NovelToon NovelToon
The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna

Status: tamat
Genre:Komedi / Petualangan / Petualangan Fantasi-Pedang dan Sihir / Raja Tentara/Dewa Perang / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:112.7k
Nilai: 5
Nama Author: Basiroh

Kurogami Ragna adalah seorang anak laki-laki yang tinggal sendirian ditengah hutan belantara tetapi hidupnya berubah ketika bertemu dengan Erinka yang merupakan gadis bangsawan.

Takdirnya perlahan bergerak ketika Erinka mengajak Ragna pergi dari hutan menuju ke kota untuk mengungkap jati dirinya yang tak diketahui karena ingatannya telah hilang.

Erinka menyadari bahwa Ragna adalah pria unik dengan kekuatan langka pembunuh iblis, 'Devil Slayer'

Sebuah kisah tentang perjalannya menjadi penyihir terhebat diantara mereka yang hebat telah dimulai!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Basiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 : Misi Sukses

Sebagai penyihir tingkat atas Pak Tua Boon menunjukan kemampuannya dan kemampuannya yang sebenarnya adalah merubah lemak menjadi otot.

Ia yang semula adalah pria yang sangat gemuk sekarang berubah menjadi seorang binaragawan.

"Aku telah memberikan giliran padamu untuk menyerang dan sekarang giliranku membalas..." Pak Tua Boon mengepalkan tangan dan seluruh energinya terfokus pada kepalan tangannya itu.

Minotaur tak peduli lagi dan iapun tanpa ragu memukul sekali lagi sekuat tenaga, "HIIAA...!!"

"DYYEESS...!!!" Dua kepalan tangan saling beradu.

"Krak..." terdengar tulang lengan Minotaur patah, "ARRGGH...!!!!" Iapun berteriak kesakitan.

"Jangan coba-coba melawanku..." ucap Pak Tua Boon dengan sorot mata tajam, "Terimalah pukulanku ini...!!!!"

"Jbbllaast...!! Jbbllaast...!!" Penyihir White Tiger itu memberikan pukulan yang sangat kuat dan secara bertubi-tubi pada dada lawan dan membuat ia kesulitan membalas atau bahkan untuk menghembuskan nafas.

Pak Tua Boon memberikan jeda pada serangannya dan Minotaur itu mampu bertahan, "Uhuk...!! Sial!!"

"Makluk yang luar biasa..." Pak Tua Boon mencengkram dua tanduk Minotaur itu dan memutar-mutarnya.

Ya, Minotaur itu dibuat tak berdaya dan disaat itulah Pak Tua Boon melemparkannya ke dinding.

"DYYEESS...!!!" Makluk mitologi itu membentur dinding dengan keras.

Pak Tua Boon mengumpulkan semua energi pada kepalan tangannya dan berteriak dengan lantang, "Ini yang terakhir...!!!"

"Jbbllast...!!" Tanpa ragu Pak Tua Boon memukul kepala Minotaur itu sekuat tenaga hingga hancur, makluk itu seketika mati.

Ragna maupun Erinka hanya bisa terdiam dan terbelalak saat melihat pertarungan keduanya berakhir terlebih pada kekuatan Pak Tua Boon yang sungguh mengejutkan, "Hebat...!!!" Gumam keduanya yang kagum.

"Hahahahaha...!!" Pak Tua Boon malah tertawa dan berjalan ke arah keduanya, "Yah, maafkan aku karena tempat ini sedikit berguncang dan membuat kalian berdua agak takut..."

Ragna terdiam lalu berteriak dengan heboh, "Whoha... tapi kau hebat sekali, Tuan Boon!! Aku tak mengira kau memiliki kekuatan 100 gajah!!!"

"Aku benar-benar kagum padamu...!!"

"Hehehe..." Pak Tua Boon mengusap kepala belakang dan berkata, "Jangan melebih-lebihkan seperti itu Ragna hal itu membuatku malu saja..."

"Serius!!! Anda hebat sekali...!!!" Ucap Ragna yang benar-benar kagum.

"Ya, kau boleh kagum padaku akan tetapi diluar sana banyak penyihir yang lebih kuat dari pada aku..."

"Serius??"

"Tentu saja!! Kau mungkin akan jadi salah satunya nanti dan aku hanya kakek tua berumur 72 tahun..."

"Jangan merendah seperti itu, Pak Tua Boon!!" Ucap Ragna yang sungkan.

"Ngomong-ngomong tadi ku lihat lenganmu putus!! Kau harus segera mendapatkan pengobatan, Ragna..."

"Tak masalah..." ucap Ragna dengan semangat, "Aku menyambungnya kembali dengan sihirku meski agak sakit paling seminggu tubuhku akan pulih..."

"Wah, kau memiliki tubuh yang unik Ragna dan juga sihir yang bisa menyembuhkan itu luar biasa..." Pak Tua Boon kagum dan terkejut.

"Hehehehe...!! Aku jadi malu..."

"Memangnya apa sihirmu itu?"

Ragna berkata, "Si gay, Reynhard itu mengatakan padaku bahwa sihirku adalah sihir untuk membunuh iblis yaitu 'Devil Slayer' katanya..."

"WOW... itu sihir yang sangat langka!! Dan juga pasti sangat berguna untuk menghadapi 'Fenomena Seratus Tahun' ini..." Pak Tua Boon terlihat bangga.

"Fenomena Seratus Tahun itu apa?" Ragna terlihat tak mengerti.

"Kau akan tau nanti..." Pak Tua Boon tidak mau menjelaskan, "Dan pastinya jika nanti kau bisa menguasai sihir 'Devil Slayer' ku yakin kau lebih hebat dariku..."

"Hehehe... jangan melebih-lebihkan karena kau membuat diriku malu..." ucap Ragna yang tersipu malu dengan pipi memerah.

"Tap... tap... tap..." Erinka mendekati Pak Tua Boon dan Ragna dengan membawa item sihir yang semula dibawa Minotaur, "Pedang ini hebat juga dan item sihir ini cocok dengan sihirku jadi aku akan mengambilnya..."

Pak Tua Boon menoleh ke arah Erinka dan berkata, "Hmm... benar sekali!! Pedang itu menyerap api dan sesuai dengan atribut elemenmu..."

Erinka memperhatikan tubuh kekar penuh otot yang bagaikan binaragawan milik Pak Tua Boon, "Kalau diperhatikan tubuhmu kekar juga, Pak Boon!!"

"Hahahahaha...!! Jangan terlalu memuji karena mode ini tak akan bertahan lama karena memiliki batasan..." ucap Pak Tua Boon.

"...???" Erinka maupun Ragna terlihat kurang mengerti, "Apa maksudnya, Tuan?"

"Maksudnya wujud ini memiliki batasan waktu didalam mempertahankannya dan aku akan kembali ke semula sebentar lagi..."

"Owh..." Ragna mengangguk-angguk.

Erinka malah menjadi sedikit panik, "Kalau begitu kita harus segera menyelesaikan misi ini sebelum tubuhmu yang bisa diandalkan itu kembali ke semula, Pak Boon...!!!"

"Benar sekali!!" Ragna menjadi setuju bahwa akan mudah menjalankan misi dengan tubuh kekar Pak Tua Boon.

"Hehehe..." Pak Tua Boon malah tertawa, "Kalian tak perlu khawatir ataupun cemas karena semua penambang yang terperangkap telah selamat..."

"Sementara kalian berdua bertarung melawan Minotaur itu aku menyelamatkan para penambang dan membawa mereka keluar dari tempat ini..."

"Ya, bahkan mereka yang memberitahuku bahwa ditempat ini ada makluk berbahaya Minotaur..." jelasnya.

"Hahahaha..." Mendadak Erinka tertawa lepas, "Kita sukses menjalankan misi ini!! Kita akan mendapatkan uang!! Kita akan mendapatkan bayaran mahal..."

"Aku harus segera membuat daftar belanja..."

Ragna yang mendengar niat asli Erinka bergumam dalam hati, "Dasar wanita angkuh mata duitan...!!!" Iapun merasa jijik pada sikap temannya itu.

"Kita harus segera keluar dari tempat ini sebelum tempat ini runtuh..." ucap Pak Tua Boon.

Akan tetapi mendadak terdengar goncangan yang luar biasa dan puing-puing maupun bebatuan mulai berjatuh dari atas.

"Kita terlambat..." ucap Pak Tua Boon.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang...!!??" Teriak Erinka yang panik.

Pak Tua Boon memberikan perintah, "Berkumpulah pada satu titik tak terkecuali kalian dari Black Tigir..." ucapnya dengan menunjuk tiga orang yang merupakan rival mereka.

"Siap...!!" Tak butuh waktu lama 5 orang telah berkumpul.

"Ragna, lindungi mereka dengan kegelapan milikmu...!!"

"Aku mengerti...!!" Jawab Ragna dengan semangat, iapun meningkatkan energi dan melindungi dirinya sendiri dan 4 orang dalam bola kegelapan.

Pak Tua Boon berkata lagi, "Sementara aku akan menghalau setiap puing-puing yang jatuh...!!!" Iapun naik ke atas bola kegelapan itu dan mulai mengumpulkan energi lalu mengepalkan dua tangan.

"HIIAA...!!"

"Jbbuuak...!! Jbbuuak...!!" Pak Tua Boon memukul secara bertubi-tubi ke atas untuk menghancurkan setiap puing-puing yang jatuh.

"Ini tiada apa-apanya...!!" Teriaknya yang penuh semangat.

Meskipun begitu goncangan semakin menjadi-jadi dan bebatuan yang jatuh semakin banyak.

"Sialan...!!!!" Pak Tua Boon menolak menyerah dan malah semakin bersemangat, "Ada orang-orang yang harus ku lindungi...!!!!" Teriaknya dengan lantang yang dipijakan kakinya ada bola kegelapan berisikan 5 orang yang tak berdaya.

Apakah penyihir kelas atas dari White Tiger itu nantinya mampu melindungi mereka?

Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 30 : Mari Pulang!!

1
hasim asngari
MC terlalu naif, mengandalkan teleport tetapi pukulan dan tendangan gak da damage, coba setelah ngeblink langsung crash pake pedang. malas nendang dan...kalah
hasim asngari
gas
hasim asngari
kurang riman
Oi Min
maap ye mak otor..... aq berhenti disini. g bsa lanjutin bacanya. maap ye
Oi Min
cih..... menyebalkan, dia yg selalu buat masalah, Ragna yg selalu menyelesaikan tp dia jga yg di salahin ma gadis g tau diri ini
Oi Min
Erinka bner2 bikin jengkel
Oi Min
bagus Ragna...... hrs kmu beri pelajaran buat si Erinka
Oi Min
kwe kwi sing ra mikir Erinka. Ragna selalu menolong mu, tp dia jga selalu saja kmu salahkan
Oi Min
kapok..... mulakno jo sok kuat Erinka..... wong wadon sak karep udele dewe
Oi Min
Erinka ini sdah lemah tp masih seenaknya sendiri
Oi Min
Erinka terlalu angkuh jdi wadon. egois bner
Oi Min
bknkah Erinka mirip Arashi?? pembuat masalah??
Oi Min
Rikie..... mang Rikie jga ke sini tor???
Oi Min
Ragna kek jdi anaknya Rain..... wkwkwkwk..... g bsa move on dri Arashi
Oi Min
aq seketika membayangkan klo Erinka itu anak Arashi dan Tsuruna...... wkwkwkkww wkkwk....... beda rumah padahal. y karna Erinka pnya rambut merah..... xixixi xixixixi....
Oi Min
coba baca ini dulu mak....... soalnya Arashi blm up lagi. dan semoga cerita nya g kalah bagus dri Arashi ye......
kucing pencari ribut
h
kucing pencari ribut
yi
kucing pencari ribut
y
kucing pencari ribut
a
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!