NovelToon NovelToon
My Crazy Husband

My Crazy Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:936.1k
Nilai: 5
Nama Author: Okta Diana

Vanila didesak keluarganya untuk segera menikah. Arshaka Bimantara tiba-tiba saja menggantikan Seno, pacarnya yang tiba-tiba kabur saat Vanila meminta melamarnya. Ketampanan dan sikap manis Shaka membuat Vanila tak berpikir lama untuk mengiyakan ajakannya, dari pada harus menunggu Seno yang tak ada kabar.

"Vanila, apa begitu susahnya membuka hatimu sedikit saja untukku?" ~Shaka

"Jangankan membuka hati, membuka baju pun aku rela, Mas!" ~Vanila

Siapa laki-laki yang bernama Shaka itu sebenarnya?

Bab 1-63 (End)

***

Empat tahun menjaga jodoh orang, membuat Junior Reynand Winata atau biasa disapa Jr merasa dirinya terpuruk saat mengetahui kekasih yang ia pacari selama ini hamil dengan teman dekatnya sendiri. Seolah ditusuk dari belakang, Jr menyesal selama ini telah menjaga kehormatan gadis yang ia pacari itu.

Mencoba mencari pelampiasan, tapi yang ada hidupnya semakin jungkir balik saat bertemu Bia, gadis yang dijual oleh kakaknya sendiri untuk menemani Jr malam itu sebagai penebus utang padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Okta Diana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi Pertama

Aku berdiri dari pangkuannya. "Aku pengennya malam pertama itu, ya malam, Mas! Ini masih pagi. Berarti pagi pertama." Gak wah banget deh.

"Kenapa sekarang kamu perhitungan sekali, Vanila?"

"Gak gitu, Mas! Aku cuma pengen berkesan dan jadi kenangan kita aja!"

Mas Shaka berdiri dan tiba-tiba mencium bibirku. Seolah gak peduli dengan semua permintaanku. Ciuman yang lebih menuntut, dan sedikit membuat bibirku perih. Ya mungkin karena nahan aku godain terus kali, ya. Lidahnya menelusup masuk ke dalam mulutku, mengajak lidahku menari-nari di dalam sana. Benar-benar membuat aku terlena. Dia akhirnya mendorong pelan tubuh ini hingga terbaring di atas ranjang.

Dengan cepat tangannya berusaha membuka kaitan kancing bajuku. Masih dengan penyatuan bibir ini, Mas Shaka membuang asal bajuku di lantai. Menyisakan kain berenda yang berwarna merah sebagai penutup dua aset berhargaku yang memang belum terjamah oleh laki-laki mana pun selain dia.

Aku mendesah tertahan saat tangannya menelusup masuk ke dalamnya. Meremasnya gemas dan sesekali memeluntir ujungnya. Mas Shaka juga seolah gak sabar, saat membuka kaitan di punggungku.

"Kenapa susah sekali, Vanila?" bisiknya dengan suara berat dan kecewa. Aku mencoba membusungkan dada, lalu membuka kaitannya. Dia juga melempar asal penghalang itu setelah berhasil membukanya. "Jangan memakainya saat aku bersamamu! Ini terlalu indah jika harus kamu tutupi dariku," bisiknya dengan terus meremas keduanya. Aku hanya mengangguk pasrah. Karena menikmati ciuman yang diberikannya di leher dan turun hingga dadaku. Begitu geli dengan sensasinya.

Aku menjerit tertahan saat Mas Shaka memainkan ujung lidahnya kemudian mengisap kuat ujung benda sensitifku. Sedangkan tangan satunya masih gak bosen meremasnya kuat hingga kulitku sedikit berubah berwarna merah.

Dia menggelengkan kepala gak mau, saat aku mencoba melepasnya hisapannya dari ujung dadaku. Ini seperti lintah yang gak mau berhenti menempel saat dia belum puas. Aku hanya mampu menjambak rambutnya dan mengigiti bibir bawahku hingga hampir terluka menahannya.

"Mendesahlah, Vanila! Jangan kamu tahan!" Kini dia melepas hisapan itu.

"Malu di dengerin tetangga, Mas!"

Dia mengerutkan wajah kecewa. "Lain kali kita bisa lakukan di apartemenku, kamu bisa menjerit puas di sana!"

"Iya." Satu kata yang mampu ku ucapkan. Mas Shaka menyunggingkan bibir atasnya. Saat tangannya meraba paha dalamku, "Mas, aku masih perawan!" ucapku dengan penuh ketakutan. Bagaimana dia mengeceknya? Dia bukan dokter, jujur ini buat aku deg-deg an luar biasa.

"Aku tau, Vanila! Aku hanya ingin melihatnya."

"Gak usah dilihat, Mas!" Namun dia nekat. Aku menutupi wajah ini saat dia berada tepat di bawah sana.

"Rileks, Vanila!"

Ah, bagaimana bisa rileks? Semua terpampang nyata saat Mas Shaka membuang penghalang yang aku kenakan. Dia mulai menciumi pahaku naik turun secara bergantian.

Aku terlonjak saat dia mendaratkan tiba-tiba bibirnya di aset paling berharga milikku. "Mas Shaka apa-apaan?" Aku mencoba duduk menatapnya.

"Aku menyukainya, apa salah jika aku menciumnya. Atau menyentuhnya?" Aku merintih saat ujung jarinya memainkan benda kecil yang mengeras itu. Dia juga menunjukan jarinya padaku, "Kamu sudah begitu basah, Vanila. Boleh aku merobeknya sekarang?" tanyanya di bawah sana dengan terus gak berhenti memberikan sengatan hebat.

Aku mengangguk kesulitan menelan saliva. Kenapa kata-katanya semakin buat aku ngilu, sih?

"Mas, udah stop!" rengekku saat lidahnya masuk ke dalam sana. Mengorek-ngorek dalam dan semakin dalam, membuat perutku mengeras dan kakiku seperti kaku menahan sensasi geli yang diberikan.

Aku mendongak dan terus menggelengkan kepala. Napas ini sungguh gak beraturan. Aku menjambak rambutnya mencoba menghentikan ini semua.

"Nikmatilah, Vanila! Ini akan jadi sejarah indah hidupmu!"

Sejarah? Aku gak suka pelajaran sejarah.

"Mas Shaka ... aku bisa mati!" teriakku karena udah gak tahan lagi. Aku mencengkeram kuat seprei yang gak berwujud ini.

"Keluarkan!" pintanya yang hanya aku balas gelengan kepala. Aku menggeliat minta ampun pun seperti gak dipedulikan olehnya.

Aku berteriak kencang dan seolah ingin menangis saat mencapai titik puncak itu. Mas Shaka mengisapnya kuat seperti tanpa sisa. Sensasi macam apa ini? Seumur hidup aku gak pernah merasakannya.

Dengan sesegukan dan napas terengah aku menutupi wajahku malu saat Mas Shaka menatapku dengan penuh kemenangan. "Kamu kenapa nangis? Bukankah ini sangat menyenangkan?" Dia menyapu air mataku. Aku mengangguk lemas.

"Buka lebar kakimu?"

"Mas Shaka mau apa lagi?" tanyaku penuh kekhawatiran.

"Kita belum selesai!"

"Ya, tapi aku maunya nanti malam. Izin aku bernapas dulu!" rengekku.

"Hei, siapa yang menyuruhmu menahan napas? Vanila, kamu terus menggoda. Dan sekarang kamu terus beralasan untuk ini semua. Maksudmu apa?" Aku hanya terdiam menatapnya. "Apa kamu ingin memegangnya dulu?"

Aku menggelengkan kepala. "Berarti kamu ingin langsung!"

Mati aku!

Aku ternganga dengan kepala mendongak saat Mas Shaka memasukkan miliknya begitu aja tanpa aba-aba. "Sakit?" tanyanya yang membuatku semakin menangis.

"Sakit banget!" teriakku.

"Aku minta maaf, Vanila!" Mas Shaka kembali menghapus air mataku dan terus berusaha menenangkanku. Ini gak akan mempan. "Ini baru sebagian belum masuk semua, kamu tahan sebentar lagi!"

Apa?

Mama ... aku pengen kabur!

1
Niar Yus
Luar biasa
Linda Liddia
Di nasehatin yg baik kok malah kayak gitu jujur ya thor gak suka bgt aku sm karakter si vanilla ini
Linda Liddia
Gak suka bgt sm sifat vanila yg emosian bgt
Linda Liddia
Ini vanila emosian amat yak bar-bar bgt cewek gak ada anggun2nya
Sarti Sarti
Tengil juga c Jr kyk bapak nya 🤣🤣
Sarti Sarti
Aku tebak kalo anak nya Vanila bakal jodoh nya Jr ya ngak kak ☺️
Qaisaa Nazarudin
5 tahun bisa nunggu,Gak mungkin lah 10 hari kayak ayam berak kapur..🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Mana gak semangat coba,Sadar2 udah punya cucu aja,Udah langsung ketemu gede lagi tuh cucu..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Lega banget aku, Akhirnya mereka SAH menjadi pasutri juga,Pasti Lea akan bahagia dan seneng banget ya..🤲🤲👍👍
Qaisaa Nazarudin
Junior bener2 tukang maksa,Eh emang Bia itu harus di paksa lho,Kalo gak dipaksa mah dia nya keras kepala dan Egois..
Qaisaa Nazarudin
Waaahh Reno dengan Bia aja gercep banget bilang OK,Eh saat tau Gladis dia langsung ngamuk .😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampai Junior dan Glafis menikah dengan alesan kakek udah sekarat,Sebelum meninggal dia pengen Junior menikahi Glafis,Awas aja kalo Junior sampai menyanggupi nya..😡😡
Qaisaa Nazarudin
Semoga Rey,Kinan dan kakek menerima Lea keturunan mereka,Dan tentu juga menerima Bia..🤲🤲🤲
Qaisaa Nazarudin
Maaf sih maaf tapi kek nya ortu gak ada usaha keras utk mencari Bia,Harusnya dgn kekuatan kekuasaan mereka,Mereka akan gampang utk menemuin Bia..
Qaisaa Nazarudin
Lah ternyata Junior yg ngalamin hamil simpatik,Terus ortunya gak curiga gitu,Dan gak mencari Bia,Percuma punya kuasa dan kaya,Kalo Bia aja mereka gak bisa menemuinnya..ckk🤦🤦🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilangJunior nikah sama Via,aku plintes nih Junior dan ortunya..awas aja..
Qaisaa Nazarudin
Ya di sini menurut ku Bianlah yg salah,Walau gimana bencinya ortu Junior gak mungkin lah mereka gak nerima cucu mereka kan,Harusnya jujur aja dulu saat tau dia hamil,setelah itu terserah keputusan Junior dan ortunya..
Qaisaa Nazarudin
Lho apa ini udah beberapa tahun kemudian kah?? kok gak di tulis..Apakabar dgn Junior dan ortunya??Gak mungkin selama itu Junior diam aja..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Apa selama 2 bulan ini Junior gak berhasil membuktikan kalo dia dan Biangak bersalah ke ortunya,Kinan juga harusnya sebagai wanita dan ibu dia yg jadi penengahnya,Apa Kinan gak belajar dan sadar dari apa yg terjadi antara dia dan Rey dulu..ckk kecewa aku..jangan sampai kalian menyesal nantinya..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Bodoh,Ini pasti niatnya pengen ngerjain Bia,Tapi hujung2 nya kamu sendiri yg nyangkut .👎👎👎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!