Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Demi Sahabat
Sejak dari rumah sakit dan di perjalanan tadi, Moetia sudah meyakinkan hatinya agar merelakan Bagas untuk Manda.
Tapi saat ini, setelah berada di hadapan Bagas. Hatinya menjadi tidak rela. Moetia takut Bagas akan sedih, Moetia takut jika Bagas akan kembali terpuruk jika dia memutuskan hubungannya dengan Bagas.
Moetia hanya diam dan menatap pria tampan yang sedang menggenggam tangannya yang gemetar dengan erat.
" Ada apa? tangan mu gemetar Moetia? " tanya Bagas
Moetia akhirnya menangis dan memeluk Bagas
" Maafkan aku, maafkan aku Bagas. Aku sangat mencintai mu tapi... " Moetia memutus kalimatnya
Bagas menarik Moetia menjauh sedikit agar dia dapat menatap Moetia.
" Tapi apa? " tanya Bagas cemas
Moetia memalingkan wajahnya
" Sepertinya hubungan kita harus sampai disini " lirih Moetia
Bagas tak percaya Moetia mengatakan itu, Bagas menyentuh wajah Moetia dan mengusap air mata yang ada di wajahnya.
" Semua ini karena sahabat mu itu kan? " tanya Bagas lembut
Moetia menoleh dan kembali memandang Bagas
" Dia membutuhkan mu " lirih Moetia
" Tapi aku membutuhkan mu " sahut Bagas
Moetia menggeleng kan kepalanya berkali-kali dengan cepat.
" Kalian pasti sangat bahagia nanti, Manda adalah wanita yang baik, dia jujur dan mandiri. Kedua orang tuanya juga sangat baik, kamu akan sangat menyayangi mereka nanti, cobalah untuk menerima Manda, kumohon " bujuk Moetia dengan nada suara sedikit bergetar
Bagas tersenyum getir mendengarkan apa yang Moetia katakan. Dia berdiri dan menjauh dari Moetia lalu kembali ke kursi kerjanya.
Bagas mengambil sebuah dokumen lalu membukanya.
" Jika hanya itu yang ingin kamu katakan! maka pergilah. Aku masih punya banyak pekerjaan " seru Bagas datar
Moetia terkejut melihat reaksi Bagas, Moetia tidak bisa pergi begitu saja. Dia sudah berjanji pada Manda dan juga keluarganya akan membawa Bagas ke Jakarta.
Moetia berdiri dan mendekati Bagas, Moetia menutup dokumen yang sedang dibaca oleh Bagas.
" Aku mohon Bagas " seru Moetia
Bagas kesal lalu menggebrak meja kerjanya
' Brak '
Moetia kaget hingga mundur ke belakang beberapa langkah.
Bagas melihat Moetia dengan tatapan marah
" Kamu sudah menentukan keputusan mu kan, maka dengarkan keputusan ku " seru Bagas lalu berjalan mendekat ke Moetia
Moetia mundur satu langkah ketika Bagas maju satu langkah.
Dan ketika Moetia sudah mentok tembok dia menahan Bagas dengan tangannya.
Bagas mengurung diri Moetia dengan ke dua tangannya.
Moetia terlihat sangat takut.
" Aku Bagas Chairul Wiguna hanya akan mencintai satu wanita dan itu adalah kamu, jelas! sekarang pergilah! " seru Bagas
Bagas lalu berjalan menjauh dari Moetia yang masih gemetar karena takut.
Moetia melihat Bagas menjauh.
' Tidak, ini tidak boleh terjadi. Manda masih koma ' batin Moetia cemas
Moetia mengejar Bagas dan memeluknya dari belakang.
" Kamu mencintai aku bukan? maka aku mohon ikutlah dengan ku ke Jakarta. Lakukan demi aku! " bujuk Moetia
Bagas tersenyum getir lagi lalu membalikkan badannya menghadap Moetia.
" Lakukan demi kamu? apa yang kamu pikirkan Moetia, aku kekasih mu dan aku tahu kamu sangat mencintai aku, lalu kamu memintaku mendekati wanita lain demi kamu? kamu sudah tidak waras Moetia " seru Bagas
Moetia masih belum menyerah
" Anggap saja aku tidak waras, tapi Manda sangat membutuhkan mu. Kondisi nya membaik ketika aku menyebutkan tentang dirimu, dia sangat mencintai kamu Bagas " ucap Moetia
" Semua ini hanya akan menyakiti kita berdua Moetia " sahut Bagas
Moetia sudah kehabisan kata-kata
' Bagaimana ini, Bagas tidak akan menyerah dengan pendirian nya. Apa yang harus ku lakukan? ' batin Moetia
Moetia bersimpuh di hadapan Bagas.
" Aku mohon Bagas ikutlah denganku ke Jakarta, Manda membutuhkan mu " ucap Moetia sambil terisak
Bagas menarik Moetia agar berdiri, tapi Moetia menolak nya
" Hentikan ini Moetia, berdiri atau aku tidak akan bicara lagi dengan mu " seru Bagas
Moetia lalu menuruti Bagas, dia menatap Bagas yang semakin kesal padanya.
Bagas menghapus air mata Moetia.
" Bagas, aku mohon " pinta Moetia lagi
Bagas menggeleng kan kepala nya dengan cepat.
" Tidak " tegas Bagas
Moetia menggenggam tangan Bagas
" Aku janji jika kamu menuruti permintaan ku, maka aku juga akan melakukan apapun yang kamu inginkan " seru Moetia
Bagas tersentak mendengar janji yang Moetia ucapkan.
Bagas memandang wanita yang dicintainya itu, rasa sedih mulai menjalar di hati Bagas.
' Sebesar itukah cinta mu untuk Manda, apapun akan kamu lakukan untuknya. Lalu bagaimana dengan ku Moetia? ' batin Bagas
" Kamu yakin? " tanya Bagas
Moetia mengangguk dengan cepat
" Aku menginginkan kamu Moetia, aku ingin kamu " ucap Bagas lembut mendekat ke telinga Moetia.
Moetia merinding seketika, Moetia melepaskan tangan Bagas dari genggaman nya. Moetia melihat tatapan Bagas berubah dari amarah menjadi seperti tatapan singa melihat mangsanya.
" Ba.. Bagas " ucap Moetia tergagap
Bagas lagi-lagi tersenyum getir
" Tidak bisa kan? maka pergilah " ucap Bagas lalu kembali menuju meja kerjanya.
Moetia masih diam dan berfikir, sepertinya memang sangat sulit membujuk Bagas.
Moetia melangkahkan kakinya menuju pintu keluar dan ponselnya berdering saat dia memegang handle pintu.
Moetia mengambil ponselnya dan menerima panggilan telepon itu
" Halo " sapa Moetia
" Sayang, ini mama. Bagaimana sayang apa kamu sudah berhasil membujuk Bagas, kondisi Manda makin memburuk dia barusan kejang lagi " seru Soraya panik.
Moetia kembali menangis.
" Sebentar lagi ma " sahut Moetia
" Sayang kami mengandalkan mu nak " seru soraya
Moetia lalu meletakkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.
Moetia menghapus air matanya lalu menarik nafas dalam-dalam.
Moetia berbalik dan mendekat ke Bagas.
" Akan ku lakukan " seru nya di hadapan Bagas
Bagas menoleh dan berdiri mendekati Moetia.
" Apa ? " tanya Bagas
" Akan ku lakukan yang kamu inginkan tadi, tapi setelah kamu ikut dengan ku ke Jakarta " ucap Moetia
Bagas memandang Moetia tak percaya
" Kamu bahkan merelakan hal berharga milikmu demi wanita itu, kamu bodoh Moetia " ucap Bagas makin kesal
" Aku memang bodoh lalu kenapa? " teriak Bagas
Bagas menggeleng kan kepalanya berkali-kali masih tak percaya Moetia seperti ini.
Awalnya Bagas memberikan syarat itu karena hanya ingin menggertak Moetia agar dia menyerah membujuk Bagas.
Bagas bahkan tidak akan benar-benar melakukannya karena dia sangat mencintai Moetia.
Bagas menghela nafas nya panjang
" Tidak ada tawar menawar Moetia, jika kamu setuju maka kita pergi ke apartemen ku sekarang " gertak Bagas
Moetia mengepalkan kedua tangannya sambil memandang Bagas.
Hatinya sakit mendengar Bagas mengatakan hal itu.
Tapi dia sudah berjanji pada keluarga nya dan Manda.
Moetia mengangguk perlahan
" Aku setuju, tapi kamu harus berjanji setelah itu ikut dengan ku ke Jakarta menemui Manda " ucap Moetia lemah
Bagas benar-benar terkejut
' Maafkan aku Moetia, aku hanya ingin terus memiliki mu ' batin Bagas
Bagas menggandeng Moetia yang hanya diam dan menunduk kan kepalanya ke luar dari kantor.
Mereka berdua naik mobil Bagas menuju ke apartemen Bagas. Setelah sampai di parkiran mobil, Bagas menghentikan mobilnya.
" Masih ada kesempatan untuk berubah pikiran Moetia " seru Bagas
Moetia menoleh dan menatap Bagas
" Apa kamu juga tidak akan berubah pikiran, maksud ku apa tidak ada syarat yang lain? " tanya Moetia takut
Bagas terkekeh
" Sudah ku duga, sebaiknya kita kembali ke kantor " jawab Bagas bersiap menghidupkan mesin mobilnya lagi
Moetia dengan cepat menahan tangan Bagas
" Jangan Bagas " ucap nya lalu turun dari mobil dan berjalan menuju lift
Bagas berdecak kesal lalu ikut turun dari mobil dan menyusul Moetia.
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐