NovelToon NovelToon
Forgiveness

Forgiveness

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:975.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: JasmineTea

Selama tujuh tahun Khiana bersama anaknya hidup sebagai seorang pelarian dikarenakan sebuah tragedi di masa lalu.

Walaupun perasaannya hancur karena tragedi itu, tetapi ternyata dirinya masih belum bisa melupakan Kiral.

Selama tujuh tahun Kiral hidup dalam rasa bersalah dan penyesalan dikarenakan kesalahannya di masa lalu.

Walaupun ia tahu bahwa ia telah menghancurkan kepercayaan Khiana terhadapnya, tetapi sebenarnya ia menyimpan sebuah kebenaran yang tidak bisa ia katakan kepada siapapun saat tragedi itu terjadi.

Tujuh tahun berlalu. Keduanya masih sama-sama tersiksa dengan keadaan.

Tujuh tahun berlalu. Rindu keduanya semakin besar.

Tujuh tahun berlalu. Garis takdir mulai menuliskan pertemuan baru bagi mereka berdua.

Bagaimanakah takdir akan mempersatukan mereka kembali?

- update setiap Jum'at malam -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JasmineTea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 27 - Pengakuan

Akhirnya aku kembali ke kamar setelah sarapan.

Hal pertama yang menyambutku begitu kubuka pintu kamar adalah bunyi deringan ponselku yang menggelegar di seantero ruangan. Siapa sih yang menelpon? kuambil ponsel itu. Sebuah nama yang tak asing terlihat di layar.

Nurul.

Kenapa dia tiba-tiba meneleponku? tanpa berpikir panjang kuangkat telepon nya.

"Hal-"

"KHIANAAA!!!?" sontak kujauhkan ponselku dari kuping. Nurul langsung berteriak begitu kuangkat telpon nya. Anak ini mau merusak pendengaranku apa?!

"Ke..kenapa?" tanyaku masih sambil menjauhkan ponsel dari kuping.

"KHIANA! KAMU UDAH LIHAT BERITA??!"

Ah..

"HUHUHUHU.. KHIANAAA ITU YANG DI BERITA KIRAL YANG KITA KENAL BUKAN SIHH?? KOK TIBA-TIBA DIJODOHIN HUHU"

Aku menggigit bibir mendengar jeritan Nurul. Rasa bersalah karena menyembunyikan kebenaran bahwa selama ini aku berhubungan dengan Kiral merasuki pikiranku. Nurul.. apa sekarang saatnya aku mengatakan yang sebenarnya padamu ya?

Ya.. Nurul adalah sahabatku. Sudah sepatutnya dia tahu sih.

"Anu.. Nurul-"

"Khiana, ayo kita ketemuan hari ini! Aku butuh teman untuk menghiburku" lagi-lagi Nurul memotong pembicaraanku. Tapi setidaknya dia sudah tidak teriak-teriak. Kutempelkan lagi ponselku ke kuping.

"Lah? kamu lagi di Jakarta? sejak kapan?"

"Hehe udah tiga hari. Maaf baru ngabarin.. Udahlah pokoknya kita ketemuan ya hari ini. Aku tunggu di Mall XXX jam satu ya~ bye"

Klik. Telepon ditutup. Tunggu dulu Nurulll !?

Hah.. sudahlah. Apa boleh buat. sepertinya memang inilah saatnya untuk mengatakan yang sebenarnya pada sahabatku itu.

***

Nurul menatap lurus seseorang yang sedang berdiri beberapa meter di hadapannya tanpa berkedip.

Aku duduk di samping Nurul mencoba menyadarkannya dari lamunan.

"Nurul.."

"Khiana.. coba kamu ulangi kata-katamu barusan" ucapnya pelan sekali.

Aku menghela nafas. Kami bertiga sudah duduk bersama di sebuah cafe selama satu jam. Ya.. kami bertiga. Aku, Nurul dan Kiral.

Kiral memaksa untuk ikut begitu tahu aku akan pergi. Akhirnya aku mengajaknya. Tak lupa kusuruh Kiral untuk menyamarkan sedikit penampilannya takut-takut ada yang mengenali di jalan. Nurul yang sudah tiba duluan di cafe ini mematung seketika saat melihat siapa yang datang bersamaku. Lalu.. saat aku mengatakan yang sebenarnya, Nurul seakan-akan kehilangan nyawanya. Shock.

"Nurul.."

Tatapan Nurul fokus kepada Kiral yang sedang memesan makanan. Saking seriusnya kami mengobrol tadi, aku dan Kiral sampai lupa untuk memesan makanan. Sedangkan makanan Nurul yang sudah dipesan duluan sudah dingin dan hampir tak tersentuh.

"Nurul, maaf ya.. sebenernya aku ga ada niatan buat-"

"Khiana!" ucap Nurul agak keras. Kini dia menatapku dengan serius.

Apa? apa dia marah?

"Kamu tidak usah meminta maaf. Dijodohkan dengan orang seganteng Kak Kiral itu bukan dosa. Aku mengerti posisimu. Jadi jangan meminta maaf lagi. Aku seratus persen mendukung hubungan kalian"

"Be.. beneran?" jawabku tidak percaya.

Nurul mengangguk. Lalu, kedua tangannya memegang kedua tanganku erat.

"Tapi.. ada satu hal yang aku inginkan"

"..Apa?" tanyaku hati-hati. Perasaanku mulai tidak enak.

"Tolong sekali saja.."

"Sekali saja?" tanyaku balik.

"Sekali saja.. sebagai fans Kak Kiral, aku mau foto dengannya. Boleh ya!"

Hah?

"Bolehkan?!"

Cengkraman tangannya semakin keras. Mau tak mau kuanggukan kepala.

"O..oke.. nanti aku coba bilang ke dia"

Nurul sontak memelukku bahagia. Lalu, dengan lahap mulai memakan makannya.

Syukurlah.. ternyata Nurul masih sama seperti biasanya. Untung saja aku punya sahabat yang selalu mengerti apapun keputusanku.

Tapi, bukan Nurul rasanya kalau tidak tiba-tiba nyeletuk hal-hal di luar batas toleransi. Dan inilah yang terjadi di detik selanjutnya. Dengan polosnya dia menanyakan hal yang membuatku kelimpungan.

"Jadi.. kalian udah ciuman belum?"

Plak

Kutepuk pundaknya. Keras.

"Aw! sakit!" Nurul sontak mengelus-elus pundaknya.

"Kenapa sih.. aku kan cuma nanya"

Ya nanya sih nanya.. tapi di pikir dulu gitu loh Rul.. kalau mau nanya. Jawabku dalam hati.

Nurul cemberut saat ku tatap dengan sorot mata mengancam. Lalu menggumamkan maaf kepadaku.

Saat itulah Kiral kembali ke meja kami sambil membawa dua porsi makanan.

"Kenapa wajah kalian begitu?" tanya Kiral. Sepertinya dia menyadari adanya perubahan atmosfer diantara aku dan Nurul.

"Enggak kok gak kenapa-napa hahaha" ucapku kaku. Kiral menatapku datar, lalu menyerahkan piring makananku. Sepertinya dia tidak terlalu tertarik mencari tahu lagi.

"Ya udah. Nih makan"

Kuterima sepiring makanan itu dengan suka-cita.

"Ehem.."

Nurul menginjak kakiku pelan. Mengirimkan kode.

Ya ampun anak ini.. penyakitnya dimana kalau minta sesuatu itu harus buru-buru masih belum berubah sampai sekarang.

Kubiarkan saja dia pura-pura tidak peka.

Tuk tuk..

Tapi kali ini kakinya mulai ditendang-tendangkan ke kakiku.

Aishhh.. anak ini, oke oke..

"Oh iya! Kak, kita foto yuk" ucapku akhirnya. Dari sudut mataku aku bisa melihat senyum Nurul merekah di bibirnya.

"Foto?" Kiral yang sudah mulai menyunyah makanan bertanya kebingungan.

"Iya! buat kenang-kenangan bareng Nurul. Bentar lagi akukan bakal pergi"

Ku rogoh ponselku dari dalam tas. Lalu memposisikannya untuk selfi bertiga.

Ckrek.

Sebuah foto berhasil kuambil. Kutekan beberapa tombol dan langsung kukirim foto itu ke Nurul.

Sementara Nurul tersenyum puas dan langsung memeriksa ponselnya.

"Jadi.. Kakak dan Khiana bakal ke Amerika kapan?" tanya Nurul untuk pertama kalinya. Dari tadi sebenarnya Kiral sudah bersikap ramah kepada Nurul. Tapi mungkin karena shock, jadinya baru sekarang dia berani bicara langsung kepada Kiral.

"Beberapa hari lagi" ucap Kiral.

"Hooo.. memangnya kampus kalian deket banget ya?"

Kiral dan aku mengangguk bersamaan.

"Deket kok. Bahkan aku bisa ambil matkul dari kampusnya Khiana"

"Eh? iya? kok bisa?"

Kiral hanya mengangkat bahu menimpali pertanyaan Nurul.

"Ihh keren.. enak banget, terus.. kalian bakal tinggal bareng?"

"Ohok..ohokk.. uhukk.." Aku tersedak. Kiral buru-buru memberiku minum.

Si Nurul ini.. padahal aku sudah lega sahabatku sudah bisa mengobrol santai dengan Kiral. Tapi sepertinya lebih baik dia diam saja.

"Kamu ga papa?" tanya Kiral khawatir. Mataku sampai berair karena tersedak.

"Haha engga kok. Makanannya pedas.."

"Ah.. tadi aku pesenin yang agak pedes sih. Kepedesan ya? mau tukeran?" Kiral menyodorkan piring nya.

"Enggak kok, ga papa.."

"Beneran?"

Aku menggangguk.

Kiral memperhatikan piringku sebentar lalu menyendok makanan diatasnya. Dimasukkannya makanan itu ke dalam mulut.

"Hmm.. tapi punyamu lebih enak.." dia kembali menyuapkan makanan dari piringku. Kali ini suapannya jauh lebih besar.

"Hmm.. tuh kan enak!"

Ih! kalau dia makan makananku dengan lahap seperti itu, nanti dia yang habiskan dong!

"Ihh.. Kakakkan punya makanan sendiri. Jangan makan punyaku" ku tepuk tangan yang hendak menyendok makananku untuk ketiga kalinya.

"Ya minta.. dikit doang masa ga boleh sih" rengek Kiral padaku.

"Engga. Ga boleh"

.

.

.

bersambung...

1
Sandrina Dalila
suka
Li5naJait
sepertinya Nathan itu Kiral dechhh
mentari
kenapa gk disini aja thor
JasmineTea
Ka Be Em a p p s. Wkwkwk disensor 😅🙄😜
Juhaeratul Fathiyah
tau gitu knp berkhianat kamu keeeeeroooool
Juhaeratul Fathiyah
DAAAAASAAAAAAAAAAR
Juhaeratul Fathiyah
aku gk sanggup thor. tahu spa pcr Tamara
Juhaeratul Fathiyah
Seru bacanya.... tulisannya rapi
mentari
gregett thor...gk terasa udah tamat.novelmu keren thor👍👍tpi kenapa yg like sedikit sekali..next buat novel keenan pasti keren thor
mentari: iya kan..ditunggu karya selanjutnya kak🤜🤛
total 2 replies
🎎 🌟Fare Reza🌟🎎
asli paling suka cerita tentang Alter Ego/DID gini
JasmineTea: Terimakasih Kak Fare ^^
total 1 replies
Lala
kerenn thor.. sukses terus yaaa
JasmineTea: Thank youuu sukses selalu juga kak Lala
total 1 replies
Rina
TERIMAKASIH AUTHOR
JasmineTea: TERIMAKASIH KAK RINA
total 1 replies
Ana
Suka banget banget banget sama ceritanya.. sukses selalu author kuuuuuh.. dan terimakasih karena sudah mendengar jeritan penonton dengan memberikan happy ending..
JasmineTea: Terimakasih! Sukses selalu kak Ana!
total 1 replies
Maria Aya
pindah lapak ya thor? kenapa gak di sini aja sih thor?
Maria Aya
gak di kasih bonus extra chapter nih thor? ayo dongggg....bonus nyaa 😘😘
JasmineTea: Untuk sekarang belum kepikiran extra chapter sih kakk huhu
total 1 replies
Maria Aya
ya ela thor... Keenan kenapa panggilan nya jadi Bang Kee 😁
Mira
HUAAAA TAMAT JUGA AKHIRNYA
JasmineTea: HUAAAA iyaaa.. makasih udah baca sampai akhir ya kak
total 1 replies
Mira
Bang Keeee WKWKWK
Mauly :3
Good job thor. Makasih banyakkkkk
JasmineTea: Thank youuu
total 1 replies
Wulandari
Ga kerasa udah tamat ajaaa.. congrat kak author.. kemanapun akan kucari karya-karya mu yang selanjutnya
JasmineTea: Makasihhhhhh kalau berjodoh kita ketemu lagi di lain kesempatan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!