NovelToon NovelToon
Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: faray_glad

DALAM TAHAP REVISI.
ALURNYA DAN ISI CERITA MASIH BERANTAKAN.
UNTUK SEMENTARA WAKTU AUTHOR AKAN MENGUBAH CERITANYA DENGAN VERSI TERBARU DAN AKAN SEGERA DISELESAIKAN.

TERIMAKASIH.


Nadin Alia Syahir

Wanita cantik bak seorang model yang menjadi idola para lelaki. Sayang dia hanya seorang Dosen disalah satu universitas favorit dijakarta. Walaupun dia memiliki banyak penggemar, tetapi hingga saat ini belum pernah ada seorang pria yang membuatnya tertarik.


Zaynard Orlando Mark

Seorang pria yang ramah dan juga baik hati. Tapi setelah kejadian dimana dia menyaksikan sendiri jika sang kekasih hati berkhianat, dia berubah menjadi Dingin dan tak tersentuh.



Bagaimana pertemuan mereka??
yuk buruan baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Sebuah mobil mewah berhenti di mension keluarga Orlando. Zayn tidak jadi berangkat ke kantor. Setelah dari restoran tadi dia langsung mengemudikan mobilnya untuk segera pulang.

Zayn keluar terlebih dulu dan disusul Nadin setelahnya. Zayn masih menekuk wajahnya, dia masih merasa kesal dengan acara makan siang yang terganggu oleh kedatangan sepupu nadin.

" Sayang.... " panggil Nadin. Mereka baru saja masuk ke dalam kamarnya.

Zayn hanya berdehem tanpa menoleh. Nadin tau jika Zayn sekarang sedang kesal oleh ulah sepupunya tadi.

" Kamu marah ? Maaf jika kamu kesal karena tingkah sepupuku tadi .." ucap Nadin sambil berjalan mendekati zayn yang sedang duduk disofa sambil memainkan ponselnya.

Nadin duduk disampingnya dan segera mencium pipi kanan Zayn.

" Maaf yah... Aku dulu sangat dekat dengan Diego sebelum dia kuliah disini dan menemukan jodohnya disini. Jadi bertemu dengannya tadi begitu membuatku lupa diri. kalau selomitha memang begitu orangnya, tapi dia sebenarnya baik kok.." jelas Nadin. Zayn hanya berdehem dan masih tidak berpaling dari ponselnya.

" Sayang... apa yang membuatmu marah, Hem..?? " tanya Nadin. Zayn masih diam saja.

" Zayn... maafkan aku " Tetap tidak ada sahutan dari Zayn.

Nadin menghela nafasnya..

' kenapa dia sangat menakutkan sih... sebenarnya apa yang membuatnya marah begini '

Zayn melirik Nadin yang sedang menundukkan kepalanya. Dia menaikkan salah satu alisnya, kemudian menoleh kearah Nadin. Zayn terkejut melihat Nadin yang sedang menangis.

" Hei... kenapa menangis ?? " ucap Zayn lirih. Dia menarik dagu Nadin agar terlihat jelas olehnya. Segera Zayn mengusap air mata Nadin dengan ibu jarinya.

" Sudah jangan menangis lagi.. Aku tidak marah padamu. Aku hanya kesal saja. Maafkan aku yah.... " jelas Zayn sambil membawa Nadin dalam pelukannya.. Nadin malah semakin menangis mendengar ucapan Zayn.

" Kenapa masih menangis ?? sudah sudah.. !!" zayn melepaskan pelukannya dan segera menciumi wajah Nadin.

Nadin menatap Zayn dengan tatapan sendu. Entahlah dia begitu terbawa perasaan ketika tadi Zayn mendiaminya..

" Kamu beneran tidak marah kan ?? " ucap Nadin lirih..

" Tidak... bagaimana bisa aku marah padamu sayang... aku hanya sedang kesal saja tadi. tapi sekarang sudah tidak lagi. Sudah, jangan menangis !!" ucap Zayn sambil mencium kilas bibir Nadin.. Nadin segera memeluk Zayn.

" Baiklah sekarang bersihkan dulu badanmu !! " ucap Zayn sambil melepaskan pelukan Nadin. Nadin mengangguk pelan dan segera pergi menuju kamar mandi setelah dia mengambil pakaian ganti dari lemari.

********

Nadin dan Zayn sedang duduk santai diruang keluarga. Baru saja mereka selesai makan malam bersama. Laurin kembali ke kamarnya karena Laura sedang tidur sendiri. Sekarang bayi kecil itu sudah mulai terbiasa jauh dengan Nadin. Oleh karena itu Zayn bisa sedikit bernafas lega.

" Sayang... ibu bilang akan datang kemari bersama ayah, tapi kenapa sekarang mereka masih belum juga datang. Aku sangat merindukan mereka. " ucap Nadin yang saat ini sedang dipeluk oleh Zayn..

" Hemm.... tunggu saja, mereka pasti datang kemari. " jawab Zayn

" Iyah tapi ini sudah seminggu dari saat ibu menghubungiku dan tidak ada kabar lagi.? " ucap nadin

" Mungkin mereka sedang mencari waktu yang tepat, ayah kan juga sibuk dengan perusahaannya " ucap Zayn sambil sesekali mencium puncak kepala nadin.

" Iyah iyah... Semoga saja mereka segera datang kemari.. " ucap Nadin sedih.

Mereka sedang asyik bermesraan sambil bercengkrama, dikagetkan oleh datangnya bi Rosa.

" Tuan, nona diluar ada tamu yang mencari nona Nadin " ucap Bi Rosa

" Siapa bi ?? " tanya Nadin

" Saya tidak tau nona, seorang Wanita " jawab bi Rosa

Nadin mengernyitkan dahi dan menoleh kearah Zayn. Zayn hanya mengerdikkan bahunya.

" Lebih baik kita temui saja. !! " sahut Zayn.

Zayn beranjak dari duduknya dan segera menggandeng tangan Nadin untuk menuju pintu utama.

Nadin melihat seorang wanita sedang membelakanginya. Nadin masih ragu-ragu untuk menyapa.

" Siapa yah..??. " ucap Nadin yang berjalan semakin mendekati wanita itu.

Wanita itu menoleh kearah Nadin. Sesaat Nadin terpaku, kemudian dia berlari untuk memeluk wanita yang ada didepannya itu..

" Ibuuuu... "

" Sayang.... " teriak Zayn yang terkejut melihat Nadin berlari.

" Kenapa ibu tidak menghubungiku jika akan kemari ?? " nadin masih memeluk ibunya.

ibu Maya hanya tersenyum melihat tingkah anak gadisnya itu.

" Ibu ingin membuat kejutan untukmu sayang. " mereka melepaskan pelukan.

" Lalu.. dimana ayah, kenapa ibu sendirian ?? " tanya Nadin. Nadin melihat ke segala arah untuk memastikan jika ibunya sendirian atau tidak.

" Ayahmu sedang ada pertemuan bersama clientnya. Tadi ibu minta untuk diantar kemari saja daripada ikut dengannya, pasti sangat membosankan. " jelas ibunya.

Nadin masih bergelayut manja memeluk lengan ibunya. Zayn tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.

" Sayang.. ajak ibu masuk dulu. dia pasti lelah setelah perjalanan jauh. Akan ku suruh bi Rosa membuatkan minuman dan menyiapkan kamar untuk ibu. " setelah Zayn berbicara dia segera masuk kedalam dan menuju kamar belakang. kamar para pelayan.

Nadin menggiring masuk ibunya. Mereka duduk disofa ruang tamu. Ibu Maya melihat sekeliling ruangan itu dengan takjub. Begitu mewah dan megah.

" Sayang.. kamu sangat beruntung... " ucap ibu Maya .

" Ibu.. Nadin memang sangat beruntung bisa menikah dengan zayn, dia sangat mencintai Nadin. " ucap Nadin bahagia.

" Zayn juga sangat kaya raya, tetapi dia tidak sombong. Ibu sangat menyukainya.. " sahut ibu Maya.

Bi Rosa datang dengan membawa nampan yang berisikan minuman dan juga cemilan.

" Bi Rosa.. kenalkan ini ibu Nadin yang baru datang dari Jepang bibi " Nadin memperkenalkan ibunya itu dengan bi Rosa.

" Iyah non, maaf tadi saya tidak tau, ibu non Nadin begitu terlihat masih muda jadi saya mengiranya jika tadi teman non Nadin yang sedang berkunjung. " jawab bi Rosa membuat Nadin dan ibunya tertawa kecil.

" Bibi bisa saja, bahkan umur ibuku sudah hampir kepala lima bi.. " sahut Nadin dan kemudian dihadiahi pukulan oleh ibunya.

" Kamu ini.. " ucap ibu Maya.

Mereka semua tertawa kecil. kemudian bi Rosa pamit untuk segera membersihkan kamar tamu. Zayn datang saat bi Rosa baru saja pergi.

Mereka nampak bercengkrama hangat, Zayn sangat senang dengan kedatangan ibu Maya. Dulu dia dan juga laurin sering kumpul bersama dan bercanda seperti ini. Tetapi setelah Orangtuanya meninggal, suasana hati mereka menjadi sunyi. Zayn dan juga laurin menjadi lebih banyak diam.

Hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Tepat saat mereka akan beranjak dari sana terdengar suara bel berbunyi.

" Biar aku saja yang buka pintunya. kamu antar ibu ke kamar saja. " ucap Zayn dan diangguki oleh Nadin.

Nadin dan ibu Maya berjalan menaiki tangga sedangkan Zayn berjalan menuju pintu utama.

Zayn membuka pintu kemudian tersenyum.

" Ayah... sudah datang? mari masuk.!! " ucap zayn. Dia sudah menduga jika yang datang adalah ayah mertuanya.

" Dimana ibumu, kenapa sepi sekali.?? " tanya ayah

" Baru saja mereka naik keatas ayah.. Biar saya yang bawakan tasnya. " ucap Zayn sambil mengambil alih tas yang dibawa oleh ayah mertuanya itu.

" Ini seperti istana kerajaan saja.. " ucap ayah sehun sambil menepuk punggung zayn. Zayn hanya tersenyum menanggapinya.

Mereka saat ini sedang menaiki tangga menuju kamar.

" Ini kamar ayah, mungkin ibu sudah ada di dalam.. " ucap Zayn

" Saya permisi ayah. Semoga nyaman berada disini. " lanjutnya sambil membungkuk hormat sesuai tradisi negara sang ayah mertuanya. Ayah tersenyum dan mengangguk kecil sambil perlahan membuka pintu kamarnya, kemudian segera masuk.

Tbc

1
Emi
bagus
Sandrie
hai thor aku baru mampir
Fa Rel
baru kali ne benci endingnya q thor.jijik.ma.zayn
Fa Rel
g rela q balikan ma nadin bkin cerai donk
Fa Rel
zayn goblok sih
Okta Dina Eryanti
bener gak nyambung bngtt.sbnr ny cerita ny bagus tapi gak nyambung...
Fransiska Siba
Sebenarnya Alva tidak salah yg salah itu Zayn yg tdk tegas kalah itu dan dia juga salah knp plg dalam keadaan mabuk dan sudah tahu sifat pengasuhnya seperti masih saja diladeni mau minum diberikan pengasuh nya
Fransiska Siba
Salah Zayn istri nya sakit pergi mabuk2kan. mendingan plg rawat istrimu.
sdh tahu kelakuan pengasuh mu begitu tp kamu tidak tegas saat itu juga.
Lailul Hidayati
ini alur mundur ceritanya
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
q suka ceritanya...
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
perusak kesenangan...
,🤣🤣🤣
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
lanjut
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
q bacanya sambil nahan napas 🤭🤭🤭
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
baru tahu kalo ini novel pertama kak Faray..
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
anak buah reseh
🤣🤣🤣
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
SKSD
🤣🤣🤣🤣🤣
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
yang jelas menghukum kamu lah
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
lanjut
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
hancur hatiku
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
siapa sebenarnya Livia itu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!