Kevin O'Leary adalah seorang CEO dingin dan berwibawa yang sangat disukai oleh wanita manapun. Tapi sayangnya ia belum pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun
Kimberly Kane adalah seorang ballerina profesional yang sangat terkenal didunia. Ia pernah jatuh cinta kepada satu pria tetapi hubungan itu kandas hingga akhirnya ia tidak pernah menjalin hubungan lagi dengan pria manapun.
Apa jadinya jika mereka bertemu secara tidak sengaja? Dan bagaimana nasib mereka ketika ada yang ingin menghancurkan hubungan mereka?
No plagiat❕❕
Instagram : xylv.ia_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XylviA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Sudah 2 hari sejak kepulangan mereka dari Moscow. Kevin meminta Kim untuk sesekali menginap di mansionnya. Kim pun menyetujui permintaan Kevin dan akan menginap di mansionnya setiap Sabtu dan Minggu yang artinya hari ini Kim akan menginap di mansion Kevin untuk pertama kalinya. Kim baru saja selesai mandi dan sedang menunggu kedatangan Kevin yang akan menjemputnya.
Saat Kevin sudah sampai, Kim langsung masuk ke mobilnya sambil memasukkan tas berisi beberapa pakaiannya. Saat masuk ke dalam mobil, Kevin langsung memeluknya dan dibalas oleh Kim. Lalu mereka pergi ke mansion Kevin. Di perjalanan Kevin membuka obrolan supaya suasana tidak terlalu hening.
"Kim... Kau mau makan malam di rumah atau kita makan di luar?" Tanya Kevin.
"Di rumah saja. Aku ingin memakan masakan mu." Ucap Kim. Kevin tersenyum. Ia melihat tangan Kim dan langsung menggenggamnya. Sesekali Ia juga mencium tangan Kim. Melihat perlakuan Kevin, Kim hanya tersenyum dan membiarkan Kevin menggenggam tangannya.
Saat sampai, Kim terpana melihat mansion Kevin. Kevin keluar dari mobilnya dan langsung membuka pintu mobil Kim. Kim langsung keluar dari mobilnya lalu membuka pintu belakang untuk mengambil barangnya. Setelah selesai mengambil barang-barangnya, Kevin langsung menggandeng Kim dan mengajaknya masuk.
Saat masuk, Molly langsung menghampiri Kevin. Kevin langsung menggendong Molly. Molly yang digendong langsung melompat ke arah Kim. Kim yang melihat lompatan Molly pun langsung menangkap kucing itu.
"Molly jangan kayak gitu." Ucap Kevin sambil mengambil Molly dari Kim lalu menurunkannya ke lantai.
"Kau tidak apa-apa? Apa ada yang sakit?" Tanya Kevin sambil melihat keadaan Kim.
"Aku tidak apa-apa. Tenang saja." Ucap Kim.
Mereka pun pergi ke kamar Kevin untuk menaruh tas Kim lalu pergi ke dapur untuk memasak makan malam. Saat sampai di dapur, Kevin langsung membuka kulkas. Dan ternyata, tidak bahan-bahan di kulkas. Kevin lupa untuk menyuruh pelayannya untuk memberikan bahan. Kevin langsung melihat ke arah Kim. Kim yang melihat isi kulkasnya yang kosong pun hanya tertawa. Lalu mereka memutuskan untuk memesan makanan saja karena Kevin juga tidak bisa memasak.
Selama menunggu makanan mereka, Kevin dan Kim bermain dengan Molly di ruang bermainnya. Tiba-tiba pintu pun diketuk oleh salah satu pelayannya dan dia mengatakan bahwa makanan yang mereka pesan sudah sampai. Mereka pun pergi ke ruang makan lalu memakan makanan mereka.
Setelah selesai makan, Kevin dan Kim pergi ke kamar tidur Kevin. Mereka pun menonton film sambil tiduran di kasur.
"Kau mau menonton film apa? Kau suka genre tertentu?" Ucap Kevin sambil melihat jadwal film dan genrenya.
"Aku suka film Horror." Ucap Kim. Kevin tidak menyangka bahwa Kim suka genre horror. Tapi Kevin langsung membuka salah satu film horror. Mereka pun menonton film horror itu. Terkadang saat scene seram, Kevin sedikit kaget. Namun Kim sama sekali tidak terlihat ekspresi takutnya.
Setelah film selesai, Kevin langsung menghela nafas lega karena film horror itu sudah selesai. Ia berharap bahwa malam ini dia tidak mimpi buruk. Ia langsung membuka film romantis. Mereka pun lanjut menonton film romantis itu. Ternyata film yang mereka nonton memiliki adegan dewasa. Kim yang tidak pernah menonton film seperti itu langsung memalingkan wajahnya. Kevin yang tidak menyangka bahwa ada adegan itu pun langsung mengganti film.
Karena tidak ada film yang menarik, Kevin langsung mematikan televisi lalu menatap ke arah Kim. Kevin langsung memegang wajah Kim lalu mengusap bibirnya menggunakan jempolnya. Ia langsung mencium bibir Kim. Awalnya hanya ciuman biasa tapi lama kelamaan ciuman mereka menjadi lebih panas. Kevin langsung memperdalam ciuman mereka lalu menyusupkan tangannya ke dalam baju Kim dan memegang punggung Kim.
Di sela kegiatan panas itu, tiba-tiba handphone Kevin berdering tanda ada yang telepon. Mereka pun tersadar dan langsung menghentikan kegiatan panas mereka. Kevin yang melihat Kim tidak menggunakan baju pun langsung mengambil selimut untuk menutupinya. Dan Kim hanya tersipu malu mengingat kegiatan tadi. Kevin pun mengambil handphonenya dan melihat bahwa ibunya yang menelepon. Kevin pun mengangkat telepon di balkon. Karena Kevin sedang mengangkat telepon, Kim mengambil bajunya yang tadi dilepas. Ia pun mengambil baju tidurnya dan handuk. Ia pun pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi Ia pun berhenti didepan cermin dan melihat badannya bagian atas penuh dengan bercak merah. Ia pun berusaha untuk menutupinya namun tidak berhasil. Ia pun memakai baju tidurnya. Saat dia keluar dari kamar mandi, ternyata Kevin juga sudah selesai telepon.
"Kim... duduk di sampingku." Ucap Kevin sambil menepuk kasurnya menyuruh Kim untuk duduk di sebelahnya. Kim langsung duduk dan Kevin melihat bercak merah di leher Kim. Kevin tersenyum, Ia ingin marah ke pada ibunya karena mengganggunya namun Ia tidak berani.
"Ada apa?"
"Tadi ibuku telepon dan katanya Ia akan datang ke sini besok saat makan siang."
Mendengar perkataan Kevin, Kim langsung terdiam. Ia langsung memikirkan apa reaksi ibunya Kevin terhadap dirinya. Kevin yang melihat Kim terdiam langsung merangkul pundak Kim.
"Tenang saja. Ibuku menyukaimu kok. Aku sudah menceritakan tentang dirimu kepadanya." Ucap Kevin menenangkan Kim.
"Benarkah?" Ucap Kim. Kevin pun mengangguk. Ia pun mencium kening Kim. Lalu mengajaknya untuk tidur karena hari sudah malam. Lalu mereka berdua pun tidur dengan posisi spooning. Merekapun tertidur.