Apa jadinya ketika pernikahan keduanya adalah dengan seorang remaja yang tak pernah disangkanya?
Yudha Putra Baskoro,seorang pria berstatus duda yang menyimpan banyak luka dihatinya,pengkhianatan cinta pertamanya membuat yudha enggan memulai cintanya kembali,baginya sudah cukup orangtua yang masih lengkap dan seorang anak yang selalu membuatnya bertahan,tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjalin kasih kembali,namun siapa sangka takdir mempertemukannya dengan seorang remaja cantik yang ditakdirkan untuk mendampinginya,akankah mereka tetap bersama sebagai teman hidup?
bagaimana yudha menghadapi istri kecilnya?
dan bagaimanakah keduanya melalui awal kisah baru?
ikuti ceritanya di " My Little Wife " .
bantu like dan komen nya ya...biar semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuli dwi ekasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Imajinasi yang berkelanjutan
Yudha
Aku membuka mataku,yang pertama kulihat adalah langit langit kamarku,aku sudah berada diranjangku bahkan bajuku sudah berganti dengan celana training dan kaos putih polos.
Dan disampingku yang kulihat ada seorang wanita tertidur diranjang yang sama dengan memungguiku menggunakan selimut menutupi tubuhnya sampai bahu,kuperhatikan sesaat rambutnya tergerai panjang,apa dia istriku?
nyuut...
kepalaku berdenyut sakit merasa mual dan berputar putar sesaat mungkin efek obat penenang karena tanganku tertancap selang infuse,aku ingat sangat ingat dengan jelas ketika terakhir kali aku hendak berdiri saat selesai acara ijab,tubuhku tak kuasa menompang lagi membuatku ambruk seketika,sungguh memalukan dihadapan para keluarga terlebih dihadapan istriku,sangat memalukan.
kuraih ponsel yang tergeletak diatas nakas samping bed,banyak sekali pesan masuk,Bagus,Benny,Revan,berbagai notifikasi dan email,namun kuabaikan dan memilih membukan satu pesan dari mama.
" Yudha Segera Telepon Mama jika sudah sadar ".
kulihat jam diponsel masih menunjukan pukul delapan malam,tapi kenapa suasana rumah sangat sepi?
berjalan dengan sedikit gontai sambil menforong tiang infuse menuju ruang kerja tepat disamping kamarnya,memilih menghubungi mama disana berharap mutiara tak terganggu dari tidurnya,awal yang baik darinya.
hingga panggilan keempat mama baru mengangkat sambungan telepon darinya,
" hall ---- ". suaranya terpotong mendapat sambaran amukan dari mama,
" astaga yudha kamu baru sadar? kamu bikin panik semua orang,mamah kan udah bilang dari kemarin kemarin kamu selalu saja abai,sekarang lihat? bikin panik semua orang,mutiara sampai menangis liat kamu gak sadar sadar,,astaga yudha.. Bla Bla Bla Bla... ".
helaan nafas halus darinya saat mendapati omelan mamah yang tak berkesudahan,nasib nasib.
" maaf mah.. " menghela nafas pelan.
" semua orang kamu buat panik,,mamah pengen mulai sekarang kamu rubah cara hidup kamu,sekarang sudah ada mutiara,hargai dia lindungi dia ingat...awas sampai kamu abai lagi mamah benar benar akan turun tangan ".
" iya mah iya ". menghela nafas kembali.
" ya sudah..kamu istirahat,habiskan infuse malam ini kamu belum makan sama sekali,niko ada sama mama,besok pagi mama cek kondisi kamu,yudha dengar kamu..!!?
" iya dengar mah dengar.. ".
" mutiara masih disana? sedang apa dia? "
" tidur mah ".
" iya biarkan,dia capek kasihan...bulak balik cek kondisi kamu di RS,belum lagi nangisin kamu yang gak sadar sadar astaga kasihan lihatnya mamah,jangan dibangunkan ingat yudha jangan macam macam dia masih muda,kamu harus selalu menghargainya ".
" astaga mah...aku lagi sakit bukannya khawatir sama aku malah sama anak itu,yang jadi anak siapa sih ".
" bocah tengik..mama lebih khawatir sama mutiara,,mamah gak tega waktu liat dia nangis tadi,sudahlah istirahat kembali kekamar dan jangan ganggu mutiara ..! ". klik....
astaga mama bisa sampai tahu aku lagi dimana?? oke yudha nasehat mama memang benar..yang kubutuhkan saat ini hanya kasur.
yudha kembali berjalan pelan berpegangan pada tembok,rasa pusing yang berputar putar membuatnya memilih untuk kembali istirahat,perlahan naik keatas kasur dan kembali memejamkan matanya dan tanpa butuh waktu lama yudha sudah terlelap masuk kedalam alam mimpinya.
perlahan tiara membuka matanya.yang sempat terpejam terlelap karena lelah mengurusi yudha sepulang dari RS.
menatap wajah sang pria yang sudah sah menjadi suaminya ini,terdiam menatap wajah teduh yang tertidur lelap,berbagi selimut menutupi tubuhnya.
tiara ikut merebahkan dirinya kembali dengan membalikkan tubuhnya enggan menatap sosok yang kini sudah menjadi suaminya.
☀️☀️☀️☀️☀️
Cahaya matahari masuk melewati jendela membuat hawa dingin Ac berubah menjadi hangat,namun kilatan silau dari matahari membuat mata terpejamnya terbuka dengan perlahan, sial...siapa yang membuka tirai jendela?
kembali matanya terpejam,sampai dia mencium wangi semerbak memanjakan hidungnya,membuat perutnya meronta ingin segera diisi,apa bi soimah sudah masak? wangi sekali...masak apa dia?
namun mataku membulat mengingat kejadian kemarin saat dirinya pingsan dan semalam melihat sang istri terlelap disampingnya,kemana dia?
yudha beranjak dari ranjangnya melepas selang infuse yang sudah mulai habis,berjalan menuruni tangga dan mencari semua penghuni rumah,kemana semua orang? sudah pagi kenapa sepi sekali??
yudha berjalan memasuki dapur keningnya berkerut melihat seorang gadis memunggunginya sibuk dengan aktivitas memasaknya menggunakan apron menggulung rambutnya asal,pemandangan langka dikediamanku dan...aku menyukainya.
seulas senyum terukir diwajahku diam diambang pintu menuju dapur terus memandangnya yang sibuk memasak,entah terasa seperti hiburan dipagi hari untukku.
ketika dia berbalik.meletakan sebuah mangkuk dengan kepulan asap putih,mataku membulat berkerut kening menatapnya dan dia kini juga menatapku melemparkan senyuman cantiknya,apa aku sudah gila?apa dosis dari obat penenang yang terlalu keras? kenapa imajinasiku sampai seperti ini?mario...aku memang harus bertemu mario..
keningku semakin berkerut dan kian berkerut ketika imajinasiku semakin terlihat nyata,
" Kau sudah bangun.Bagaimana perasaanmu?
Dia bertanya dengan suara tenang,sambil berjalan perlahan kearahku,jantungku berdegub tak menentu,aku sudah gila..berjalan mundur perlahan membuatnya berhenti menghampiriku,
" kenapa kamu ada disini...!! " . pertanyaan itu lolos begitu saja dengan nada sedikit meninggi dan yang kudapati dia menunduk entah kenapa,
........................................................................................
Mutiara
kutatap wajahnya yang masih tertidur pulas,kusentuh hidungnya dengan ujung jariku dia sama sekali tak terganggu,astaga ini sangat nyata..seulas senyuman terukir diwajahku pagi ini,semoga semua awal yang baik.
mengingat kejadian kemarin dihotel ketika mendapati sang suami yang pingsan,suasana panik termasuk dirinya,namun kepanikan berubah menjadi syok yang mampu membuatnya ikut pingsan,saat dirinya melihat wajah sang suami begitu jelas,kak yudha,air mata lolos sendirinya dari mataku melihat sosok yang kukenal terkulai lemas tak bisa dibangunkan bahkan ketika dibopong ke RS pun kak yudha tak kunjung sadar,rasa takut kehilangan cukup menguras air mata,bagimana tidak dirinya baru menikah beberapa saat lalu dan harus siap menjanda diusia dini? jangan Tuhan kumohon..
kuputuskan untuk membuat sarapan pagi ini karena mama ingrid berpesan jika pembantu akan datang bekerja setiap jam 10 pagi sampai jam 5sore,mama memintaku untuk selalu memperhatikan anaknya terutama dalam pola makannya yang sangat tak teratur,itu pesan mama ketika semua keluarga memilih pulang karena kondisi kak yudha yang sudah stabil dan hanya tertidur pulas efek dari obat penenang bahkan dengkuran halus terdengar jelas disela tidurnya itu.
hatiku begitu senang melihat kak yudha bangun dan menghampiriku didapur,meski aku tak tahu harus bersikap apa didepannya saat ini,kucoba bertanya setenang mungkin kepadanya dan memberikan senyuman terbaikku,namun ekspresi cemasnya terlihat jelas diwajah kak yudha,merasa enggan saat aku berjalan mendekatinya dan perkataannya yang dia lontarkan mampu membuat hatiku berdenyut.
" kenapa kamu ada disini...!! ".
aku menunduk antara takut,kaget,kecewa dan tak tahu harus bereaksi seperti apa saat ini hati dan pikiranku ikut kacau.