa-basi. "Tapi aku tidak terima dengan perlakukanmu ini. Tunggu pembalasanku."

"Balas dendamlah padaku, jangan libatkan Seokyung dia tidak tahu apa-apa." Pinta Hwan.

"Kalian berdua terlibat!"

Game of Hearts 16 Next...

1
Gendhis Ayunindya
/Drool/
Erni Fitriana
thor...salam kenal😘
Bunda Puput
Luar biasa
Sumini Ningsih
kayanya menarik ceritanya
Sumini Ningsih
salam kenal kak eva semangat
Pillow My
jadi kepo kak
Vita Liana
baca ulang , suka banget sma jessy n mas kem
.bikin cerita juna juga dung thor
Zuli Lestary
salam hangat jugag kakak❤️..
mampir lagi ..
suka alur ya. ni aku baca karya kakak lagi.. sehat selalu
Arik Purwaningsih
ayo up...up...up... kakak author
Arik Purwaningsih
ceritanya seru, lanjut donk
Arik Purwaningsih
wow akhirnya meledak jga veronica
Arik Purwaningsih
sweet love story, karyamu ini di jadikan drama Korea aja author
Arik Purwaningsih
come on Jessy demi si jabang bayi nikah aja lagi sama kent
Arik Purwaningsih
yes , Jessy hamidun
Arik Purwaningsih
di saat" sprt ini kamu kemana kent
Arik Purwaningsih
jadinya suprise kn tuh temen" nx Jessy kalau kak Juna kakaknya jessy
Arik Purwaningsih
ternyata mantan suami toh bikin gregetan ceritanya tp q suka , apakah cowoknx tsundere , kalau yg bau" cowoknya tsundere aku suka coz jika Uda sayang Ama pasanganx bucinx akut
Arik Purwaningsih
penasaran tingkat tinggi akunya baca ini🧐
Arik Purwaningsih
so sweet, ceritanya singkat padat dan jelas, saya suka
Arik Purwaningsih
semangat author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!