Zaira Zafanya Askara tak menyangka akan menikah dengan ketua osisnya yang dingin dan menyebalkan saat dia masih SMA.
Bagaimanakah kelanjutan cerita Zaira Zafanya Askara akankah dia bahagia ??
Tetap Lanjutttt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadissusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuncir Dua Sebelahan
Sekolah
Ira and the gang sedang berada dikantin.
" Raa." panyggil Rangga.
" Apaan? " tanya Ira.
" Beneran ya kita dulu pernah kenal saat kecil?" tanya Rangga yang masih tak percaya.
" Iya" ucap Ira.
" Kenapa gue lupa ya?? " tanya Rangga.
" Mungkin lo amnesia kalik," ucap Ira asal.
" Ya mana mungkin gue amnesia, mama aja nggak pernah bilang klo gue amnesia." Ucap Rangga kesal.
" Lo inget nggak?? " tanya Ira.
" Inget apaan?? " tanya Rangga balik.
" Anak kecil berkuncir dua bersebelahan, yang pernah lo ejek?? " tanya Ira.
" Mana aku tau. Coba ceritain mungkin gue bisa ingat, " ucap Rangga.
" Idihhhhh. Mangkanya jangan terpuruk dalam kesedihan mendalam, jadi lupa segalanya kan?? " kata Ira.
" Lo belum pernah aja kehilangan seseorang yang kau sayangi," ucap Rangga.
" Yayayya gue tau. Emang gue belum pernah ngerasain, tapi kita hanya manusia biasa yang hanya bisa pasrah kepada yang di atas. Jika kita diberi cobaan kita harus bangkit dalam menghadapi cobaan itu , bukan sebaliknya kita harus terpuruk dalam cobaan tersebut. " Ucap Ira panjang lebar.
" Kenapa otak lo encer banget?? " tanya Rangga.
" Gue udah encer dari dulu tauk." Ucap Ira cemberut.
" Jadi gimana ceritanya?? " tanya Rangga.
Flasback On
Saat masih kelas 1 SD
Pulang sekolah.
" Ira sayang, nanti sore kita pergi ke rumah tante Anin ya?? " ucap Nisa.
"Mau apa mi??“ tanya Ira.
" Kita main kerumah tante Anin, disana ada temannya juga kan?? satu kelas sama Ira juga. " Ucap Nisa.
" Baik mi. Hemm apa abang Budi dan papi ikut?? " tanya Ira polos.
" Tudak sayang, kita pergi berdua, Ira sama mami." Ucap Nisa.
" Baiklah mi. " Ucap Ira.
Sore hari.
" Ira sudah siap mi. " Ucap Ira.
" Hemmmm anak mama cantik sekal, " ucap Nisa.
" Ayo berangkat," ucap Nisa lagi.
Sesampainya dirumah Keluarga Dinata.
ting tong
ting tong
Suara bel rumah Dinata berbunyi.
ceklekk
" Ehh Nisa, udah datang ya?? " ucapnya sambil cipak cipik pipi.
" Ayo silahkan masuk! " ucap Anin, Ira dan Nisa mengikuti langkah Anin yang mulai memasuki rumah.
" Ayo duduk dulu, " ucap Anin.
" Nin mana anak kamu?? " tanya Nisa.
" Ohhh iya dia ada didalam kamar. " Ucap Anin.
" Ranggaa Ranggi. Turun nakk ada tamu," triak Anin pada putra putrinya.
Tak selang berapa lama mereka pun datang.
" Iya ma, ada apa?? " tanyanya kompak.
" Ini ada tamu tante Nisa sayang" ucap Anin.
" Halo tante. " Sapa keduannya.
" Ohh ya Rangga Ranggi ajak main Ira dulu ya. " Ucap Nisa mendapat anggukan dari keduannya.
" Ira ayo kita keruang bermain, " ajak Ranggi Ira pun menurut, Rangga hanya mengikutinya dari belakang.
Saat Ranggi dan Ira asik bermain tiba tiba Rangga bersuara.
" Ira kan?? " tanyanya.
" Iya, kenapa?? " jawabnya ketus.
" kamu tu jelek banget si?? " kata Rangga.
" Kata siapa?? mami bilang ke Ira klo Ira itu cantik," ucap Ira.
" Itu kan kata mami kamu, kata aku kamu jelek, lihatlahh rambut kamu yang jelek itu! berkuncir dua sebelahan, cihh. " Ucap Rangga mendengus kesal.
Mata Ira mulai berkaca kaca.
" Yekkk baru begitu aja udah mewekk, dasar cengeng. " Ucap Rangga, Ira mulai menangis.
" Kak kamu nggak boleh kayak gitu, lihat Ira menangis." Ucap Ranggi.
" Biarinn, dasar cengeng" ucap Rangga.
"Cengeng"
"Jelek"
" Berkuncir dua"
"Cengeng "
"Huuu" ejek Rangga berturut turut, membuat Ira semakin kencang. Ranggi hanya bisa mengelus punggung Ira.
Anin dan Nisa yang asik mengobrol tiba tiba mendengar tangisan dari ruangan bermain langsung berlari.
Ceklekkk
" Ada apa?? " tanya Nisa, saat melihat putri perempuannya menagis.
" Itu tadi Ira diejek sama Rangga tan." Ucap Ranggi.
" Rangga nggak boleh gitu syang, sekarang minta maaf!!" ucap Anin.
" Ira maafin aku." ucapw Rangga sambil menunduk, dia hanya takut dimarahin sama tante Nisa.
" Nggak apa apa Nin, udah biasa namanya juga anak kecil. " Ucap Nisa.
" Maafin Rangga tante. " Ucap Rangga.
" Iya sayang. Tapi jangan diulangin lagi ya?? " ucap Nisa.
" Baik tante. " Ucap Rangga, Anin hanya geleng geleng kepala.
" Ma-mi Ira ma-u pul-lang." Ucap Ira sesegukan.
" Yaudah Nin aku pamit dulu ya. " Pamit Nisa.
" Iya, maafin putraku ya Nis. " Ucap Anin merasa tak enak hati.
" Iya nggak apa apa Nin, namanya juga anak keci. Kau seperti tak pernah kecil saja, " ucap Nisa.
Flasback Off
" Ohhhh, kamu tu yang itu ya Raa?? hahhahaha, " tawa Rangga yang mengundang perhatian banyak orang.
" Ehhh nggak kamu tu apa apaan si?? malu tau dilihatin sam orang orang. " Ucap Ira kesal, seketika membuat tawa Rangga berhenti mendadak.
"Klo anak itu aku inget." Ucap Rangga.
" Iya itu gue. Mulai saat itu gue nggak mau lagi dikuncir dua sebelahan, sampai mami terheran heran ama gue. " Ucap Ira mengingat jika dia sedang menolak maminya saat mau dikuncir dua sebelahan.
" Hahhaha. Lo lucu Ra kalo kek gitu," ucap Rangga
" Yyayayyaa serah lo. " Ucap Ira.
" Kalian kenapa?? " tanya Siska.
" Udahlah Sis, jangan diganggu. Biarin berduaan aja dulu" ucap Rizki.
" Bener tu," timpal Erick.
" Ehhh gue mau ketoilet dulu. " Ucap Bastian, dijawab anggukan oleh semuannya.
.
.
.
.
.
Halooo semuannya!
Sampe disini dulu ya,
lanjut besok.
Oke???
., 😁
bkin cerita itu susah loh😏
hargain dong