Sequel Dia Mamiku... Lebih baik baca dulu 'dia Mamiku' baru baca ini.
Bagaimana jika kamu salah menempatkan cintamu sendiri?Maksudnya kamu mencintai salah satu adikmu, walaupun bukan adik kandung sih.
Dan semua ini dirasakan oleh seorang Reyka. Laki-laki yang tidak pernah merasakan jatuh cinta tetapi malah menaruh perasaan pada perempuan yang sudah dikenal sebagai adiknya itu....
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Seperti anak kecil, seorang Reyka yang selalu dilihat keren oleh orang-orang kini sedang berada dikamar dengan ketidak berdayaan nya. Kenapa seperti anak kecil? Pasalnya saat ini Reyka sedang menjalankan hukuman dengan dikunci dari luar didalam kamarnya. Tidak hanya itu Seno sama sekali nggak perbolehkan Reyka keluar sampai Seno mengijinkan nya sendiri.
Reyka sih tidak masalah. Malah ini menjadi kesempatan Reyka untuk mengistirahatkan kepalanya yang masih pusing.
Tok... Tok... Tok....
Buru-buru Reyka memasukkan tablet kebawah selimut dan langsung menarik selimut seakan ia sedang tertidur pulas.
Pintu terbuka suara langkah terdengar semakin mendekat. Reyka semakin memejamkan mata nya, karena jika Seno yang datang pasti dirinya akan diceramahi kembali. Padahal kan Reyka nggak minum tiap hari, cuman kalau ada masalah. Ya seperti sekarang ini.
"ka? Yah tidur... Padahal pengen curhat" suara merdu Sena mengalun indah dipendengaran Reyka. Buru-buru Reyka menyibak selimut dan menarik tangan Sena.
Brugh... Sena yang tidak seimbang langsung jatuh menimpa Reyka. Keduanya terkejut! Sena mendongak saat Reyka yang menatapnya balik juga. Tatapan mereka bertemu, nggak ada yang mau melepas. Keduanya sama-sama nyaman dengan posisi ini.
Bahkan Sena bisa merasakan sendiri degupan jantung Reyka yang berdecak kencang. Hah? Berdetak kencang? Maksudnya ini gimana?
"eh, maaf" buru-buru Sena berdiri saat suara lenguhan Reyka terdengar. Sena berdiri dan menggosok sikunya. Menetralisir rasa salah tingkah.
"nggak papa santai aja. Kakak yang minta maaf karena narik kamu tiba-tiba gitu. Untung jatoh-nya dibadan kakak" sentak Reyka. Walau kemudian ia mengusap tengkuknya merasa ada yang salah dalam ucapan-nya
"oh? I- iya hahaha..." jawab Sena dengan kikuk. Ia menelan saliva sambil mencari posisi di atas kasur Reyka lalu tiduran dengan memainkan tablet yang sempat ketindih olehnya
"kamu mau ngapain disini?" Reyka menyandar lalu menoleh pada Sena
"belakangan ini kakak kenapa kayak hindarin Sena sih? Kakak tahu sendiri, diantara anak papih kita yang paling deket. Makanya aneh banget kalau kita saling jauh gini" gerutu Sena
"nggak selamanya kita bisa dekat kayak dulu lagi. Apalagi kita nggak memiliki darah yang sama, kakak cuman takut orang salah paham sama kedekatan kita" alibi Reyka. Diam-diam lengannya terulur pada sebuah foto dibawah bantal-nya, Reyka mengambil dan langsung menaruh dilaci. Tidak lupa ia langsung kunci, pasalnya gawat kalau Sena sampai melihat album foto miliknya yang disimpan Reyka.
Album foto yang memang sengaja Reyka buat dengan mengambil foto diam-diam pada Sena.
"tapi semuanya sangat aneh dan terlalu cepat. Sena nggak suka kayak gini" Sena merengut. Ia menaruh telapak tangan di pipinya, terasa imut kalau Reyka yang melihat
"lagian kamu pasti sudah bahagia sama laki pilihan papih kamu itu" gumam Reyka penuh maksud
"oh iya, mumpung kakak lagi ngomongin Rehan aku jadi mau curhat sama kakak" Ucap Sena dengan semangat
Merasa ada peluang Reyka langsung duduk menghadap Sena, berharap curhatan Sena kali ini tentang keburukan Rehan. Jadi, ada alasan untuk memisahkan mereka berdua.
"ada apa?" sahut Reyka
Sena menarik nafas dalam-dalam, "kayaknya aku mau lanjutin hubungan sama Rehan ke jenjang yang lebih serius deh" ucap Sena. Nada suaranya sangat riang menandakan Sena sedang sangat bahagia melebihi hal apapun di dunia ini
Degh... Ini bukan kabar baik. Ini kabar buruk yang nggak pernah Reyka sangka. Maksudnya Reyka nggak sangka kalau bakal secepat ini. Mengingat Reyka selalu melihat Sena dan Rehan selalu mesra, jadi nggak menutup kemungkinan kan kalau mereka berdua akan menikah?
"terserah kamu" Reyka mengambil tablet yang masih dimainkan Sena, "kakak sudah bilang nggak akan mengurus kamu lagi setelah kamu memutuskan hal ini"
"kenapa ka? Kenapa kakak segitu bencinya sama Rehan. Padahal Rehan baik-baik saja selama ini. Rehan juga sudah berubah nggak kayak dulu lagi. Lagian Rehan juga mau minta maaf sama ka Reyka. Tapi apa?! Ka Reyka malah nggak sudi bertemu Rehan. Kalau gini kakak kayak egois tahu nggak sih" papar Sena dengan amarah membara
Kedatangan kekamar Reyka memang bukan untuk marah. Sena hanya ingin menyampaikan kabar bahagia, sebelumnya Sena juga sudah memberi tahu Seno dan respon baik yang Sena dapat selanjutnya. Respon seperti itu juga yang Sena harapkan terlontar dari mulut Reyka. Tapi, Reyka malah marah membuat Sena jadi emosi juga.
"terserah kamu mau sebut kakak kayak gimana pun terserah!" ungkap Reyka dengan santai, "tapi kakak benar-benar kecewa sama kamu. Kamu lebih membela laki-laki yang bahkan belum kamu kenal dalam setahun belakangan ketimbang membela kakakmu yang selalu ada dari kamu lahir"
Reyka jadi ingat. Sena saat bayi, Sena saat belajar berjalan dengan disemangati mamih, Sena yang menangis akibat terjatuh, Sena yang tertawa akibat lontaran Sean, Sena yang sedih saat Reyka pergi kesekolah, Sena yang senang saat melihat dirinya pulang dari sekolah, Sena yang mulai tumbuh, Sena yang selalu membela Reyka dan masih banyak lagi tingkah Sena yang sampai saat ini terekam jelas dibenak Reyka. Dan Reyka rindu semua itu.
"tapi ka...." Sena mengadah lalu cemberut, "itu kan dulu. Lagipula Sena masih utamain kakak dong ketimbang Rehan. Tapi tetap saja Rehan itu laki-laki yang akan menjadi masa depan Sena. Beda sama kakak yang sekedar kakak dan nggak ada hubungan darah sama sekali"
Reyka tertawa sambil menepuk-nepuk dada nya, merasa sesak. "ya... Maaf kalau kamu merasa kakak selalu mengatur kamu. Padahal kakak lupa posisi kakak yang sebenarnya. Kakak kan cuman orang asing yang ada dirumah ini" tawa penuh luka memenuhi kamar membuat Sena yang asal bicara jadi merasa bersalah
Sena langsung duduk dan menatap serius, "bukan itu maksud Sena. Maksudnya, mau bagaimanapun kakak, kakak tetap milik Sena. Walaupun kita nggak ada hubungan darah sekalipun, kakak tetap milik keluarga ini. Tapi untuk sekarang ada prioritas yang harus Sena urusin yaitu Rehan bukan kakak lagi"
Reyka bangkit dari tempat tidur dan duduk diatas kursi menghadap cermin. Ia mendongak lalu tertawa melihat wajahnya sendiri yang siap melampiaskan amarah dengan hal yang ada di sekitar.
"maaf, kakak jadi nggak tahu diri belakangan ini. Nanti seperti kata kamu deh" Ucap Reyka seraya menahan rasa pahit diujung lidahnya, "oh iya, kakak ada kerjaan" ucapnya penuh maksud
Sena yang merasa terusir langsung bangkit dari tempat tidur. Saat menutup pintu ia menengok kedalam kamar, "kakak jangan salah paham, maksud Sena bukan kayak gitu. Kakak tahu sendiri kan, Sena susah dalam menata ucapan dan berujung buat orang lain jadi sakit hati. Maaf kalau omongan Sena ada bikin kakak sakit hati. Tapi Sena nggak maksud begitu"
Reyka tersenyum lalu mengangguk. Pintu ditutup, Reyka kembali menoleh kepada cermin. Giginya saling bergemeletuk menyiksa kan saraf-saraf terlihat. Wajahnya mengeras dan menatap tajam pada cermin. Tidak lupa tangannya terkepal kencang.
"setelah ditolak kini gue nggak dianggap sebagai bagian keluarga ini? Hebat. Kamu memang selalu buat kakak sakit hati. Makasih, makasih banyak Sena!"
semngat thor💪💪💪💪😘
kasih salmah jodoh thor