NovelToon NovelToon
Mandor Proyek Dan Janda Muda 2

Mandor Proyek Dan Janda Muda 2

Status: tamat
Genre:Duda / Dikelilingi wanita cantik / Janda / Tamat
Popularitas:184.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Kelanjutan cerita yang season 1 ya kak

Bagaimana rumah tangga Adi dan Indri selepas kehadiran dua putra kembar nya yang melengkapi Cinta dan Dhea?

Adi berjuang keras untuk mempertahankan rumah tangga nya dengan Indri disaat godaan datang silih berganti.

Bahkan seorang pacar masa lalu Adi yang berstatus janda muda juga hadir kembali ke kehidupan Adi, saat dia sudah menemukan kebahagiaan bersama Indri.

Temukan jawabannya di Mandor Proyek dan Janda Muda 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arisan

"Pinten nggeh Mas (Berapa ya Mas)?

Wau kalih nopo mawon dahar e (Tadi dengan lauk apa makan nya)?", tanya Susi sambil tersenyum manis pada Adi yang tengah menatap wajah cantik janda kembang itu.

"Saya tadi pakai lauk ikan jendil goreng 2, sama dadar jagung. Sayurnya rebung. Minum nya es jeruk.

Pak Carik,

Tadi sampean pakai lauk apa?", Adi mengalihkan perhatian nya pada Sekdes Karangan itu segera.

"Ikan nila bumbu rujak itu, sama kerupuk dua. Minumnya es teh mas", sahut Pak Ariyono sambil berdiri dari tempat duduknya.

"Semuanya 30 ribu mas", ujar Susi yang selesai menghitung jumlah harga makanan di kalkulator nya.

Adi segera mengeluarkan satu lembar merah uang dari tas kecilnya dan mengulurkan nya pada Susi.

"Mas, mboten wonten yotro alit to ( tidak punya duit kecil ya)?", tanya Susi segera.

"Dia itu gak mungkin punya duit kecil Sus, juragan proyek kog", sahut pak Ariyono sambil berjalan mendekati mereka.

"Ah sampean ada-ada saja pak No..

Gak punya duit kecil bukan berarti duitnya banyak tapi karena duit nya tinggal itu saja hehehehe", ujar Adi merendahkan diri.

"Eleh ngapusi (bohong) mas mas..

Sudah kamu carikan kembaliannya Sus, kamu tanya duit kecil gak mungkin ada wong duitnya di tas kecil itu merah semua kog hehehehe", kembali Pak Ariyono mengompori.

Susi pun segera membukakan laci meja nya kemudian menghitung jumlah kembalian uang Adi. Lalu bergegas ke arah Adi seraya mengulurkan tangannya yang berisi kembalian.

"Matur nuwun nggeh mas", ujar Susi sembari kembali memamerkan senyum manis nya.

"Enggeh mbak, sama-sama", jawab Adi sambil tersenyum tipis lalu keluar warung makan itu diikuti oleh Pak Ariyono.

Susi terus menatap ke arah Adi bahkan sampai mandor proyek itu menaiki motor Vixion kesayangannya meninggalkan tempat itu.

"Haahhhhh ganteng sekali..

Loh. kog deg-degan begini? Masak aku jatuh cinta pada orang itu?", gumam Susi sambil menatap ke jalan yang ramai oleh orang yang hilir mudik.

"Mbak Sus, mbakk...", ucap seorang lelaki yang baru selesai makan di warung itu. Melihat Susi masih bengong menatap ke arah jalan, lelaki itu segera menepuk tangan Susi.

"Ee-eehh ada apa mas?", tanya Susi sambil tergagap. Buyar sudah lamunan nya.

"Mbak Susi di panggil dari tadi malah bengong saja. Jangan suka melamun mbak, nanti kesambet setan pasar", jawab lelaki itu segera.

"Lah siapa juga yang ngelamun? Wong saya melihat motor yang baru lewat itu", jawab Susi ngeles kayak bajaj.

"Tadi mas mau apa kog pakai njawil segala?", imbuh Susi seraya menatap ke arah pelanggan warung makan nya itu.

"Mau bayar mbak, kan udah selesai makan nya. Ya bayar lah", tukas lelaki itu sembari menyerahkan duit 50 ribuan pada Susi.

Perempuan cantik itu segera mengambilkan kembalian untuk pelanggan nya itu. Dia sudah hapal betul apa yang di makan orang itu. Nasi dengan sayur dengan lauk tahu tempe dan es teh.

Usai menerima kembalian, orang itu bergegas keluar dari warung makan Susi, meninggalkan Susi yang kembali teringat senyum manis dari Adi.

Selepas dari warung makan, Adi dan Pak Ariyono langsung menuju ke arah kantor desa Karangan karena tas Adi masih tertinggal di ruang tamu Sekdes Karangan.

"Saya mohon pamit Pak Carik..

Besok kemari sambil membawa surat dari kantor CV Barata Konstruksi nggeh sekalian mendengar informasi dari pak Carik kapan kita bisa mulai selamatan nya", ujar Adi sambil memakai tas punggung nya.

"Sebentar Mas Adi,

Saya minta nomer WA njenengan nggeh? Biar enak kalau ada apa-apa", Pak Ariyono segera merogoh saku nya dan mengeluarkan hp android nya.

"Berapa Mas nomer nya?", imbuh Pak Ariyono sembari menatap ke arah Adi.

"081 357 xxx xxx..

Itu nomer WA juga nomor reguler pak", ujar Adi segera.

"Oke Mas, nanti segera tak kabari jika pak Singo ( sesepuh Desa Karangan) sudah menentukan kapan kita selamatan di lokasi pekerjaan e sampean mas", Pak Ariyono tersenyum simpul.

"Terimakasih atas bantuannya Pak Ariyono..

Wasallam Alaikum", ucap Adi sembari berjalan mendekati motor Vixion kesayangannya.

"Waalaikumsalaam..

Hati-hati mas", jawab Pak Ariyono sambil mengangguk ke arah Adi.

Usai berkata demikian, Adi segera langsung naik ke motor nya dan kemudian menggeber motornya menuju ke arah Kecamatan Gandu tempat Antok menyelesaikan pekerjaan nya.

**

Di rumah Adi, nampak sang istri tercinta mandor proyek itu tengah menyusui Rendra.

"Bukkkk...

Dhea lapar nih", teriak Dhea yang baru saja pulang dari rumah tetangga sehabis main. Gadis kecil itu berdiri di depan pintu kamar Indri.

"Sssssttttttttt..

Dhea jangan teriak teriak dong nak.. Adik Yaka baru tidur tuh", ujar Indri sembari meletakkan jari telunjuknya ke bibir pertanda bahwa dia meminta Dhea untuk mengurangi volume suaranya.

Bocah lucu itu segera membekap mulutnya dan manggut-manggut mengerti.

Indri segera meletakkan Rendra ke atas kasur karena bocah itu sudah tertidur pulas di gendongan nya. Perempuan itu meletakkan dot ke mulut Rendra. Lalu beringsut turun dari kasur lalu keluar dari kamar tidur nya. Dia berjalan menuju ke arah dapur sembari diikuti oleh Dhea.

"Mau makan apa Nak?

Ibuk gak masak tadi buat Dhea sama kak Cinta. Adanya masakan Mbah Putri. Dhea mau?", tawar Indri pada putri kecilnya itu segera.

"Mau buk, apa aja. Pokoknya Dhea makan", jawab Dhea sambil mengangguk kuat-kuat.

Indri tersenyum simpul menatap wajah imut Dhea. Segera ibu empat anak ini segera mengambilkan nasi putih dengan lauk telur dadar bumbu dan sayur lodeh terong. Untung saja Bu Siti masakannya tidak pedas, masih bisa terjangkau lidah anak anak Adi dan Indri.

Dengan lahap Dhea menyantap makanan yang disajikan oleh Indri. Perempuan cantik itu hanya tersenyum simpul melihat putri nya lahap makan nya. Dhea memang tidak terlalu rewel dengan makanan apapun. Indri pun bersyukur karena sikap neriman Dhea. Sekalipun dia disitu hanya sebagai cucu sambung bagi Bu Siti, tapi perempuan paruh baya itu sama sekali tidak memberikan perlakuan berbeda terhadap Dhea. Gadis kecil itu walaupun manja tapi tahu menjaga diri. Indri pun bersyukur karena keluarga Adi tidak membeda-bedakan antara Dhea dan Cinta. Semuanya sama.

Saat itu terdengar suara ketukan pintu rumah. Indri segera bergegas menuju ke arah depan. Dengan segera ia membuka pintu rumah. Setelah pintu terbuka, wajah Cinta yang tampak lelah baru pulang dari sekolah. Tadi pagi Adi memang mengantar nya, tapi pulang nya dia barengan sama anak pak Jamal tetangga sebelah rumah. Motor matic mereka sudah dari kemarin masuk ke bengkel karena roller belt nya rusak, sehingga terpaksa nginep di bengkel Agus.

"Buk, capek!", keluh Cinta sembari menubruk Indri.

"Eeh anak ibuk kog kusut begitu kenapa?", tanya Indri yang sengaja memancing omongan dari Cinta meskipun dia tahu hari ini Cinta ada kegiatan pelajaran penjaskes.

"Huft tadi Cinta olahraga lari maraton Buk, teman sekelas Cinta saja pingsan di jalan buk.

Untung Cinta kuat lari nya walaupun nomer 5. Itu si Kristina saja nomer 9 buk. Hebat kan Cinta?", celoteh Cinta sembari tersenyum.

"Anak ibuk memang hebat. Ayo buruan Kakak Cinta ganti baju terus makan. Udah pasti lapar kan?", ujar Indri yang segera menuntun Cinta menuju ke arah kamar tidur nya. Di banding Dhea, Cinta jauh lebih manja pada Indri. Perempuan itu mengerti kenapa sikap Cinta demikian. Cinta begitu merindukan sosok seorang ibu dalam kehidupan nya. Meski Bu Siti menyayangi cucu nya itu melebihi rasa sayang nya pada Hari dan Adi, namun Cinta masih membutuhkan sosok ibu. Dan dia menemukan nya pada Indri.

Sambil menunggu Cinta berganti baju, Indri menggoreng telur mata sapi kesukaan Cinta. Berbeda dengan Dhea, Cinta lebih rewel dalam urusan perutnya.

Sementara Dhea masih sibuk melahap sayur lodeh terong, Cinta yang baru selesai berganti baju segera duduk di kursi samping meja makan, menunggu Indri selesai menggoreng telur mata sapi. Gadis kecil itu mengambil nasi putih saja tanpa sayur. Dia memang tak suka sayur.

Indri lantas menaruh telur mata sapi keatas piring kemudian memberikannya kepada Cinta.

"Ayo Kakak Cinta buruan makan, mumpung masih hangat", ujar Indri sembari tersenyum tipis. Cinta segera menyantap makanan yang ada di depannya.

Indri lalu menyeduh susu hangat untuk kedua putri nya itu. Dhea dengan susu putih sedangkan Cinta suka susu coklat. Sembari menghidangkan susu untuk kedua putri nya itu, Indri menatap kedua anak yang tampak rukun itu meski bukan saudara kandung.

'Ya Allah, semoga keluarga kami selalu rukun, sehat dan berbahagia dengan segala nikmat yang kau berikan', doa Indri dalam hati sembari menatap ke arah dua putri kecilnya.

Dari arah depan Bu Siti masuk sembari membawa beberapa kantong plastik yang berisi beberapa bahan makanan seperti kentang, bawang merah dan beberapa bumbu. Di belakangnya Nita istrinya Hari masuk pula menenteng tas belanjaan berisi ayam potong dan aneka bahan makanan.

"Loh buk, belanjaan kog banyak banget. Mau acara apa loh?", tanya Indri sembari mendekati Bu Siti. Perempuan paruh baya itu segera meletakkan belanjaan nya di samping meja makan..

"Besok kita itu menerima giliran arisan Ndri..

Ibu bingung mau masak apa buat besok. Masak iya mau tak buatin soto ayam lagi?", ujar Bu Siti sembari mengeluarkan bawang merah dari kantong plastik nya.

"Lha ibuk kog gak bilang mau belanja banyak. Tau begini tadi aku ikut ke pasar nya", ucap Indri sembari mengambil tampah bambu dan memberikan nya untuk Bu Siti. Indri tahu Bu Siti suka menaruh bawang merah ke tampah bambu. Bawang merah nya biar tetap kering katanya.

Ibu Adi itu segera menaruh bawang merah ke atas tampah sembari meratakan nya.

"Heleh, memang kamu bisa keluar rumah Ndri? Tuh Yaka sama Rendra gimana coba? Nyuruh Yu Sih?

Lagipula ibuk masih kuat berangkat belanja ke pasar. Kan ada Nita yang ngantar hehehe", Bu Siti terkekeh kecil sambil menoleh ke arah Nita.

Perempuan itu tadi sebenarnya hendak ada kegiatan PKK namun berhubung mertua nya meminta bantuan untuk di temani belanja, Nita memilih menyanggupi permintaan mertuanya itu.

"Iya buk, Nita juga tidak ada kegiatan jadi bisa menemani ibuk belanja", ujar Nita sedikit bohong. Dia tidak mau ibu mertua nya gak enak hati jika dia jujur.

"Makasih loh Mbak Nit, jadi merepotkan sampean terus", Indri mengangguk ke arah Nita.

"Biasa aja Ndri. Kamu juga lagi repot ngurus tuyul tuyul mu itu. Jadi ya wajar lah kalau gak bisa bantu.

Oiya Buk, besok bikin soto ayam lagi ya?", Nita mengalihkan pandangan nya ke arah Bu Siti.

"Masih bingung Ta..

Masak tiap arisan disini selalu soto ayam? Niat ku ganti menu apa gitu loh biar gak di tebak orang", ujar Bu Siti sambil menatap ke arah dua mantu nya itu.

"Lah ya gak papa to buk, wong soto ayam buatan ibuk itu paling enak di kampung sini. Gak kalah dengan soto ayam di depan kantor kabupaten kog.

Lagian anak anak juga suka soto buatan ibuk. Mantap rasanya", Nita mengompori Bu Siti. Padahal yang suka soto itu sebenarnya dia sendiri hehehe.

Cinta dan Dhea yang baru selesai makan langsung meletakkan piring mereka ke tempat cuci piring.

"Buk sudah selesai", kata Dhea sembari meringis ke arah Indri.

"Cinta juga sudah selesai buk", Cinta menyusul di belakang adiknya itu.

"Ya sudah kalian tidur siang dulu. Jadi nanti pas berangkat ngaji, gak ngantuk lagi", perintah Indri yang membuat dua gadis kecil itu mengangguk dan bergegas menuju ke tempat tidur masing-masing.

"Mereka kog bisa nurut gitu sama kamu Ndri?

Aldi saja harus pakai ribut buat tidur siang. Pulang sekolah langsung main game", gumam Nita sembari menatap kepergian dua bocah itu.

"Aldi cowok mbak, wajar kalau begitu", sahut Indri sembari tersenyum simpul.

Siang itu, Bu Siti dan kedua mantu nya sibuk mempersiapkan kebutuhan untuk acara arisan besok. Yu Sih yang datang agak sore segera membantu mereka.

Sore harinya, Adi pulang seperti jam biasanya. Usai mandi dan makan, mandor proyek itu langsung merebahkan diri di kamar tidur nya. Capek sekali katanya.

Hari segera berganti. Keesokan harinya setelah Adi berangkat kerja dan anak anak berangkat sekolah, Indri membantu kerepotan dapur untuk acara arisan usai menyusui bayi kembar nya.

Bu Siti segera meracik bumbu kuah soto ayam. Nita di bantu Yu Sih masak nasi sembari mengiris daging ayam goreng yang sudah disiapkan dari kemarin sore. Mereka bekerja dengan cepat karena acara arisan di adakan setelah adzan dhuhur.

Untuk jajan, Bu Siti memesan dari penjual di pasar. Jam 10 jajan pasar diantar penjualnya. Indri pun segera membantu dengan menata jajanan itu pada piring oval seperti omongan Bu Siti.

Adzan dhuhur menggema dari mushola Kyai Harun.

Usai sholat dhuhur, mereka melanjutkan kesibukannya untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan para anggota arisan di kampung situ.

Indri yang baru memakai jilbab buru buru keluar dari kamar tidur nya saat terdengar suara orang mengucapkan salam.

Begitu sampai ke pintu, Indri tercekat saat melihat siapa yang datang bersama ibu-ibu anggota arisan.

Bu Mamik dan Heni.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sesuai janji ya 😁😁

Yuk yang suka silahkan tinggalkan jejak dengan like 👍, vote ☝️, favorit 💙 dan komentar 🗣️ nya

Selamat mencoba 😁😁

1
putra gde
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Agus Susanto
Luar biasa
Bonar Narj
suatu kisah nyata dalam ujian berumah tangga bahwa sebuah kesetiaan itu mhal harganya walaupun banyaknya ujian
Ardan
Luar biasa
Liza_ Leo 2003
sangat menarik cerita nya salut sama pengarang nya.... terimakasih untuk cerita nya semoga kedepannya tambah sukses....
RAGIL RUKIATI
kok cepet2 banget tamatx thorrr
Esther M
tks kang Ebezz
neng ade
akhir nya Adi beserta keluarga kecil nya hidup bahagia ..
neng ade
jadi perang dukun nih ..
neng ade
waduh ada 3 penggoda nih .. Hani.. Renata dan Maya..
neng ade
o ternyata Renata janda 1 anak toh .. apa mungkin bisa clbk (cinta lama bersemu kembali) ???
neng ade
ingat Adi .. km baru aja punya si kembar .. jadi sekarang anak mu tuh udh 4 ya di .. jngn cari gara2 lagi deh ya .. ingat anak2 dan istri mu yg cantik itu .. !!
neng ade
selamat datang Rendra dan Yaka ..
semoga menjadi anak2 yg sholeh dan berbakti kepada ortu nya ..
Humaira Hasan
ko langsung end sie....uhhhh nungguin 1 tahun pas ada malam end
Ratu Tety Haryati
Kang Ebez 2 tahun gak Up, nongol2 langsung, ---- T A M A T ----
Ratu Tety Haryati
Mungkin ini kerjaannya, Mbak Suryo... kecelakaan sampe nabrak mobil box biar bikin Heni amnesia sama, Adi😁✌️
Solaiman Andreas
wes capek kang ebez nungguin..muncul langsung tamat😭
Idrus Salam
Karya barunya...
Dwi Sulistyowati
lahh setelah lama gk up
akhirnya up juga nunguin selama 1thn lebih tp ujungnya tamat😭😭😭
AbhiAgam Al Kautsar
waah kok si bikin tamat kabeh kang Ebez
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!