Rasya adalah seorang yang dijuluki chef karena keahliannya dalam memasak. Ia belum pernah merasakan memiliki seorang kekasih selama 25 tahun kehidupannya.
Dan kepolosannya itu dimanfaatkan oleh Ellea, Seorang sensei karate yang selalu menjadikan tambatan hatinya sebagai bonekanya karena dendam cinta pertamanya, Darma.
Namun seiring waktu berjalan pengorbanan Rasya membuahkan hasil karena ketulusannya yang begitu besar akhirnya, Ia bisa merubah sifat Ellea yang cenderung mengarah pada psikopat karena tindakannya yang menikmati rasa sakit kekasihnya sebagai kesenangan terlebih jika sebelumya mereka juga menyakiti hatinya.
Mampukah Rasya mengubah perangai Ellea yang memiliki caranya sendiri dalam mencintai dengan tidak menyakiti fisik lagi, Apakah kesabaran Rasya akhirnya membuat Ia menyadari kalau tindakannya selama ini salah dan Ellea akan berubah??
Yuk ikuti novel pertamaku 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon esa aurelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngidam Wisata Ke Cibugary
Setelah berhasil menyelesaikan pesanan istri tersayang ku saatnya kembali melanjutkan aktivitas ku di resto. Aku berpikir kira-kira apalagi yang akan Ellea minta, Aku berharap Ellea takkan minta dibelikan villa dua ratus juta karena aku tak punya uang sebanyak itu.
Setelah seharian menyelesaikan aktivitas ku di restoran. Aku segera bergegas melajukan motorku untuk pulang. Tak lupa aku membeli telur mana tahu Ellea ingin minta dibuatkan telur gulung lagi. Tak lama kemudian aku tiba di kontrakan dan memarkirkan motorku. Lalu membuka pintu kontrakan seraya mengucap salam.
"Assallamuallaikum !" Ucapku.
"Wallaikumussallam !" Sahut Ellea.
Ia menyambutku dengan hati yang bahagia dan merasa perlu melihat barang bawaan ku yang sangat banyak terutama telurnya.
"Ini ngapain beli telur sebanyak ini Sya ?" Tanya Ellea sembari menyiapkan makanan untukku di dapur.
"Iya buat bikinin kamu telur gulung lagi sayang. Kamu masih mau nggak ?!" Tanyaku namun Ellea menepis semua itu ia sudah sama sekali tak ingin telur gulung.
"Nggak mau lagi Sya, Tapi aku mau lihat sapi Sya." Sangkal Ellea namun meminta hal lain yakni melihat sapi.
Hal ini membuatku tersenyum, Aku duduk diranjang disusul olehnya. Aku ingin dengan jelas mengetahui kenapa ia ingin melihat sapi, apakah kali ini ia minta dimasakkan rendang sapi atau makan sup daging sapi.
"Kamu mau makan sesuatu yang berbau daging sapi, misal sup iga sapi, pindang daging sapi atau rendang sapi sayang. Aku akan masakan untuk kamu ?!" Tanyaku yang baru datang sudah ngidam lagi minta lihat sapi.
Namun aku salah mengartikan maksud dari kata sapi tersebut..Karena Ellea ingin melihat sapi di peternakan sapi yang berada di bilangan jakarta, tepatnya di Cibugary atau cibubur garden dairy.
"Aku mau ke Cibugary sayang, wisata peternakan sapi itu lho!" Ujar Ellea dengan sumringah.
"Kita mau ngapain kesana sayang hehe.." Tanyaku merasa Ellea punya keinginan dibalik ajakkannya mengunjungi wisata peternakan sapi tersebut.
"Aku mau lihat kamu memerah susu sapi disana sayang hehe.." Jelas Ellea dengan penuh harap.
What???
Aku belum pernah melakukan itu seumur hidupku,memerah sapi. Lantas kali ini aku harus melakukan itu demi mewujudkan keinginan bumil.
Aku menghela nafas sejenak.
"Ehh..memerah sapi, seumur hidup aku.Aku belum pernah ngelakuin itu sayang hehe.." Ujar ku agak meringis.
"Nggak akan jadi seumur hidup Sya, Karena sebentar lagi kamu akan ngelakuin itu kok !" Tukas Ellea sembari cengir-cengir.
"Tapi nanti kalau sapi itu nendang aku gimana ?" Tanyaku agak ngeri.
"Ck, Sya kan disana ada pemandunya. Nanti setelah dia mencontohkan ke kamu baru kamu melakukkannya !" Decak Ellea memastikan aku pasti bisa melakukan keinginannya itu.
"Hmm..Yaudah deh, Demi kamu ya sayang juniornya Papa !" Jawabku sembari membelai perut Ellea.
"Tapi sekarang udah sore sayang, Gimana kalau besok. Besok kan hari minggu, jadi kita pergi pagi-pagi supaya pulangnya nggak kesorean karena kasian kamu kan sedang hamil?! " Tanyaku memberi tawaran pada Ellea.
"Beneran Sya..asyik hehe..besok kamu harus memerah sapi ya disana, ini keinginan anak kita lho !" Ujar Ellea.
Aku menghela nafas sembari mendehem,"hmm..".
Aku berpikir bukan anak kita sayang tapi kamu tuh paling senang ngerjain aku tau, Ngerjain aku kayak gini udah jadi bagian dari rasa sayang kamu ke aku. Tapi ya sudahlah aku terima, toh ini untuk kesayanganku sendiri bukan untuk orang lain.
" Yaudah aku mandi dulu ya sayang !" Ujar ku lalu Ellea mengangguk mengiyakan keinginanku untuk mandi.
*****
Airin tampak merebahkan diri diranjang sembari bolak-balik memutar video iklan kebabnya yang dibintangi olehku di laptop.
Padahal ia berniat ingin membalas dendam saja namun kan tidak seru karena saat ini aku sudah memiliki istri, bermain sejenak denganku sudah cukup membuatnya merasa senang.
Berbisnis denganku cukup menjanjikan karena saat ini omset kebabnya naik dengan signifikan.Oleh karena itu menjadikan pundi-pundi rupiahnya semakin banyak saja.
"Rasya, andaikan kamu belum beristri huh!" Keluh Airin lantas menutup laptopnya.
Tiba-tiba Ansara datang melangkahkan kakinya ke kamar Airin. Ia mengatakan ingin makan sesuatu yang enak, Lalu Ansara teringat kalau aku masih terikat kontrak dengan Airin. Dan berniat memintaku memasakkan sesuatu dirumah mewahnya itu.
"Oh iya, Airin. Bukannya Rasya masih terikat kontrak dengan kamu ya ?!" Tanya Ansara.
"Hmm, masih." Airin mendehem sementara pandangannya masih terpaku didepan laptop.
"Aha!!" Ujar Ansara yang tengah mendapat ide membuat Airin terkejut.
"Suruh dia datang kesini Airin !" Pinta Ansara.
"Mau apa kak, hari ini nggak ada yang kami lakukan. Jadi buat apa memintanya kesini?" Tanya Airin.
"Aku mau dia masak kan kita nasi bakar, Setelah itu kamu bisa memintanya pulang !" Pinta Ansara.
Airin mendengus memutar bola matanya, Namun sepertinya tidak ada salahnya terlebih ini sudah menjadi kesepakatannya denganku. Jika Airin sedang membutuhkan ku Airin bisa memintaku untuk menemuinya kapan saja.
"Tapi dia rekan kerjaku kak bukan pembantu kita, Kalau kita ingin jasanya kita harus membayarnya!? " Tukas Airin sembari menyisir rambut panjangnya itu.
"Apa susahnya, bayar sesuai harga menu yang kita pesan plus jasanya karena sudah bersedia memasak dirumah. Setelah itu urusan selesai, ayolah Airin aku mau nasi bakar buatannya !" Bujuk Ansara memanfaatkan kerjasamaku dan Airin demi keuntungannya.
"Hmm..yaudah kalau begitu, Aku hubungi dia dulu !"
Lantas Airin mengirimkan pesan WhatsApp padaku.
Aku yang tengah bercengkrama dengan Ellea dan momoru kucing kesayangan kami saat ini membuka pesan tersebut. Airin memintaku untuk membuatkan nasi bakar di kediamannya. Airin sudah menyiapkan semua bahan memasak dan aku tinggal meraciknya saja.
"Huft ganggu aja sih !" Aku mendengus kesal.
"Kenapa Sya?" Tanya Ellea.
"Airin minta aku datang kerumahnya karena Ansara minta dibuatkan nasi bakar, Dia mau aku langsung membuatnya dirumahnya Ell," Jelasku pada Ellea.
"Hmm..ternyata selain jadi bintang iklan, Kamu juga diminta untuk jadi pelayan ya dirumahnya !" Ujar Ellea sedikit kesal.
"Yaudah datanglah !, Jangan pulang terlalu malam !" Ujar Ellea mengizinkanku untuk datang kerumah Airin.
"Emang nggak apa-apa sayang ?" Tanyaku.
"Iya, tapi setelah urusan selesai cepat pulang ! .Aku setuju karena urusan pekerjaan tapi kalau kamu selingkuh dengan dia awas aja!! "Ellea menyetujui dengan ancaman.
"Yaudah kalau gitu aku bersiap dulu, Nah sayang Papa pergi sebentar ya, Kamu temani Mama dulu ya, kamu tenang aja papa nggak akan lama kok !" Pamitku pada Ellea dan calon anakku lalu aku mengecup perut Ellea lantas bersiap memakai jaketku dan Ellea mengantarku hingga ke ambang pintu kontrakan.
"Hati-hati ya Sya, Jangan pulang terlalu malam besok kita harus pergi wisata pagi-pagi !"Ujar Ellea mengingatkan.
"Iya sayang, Setelah selesai aku akan cepet pulang kok!, Yaudah aku pamit ya, assallamuallaikum!" Pamitku pada Ellea.
"Waallaikumusalam." Jawab Ellea lalu melihatku melajukan motorku hingga aku tak terlihat lagi dari pandangannya.Lalu Ellea menutup pintu dan masuk kembali.
Airin memang wanita yang cerdas demi bisa melihatku lagi ia memutar otaknya untuk mencari celah demi bisa lebih intens bertemu denganku. Seperti saat ini, Aku akan mengunjungi rumah mewahnya itu untuk memasakkan Ansara nasi bakar.
Setengah jam berlalu aku pun sudah tiba di hunian mewahnya itu. Aku menemui satpam yang menjaga dirumahnya,
"Assallamuallaikum, Permisi pak, Saya mau menemui Airin !" Ucapku pada satpam yang menunggu rumah Airin.
"Oh, Silakan masuk mas, tadi non Airin pesan katanya kalau mas Rasya udah datang langsung masuk aja,sudah ditunggu !" Ujar satpam tersebut.
"Iya makasih ya Pak!" Ucapku lalu melajukan motorku sampai ketempat yang sudah disediakan untuk parkir dan aku mengetuk pintu rumah mewah Airin tersebut.
Tok..tok..
Dan Airin segera membuka pintu pas sekali aku langsung memandangnya. Lalu Airin mempersilakan ku untuk masuk langsung menuju ke dapurnya tampak sudah ada Ansara disana.
"Hai Sya, Silakan masuk!, Kita langsung ke dapur aja ya !" Sapa Airin lalu langsung mengajakku kedapur.
Aku mengangguk lalu berjalan beriringan menuju kedapur ditemani Airin.
Terlihat rumah Airin begitu besar, rumah 4 lantai itu sangat sepi terlebih Airin hanya tinggal berdua dengan kakaknya karena kedua orang tua mereka sudah tiada.
"Sepi banget rumah kamu, kemana orangtua kamu, apa kamu hanya tinggal bersama kakak kamu ?!" Tanyaku.
"Iya, Mama sama Papa aku udah nggak ada Sya." Sahut Airin membuatku merasa tak enak karena sudah menanyakan hal yang sensitif.
"Oh Maaf, Aku nggak tau." Ucapku.
Airin tersenyum, "Nggak apa-apa Sya, Kita kan baru ketemu lagi. Yaudah yuk langsung ke dapur aja !" Ajak Airin sembari menarik tanganku sehingga aku jadi mempercepat laju langkahku. Dan akhirnya kami tiba di dapur.
"Nih kak asisten aku udah datang !" Ujar Airin sesaat aku berhenti dihadapan Ansara.
"Cih, Asisten !" Gerutu ku dalam hati seraya mengerutkan kening.
"Yaudah Sya, Silakan aja ya ini aku udah siapin bahan-bahan untuk membuat nasi bakar, kalau ada yang kurang kamu langsung bilang aja ya ke Airin, nanti dia yang bantu kamu !" Jelas Ansara padaku.
"Iya Kak !" Sahutku mengerti.
Dan aku memulainya, Airin terlihat begitu senang dan Ia tak berhenti menggangguku. Entah itu memotret ku ataupun menjahiliku. Aku hanya tersenyum menanggapi keisengannya.
Aku meracik bumbu lalu setelah bumbu selesai dengan cepat aku campur semua bahan dengan ayam yang sudah aku suwir setelah matang aku membungkusnya dengan daun pisang dan siap untuk dipanggang
.
Airin membantuku memanggang nasinya, Lalu setelah sejak tadi ia diam saja barulah ia membuka suara.
"Makasih kamu udah menyempatkan diri untuk datang!" ucap Airin mengutas senyum padaku.
"Sama-sama, oh iya!, Sebaiknya nasinya dinikmati saat hangat jadi rasanya lebih enak !" Saranku pada Airin.
"Oke sya muach!" Sahut Airin dan satu kecupan mendarat di pipiku.
Aku langsung menjauh darinya perlahan, terkejut karena tiba-tiba Ia mencium pipiku.
"Nggak sopan kamu!" Ucapku.
"Kenapa, ini ucapan terima kasih kok?!" Tanya Airin
"Yaudah, Aku permisi dulu ya!, Lagian nasi bakarnya juga udah siap," Ucapku lantas perlahan pergi meninggalkan dapur Airin dan Airin mengejar ku lalu menjatuhkan dirinya dipeluk ku.
"Maaf Airin jangan seperti ini !" Pintaku pada Airin lalu melepas dekapannya.
"Oh iya Sya ini bayaran kamu karena kamu udah bersedia masak dirumah, terimalah !" Tukas Airin sembari memberikan amplop berisi sejumlah uang padaku.
"Nggak Airin, kamu simpan aja uang itu. Aku ikhlas menolong kamu kok ?!" Aku menolak amplop tersebut karena aku menganggap seperti menolong temanku sendiri.
"Ohh, Yaudah kalau begitu. Aku akan sering melakukan ini sampai kontrak kerja kita selesai, Seharusnya kamu jadi milik aku Rasya ?!" Tukas Airin sembari mencolek pipiku dengan jari telunjuknya lantas menyunggingkan senyumnya padaku.
Aku pun menggeleng seraya menarik nafas dalam-dalam dan segera berlalu dari hadapan Airin.
"Hati-hati Chef !" Ucap Airin.
Tak aku pedulikan hingga aku keluar dari pintu dan melajukan motorku kembali.
"Huft, begini aja udah bahagia Airin, Dia milik orang lain sekarang !" Ucap Airin pada diri sendiri.
Terlihat Ansara turun dari lantai atas kamarnya. Ia sejenak ke dapur dan mencium aroma masakan yang begitu harum. Namun tak terlihat lagi keberadaan ku dan Airin disana. Tak lama kemudian Airin menyusul ke dapur membuat Ansara merasa perlu untuk bertanya.
"Mana Rasya Rin, Kok nggak ada ?!" Tanya Ansara sembari mencicipi nasi bakar buatan ku sedikit.
"Hmm..Enak banget ini Airin, Kamu cobain deh !" Ucap Ansara lalu meminta Airin merasakannya.
"Hmm..Iya kak, Pantesan restoran Aland ramai dia juga sempat jadi juara Chef, masakan dia seenak ini, bumbu dan semua bahan diraciknya dengan sempurna, padahal dia cuma belajar secara autodidak dan belum pernah menempuh pendidikan seperti para chef yang udah hebat pada umumnya, argh..aku jadi makin kagum sama dia !" Ujar Airin dengan gemasnya itu namun sayangnya aku tak lagi sendiri.
Akhirnya selesai juga urusan dengan Airin. Sebelum kembali ke kontrakan aku membelikan sesuatu untuk Ellea. Satu pack donat madu glaze tiramisu kesukaannya. Setelah mendapatkannya aku kembali lagi ke kontrakan. Aku melajukan motorku dan tak lama tibalah aku di kontrakan.
"Assallamuallaikum sayang aku pulang !" Ucapku pada Ellea.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Ellea dari ranjang.
Kemudian aku menghampiri Ellea ke ranjang,.Ia terlihat tengah merasakan mual, lalu aku duduk di dekat nya menanyakan keadaannya.
"Sayang, kamu mual ya ?!" Tanyaku sembari membelai punggungnya. Ellea mengangguk,
"Aku belikan kamu donat glaze tiramisu kesukaan kamu sayang, "Ujar ku lalu menyodorkan 1 pack donat berisi 12 pcs.
"Makasih ya sayang, Kayaknya enak nih !" Ucap Ellea lalu memintaku untuk menyuapinya.
"Suapin sayang !" Pinta Ellea.
"Uh, Manjanya istri aku nih, yaudah a' " Dan aku menyodorkan donat ke mulutnya lalu Ellea melahapnya lalu tertawa.
"Makasih ya sayangku!!" Ucap Ellea sambil mendaratkan cubitannya di pipiku dan tak mau melepaskannya.
"argh, sakit sayang !" Erangku.
"Bodo amat kangen udah lama nggak nyubit, Ini permintaan anak kamu loh hehe.." Ujar Ellea yang nampak begitu bahagia mendaratkan cubitannya di pipiku.
Dan aku hanya bisa tersenyum dan meratapinya hingga Ellea berhenti melakukannya.
Ellea terdiam sejenak lalu mengeluarkan slip gaji beserta amplopnya untuk diperlihatkannya kepadaku. Aku memandangi slip yang Ellea sodorkan dan membacanya.
"Oh kamu gajian ya Ell, Alhamdulillah !, Simpan ya uangnya sayang, kamu tabung kalau nggak kamu beli untuk keperluan kamu !" Pintaku karena apa yang dimiliki istriku adalah haknya dan apa yang menjadi rezeki ku adalah rezekiku dan rezekinya.
"Tapi aku juga mau membaginya dengan kamu Sya." Ujar Ellea membuatku tertawa.
"Hahaha..ini adalah uang kamu sayang, Aku percaya kalau kamu yang pegang rezeki aku akan lebih baik," Tukas ku dengan senyuman dan Ellea mengangguk.
"Yaudah kamu sholat isya dulu, Tidur lebih cepat malam ini besok kita kan mau jalan Sya !" Titah Ellea yang mengingatkan aku kalau besok bumil minta refreshing.
"Ehmm..Kamu semangat banget nih kayaknya hehe..Yaudah, aku sholat dulu ya, muach ! " Ucapku lalu mencium keningnya dan beranjak ke toilet untuk membersihkan diri dan mengerjakan sholat isya.
Ellea juga beristirahat karena besok adalah hari yang istimewa baginya,setelah beberapa bulan menikah tak pernah jalan-jalan akhirnya besok aku dan Ellea akan refreshing lagi melepas penat dan menghibur diri.
******
Terima kasih atas dukungannya 🤗🤗...
Bagus ceritanya, thor 🔥