(Novel kisah tentang perselingkuhan dan pelakor)
Eva gadis manja dan keras kepala dia sangat dicintai Orang Tuanya, tapi kenyataan pahit harus diterima Eva disaat Orang Tuanya akan bercerai karena Papahnya mencintai Wanita lain.
Untuk membalas rasa sakit hatinya Eva akan menghancurkan kebahagian Papahnya dan Wanita itu. Dengan membuat Rafto menjadi Budak cintanya dia akan melakukan segala cara hanya untuk Eva
Akan kah misi Eva berhasil atau malah terjebak akan permainannya sendiri...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanazel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Reno
Eva melirik Rafto yang sangat fokus menyetir dengan rahang yang mengeras karena merasa marah. di mobil Rafto hanya diam tanpa melirik Eva sedikitpun, sepanjang perjalanan pulang ke rumah mereka berdua hanya diam dengan pemikiran masing-masing.
"Kenapa pulang ke rumah besar itu," ujar Eva saat sudah ada di parkiran Manssion Allura.
"Kau sudah berjanji pada Papahmu dan turuti saja." jelas Rafto yang dilirik sinis oleh Eva.
"Baiklah." ucap Eva lalu turun dari mobil
"Kenapa tidak keluar dari mobil?" tanya Eva.
"kau harus pulang ke Manssion ini juga, ingat." perintah Eva berlalu masuk menuju Manssion.
Rafto hanya tersenyum membalas ucapan Eva yang memerintah dirinya untuk pulang ke Manssion Allura.
Eva memasuki Manssion. Salah satu pelayan yang melihat kepulangan Eva menyambut dengan penuh suka cita nona mereka sudah pulang.
"Nona akhirnya kamu pulang," ucap asisten senior keluarga Allura.
"Maaf ya buat kalian khawatir." ujar Eva memeluk semua pelayan di Manssion.
Eva memasuki kamar dan berbaring dikasur. Dengan hatinya yang gembira dia akan selalu menganggu hidup Mulan, sampai di pergi menjauh dari keluarga Allura.
"Apa aku harus menyiksa Papah dan wanita murahan itu ya, biar mereka menyerah dan saling menjauh satu sama lain. Apa yang harus kulakukan netizen yang budiman, tolong wanita cantik ini," pikir Eva lalu lambat laun Eva tertidur pulas.
Setelah kepulangan Eva dan Rafto dari cafe miliknya. Keadaan fisik dan sikis Mulan sangat lemah, Emi membawa Putrinya ke klinik terdekat. Kata dokter Mulan sangat tertekan dan dianjurkan banyak istirahat atau melakukan hobi yang disukai Mulan. Sesudah makan dan minum obat, Emi menarik Putrinya untuk berbaring dikasur dan Mulan pun tertidur dengan wajah yang bengkak.
Emi yang kesal karena ulah Eva yang membuat Putrinya dalam keadaan seperti ini. Ia segera menghubungi Reno meminta pertangungjawabannya atas yang putrinya lakukan.
Rafto dan Reno pulang bersama menuju Manssion, mereka berdua bekerja hingga malam hari.
"Kenapa pulangnya sangat lama?" tanya Eva yang sedabg makan.
"kamu baru bangun?" tanya balik Rafto yang dibalas anggukan kepala oleh Eva.
"Tadi kita berdua sedang ada rapat yang sangat mendadak, jadi pulangnya agak sedikit malam." sahut Reno menjawab pertanyaan Eva.
"Aku tanya sama Rafto, bukan sama Papah." terang Eva.
Reno mengelus dadanya, agar dirinya sanggup bersabar menghadapi mood Eva yang sedang marah kepada dirinya.
"Papah naik ke atas dulu ya," ucap Rafto berlalu meninggalkan pasangan muda itu.
"Kamu saking rindunya, sampai menunggu ku," ujar Rafto seraya mencium kening Eva.
"Kepedean tingkat dewa tau ga si." ketus Eva
Rafto hanya terkekeh, ia lalu mencium kening Eva kembali dan mencium bibir Eva sebentar dan bergegas pergi takut Eva memukul dirinya. Ia memasuki kamar tidur yang berapa hari ini tak ia tempati, akibat aksi ngambek dan marah Eva kepada pemilik Manssion ini.
Reno mengerutu saja menuju kamarnya, iya sangat kesal Eva selalu saja mengacuhkan dan memarahi dirinya terus. Ia harus meminta bantuan kepada Martha agar Eva tak bersikap seperti itu lagi. Reno segera mandi untuk menyegarkan pikiran dan hatinya yang galau saat Reno memakai baju, handphonenya terus saja berdering. Reno enggan mengangkat panggilan tersebut, karena yang pasti urusan pekerjaan dan ia tak mau diganggu waktu istirahatnya karena urusan pekerjaan.
Reno sangat kesal handphonenya terus berbunyi, mengganggu dirinya menonton siaran ulang sepak bola yang mana klub kesukaannya sedang bermain. Dengan sangat malas Reno mengambil handphonenya yang berlogo samsul yang sedari tadi terus berbunyi itu. Reno melotot kaget rasanya bola matanya ingin keluar, saat nama Ibunya Mulan tertera di dalam panggilan masuk dihandphonenya. Ia sangat bingung apa harus mengangkat atau tidak, Reno melangkah kepintu kamar mengunci kamarnya dari dalam. Dengan langkah ragu jari Reno mengeser tombol hijau.
"Hallo Reno" ucap Emi disambungan telepon
"Iya" sahut Reno ragu
"Mulan sakit karena kalian para keluarga Allura yang selalu menindas Putriku sangat lugu itu, jika sesuatu terjadi kepada Putriku, aku akan bunuh diri" teriak Emi
"Maksud mu apa nyonya?" tanya Reno disambungan telepon
"Putriku sakit, kata dokter dia tertekan. Ia mengalami tekan mental gara-gara dirimu yang mengacuhkan dirinya. Jika kau tidak percaya datanglah kemari dah satu lagi, Mulan sangat ingin bertemu dengan dirimu." kata Emi.
"Maaf, aku tak bisa datang." balas Reno.
"Kamu harus bertangung jawab karena telah membuat Putriku jatuh cinta kepada dirimu Reno, dan kau menyingkirkannya dengan seenakmu saja. Kau keterlaluan Reno!" Ucap Emi dengan nada yang dibuat-buat.
"Baiklah aku akan datang sekarang juga," jawab Reno luluh akan perkataan dari Ibunya Mulan.
"Aku dan Mulan akan menunggu dirimu, cepatlah kemari," ucap lalu mematikan sambungan teleponnya.
"Biasanya Reno memanggil dirinya dengan sebutan ibu mertua, tapi tadi dia memanggil diriku nyonya, pasti ini berbuatan semut pengganggu itu." batin Emi.
Reno mengambil kunci mobilnya, dengan sangat pelan melangkah menuju tangga untuk turun kebawah. Dadanya berdegup kencang iya takut Eva mengetahui, jika sampai itu terjadi akan ada perang dunia lagi di Manssion Allura.
"Yuk jangan lupa Vote, like dan komennya semua"
Terimakasih para readers setia NOVEL MY DREAM
SAMPAI JUMPA LAGI
maaf baru hadir
semangat 😁👍
salam dari :
- menikah karena skandal
- balas dendam cowok kampungan
🥀ceosomplak & MDD
Semangat ngetiknya 💪💪
Salam dari "Awal Tanpa Cinta" dan "Aku yang dijual" 😍