NovelToon NovelToon
My Best Partner

My Best Partner

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:987.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Novi rahajeng

Novel ini adalah cerita tentang perjalanan si kembar Kean dan Lean dalam mencari partner terbaik mereka. Saudara kembar itu mempunyai prinsip jika sudah cinta dengan seorang wanita ingin langsung menikah bukan untuk pacaran.


"Kamu itu bagaikan alkohol yang bercampur dengan ganja, begitu memabukkan dan membuatku candu! Bagaikan langit yang sulit untuk kugapai." Adinda Larasati

"Kamu adalah gadis ceroboh yang bisa membuatku jatuh cinta padamu." Muhammad Keane Ar-rayyan

"Andai aku bisa mendapatkan cintamu, aku ingin segera menikah denganmu." Muhammad Leanne Ar-rayyan

"Dari awal aku tak pernah mencintaimu. Jadi jangan paksa aku untuk bisa mencintaimu!" Leandra Monroe.

" Setelah mencintaimu, hidupku menjadi berubah penuh warna." Nala Avrelia Prayoga

Ikuti kisah mereka hanya di My Best Partner .

Follow ig author : Novi_Rahajeng08


Saran baca novel pendahulunya. Anak Genius: Papa Bucin Yang posesif

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh cinta?

Sesampainya di kediaman Fabio, rumah terlihat begitu sepi. Kean yang belum tahu kalau Dira di larikan ke rumah sakit sedikit bingung kenapa tak ada anggota keluarga sedikitpun di rumah ini.

"Bik," panggil Kean kepada salah sagu maid dok rumahnya.

"Pada kemana semua, ya? Kok sepi?"

"Loh, Aden gak tahu kalau nyonya masuk rumah sakit? Jadi semuanya sedang ada di rumah sakit nemenin nyonya."

"Rumah sakit?" ulang Kean dengan wajah terkejut.

"Iya Den."

"Rumah sakit mana?"

"Saya juga kurang tahu, Den."

"Oh, kalau begitu terimakasih."

Kean segera menelpon nomor Papanya. Dia benar-benar merasa bersalah karena tak tahu sendiri jika mamanya di larikan ke rumah sakit. Kean mengira kalau mamanya hanya sakit perut biasa, tidak sampai harus masuk rumah sakit.

Selesai menelpon, Kean merasa lega karena kondisi mamanya sudah baik-baik saja, mungkin besok sudah boleh pulang. Saat Kean mengatakan akan ke sana, Ken melarang dan justru menyuruh Kean istirahat di rumah saja. Ken tahu kalau Kean pasti sangat capek setelah mengurus semua urusan di kantor sendiri.

Tak lama kemudian, terdengar suara mobil datang. Membuat Kean menerka siapa yang datang, dan ternyata Lean.

"Loh kamu kok sudah pulang, Dek?" ujar Kean saat melihat Lean pulang ke rumah.

"Lah memangnya kenapa? Apakah aku tidak boleh pulang?" Lean justru melontarkan sebuah pertanyaan kembali.

"Boleh, kakak hanya mengira kamu akan ikutan jaga Mama di rumah sakit."

"Ada Papa sama Anne di sana. Papa nyuruh aku pulang istirahat karena besok aku ada beberapa operasi."

Mengingat kalau adiknya adalah dokter ahli bedah yang hebat, membuat Kean mencoba bertanya kepadanya. Apakah Penyakit bu Nada masih bisa di sembuhkan atau tidak.

Kean ikut masuk ke kamar Lean untuk membicarakan hal itu. Melihat Kean yang tiba-tiba ikut masuk ke kamarnya, membuat Lean curiga pasti ada sesuatu.

"Ada apa? Tumben mau masuk ke kamarku!" ketusnya.

Kean memang jarang masuk ke kamar Lean jika tidak ada sesuatu penting yang ingin dia bicarakan.

"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan, boleh kan?"

Lean menghembuskan nafas panjang, ternyata tebakannya benar. Kalau Kean memang pasti ada sesuatu. Kean duduk di sofa kamar Lean, begitupun dengan Lean yang duduk di sampingnya.

"Katakan cepat, apa? Aku mau mandi, gerah!"

"Dek, apakah kanker paru-paru stadium lanjut bisa sembuh?" tanya Kean to the poin ke intinya tanpa basa basi.

Lean mengerutkan keningnya, lalu memperbaiki posisi duduknya menjadi menghadap ke Kean.

"Siapa yang sakit? Dan sudah stadium berapa? Kalau empat sudah sulit!" jawab Lean singkat.

"Ada seorang Ibu-ibu yang sakit, tapi dia tidak mau di obati. Katanya dia tidak akan sembuh karena sudah mengalami kanker paru-paru stadium lanjut."

Lean menatap Kean lekat lekat, dia ingin mencari tahu siapa wanita itu sampai membuat Kean sepeduli ini.

" Siapa dia? Kenapa tidak mau di obati?"

Setelah itu, Kean bercerita secara singkat tanpa mengatakan kalau wanita itu adalah Ibu Dinda. Dia hanya mengatakan kalau Ibu itu adalah wanita kurang mampu yang dia temui. Namun, Lean sedikit tak percaya dengan ucapan Kean.

Kean memang orang baik, dia akan membantu jika ada orang kesusahan. Tapi, hanya akan membantu memberikan uang atau sesuatu yang di butuhkan orang itu saja. Tidak sepeduli dan terlihat khawatir seperti ini.

"Siapa wanita itu sebenarnya? Jujur sama aku atau aku tak akan membantu mengobatinya," ancam Lean agar Kean mau jujur.

Kean terdiam, dia bingung harus bagaimana kepada sang adik yang begitu kepo dan sulit di bohongi ini.

Jujur atau tidak? Jika jujur, Lean akan semakin kepo. Bohong, Lean akan benar-benar tak mau membantu.

Karena tak ada pilihan lain, demi bisa membantu mengobati bu Nada, Kean memberanikan diri untuk cerita siapa dia. Dan dugaan Kean benar, kalau adiknya akan semakin kepo.

"Kak, bukankah kamu bilang sudah punya pacar? Lalu kenapa kamu bisa sepeduli ini dengan orang tua asisten barumu?"

"Apakah aku tidak boleh peduli dengan keluarga asistenku?" jawab Kean dengan nada sedikit kesal.

Lean menatap Kean lebih dalam lagi. "Apa jangan-jangan Dinda pacar kakak?! "

Khuk .. Khuk...

Kean tersedak air liur saat mendengar Lean mengatakan bahwa Dinda adalah pacarnya. Melihat Kean yang seperti ini, membuat Lean tersenyum.

"Maksudmu apa berbicara seperti itu?" ujar Kean setelah bisa menetralkan tubuhnya.

"Ya habisnya kakak begitu peduli dengannya, dan ..." Lean tak meneruskan ucapannya, membuat Kean merasa kesal.

"Dan apa?" tanya Kean yang sudah penasaran dengan perkataan Kean selanjutnya.

Kean tersenyum saat melihat kakaknya antusias seperti ini. Bukannya menjawab, Lean justru meraup wajah Kean dan menatap matanya lekat. Saat netra keduanya sudah saling beradu satu sama lain.

"Kakak cinta sama Dinda apa nggak?" tanya Lean yang tak melepaskan tatapannya.

"Ng___ngak!" jawab Kean sedikit gugup. Sebenarnya dia berusaha setenang mungkin, tapi entah kenapa perasaan gugup menghinggapi dirinya ketika membicarakan soal Dinda.

"Bohong! Kakak sudah jatuh cinta sama Dinda!" telak Lean.

Kean segera melepaskan tangan Lean dari wajahnya. Dia segera bangun dari duduknya dan berjalan pergi dari kamar Lean.

Melihat sikap kakaknya yang begitu gugup, membuat dia yakin kalau kakaknya memang sudah menyukai gadis itu. Tapi dia tak sadar, dan menutupinya.

"Jika cinta, nikahin! Bukankah itu prinsip kakak,"teriak Lean.

Langkah Kean tiba-tiba terhenti, dan menoleh ke arah Lean yang tersenyum bahagia karena berhasil membuatnya gugup.

" Tidak usah berpikir yang tidak-tidak! " kemudian Kean pergi dari kamar Lean dengan menutup pintu cukup keras.

Melihat sikap kakaknya yang seperti itu, membuat Lean tertawa terbahak-bahak. Sebenarnya dia tahu kalau kakaknya berbohong saat mengatakan kalau dia punya pacar. Karena Lean tahu, Kean bukanlah dirinya. Kean punya prinsip sendiri soal cinta: jika suka dan sudah mendapatkan petunjuk dari Allah nikahi, bukan pacaran.

Kean adalah pria yang tertutup soal cinta, tidak seperti dirinya yang terang-terangan jatuh cinta dan mengejar seorang wanita. Namun, sampai sekarang belum bisa mendapatkan hati wanita itu. Andai dia juga sudah bisa mendapatkan hati wanita itu, Lean juga ingin segera menikah.

Mereka berdua, memang mempunyai keinginan bisa menikah muda ketika sudah menemukan partner terbaiknya. Apalagi mereka tahu kalau menikah adalah menyempurnakan separuh agama dan merupakan sunnah nabi muhammad saw. Membuat mereka memilih menikah daripada pacaran berlama-lama.

Selama ini, Kean memang sangat tertutup dengan seorang wanita, bahkan ini pertama kalinya Kean terlihat gugup saat berbicara soal wanita, karena biasanya dia selalu tenang.

Ucapan Lean seakan terus menari-nari dalam pikirannya.

"Kakak itu sudah jatuh cinta dengan Dinda. Jika cinta nikahin!"

Apa iya, aku sudah jatuh cinta dengan gadis ceroboh itu? Tapi apa yang membuatku bisa jatuh cinta dengannya? Karakter dia jauh dari kriteria wanita idamanku! Batin Kean

Terkadang, Kean juga merasa bingung kenapa dia bisa merasakan sesuatu yang berbeda kepada Dinda. Jika dia benar sudah jatuh cinta dengan gadis itu, bukankah Kean termakan oleh ucapannya sendiri yang tak mau menikah dengan gadis ceroboh?

Tapi, cinta itu memang datang tidak disangka-sangka. Seperti jelangkung datang tak di undang pulang tak di antar. Begitupun dengan jodoh yang merupakan rahasia dari Allah. Kita tak pernah tahu siapa jodoh kita, dia akan datang ketika sudah waktunya.

...****************...

Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...

1
Siti Rohimah
Luar biasa
Ghaisan Rabani
ayo semangat nala
Ghaisan Rabani
keren
Lena Sari
Thor,klau mau buat visual jngan opa2 yaaaaa...jd gak mud mbaca d buat nya hehehe...
Yuli Meirisah
pdhl lebih suka kean
Yuli Meirisah
leon sama nala kebanyakan crrita nya.. ceritanya kean jarang bgt
Edha Swetty
siap donk . biar cepat halal😀😀😀😍😘😘
Edha Swetty
kean mau minta izin nikah dengan dagis ceroboh hee....hee😄😍😍😍😍
Edha Swetty
knp jg ibunga dindabtdk cerai aj sayang klo gara2 bpkx main judi anaknya yg d jual
Ghufira Alfiani Salsabila
lanjut thor penasaran sama lanjutnnya
Febriani Soemantri
Dinda 😂
SiapaSaya
Thor Kok Adik Nya Dinda gak d ceritain atau d Cari?
SiapaSaya
kalau Ada Visual nya Bang Kean Skalian dengan Kembaran nya Min
MeiSudarmini Soegi
itu sih dirimu thor...🥰😋
MeiSudarmini Soegi
laah itu turanannya sampean pak Ken..
😊
MeiSudarmini Soegi
sopanlah, bagaimanapun juga dia atasanmu..
Karmilah Jaya
hadir kak sukses slalu
Nayra Syafira Ahzahra
lanjut sini lagi 😊😊
Nur Balqis Saad
Rena atau lea
Nur Balqis Saad
kok mata gue masuk debu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!