Sebuah Pertemuan begitu singkat dengan seorang Putri kecil dan Seorang Pria
Membuat kehidupannya berubah drastis...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanuwawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Marah, Tapi Perhatian
Selamat malam Dan !
Malam ! Dimana meraka ? Tanya Rendi,karena tadi harus menunggu alia pergi dulu.
Di dalam, Dan sedang diintrogasi mari
(mereka menuju keruangan)
Rendi Menyerahkan beberapa barang bukti. Terdapat 2 box sedang berisikan seperti kaleng makanan padahal isinya narkoba. Mereka ingin mengelabui polisi saat ada razia.
Padahal dilakukan nya razia karena Rendi mendapat laporan dari warga yang melihat sipelaku ini sedang bertransaksi dengan seorang remaja. Dan warga itu, memberitahukan arah keduanya menuju jalan yang Rendi lewati untuk berpatroli.
Setelah Alia dan Dina selesai di razia dan pergi 10 menitan. Terlihat Target sampai, lalu saat akan dilakukan pemeriksaan. Mereka yang takut, salah satu temannya langsung menyemprotkan sesuatu ke mata salah satu polisi dan langsung keduanya kabur lalu mereka membuang box kejalan yang membuat sebagian tim Rendi harus berhenti untuk mengambil barang bukti, dan yang lainnya mengejar.
Saiful terus berteriak memanggil mereka sehingga teriakan itu terdengar oleh Alia dan dina yang ada dijalan itu. Dilihatnya Alia dan mereka menengok kebelakang langsung saja Alia menghadang mereka yang satu dihalangi dina yang satu kabur Alia malah mengejar pelaku. Rendi langsung tancap gas kecepatan penuh dan menyuruh membekuk pelaku yang satunya dan dia akan mengejar Alia.
Alia...Alia ....Alia berhenti ! teriak Rendi tapi Alia tak mendengar karena jarak mereka terlalu jauh.
Aaaahh rendi kesal langsung mengebut
Terlihat Alia bisa mengejar dan langsung menghadangnya.
Rendi buru-buru turun diikuti Doni. Tapi saat itu Alia terlihat akan ditonjok rendi mau melangkahkan kakinya tapi melihat Alia yang bisa menghindar bahkan membuat pegedar itu tersungkir kearah Rendi. Langsung saja Rendi membangunkannya, dengan luapan emosi Rendi membanting tubuh pelaku dan memegang tangan dengan dicekram lalu memborgolnya. karena tangan itulah yang digunakan untuk menonjok Alia . Emosinya memunjak tapi dia tahan. Ingat akan posisi Rendi sekarang.
Bawa dia ! menyuruh doni membawanya.
Rendi begitu marah tapi saat melihat keaadaan Alia yang baik baik saja dan berpelukan dengan sahabatnya membuat amarah Rendi mereda .
Rendi cepat cepat menghampiri Alia dan sahabatnya lalu rekan rendi mengucapkan terimakasih.
Rendi hanya diam menatap Alia pandangannya tak teralihkan lalu mengucapkan terimakasih kepada ketiganya yang sudah membantu...
Dan yang membuatnya memasang muka dingin, karena Alia begitu ceroboh beraninya dia mengejar pelaku jika terjadi apa-apa, apa yang akan terjadi pada dirinya, Amira dan semua orang !
Alia yang ditatap dengan ekspresi dingin, tetapi membalas dengan senyum manisnya membuat Rendi sedikit tenang.
Alia dan sahabatnya izin pulang, Rendi hanya mengucapkan terimakasih dia ingin mengantarkan Alia tapi dia harus buat laporan dulu.
Setelah melihat Alia dan Sabahat nya pergi Rendi langsung bergegas ke Kapolsek.
Disana Rendi melihat lagi pria yang hendak menonjok Alia. Wajahnya merah padam menahan amarah dengan tangan mengepal. Tapi Rendi harus menahan, dia tak bisa main hakim sendiri dia adalah seorang Polisi dimana seorang Polisi harus mengayomi, menjaga keselamatan warganya.
Bang kenapa ? tanya Doni karena melihat Rendi sangat marah tapi dia tahan.
Nggak, ayo selesaikan ini. Masih harus patroli lagi ! ucap Rendi berlalu mengubah ekspresi nya.
Doni Ya ayo bang ( gue tahu lho marah banget Liat Alia tadi mau kena tonjok tapi lho menahan emosi Lho bang, Gue tahu ekspresi yang nggak pernah Gue lihat selama ini ) ucapnya dalam hati. Lalu mengikuti Rendi.
Baiklah Tolong kau urus. Saya akan patroli lagi dengan Tim saya. Ucap Rendi lalu meninggalkan kantor untuk berpatroli lagi.
Rendi keluar dan Menelepon
Assalamualaikum, iya bang ? tanya Alia
walaikumsalam, Udah sampai rumah ? tanya Rendi langsung.
Udah, Kita tadi mampir ke kafe buat makan langsung, pulang kok. Jawab Alia jujur.
Oke Lain kali jangan kaya tadi ! jika bunda tahu kau tahu aku yang akan dimarahi ? memberi peringatan.
Baiklah, Aku mengerti tapi aku hanya ingin menghadangnya saja tadi ( jawab Alia dengan nada rendah )
Iya, tapi itu bahaya untuk mu ! lain kali jangan lakukan itu ! kau perempuan bahaya untukmu bukan kah ada saya yang sedang mengejarnya kenapa kau ikut-ikutan ? tanya Rendi menahan emosi. Entah apa yang akan dilakukan pada Alia jika mengobrol langsung.
Baiklah bang Alia mengerti, bang Rendi masih berpatroli ? tanya Alia
Iya ,saya mau langsung patroli lagi sekarang ! Tidurlah Alia sekarang sudah malam istirahatlah kau pasti Capek tadi mengejar target saya,titahnya.
Abang aku nggak capek,aku pakai motor mengejarnya bukan lari ! jawab Alia polos
Doni yang dari tadi ada di depannya melihat Rendi tersenyum.Waduh udah kembali lagi ekspresi cerianya dalam hati Doni lalu ikut tersenyum.
Iya saya tahu ! kamu tuh naik motor, tapi ya udah lah, tidur yah ! ini udah malam ! dah Assalamualaikum
walaikumsalam bang. kata Alia menutup telepon.
Di kamar Alia
Alia tersenyum menerima telepon dari Rendi. Dia seperti kakak laki-laki yang selalu diinginkan nya.
Tapi akhir-akhir ini berdekatan dengan Rendi begitu aneh jantungku begitu berdegup 2×lebih kencang. Perhatian Rendi, melihat Rendi menjaga Amira, melihat Rendi yang begitu gagah saat sedang memakai baju Dinasnya,
Rendi yang marah saat dijahili, Rendi yang marah karena Alia selalu membahayakan dirinya untuk orang lain, Rendi yang perhatian, Rendi yang selalu menceritakan pekerjaan, apa yang dia suka, saat dia susah dan sangat bersedih tak bisa menjaga Amira karena pekerjaan, Rendi yang menjaganya seperti seorang kakak laki-laki, Entah perasaan apa ini tak pernah di rasa oleh Alia mungkinkah perasaan seperti memiliki seorang kakak laki laki. Mungkin ?
Alia menatap langit-langit kamar dia berbaring terlentang merentangkan tangannya seperti sayap sambil mendengarkan Radio pemberian Papahnya waktu Alia pulang kemarin.
Dengan Lagu Dari Budi Doremi Versi perempuan
Aku mengerti
Perjalanan hidup yang kini kau lalui
Ku berharap
Meski berat, kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang
Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah
Biar ku menemanimu
Membasuh lelahmu
Izinkan kulukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawa
Biar kulukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
'Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Aku di sini
Walau letih, coba lagi, jangan berhenti
Ku berharap
Meski berat, kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang
Menaklukkan hari-harimu yang tak indah
Biar ku menemanimu
Membasuh lelahmu
Izinkan kulukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawa
Biar kulukis malam
Bawa kamu…
Alia hanya tersenyum dan perlahan matanya mulai tertidur.
Teh Rita masuk ke kamar Alia.
Dia udah tidur ! ternyata, membenarkan posisi Alia langsung menyelimutinya.
Lalu perlahan-lahan Menuju kearah Radio mematikannya langsung menutup pintu tanpa mematikan lampu.
Alia tak suka jika tidur lampu nya mati, dan kebiasaan itu sudah diketahui Rita dan Dina.
cepet ya lanjutnya
🙏🙏ya...saran aja tlg dirapiin lagi tulisannya... aq jg tau klo nulis novel, cerpen dll itu susah tp kn sayang bnget karyamu klo dah bagus2 tp kurang peminatnya cuma krna tulisannya kurang rapi...semangaaaatt terus buat brkarya..