Zara gadis cantik yang merasakan patah hati karena cinta pertama dalam hidupnya telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Baba atau Ayah Zara meninggal dunia karena penyakit jantung.
Belum usai masa berkabungnya, kini gadis malang itu harus kembali merasakan patah hati untuk ke dua kalinya.
Serkan Sayisman, pria yang selama 3 tahun ini mengisi hari-harinya telah memutuskan hubungan mereka yang abu-abu karena kesenjangan sosial yang jauh.
Zara memilih pulang ke negara asal Ibunya dan memulai hidup baru disana berharap bisa dengan cepat melupakan Serkan.
Jantung Zara berdetak kencang kala menatap pria berwajah tampan dan manis yang berdiri di depannya.
Angga Adnan Prayoga,
pria misterius dengan sejuta pesona yang mampu menggeser posisi Serkan di hati Zara.
Namun, Zara harus berjuang keras saat Angga mengatakan;
"Apa kau siap mengetahui siapa diriku yang memiliki orientasi BERBEDA?"
Deg!!
Perjalanan cinta Zara Khayatian Al Rasyid mengejar cinta Angga Adnan Prayoga di mulai!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NalaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Decisions that determine everything!
...Aku hanya lelah diperlakukan tidak manusiawi....
...Dia bisa seenaknya menghina ku,...
...Tapi tiba-tiba bersikap baik kepada ku....
...Apa sebenarnya maunya?...
...Aku berhak bahagia dan memilih jalan ku sendiri....
Di dalam sebuah mobil,
Romi tak henti-hentinya tersenyum setelah Zara memberinya kesempatan untuk menjadi kekasihnya. Romi sudah bertekad akan mempelajari keyakinan yang di anut oleh Zara.
"Aku yang sedari awal sudah mencintai Zara, jadi bagi anak pungut mu seperti mu. Memang tak pantas bersanding dengan Zara," batin Romi.
Kring...
"Ya halo?"
"........"
"Jadi dia sudah menemui Serkan?"
"......."
"Biarkan saja! Toh aku sudah akan menjadi kekasih Zara. Walau dia tahu siapa dalang di balik itu semua tak ada masalah buat ku. Zara tidak akan percaya kepada anak pungut yang memiliki sifat kasar, ucapannya pedas dan sikapnya yang semena-mena."
"......."
"Yang penting awasi terus perempuan itu, jangan sampai orang luar tahu keberadaannya. Aku tidak ingin ada masalah dikemudian hari."
"......."
"Dan 1 lagi, waspada dengan seorang pria berkulit putih pucat, wajahnya sangat dingin, minim ekspresi. Namanya Delon, dia akan berbahaya bila sampai tahu semuanya. Dia juga salah orang kepercayaan Dirut Jarvis, maka kamu harus extra berhati-hati."
"......."
"Oke! Aku kirim nanti uangnya."
"......" Tut!
"Jangan main-main dengan ku, Angga Adnan Prayoga!"
Keesokan harinya di Jarvis Corps.
Angga sudah datang ke kantor sejak pukul 7 pagi. Pria tampan itu sedang fokus ke layar laptop yang ada di depannya.
Tok..
Tok...
Tok..
"Masuk," jawab Angga.
Ceklek!
"Gimana?" Tanya Angga ke Delon yang baru masuk ke dalam ruangannya.
"Dia nggak sebodoh yang kita kira," jawab Delon.
Bruk!
Delon melempar sebuah amplop besar di meja Angga.
Angga langsung membuka amplop dari Delon tsb.
"Bangs*t!!!! Dia juga pake orang-orang bawah tanah buat nutupin kelakuannya," ujar Angga.
"Iya! Tapi Loe tenang aja, nggak sehebat itu juga orang-orangnya, gue cuma ngasih tahu loe aja. Ini bakal gue selesain secepatnya," jawab Delon.
"Oke gue percaya sama loe," balas Angga.
"Kemarin dia ketemuan sama Zara di kafe depan Apartemen Zara. Dan sepertinya loe harus pastiin status Zara di hati loe," ucap Delon.
"Maksud loe?" Tanya Angga tidak paham.
"Gue yakin kemarin dia pasti ngungkapin perasaannya lagi ke Zara. Dan gue juga ragu kalau Zara masih kuat bertahan dengan sikap loe yang kayak gini," jawab Delon.
Deg!
"Nggak, Zara buat gue! Bakal Gue bunuh dia kalau sampai ngambil Zara dari gue," batin Angga gelisah.
"Oke, akan gue selesaiin masalah ini," balas Angga.
"Gue cabut dulu," pamit Delon yang langsung meninggalkan ruangan Angga.
Selepas Delon pergi, Angga langsung menghubungi Bu Rani.
"Halo cantik, bisa tanya sesuatu?"
"......."
"Masalah Zara."
"......."
"Apaaa???? Jadi Zara mau memberikan kesempatan kepada Romi untuk menjadi kekasihnya?"
"........"
"Apa Zara sudah tidak mencintaiku Bu?"
"........"
"Aku hanya salah paham Bu. Tapi aku sudah tahu penyebabnya."
"......."
"Baiklah, terima kasih."
Tut!!
Akkhh!!!!!!
*Brengs*k*!!!!
"Oke, lanjutkan saja semua rencana mu! Tapi kita lihat diakhir nanti. Kau akan menderita," gumam Angga sambil meremas gelas hingga pecah.
Di ruangan Sekretaris Direktur Utama,
Zara tengah disibukkan dengan laporan bulanan yang harus dipisahkan berdasarkan departemennya. Sementara Ibu Rani menyusun agenda Direktur Utama selama 1 minggu ke depan.
"Ra, tadi Angga tanya ke Ibu tentang kamu dan Romi. Ibu bilang saja kalau kamu ngasih Romi kesempatan buat jadi pacar kamu," ucap Bu Rani.
Deg!
"Mas Angga," batin Zara.
"Ehhm.. ya sudah Bu nggak apa-apa. Memang kenyataannya Zara memberikan Mas Romi kesempatan dan lagipula Zara sama Pak Wadirut tidak memiliki hubungan yang jelas," jawab Zara.
"Kamu harus bahagia Ra, jangan terus-terusan mau di tindas sama Bocah Mulut Cabe itu," balas Bu Rani.
"Iya Bu," sahut Zara.
Entah apa yang dipikirkan oleh Zara, tapi wanita cantik itu menjadi gelisah.
Kling..
From : Mas Romi.
Cantik!! Nanti makan siang ikut aku ya?
To : Mas Romi
Kemana Mas?
Klik. Terkirim.
Kling...
From : Mas Romi
Aku pengen makan nasi padang langganan ku Cantik. Kamu mau kan?
To : Mas Romi
Iya Zara mau. Nanti langsung ketemu di basemen aja ya?
Klik. Terkirim.
Kling...
From : Mas Romi
Iya sayang. Sampai ketemu 1 jam lagi❤️.
Zara hanya tersenyum membaca pesan dari Romi dan tidak membalasnya. Zara kemudian kembali fokus ke pekerjaannya.
1 jam kemudian,
"Bu, Zara makan siang diluar ya? Soalnya tadi Mas Romi ngajak Zara makan nasi padang. Ibu nggak apa-apa kan makan di kantin sendiri?" Ujar Zara memberitahu.
"Ciyee... Yang mulai makan siang berdua. Ya udah, nggak apa-apa. Hati-hati ya sayang, ingat kamu harus bahagia Ibu akan selalu dukung kamu," jawab Bu Rani memberi semangat.
"Iya Bu, terima kasih ya? Yaa sudah, Zara turun dulu Bu," pamit Zara.
"Iya Ra, hati-hati," balas Bu Rani.
Zara kemudian berjalan ke arah lift, lalu masuk ke dalam lift kemudian menekan tombol B untuk ke Basemen.
Ting!
Zara keluar lift dan berjalan menuju parkiran basemen.
"Cantik??" Panggil Romi yang sudah menunggu Zara disamping mobilnya.
Zara tersenyum dan menghampiri Romi.
"Sudah dari tadi Mas?" Tanya Zara.
"Nggak kok cantik. Silahkan masuk," jawab Romi seraya membukakan pintu mobil untuk Zara.
"Terima kasih," ucap Zara seraya masuk ke dalam mobil.
Setelah Zara masuk mobil, Romi pun memutari mobil dan masuk ke dalam mobilnya.
Brumm....
Mobil mewah berwarna merah itu melaju meninggalkan Jarvis Corps.
Ada sepasang mata tajam yang sedari tadi melihat kebersamaan Zara dan Romi, sampai mobil Romi pergi meninggalkan kantor Jarvis Corps.
"Apa kau benar-benar lelah mengejar ku Ra?" Gumam Angga yang berada didalam mobilnya.
Angga menundukkan kepalanya.
Pov Angga,
tunggulah sebentar lagi Ra.
Akan aku buktikan kesalahpahaman yang terjadi di antara kita adalah perbuatan laki-laki pengecut yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan mu.
Aku mengakui bila sikap ku kepada mu terlalu kasar,
dan berlebihan hingga membuatmu berkali-kali sakit.
Aku janji setelah mendapatkan semua bukti itu,
akan membahagiakan mu Zara.
Walau aku pun tak yakin dengan perasaan kepada El yang masih setia ada di dalam hatiku.
Tapi, aku juga tidak bisa melepaskan mu.
Aku cemburu saat orang lain memandang mu.
Aku ingin memukul semua orang yang berani menyentuh mu.
Sebesar itu rasa ku kepada mu.
Tapi apa kamu akan menerima ku bila aku jujur pada mu?
Tidak!!
Aku tidak mau menyerah!
Kamu akan menjadi Nyonya Angga Adnan Prayoga,
walau di hati ku masih ada El, aku tidak peduli.
End.
"Halo, Loe harus segera kumpulkan bukti-buktinya."
"......."
"Oke, gue percaya sama loe."
"......"
Tut!
"Tunggu aku, Zara!"
Tbc,
.malu sm hijab mu..tdk tau adab..
😃😃😃